CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb22b2565b24d25fd624b56/pogrom-mengapa-yahudi-diburu-dan-dianiaya

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, salam sejahtera. Om swastiastu. Namo buddhaya. Wei de dong tian.

Hai, GanSis apa kabar?

emoticon-I Love Indonesia

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Potret kecil pogrom terhadap komunitas Yahudi di pedesaan Rusia pada abad ke-19.
Sumber

Pogrom adalah kekerasan atau kerusuhan sistematis yang diiringi pembantaian dan penganiayaan dari kelompok etnis atau agama tertentu terhadap kelompok lainnya. Biasanya pogrom turut menghancurkan lingkungan, rumah, tempat usaha, pusat keagamaan, dan bangunan-bangunan lain yang berhubungan dengan kelompok tertentu.

Terkadang pogrom melibatkan otoritas pemerintah setempat, baik secara spontan atau terencana. Sebetulnya istilah pogrom awalnya ditujukan untuk serangan terhadap etnis Yahudi di wilayah Kekaisaran Rusia pada abad ke-19 dan ke-20. Serangan serupa juga bisa terjadi di waktu dan tempat yang lain, tak harus di wilayah Kekaisaran Rusia.

Seiring perkembangan waktu, istilah pogrom meluas tak hanya untuk Yahudi, tapi juga untuk kelompok etnis atau agama lainnya. Umumnya yang menjadi korban adalah kelompok minoritas, seperti kasus pogrom terbaru di India bagian utara yang menewaskan puluhan umat Muslim India. Meskipun begitu, istilah pogrom tetap identik dengan kekerasan terhadap etnis Yahudi.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Pogrom anti-Islam di India bagian utara pada tahun 2020.
Sumber

Istilah pogrom pertama kali muncul pada tahun 1882, berasal dari bahasa Rusia, погрóм yang berarti “untuk menghancurkan” atau “untuk mendatangkan malapetaka”. Penggunaan istilah tersebut meluas ke seluruh dunia dimulai dari kekerasan anti-Yahudi di wilayah Kekaisaran Rusia pada tahun 1881-1883.

Namun, sebetulnya kekerasan terhadap Yahudi sudah ada sejak zaman kuno. Sentimen tersebut bisa ditelusuri pada abad ke-3 SM di Alexandria, Mesir yang menjadi rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di dunia pada zaman itu. Masyarakat Mesir Helenistik kerap menertawakan praktik dan hukum Yudaisme yang dinilai absurd dan tak masuk akal. Hal tersebut yang menjadi alasan firaun Ptolemy I Soter menginvasi Yerusalem pada tahun 320 SM.

Ptolemy I Soter adalah sahabat Alexander Agung yang memperoleh jatah Mesir. Ia mendirikan Dinasti Ptolemeus yang mengubah Mesir menjadi kerajaan Helenistik dan menyulap Alexandria menjadi salah satu pusat kebudayaan Yunani.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Gambaran perpaduan budaya Helenistik dengan Yudaisme.
Sumber

Kekerasan yang terjadi di Alexandria merupakan sikap xenofobia (ketidaksukaan dengan hal asing). Masyarakat Mesir Helenistik tak menyukai etnis Yahudi yang cenderung menolak standar agama dan sosial Yunani. Di sisi lain, ajaran Yudaisme yang monoteisme (percaya hanya dengan satu Tuhan) menganggap masyarakat Mesir Helenistik kurang tercerahkan karena memuja banyak dewa. Banyak persekusi menimpa etnis Yahudi di zaman tersebut, mulai dari penodaan terhadap tempat ibadah sampai pelarangan praktik keagamaan, seperti sunat, ritual Shabbat, kajian kitab Yahudi, dll.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Lukisan oleh Francesco Hayez (1867) yang menggambarkan penghancuran kuil Yahudi di Yerusalem saat pendudukan Romawi pada tahun 66-73 M.
Sumber

Memasuki era-Romawi, eksistensi Yahudi mengalami pasang-surut. Sesekali etnis Yahudi bermusuhan dengan pendudukan Romawi yang berujung pemberontakan. Menurut sejarawan Inggris abad ke-18, Edward Gibbon, periode yang lebih toleran antara Romawi dan Yahudi baru dimulai sekitar tahun 160.

Romantisme hubungan Romawi-Yahudi selesai saat Kristen menjadi agama utama Romawi pada tahun 380. Persekusi menjadi lebih brutal karena Yahudi dianggap bertanggung jawab atas penyaliban Yesus. Era berikutnya menjadi pengembaraan Yahudi ke beberapa wilayah di Eropa karena terusir dari tanah airnya.

