CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bayi Isyana Meninggal Diduga Ditelantarkan RS Rujukan Pasien Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb00e57f0bdb217497f7d3d/bayi-isyana-meninggal-diduga-ditelantarkan-rs-rujukan-pasien-corona

Bayi Isyana Meninggal Diduga Ditelantarkan RS Rujukan Pasien Corona

Bayi Isyana Meninggal Diduga Ditelantarkan RS Rujukan Pasien Corona

Suara.com - Kisah pilu dialami oleh seorang ibu muda di Pariaman Sumatera Barat. Ia kehilangan bayinya diduga akibat kelalaian Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, yang menjadi rujukan pasien virus corona covid-19.

Ibu muda bernama Ridha Afila Dina Putri tersebut menceritakan bagaimana ia kehilangan putrinya, Isyana, melalui Facebook pada Jumat (1/5/2020) lalu.

"Saya ke sana hanya pergi mengantarkan nyawa anak saya," tulis Ridha mengawali kisahnya.

Ridha menceritakan, bayinya hanya berumur satu bulan itu mendadak sesak napas setelah disusui. Namun ia tak mengalami demam atau pun batuk.

Pukul 10 ia melarikan putrinya ke rumah sakit di Pariaman. Lalu mereka merujuknya ke rumah sakit di Padang.

Dengan berbekal kepercayaan tinggi atas peralatan lengkap yang dimiliki rumah sakit untuk bayi, Ridha, suaminya, dan tim Rumah Sakit Pariaman melarikan putri mereka ke RSUP M Djamil Padang dari rumahnya di Pariaman.

Namun begitu sampai di rumah sakit, rumah sakit menolak dengan alasan ruangan anak penuh.

Lalu setelah melalui perundingan, pihak rumah sakit akhirnya menerima anak mereka untuk mendapat perawatan.

Kendati telah diterima, anak mereka yang sudah kritis harus menunggu di ambulans dahulu hingga 1 jam dan kantong oksigen yang tersedia di ambulans habis.

Pihak rumah sakit beralasan, mereka tengah disibukkan dengan tes covid-19 pada semua pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dua jam lamanya, putri kecil mereka tak kunjung mendapat tindakan dari rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Ridha tak bisa menerima perlakuan yang ia dapatkan dari para tenaga medis di sana yang telah membuat anaknya menunggu lama untuk mendapat pertolongan hingga meninggal.

"..saya tak bisa terima perlakuan mereka yang begitu tak punya hati nurani satupun. Padahal mereka juga banyak yang mempunyai anak di rumah, apakah mereka tidak bisa merasakan apa yang saya takutkan kala itu, sebagai tenaga medis mereka telah melanggar UU, dan sumpah mereka sendri," tulis Ridha.

Ridha pun tak bisa lepas dari asumsi di pikirannya bahwa BPJS yang ia gunakan mungkin saja berpengaruh atas kecepatan pelayanan rumah sakit.

"Apa karena saya pakai BPJS. Asal Anda tahu BPJS itu juga tidak gratis, setiap bulan saya bayar, Anda mungkin tetap dapat uang karena digaji pemerintah dan RS Anda RS Pemerintah," lanjut Ridha.

Ridha melanjutkan bahwa ia masih mengalami kendala saat memulangkan jenazah anaknya.

Ia dan suaminya harus menunggu lima jam lamanya sampai bisa membawa jenazah bayi mereka pulang untuk dikuburkan.

Selama lima jam itu, lanjut Ridha, tidak ada satu pun petugas yang menghampiri mereka dan memberi penjelasan.

Salah seorang perawat yang baru saja masuk shift bahkan terkejut mengetahui bahwa bayi mereka telah terbujur kaku.

Suami Ridha pun memutuskan untuk membopong sendiri anak mereka.

Namun yang membuat Ridha lebih kesal, selama perjalanan membawa pulang jenazah anak mereka, tim medis yang ikut bersamanya justru masih meributkan hal lain.

"Saya sedih, saya kesal, saya menyesal datang ke rumah sakit itu," tulis Ridha.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang mengklarifikasi terkait dengan meninggalnya bayi asal daerah Kota Pariaman, Sumatera Barat, berinisial IS yang diduga ditelantarkan oleh tenaga medis rumah sakit tersebut, Rabu (29/4).

"Pertama-tama atas nama pimpinan rumah sakit kami mengucapkan duka atas meninggalnya bayi Ridha Afrila Dina Putri, semoga arwahnya diterima di sisi Allah Swt.," kata Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang Yusirwan Yusuf di Padang, Senin.

https://www.suara.com/news/2020/05/0...-pasien-corona

Ane tidak bisa berkata2 lagi mengenai kasus ini...