Seorang penulis dan sejarawan Amerika Serikat, James Carroll berpendapat bahwa pada zaman itu sekitar 10% populasi Kekaisaran Romawi adalah etnis Yahudi. Dengan rasio tersebut, tentu banyak pogrom dan pemaksaan pindah agama (konversi) yang terjadi. Sebab jika tak ada perburuan dan penganiayaan, modern ini populasi Yahudi pasti sudah mencapai 200 juta orang, bukan 13 juta orang.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Karikatur anti-Yahudi pada Abad Pertengahan.
Sumber

Kristenisasi Eropa yang meluas pada Abad Pertengahan kembali menjadi mimpi buruk bagi Yahudi. Para raja bersama gereja rajin mengeluarkan serangkaian dekret anti-Yahudi yang melarang orang Yahudi menikah dengan orang Kristen, serta pelarangan praktik keagamaan. Sepanjang abad ke-6 dan ke-7, bangsa Visigoth di Spanyol yang baru saja memeluk Kristen, meningkatkan agresi sosial terhadap etnis Yahudi. Bentuknya beragam, mulai dari konversi, perbudakan, pengasingan, atau kematian.

Pada waktu yang sama, Islam mulai tumbuh di Mekkah dan Madinah yang terus berkembang hingga mencapai Zaman Keemasan Islam (abad ke-8 sampai ke-14). Islam mengklasifikasi non-Muslim sebagai dzimmi, orang yang dilindungi atas imbalan jizya (pajak bagi non-Muslim). Hal tersebut memungkinkan etnis Yahudi menjalankan agama mereka lebih bebas saat Islam menaklukkan Spanyol pada tahun 711.

Pada tahun 929, Kekhalifahan Cordoba berdiri setelah hampir dua abad menjadi bawahan Dinasti Umayyah. Di bawah kekuasaan Islam, Yahudi sempat mencapai puncak kebudayaan hingga abad ke-11. Kekhalifahan Cordoba yang menjadi penerus Dinasti Umayyah bertahan selama 102 tahun sampai akhirnya runtuh pada tahun 1031 akibat perang saudara antara keturunan khalifah terakhir, Hisyam II melawan kubu pro-penasihat kekhalifahan, al-Mansur. Kekhalifahan Cordoba pecah menjadi beberapa taifa (kerajaan), salah satunya adalah Taifa Granada.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Lukisan pada abad ke-13 yang menggambarkan kerukunan antara Muslim dan Yahudi di Andalusia.
Sumber

Taifa Granada merupakan potret ketidakberdayaan figur penguasa Muslim yang cenderung patuh dengan dominasi Yahudi. Hampir setengah abad lamanya Yahudi menguasai segala aspek kehidupan, kecuali nama negara yang masih bercorak Islam. Status orang Yahudi di Granada tak lagi dzimmi seperti yang berlaku di pemerintahan Islam pada umumnya, bahkan dalam beberapa kasus mereka memiliki kontrol atas pasukan militer. Sesuatu yang tak pernah terjadi di mana pun dalam sejarah diaspora Yahudi.

Namun, pada tahun 1066, terjadi Pembantaian Granada yang dipicu oleh intrik pembunuhan Buluggin bin Badis, anak sulung khalifah Badis bin Habus, yang kemungkinan besar diracun oleh seorang wazir (penasihat politik/menteri tingkat tinggi) Yahudi bernama Joseph ben Naghrela. Massa Muslim yang marah menyerbu istana Granada dan menyalib Joseph ben Naghrela. Berikutnya massa Muslim membantai sebagian besar orang Yahudi di kota tersebut. Lebih dari 4.000 orang Yahudi tewas dalam pogrom satu hari.

Sejak abad ke-11, Andalusia (wilayah Spanyol yang dikuasai Islam) menerapkan dzimmi lebih keras. Hal tersebut membuat banyak orang Kristen dan Yahudi pindah ke arah timur (Mesir) yang lebih toleran. Sebagian yang lain menuju ke utara (Eropa) mencoba peruntungan di kerajaan-kerajaan Kristen yang sedang tumbuh.

Di lain tempat pada tahun 1096, terjadi Pembantaian Rhineland yang menargetkan etnis Yahudi di sepanjang Sungai Rhine bagian tengah, seperti Speyer, Worms, dan Mainz. Pogrom yang dilakukan oleh tentara salib dan para petani tersebut dengan cepat meluas ke beberapa wilayah lainnya, seperti Belanda, Jerman, Inggris, Perancis, dan beberapa wilayah di Eropa Timur.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Pembantaian Rhineland pada tahun 1096.
Sumber

Kemiripan antara orang Yahudi dan orang Arab (sama-sama rumpun Semit) turut menjadi penyebab pecahnya kekerasan. Banyak masyarakat Eropa yang menyangka orang Yahudi adalah mata-mata Islam yang dikirim ke Eropa. Pada saat itu Paus Urbanus II memang baru saja menyatakan Perang Salib Pertama untuk membantu Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) melawan Turki Seljuk yang menghalangi peziarah Eropa berkunjung ke Yerusalem.

Di sisi lain, komunitas Yahudi di Rhineland memang relatif kaya karena bisnis peminjaman uang. Hal wajar sebab ketika itu hanya Yahudi yang membolehkan praktik riba (Islam dan Kristen melarang keras). Persepsi sombong dan serakah pun muncul dan selama berabad-abad menjadi salah satu faktor utama sikap anti-Yahudi.

Ramai masyarakat Eropa yang terlibat rentenir, seperti tentara salib yang terjebak utang untuk membeli persenjataan dan peralatan atau kaum petani yang terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itulah yang menjadi pembenaran untuk membunuh orang Yahudi agar utang-utang mereka hilang, terlepas faktor dasar bahwa Yahudi bertanggung jawab atas penyaliban Yesus.

Kebiasaan komunitas Yahudi yang eksklusif dan kurang berbaur turut menimbulkan prasangka buruk bahwa mereka adalah penyihir. Pada saat itu banyak masyarakat Eropa percaya kalau penyihir Yahudi suka menangkap anak-anak Kristen guna diambil darahnya untuk ritual kejahatan.

Sebelum dua tragedi besar di Granada dan Rhineland, komunitas Yahudi di seluruh dunia terkonsentrasi ke dalam tiga wilayah: 1) Komunitas Yahudi di wilayah kekuasaan Islam, 2) Komunitas Yahudi di Eropa, dan 3) Komunitas Yahudi di wilayah Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). Masing-masing komunitas cenderung independen dan berjalan sendiri-sendiri, sampai kemudian Pembantaian Rhineland 1096 menyadarkan mereka bahwa harus ada rasa senasib dan sepenanggungan.

Sejak inilah orang Yahudi mendambakan pulang ke kampung halaman di Palestina. Selama berabad-abad mereka menyelipkan doa saat makan dan menjelang tidur bahwa suatu hari nanti akan ada “rumah” untuk tempat mereka mencari rasa aman. Pada akhir abad ke-19, mayoritas tokoh-tokoh penting Yahudi menggunakan Pembantaian Rhineland 1096 sebagai wacana membentuk sebuah negara Yahudi.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Penganiayaan Black Death Yahudi pada tahun 1348-1351.
Sumber

Selanjutnya komunitas-komunitas Yahudi di Eropa terus menjadi sasaran pogrom. Pada tahun 1348-1351, terjadi Penganiayaan Black Death Yahudi yang dituduh sebagai penyebab Black Death. Alasannya ketika itu orang Yahudi cenderung kebal dan terbebas dari wabah Black Death. Padahal kekebalan mereka adalah imbas pengasingan dari masyarakat Eropa itu sendiri. Mayoritas komunitas Yahudi dipaksa tinggal di dalam ghetto, permukiman khusus orang Yahudi. Hal tersebut menjadi social distancing alami yang mencegah orang Yahudi terpapar wabah Black Death.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Ghetto, permukiman khusus orang Yahudi. Biasanya kawasan ini dikurung tembok untuk membatasi ruang gerak mereka.
Sumber

Selain itu, ajaran Yudaisme yang mengamalkan adab-adab kebersihan berhasil menciptakan risiko kecil penularan Black Death, seperti mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan berkali-kali setelah BAB, mandi sebelum ritual Shabbat, dan praktik memandikan jenazah sebelum dimakamkan.

Tercatat pogrom akibat Black Death terjadi di Toulon (1348), Strasbourg (1349), Erfurt (1349), Basel (1349), Freiburg (1349), Brussels (1350), dll. Kekerasan terus menimpa komunitas Yahudi di beberapa wilayah Eropa, meskipun wabah Black Death selesai. Dari sekian banyak kekerasan dan penganiayaan terhadap etnis Yahudi, Pembantaian 1391 adalah yang terbesar selama Abad Pertengahan. Raja-raja Kristen di Spanyol yang sukses merebut kembali Semenanjung Iberia dari tangan Islam, melakukan konversi secara menyeluruh. Orang Islam dan Yahudi diberikan dua pilihan sulit: beralih ke Kristen atau keluar dari Spanyol.

Sebagian besar orang Islam dan Yahudi pada akhirnya beralih ke Kristen yang melahirkan identitas baru: conversos (konversi/pemaksaan pindah agama). Conversos terbagi menjadi dua: Moriscos (masyarakat Islam yang konversi ke Kristen) dan Marranos (masyarakat Yahudi yang konversi ke Kristen).

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Para conversos meninggalkan Semenanjung Iberia.
Sumber

Walaupun begitu, kekerasan dan penganiayaan tetap menimpa para conversos yang dianggap kurang ikhlas memeluk Kristen, seperti Pembantaian Lisabon 1506. Mereka pun memutuskan kabur dari Semenanjung Iberia menuju wilayah kekuasaan Turki Utsmaniyah atau Eropa Barat yang sudah agak toleran.

Pada tahun 1563, juga terjadi Pogrom Polotsk di sebelah utara Belarusia ketika penguasa Rusia, Ivan IV Vasilyevich menaklukkan wilayah Baltik. Raja yang mendapat julukan Ivan the Terrible (Ivan yang mengerikan) ini membunuh semua etnis Yahudi yang menolak konversi ke Kristen Ortodoks dengan cara menenggelamkannya ke Sungai Daugava.

Pada tahun 1648-1657, terjadi Pemberontakan Khmelnytsky di wilayah timur Persemakmuran Polandia-Lithuania (sekarang Ukraina, Belarusia, Moldova, dan Rusia). Orang Cossack dibantu Tatar Krimea dan petani Ukraina mencoba melawan dominasi Persemakmuran Polandia-Lithuania. Pemberontakan tersebut diiringi kekerasan sipil yang menimpa komunitas Katolik Roma dan Yahudi. Sejarawan modern memperkirakan korban tewas berkisar antara 40.000-100.000 orang yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Yekaterina II atau Catherine yang Agung.
Sumber

Pada abad ke-18, Rusia muncul sebagai kekuatan baru Eropa di bawah kepemimpinan Yekaterina II. Wilayah kekuasaan Rusia melonjak berkali-kali lipat lewat serangkaian perang dan penaklukan atas Persemakmuran Polandia-Lithuania dan Turki Utsmaniyah yang menimbulkan efek samping keberlimpahan komunitas Yahudi dari kedua wilayah tersebut.