Miris,sedih,kecewa,marah dan maklum jadi nano2 di hati ane karna kita lagi tertimpa pandemi tapi haruskah segitunya.emoticon-Sorry


RIP TUK DEDEKemoticon-Turut Berduka



Informasi tambahan biar kita kagak kehilangan akal sehat yaaa gansis.emoticon-Malu

Quote:


ane mohon kepada admin jangan di delete yaaa biar ada dua arah informasi agar tidak ada misinformasi.emoticon-Malu

Colek @azhuramasda
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 48 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gabener.edan
Halaman 1 dari 2
Turut berduka cita emoticon-norose
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 5 lainnya memberi reputasi
emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 4 lainnya memberi reputasi
Tuntuttttt.

Habisi tuh rumah sakit dan staff nya.

Spy jd pelajaran utk rumah sakit dan nakes lain lain.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Harus direktur dan staff yg kena.
Jangan rumah sakitnya.

Kalo RS nya, pasti terulang terus.

Harus personal nya yg dituntut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
Astaga, tega amat! emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 4 lainnya memberi reputasi
nah ini yg serem nya,. lg darurat terlepas dari penyebab nya, jadi ketunda tindakan nya, semoga ayah dan ibu nya di berikan kesabaran, turut berduka cita.. emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 7 lainnya memberi reputasi
Kasihan dedeknya emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 5 lainnya memberi reputasi
turut berdukacita dedek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 5 lainnya memberi reputasi
Turut berdukacita..emoticon-Turut Berduka

Suster cantik datang mau menanyakan dia menanyakan data si korban
Dijawab dengan jerit kesakitan suster menyarankan bayar ongkos pengobaatan ai sungguh sayang korban tak bawa uang
Suster cantik ngotot lalu melotot dan berkata silahkan bapa tunggu dimuka
Hei modar aku hei modar aku jerit si pasien merasa diremehkan..emoticon-Kaskus Radio
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 8 lainnya memberi reputasi
tuhan lebih sayang sama mu nak....dunia ini kejamemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 4 lainnya memberi reputasi
Ugd kan ga ada sistem antri sapa yg lbh gawat didahulukan, itu tes covid mmg jembut hasilnya lama bikin pasien numpuk . pernah baca ada rs tni kasad ngeluh kewalahan krn hasilnya lama pasien numpuk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
kayaknya sih tu bayi tersedak. mgkin ga langsung di gendong tegak sambil tepuk2 belakang badannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 7 lainnya memberi reputasi
ni berita menyesatkan, sorry nih pengalaman gw mau bpjs mau gak bpjs namanya IGD pasti ditolong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Habibananasuper dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Ndre ndre, ini kaga lu grebek? Mana satu lagi pemtod bisanye grebek orang mojok doang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 5 lainnya memberi reputasi
dukung petugas medis my ass.

nggak ada corona pun perangai mereka sering menelantarkan pasien. terlebih jika pake BPJS. ini cuma alasan.


sampah.

kalau kalian berduit, jangan sekalipun membawa keluarga yg sakit ke RS plat merah. semua plat merah sampah apapun jenisnya.

pertamina? giliran harga minyak turun, mereka bilang berpatokan pada harga dua bulan sebelumnya. coba liat ntat dibulan juni, apa mereka bakal menggratiskan BBM, karena harga minyak dua bulan sebelum Juni adalah minus 37 dollar. dengan kata lain, lu ngambil minyak bakal dibayar. emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh must.cod.ok
Lihat 2 balasan
Mudah2an jaminan surga bagi orang tuanya.yakin ikhlasin si dede.

buat tenaga medis yang ada di RS yang udah lalai mengingat itu gawat darurat.AN-JING KALIAN!!!!mudah2an Tuhan bales kelalaian kalian!!!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 4 lainnya memberi reputasi
emang bpjs suka dapet diskriminasi..sebaiknya klo sakit nya butuh pengananan yg urgent lebih baik ga usah pake bpjs, mahal emang, tp ga ada birokrasi yg makan waktu dan nyawa keluarga lebih penting..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 3 lainnya memberi reputasi
serba salah sekarang di IGD itu pada ditest covid, namun tetap yg harus diprioritaskan adalah yg sesuai SOP.. biasanya kl anak2 atau lansia emergency banget contoh sesak nafas, didahulukan.. namun kembali lagi ini musim COVID... semuanya jd prioritas.. meski sepertinya ada hubungan juga dengan digunakannya BPJS...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 4 lainnya memberi reputasi
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka atas yang telah terjadi, berharap yang terbaik dan semoga engkau kuat untuk menjalani ini semua. Kami sekeluarga besar turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka


semoga kedepan gak terjadi lagi penelantaran pasien........emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 2 lainnya memberi reputasi
Kalau sakit bukan covid, mending ke RS yg bukan rujukan covid.
Krn udah pasti mrka utamain pasien covid.
Lagian beresiko tertular kalau berobat ke RS rujukan covid.

Ah gak ada bedanya skrg pake BPJS atau umum, antri ya tetap sama. Gak ada prioritas, mgkn pengecualian kalau VIP VVIP
Ane kadang pake umum jg tetap antri. Gitu jg pas pake BPJS, pelayanan jg sama aja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh entecavir
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di