Sebuah entitas politik baru yang disebut Chertá Osyédlosti terbentuk di wilayah barat perbatasan Rusia-Polandia pada tahun 1791. Chertá Osyédlosti mencakup wilayah Belarusia, Lithuania, Moldova, sebagian besar Ukraina, Polandia bagian timur, Latvia bagian timur, dan sedikit Rusia bagian barat. Pada tahun 1791, Yekaterina II tetap mengizinkan orang Yahudi menetap di sana.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Kawasan Chertá Osyédlosti atau Pale of Settlement.
Sumber

Pada saat itu keadaan di Chertá Osyédlosti dianggap suram. Orang-orang kaya memilih bermigrasi ke Amerika Serikat atau kawasan Eropa lain yang lebih menjanjikan. Di sisi lain, kebudayaan Yiddish (Yahudi di Jerman dan Eropa Timur) justru mendapat tempat positif. Agama dan ilmu pengetahuan secara harmoni mengembangkan hal-hal bersifat intelektual yang menciptakan kaum cendekiawan Yahudi. Dari sini pula muncul stereotip Yahudi cerdas yang melahirkan tokoh-tokoh penting dunia. Pada masanya, Chertá Osyédlosti adalah rumah bagi 40% populasi Yahudi di seluruh dunia.

Namun, kecemburuan sosial akhirnya terbit kembali. Persekusi terhadap etnis Yahudi yang pada umumnya mapan dan terdidik terjadi di mana-mana. Pogrom pertama terjadi di Odessa, Ukraina pada tahun 1821, menewaskan 14 etnis Yahudi. Odessa sebagai kota pelabuhan penting di Laut Hitam memiliki rivalitas ekonomi antara etnis Yunani dan Yahudi. Selain itu, etnis Yunani menuduh etnis Yahudi mendukung Turki Utsmaniyah dalam Perang Kemerdekaan Yunani. Pogrom terjadi beberapa kali: tahun 1821, 1859, 1871, dan 1905. Etnis Rusia yang juga tak suka dengan etnis Yahudi ikut andil dalam beberapa pogrom.

Pada tanggal 13 Maret 1881, terjadi peristiwa pembunuhan Tsar Alexander II oleh kelompok Narodnaya Volya. Salah satu pelaku yang berdarah Yahudi menyulut kemarahan kubu pro-Tsar. Gelombang besar kekerasan terhadap Yahudi melanda hampir seluruh bagian barat daya Rusia (sekarang Polandia dan Ukraina).

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Pogrom Odessa tahun 1905.
Sumber

Banyak media Rusia yang membesar-besarkan peran Yahudi dalam pembunuhan Tsar Alexander II sebab Narodnaya Volya sesungguhnya adalah sebuah organisasi revolusioner sosialis, bukan Yahudi. Pemerintah pun mengeksploitasi sikap anti-Yahudi untuk memberangus gerakan revolusioner. Pada tahun 1881-1884, lebih dari 200 peristiwa anti-Yahudi terjadi di wilayah Kekaisaran Rusia, terutama pogrom di Kiev, Warsawa, dan Odessa. Hal tersebut menyebabkan imigrasi besar-besaran Yahudi Rusia yang sebagian besar menuju ke Amerika Serikat.

Memasuki abad ke-20, kekerasan terhadap Yahudi tak kunjung mereda. Pogrom berskala besar di Rusia semakin intensif usai Perang Dunia I ketika kaum Bolshevik (sosialis) di bawah pimpinan Vladimir Lenin melawan Pemerintah dalam Perang Saudara Rusia (1917-1922). Pada tahun 1918-1919, lebih dari 1.200 pogrom terjadi hanya di Ukraina saja, menyebabkan pembantaian etnis Yahudi terbesar di Eropa Timur sejak tahun 1648.

Pada 8 Agustus 1919, selama Perang Polandia-Uni Soviet, pasukan Polandia membunuh 31 orang Yahudi di Minsk, Belarusia yang dicurigai sebagai simpatisan Bolshevik. Dibantu warga sipil setempat, 377 toko milik Yahudi dijarah dan dihancurkan.

Sementara itu, di tempat lain juga terjadi pogrom. Pada tahun 1904, pelarian Yahudi Lithuania di Limerick, Irlandia menerima perlakuan kekerasan dari warga lokal. Pada tahun 1911, pelarian Yahudi Rusia di Tredegar, Wales juga menjadi sasaran pogrom dari warga lokal. Alasan klasik kecemburuan sosial menjadi pemicu utama.

Di luar Eropa, pogrom terjadi di Argentina dan beberapa wilayah di Timur Tengah. Pada tanggal 7-14 Januari 1919, terjadi kerusuhan di Buenos Aires yang dikobarkan oleh kaum anarkis dan komunis. Banyak pihak menjadi korban, salah satunya adalah etnis Yahudi.

Bersambung ke post selanjutnya....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rbmc99 dan 188 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8
Pada tanggal 24 Agustus 1929, terjadi Pembantaian Hebron di Palestina. Sebelumnya konflik antara Arab dan Yahudi di Palestina telah meningkat sejak Deklarasi Balfour 1917 ketika kolonial Inggris mendukung pembentukan “rumah nasional” bagi etnis Yahudi. Konflik semakin mendidih saat pertengahan Agustus 1929, ratusan nasionalis Yahudi di Hebron berbaris menuju ke Tembok Barat, kota tua Yerusalem sambil mengibarkan bendera Bintang David. Rumor beredar kalau para pemuda Yahudi menyerang orang Arab dan mengutuk Rasulullah Muhammad SAW. Banyak etnis Arab yang mengira bahwa para pemuda tersebut hendak menyerang Masjidil Aqsa.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Sekelompok orang Yahudi hendak memakamkan korban Pembantaian Hebron.
Sumber

Hari berikutnya tanggal 17 Agustus 1929, seorang pemuda Yahudi tewas ditikam pemuda Arab. Pihak berwenang gagal memadamkan kekerasan yang berujung pembantaian 67 orang Yahudi di Hebron. Tragedi ini memicu balasan serupa dari etnis Yahudi di wilayah lain yang menjadi serangkaian kerusuhan sepanjang bulan Agustus 1929. Diperkirakan sekitar 133 orang Yahudi dan 116 orang Arab tewas dalam insiden di Palestina. Pembantaian Hebron mengakhiri kehadiran etnis Yahudi yang selama berabad-abad hidup di kota tersebut. Pogrom ini melatarbelakangi pembentukan Haganah (organisasi paramiliter Yahudi) yang menjadi cikal-bakal Angkatan Bersenjata Israel.

Sementara itu, Adolf Hitler bersama partai Nazi sukses meraih puncak kekuasaan di Jerman. Pogrom pertama terjadi pada tanggal 9-10 November 1938 yang populer dengan sebutan Kristallnacht. Kerusuhan meletus serentak di seluruh Jerman, Austria, dan Sudetenland (wilayah Cekoslowakia yang berbahasa Jerman) yang menewaskan lebih dari 90 orang Yahudi.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Seorang perempuan Yahudi dipersekusi saat Pogrom Lviv 1941.
Sumber

Sekitar 30.000 orang Yahudi ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Perusuh menghancurkan 267 sinagog (tempat ibadah Yahudi) dan lebih dari 7.000 toko atau bisnis milik Yahudi dirusak. Kerusuhan anti-Yahudi berkembang menjadi holocaust (genosida massal etnis Yahudi) yang menewaskan sekitar 6 juta orang Yahudi selama Perang Dunia II.

Serangkaian insiden anti-Yahudi tetap terjadi setelah Perang Dunia II. Etnis Yahudi yang berusaha kembali ke daerah asal mereka (khususnya di Eropa Timur), mendapatkan penindasan berupa perampasan hak rumah atau tanah.

Sementara itu, Zionis kian menguat setelah berhasil mengungguli Arab Palestina dalam Perang Saudara Palestina (1947-1948). Pemberontakan keras kelompok bawah tanah Yahudi pada akhirnya mengubah opini Inggris terkait Palestina. Lewat pernyataan resmi, Inggris yang kewalahan memutuskan menarik pulang seluruh pasukannya pada tanggal 1 Agustus 1948, setelah sebelumnya menyerahkan mandat kepada PBB terhitung tanggal 15 Mei 1948. Beberapa saat sebelum mandat Inggris berakhir, Zionis mendeklarasikan Kemerdekaan Israel pada tanggal 14 Mei 1948.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Peristiwa Nakba 1948, sekitar 700.000 etnis Arab Palestina terusir dari kampung halaman mereka.
Sumber

Hanya beberapa jam setelah mendeklarasikan kemerdekaan, Israel diserbu oleh gabungan kekuatan Mesir, Transyordan, Suriah, dan Irak yang mengawali Perang Arab-Israel 1948. Hal tersebut menyulut pogrom di sebagian besar wilayah Timur Tengah. Etnis Arab membalas perlakuan Yahudi terhadap saudara mereka Arab Palestina yang terusir dari kampung halamannya.

Eksodus besar-besaran etnis Yahudi ke Israel terjadi selama konflik Arab-Israel dan baru berakhir pada awal 1970-an. Gelombang imigrasi besar terakhir datang dari Iran imbas Revolusi Islam Iran 1979.

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
Potret pengungsi Yahudi Yaman yang eksodus ke Israel.
Sumber

Total sekitar 900.000 etnis Yahudi meninggalkan negara-negara Arab. Sekitar 600.000 orang pindah ke Israel dan 300.000 sisanya memutuskan bermigrasi ke Eropa atau Amerika Serikat.

Pada tahun 2014, organisasi non-pemerintahan Yahudi internasional yang berbasis di Amerika Serikat, ADL melakukan penelitian tentang sikap anti-Yahudi. Dilaporkan sekitar 75% Muslim di Timur Tengah dan Afrika Utara memiliki pandangan anti-Yahudi. Sementara itu, sekitar 27% masyarakat global yang belum pernah bertemu orang Yahudi menyatakan memiliki prasangka kuat terhadap Yahudi.

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sumber Referensi:
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia

Sekian thread dari ane. Ambil bagusnya, buang buruknya. Semoga bermanfaat. Bye.

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Blue Guy Cendol (L)
Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 40 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mengeja
protokol zionisme, mrupakan hasil hoax news ala agen kekaisaran rusia yg anti yahudi pd abad ke 19.... Eh, awal abad ke 20 dink....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bstepanus dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yoseful
sedih memang kalo baca sejarah Yahudi ini sering jadi bulan-bulanan di berbagai negara. di satu sisi Yahudi memang eksklusif, di sisi lain non-Yahudi banyak curiga sama yang eksklusif kayak mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanblackcore dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tyrodinthor
kalo sy baca, dapat diambil kesimpulan sebenarnya dari awal, bangsa yahudi bukan biang masalah atau suka nyari gara2 sama bangsa lain. dan selama berabad-abad setelahnya, mereka tdk jarang jd korban persekusi. sekarang keadaan tdk sama seperti dulu. bahkan tdk sedikit yg mengkaitkan mereka sebagai bangsa penindas.

memang benar ada keterlibatan bangsa yahudi dlm bbrp peristiwa besar di dunia tapi berlebihan kalo semuanya harus menjadikan mereka kambing hitam. pd dasarnya, manusia dr bangsa manapun tdk luput dari sifat serakah, rakus, tamak, brutal, licik. jangan setiap ada masalah selalu nyalahin 1 kaum aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zafnatpaaneah dan 36 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:

Bener bre, tapi ane koreksi itu udah abad ke-20 karena diterbitin pertama kali tahun 1903

Sengaja dipake Rusia buat kambing hitam dan sempet dicetak banyak sama Henry Ford di AS

Henry Ford anti-Semit yang mulai khawatir kalo pengusaha Yahudi jadi besar, makanya propagandain kebencian dari Protokol Zion. Kocaknya si Henry Ford ini anggota Freemason. Makanya ane numpang ketawa guling-guling doang kalo penikmat teori konspirasi samain Freemason ke Zionis, Wahyudi, dll
emoticon-Leh Uga



Quote:

Sebenernya mirip sama orang Cina di sini ya bre.. sekarang gimana mau eksklusif, waktu berbaur dikata-katain atau dapet perlakuan buruk

Bapak Pendiri Israel yang bikin Zionis, Theodor Herzl itu dulu kan moderat yang punya pandangan "Jerman banget"..

Di buku hariannya dia bilang Yahudi harus meninggalkan masa lalu buruk dan optimis menatap masa depan kayak bangsa Jerman yang menurut Herzl maju dan beradab

Pokoknya isi kepala Herzl ini apa-apa disangkutin ke Jerman, padahal dia Yahudi Hongaria, emaknya Yahudi Serbia.. tapi ngefans banget sama Jerman

Sampe akhirnya kasus pengkhianatan militer Perancis yang ngejual data-data ke Jerman (waktu itu Jerman sama Perancis bersitegang). Pelakunya Yahudi Jerman yang tinggal di Alsace, wilayah Perancis yang mayoritas penduduknya orang Jerman

Herzl jurnalis ngeliput unjuk rasa di Paris. Dia kaget denger teriakan massa yang marah "matilah Yahudi, matilah Yahudi".. kalo mau disalahin ya individu lah bukan bangsa kan?emoticon-Hammer2

Tapi Herzl masih santai, anggapan dia ah lagi kebeneran aja orang marah sama Yahudi yang sebetulnya gak tau apa-apa.. sampe suatu hari seorang anti-Semit jadi walikota Wina, tempat Herzl bekerja

Pidato-pidato walikota yang anti-Semit bikin Yahudi ketakutan. Sejak itulah Herzl bertekad harus ada "rumah" buat orang Yahudi biar gak digangguin terus.. jadi buku Der Judenstaat (negara Yahudi) yang terbit 1896




Quote:

Bener bre, kebanyakan salah paham aja sebenernya.. dari dulu mereka bukan bangsa agresif, emang nasib aja yang jelek

Mereka di mana-mana kuat karena udah hukum alam kalo orang tertindas pasti kuat. What doesnt kill you make you stronger.. ribuan tahun dikejar-kejar sama dianiaya pasti kebal

Mereka dicap penindas baru abad ke-20 aja zamannya Israel berdiri, kalo liat sejarah hubungan Islam-Yahudi malah cenderung akrab.. makanya ini trit ane jabarin panjang biar pada tau, tapi entar pasti ada yang komen ane antek-antek Zionis
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 27 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Yahudi itu selalu jadi etnis minoritas di wilayah kerajaan/negara lain makanya selalu kena tindas

Akhirnya ya mereka belajar gimana caranya biar gak ditindas walaupun minoritas, ya caranya mereka menguatkan diri mereka secara finansial dan politik karena di dunia modern ini yg punya kekuasaan finansial maka bisa menguasai perpolitikan juga

Makanya sekarang yg menguasai perekonomian itu Yahudi dan juga mereka menempatkan orang-orang mereka di perpolitikan juga khususnya di US

Mengenai Israel sih itu memang sengaja mereka diberikan wilayah biar bisa hidup tanpa diskriminasi, dimana di setiap wilayah mereka tinggali selalu mereka jadi minoritas, makanya dicarilah wilayah yg punya akar kuat kaum mereka, kebetulan wilayah Israel secara sejarah menurut kaum Yahudi terikat kuat dengan wilayah kerajaan Yahudi Solomon makanya dipilihlah wilayah tersebut

Jadi bisa dibilang Israel bukan menjajah, mereka hanya diberikan wilayah jajahan oleh Inggris yg dahulunya juga merupakan tempat wilayah kerajaan mereka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh MUF0REVER
Lihat 1 balasan
Quote:

Poinnya di Arab juga bre siapa suruh jual-jualin tanah ke imigran Yahudi

Giliran udah banyak malah dipersekusi yang akhirnya malah ngebikin paramiliter Haganah buat jaga diri

Dari situ titik baliknya Yahudi, mereka malah kuat dan akhirnya ngalahin Arab Palestina waktu perang saudara.. ke sininya udah tinggal kompakin diri aja

Kalo dipikir biang keroknya Inggris
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
counterpain123 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
siklus yahudi di eropa abad pertengahan : datang ke suatu wilayah/negara > cari duit,entah sebagai dokter,insinyur,dan sebagian pasti ada yg berprofesi sebagai lintah darat..nah krn selalu ada lintah darat di tiap imigran yahudi,maka pada akhirnya memupuk kebencian kepada yahudi diwilayah tersebut,oh ya tambahkan jg faktor yahudi pembunuh yesus > rusuh > harta benda yahudi dirampas..kalau beruntung rumah masih bisa dijual murah,byk yg tewas,byk jg yg bunuh diri sendiri,anak anak seringkali diambil paksa utk dimasukan ke gereja > sisa2 yahudi pergi mencari negara baru yg lbh aman > siklus diulang lg dari awal

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?

hasil bc buku ini :

Pogrom, Mengapa Yahudi Diburu dan Dianiaya?

buku setebal itu isi nya sejarah yahudi puluhan abad dengan formula repetitif diatas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 15 lainnya memberi reputasi
Quote:

Bener bre. Ini trit ane singkat aja gak cukup satu post

Kesimpulannya mah xenofobia (gak suka sama hal asing) awalnya ya bre

Kaya di zaman Helenistik itu kan gara-garanya orang Mesir Helenistik aneh ngeliat agama Yahudi "apaan sih masa Tuhan satu?"

Zaman Kristen baru deh ada alasan baru: penyaliban Yesus

Zaman pengembaraan: riba makanya dicap sombong dan tamak + penyaliban Yesus

Zaman sekarang: tuduhan ngambil Palestina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jaizal dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Ane masih belum bisa menemukan link antara Yahudi dan Perbankan. Ok lah Yahudi memperbolehkan Riba sedangkan Islam dan Kristen di abad pertengahan melarang.

tp toh tak semua orang Kristen menjalankan perintah itu dengan ketat.
Jasa Perbankan setau ane dipopulerkan oleh Ksatria Templar melalui jasa penitipan harta utk peziarah dmana Templar juga mengutip fee dan komisi.
setau ane di Abad 14 justru orang Italia lah yg mempopulerkan jasa perbankan lebih luas melalui pinjama kredit dan hutang.
pengaruh ekonomi tentu menjalar pula ke politik.
Salah satu nya Bank of Medici , dari usaha itu Dinasti Medici jadi salah satu keluarga yg paling berpengaruh di Eropa. Dimana dg perbankan, doi dapat berperan dalam mensponsori calon raja, pangeran, Duke hingga Paus dg imbal balik yg tidak sedikit saat calon nya mendapatkan posisi penting alias KKN.

dari keluarga Medici sendiri ada 2 orang yg sukses menjadi paus salah satu nya Pope Leo X .
nah dari situ ane percaya kalo kekuatan finansial mampu menguasai pemerintahan suatu negara.
Tapi kenapa tuduhan itu mengarah ke Yahudi ya?
kenapa selama ini Rotchild yg kabarnya Yahudi sering dituduh dlm cerita2 konspirasi bukannya Ford, Rockefeller, Bush dan keluarga konglomerat non yahudi lain ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
osiris.nayote dan 18 lainnya memberi reputasi
karena yahudi itu penentang islam dan tak beragama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yusernemkaskuss dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

Linknya pas ente bilang Yahudi boleh riba Abad Pertengahan itu bre

Sebenernya mereka juga gak boleh riba kalo ke sesama Yahudi, kalo non-Yahudi boleh.. istilahnya "keuntungan iman" jadinya gak ada pesaing walaupun ke sininya ada juga orang Kristen yang bandel kayak yang ente bilang keluarga-keluarga Italia pas Renaissance

Terus kenapa gak ada Yahudi terkenal sebelum era Medici, Bardi, Peruzzi? Gimana mau tenar kalo dipersekusi terus. Baru nanjak dikit diburu, gak ngumpul-ngumpul duitnya

Bener bre Templar yang ngepopulerin perbankan jasa titip barang karena mobilisasi mereka panjang dari Eropa ke Yerusalem.. masalahnya perbankan ini sistemnya beda-beda bre. Kalo Templar jasa titip barang pas zaman Perang Salib, Yahudi udah duluan jasa kurir sama pinjaman bibit gandum Abad Pertengahan awal-awal

Fokus mereka lebih ke pedalaman Eropa, bukan pesisir Mediterania. Pas keluarga-keluarga Italia tenar.. Yahudi ini mitra utamanya di pedalaman Eropa

Makanya kalo liat diaspora Yahudi di Eropa hampir semua kota mereka ada, jadi kayak bikin cabang atau relasi menggurita



Quote:

Yahudi gak beragama? Lah itu Nabi Musa agamanya Yahudi bre.. versi Islam dia penerima kita at-Taurat, kayak mana gak beragama
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iyans018 dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Ane punya analisis pribadi sih mengenai kenapa yahudi hampir selalu dipersekusi sejak kemunculannya

1. Beda dengan Islam & Kristen, yahudi bersifat eksklusif. Ajaran yahudi gk kasih perintah buat proselytize (menyebarkan/dakwah) ajaran lain macem Kristen & Islam, tapi eksklusif hanya di keturunannya saja. Hal ini yg bikin mereka semakin terkucil dan seakan memisahkan diri dari komunitas di mana mereka tinggal

2. Di abad pertengahan, kaum yahudi mulai merambah bisnis moneylending atau pinjaman uang. Beda dengan Islam & Kristen yg secara gamblang melarang riba pada siapapun, yahudi memang melarang praktek riba, namun hanya untuk sesama yahudi. Kepada orang di luar agama yahudi, mereka diperbolehkan memberi pinjaman berbunga. Tapi gimana awalnya kok mayoritas yahudi main bisnis ini? Simple aja, karena sejak awal mereka sudah dikucilkan di komunitasnya sehingga secara umum akan lebih sulit mendapat pekerjaan normal. Maka pekerjaan yg saat itu dianggap "socially inferior" yg mulai dicoba. Meskipun gk high profit, tapi setidaknya gk high risk juga.

3. Kaum yahudi sangat ketat dalam menjalankan ibadahnya, terutama berkaitan dengan kebersihan. Sepanjang sejarah, kaum yahudi sedikit lebih kebal terhadap wabah penyakit (ex : black death) dibanding masyarakat pada umumnya. Menjadi "sakti" di masa dimana tahayul masih banyak dipercaya tentu bakal mempermudah anda menjadi kambing hitam di lingkungan anda emoticon-Big Grin

4. Beralih ke jaman agak modern, bidang perbankan sudah semakin maju. Kaum yahudi yg semula menguasai bidang moneylending kini semakin advance menguasai perekonomian, gk cuma perbankan aja sih. Cuma beberapa loh ya (ex : rotschild) jangan seenaknya main stereotip di sini. Tapi bahkan dengan cuma satu orang saja tentu bisa membakar sentimen anti-semitism, utamanya di masa dimana konsep nasionalisme lagi kuat2nya

5. Maju lagi ke era modern, mungkin sekarang yg paling jelas yaitu masalah Palestina. Kekacauan buah dari kolonialisme & PDI - PDII emoticon-Big Grin

Ini cuma pendapat pribadi loh ya, cmiiw emoticon-Ngakak (S)

Sebenarnya ngejelasin rasisme dari sudut pandang seperti ini sama aja bilang kalo ane rasis. Penjelasan kenapa suatu rasisme bisa terjadi itu pada dasarnya sama kaya tindakan si pelaku rasisme mencari cari justifikasi dari tindakannya. Tapi ya mau gimana lagi, sejarah kan abu2, gk hitam & gk putih, jadi dua belah pihak sama2 punya salah pastinya

Btw bahas kerajaan yahudi dong, macem khazaria ato yg di ethiopia, penasaran ane emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
upinsky dan 21 lainnya memberi reputasi
Jejak

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 7 lainnya memberi reputasi
Hi,
I think beacuse of karma, what you say?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
Bangsa yang paling merasa superior, dengan sejarah yg sangat kelam




Beuuuuhhhhh.......
Ane nongkrong di pekiwan emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jihaders
cerita yahudi dibantai jerman benar2 terjadikah atau cuma propaganda?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sapiglonggongan dan 9 lainnya memberi reputasi
Di zaman nabi Muhammad SAW, atau sebelumnya, orang orang Yahudi diperlakukan cukup baik oleh mayoritas muslim. Ini menunjukan bahwa Islam punya hubungan yang baik dengan mereka.....

Herannya kaum yang mengaku pilihan tuhan ini selalu dibenci banyak orang krn dianggap sebagai kelompok eksklusif yang suka nyari onar....Selalu bikin masalah mirip dengan orang nganu kalo di Indonesia.... emoticon-Shutup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rakusentai dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Capek gan. Panjang bener dah. Baru baca 60% udah adzan isya aja nih.. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di