CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Krisis Finansial Akibat Corona Berisiko Sebabkan Gejolak Sosial
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb005734601cf499852ff2a/krisis-finansial-akibat-corona-berisiko-sebabkan-gejolak-sosial

Krisis Finansial Akibat Corona Berisiko Sebabkan Gejolak Sosial

Krisis Finansial Akibat Corona Berisiko Sebabkan Gejolak Sosial
Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi mengatakan dalam sebuah diskusi, pada Selasa (28/04), bahwa TNI menyiapkan pasukan untuk menghadapi kemungkinan gejolak sosial di tengah pandemi COVID-19.

"TNI selalu berfikiran situasi terburuk yang harus disiapkan terutama dalam kondisi krisis seperti sekarang ini," kata Sisriadi, seperti dilansir dari Tempo.

Sisriadi menambahkan ia melihat ada sedikit pelambatan kurva perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia, meski TNI belum yakin akan terjadi penurunan dalam jangka pendek. Menurutnya kondisi terburuk di bidang keamanan masalah pandemi ini tidak semata-mata hanya masalah kesehatan tetapi juga ekonomi.

"Ketika masalah ekonomi menyentuh masyarakat pada akar rumput, ini berkaitan erat dengan masalah perut. Ketika masalah perut, maka bisa menjadi penyulut masalah keamanan yang lebih besar," ujarnya.

Pengangguran diprediksi meningkat dua kali lipat

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira membenarkan ancaman gejolak sosial tersebut. Menurutnya, indikator pertama adalah tingkat pengangguran terbuka yang diprediksi akan naik cukup tinggi pada tahun ini, yaitu di atas 10 persen, sebagai perbandingan tahun 2019 angkanya lima persen.

Ia menambahkan keadaan sulit ketika banyak karyawan dirumahkan tanpa digaji dan tunjangan, juga bisa diperparah dengan krisis pangan.

"Jadi kalau orang menganggur kemudian ada krisis pangan, di mana sekarang juga sudah terlihat harga beberapa komoditas pangan seperti bawang putih, bawang merah, gula pasir juga sudah mulai langka di beberapa toko ritel misalnya, ini jadi salah satu indikasi memang kita harus bersiap menghadapi krisis pangan, dan itu juga bisa memacu orang-orang melakukan social unrest, penjarahan, kemudian kriminalitas juga naik," jelasnya.

Krisis ekonomi paling sulit di era Indonesia merdeka

Bhima mengatakan krisis krisis ekonomi saat ini kemungkinan adalah krisis tersulit yang pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Menurutnya, pada krisis finansial tahun 1998, sektor UMKM masih kuat. Sedangkan di tahun 2020, UMKM yang seharusnya menjadi penopang untuk orang-orang yang di-PHK, tidak mampu menyerap tenaga tersebut.

"Tahun 2020 ini bahkan UMKM ini juga kesulitan karena adanya PSBB dan physical distancing, jadi mereka dilarang untuk berjualan juga. Menurut saya, memang dalam sejarah mungkin ini adalah krisis yang paling dalam sejak Indonesia merdeka," ujarnya.

Ia menambahkan indikator lain yang mungkin menyebabkan keresahan sosial (social unrest), yakni tingkat kemiskinan karena ada 115 juta masyarakat kelas menengah yang rentan miskin. Bhima merujuk pada laporan Bank Dunia berjudul Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class, yang menyatakan masyarakat Indonesia yang sudah keluar dari garis kemiskinan masih rentan untuk kembali miskin.

"Nah ini dalam beberapa bulan terjadi pandemi, banyak dari mereka yang sudah masuk di bawah garis kemiskinan. Ini berisiko juga di daerah-daerah," sebutnya.

Menurutnya, bantuan langsung tunai (BLT) dan sembako masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat saat ini. Rasio antara stimulus terhadap PDB hanya 2,5 persen , sedangkan di Malaysia hampir 15 persen, dan Singapura di atas 10 persen. Bhima mengkhawatirkan bahwa masyarakat kelas menengah rentan miskin belum mendapat social safety net yang cukup.

Benarkah Indonesia hadapi gejolak sosial akibat pandemi?

Pengamat sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan sejauh ini masyarakat Indonesia cukup kooperatif bila dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menghadapi situasi sulit di tengah pandemi ini.

"Misalnya ada beberapa kasus besar, mulai dari panic buying lalu kemudian aksi-aksi kejahatan untuk menjarah misalnya, lalu kemudian ketidaktaatan lain, itu jauh lebih kuat di banyak negara (dibanding Indonesia)," ujar Devie.

Ia menambahkan situasi di Indonesia sejauh ini masih lebih terkendali, meski tak menampik ada satu atau dua aksi personal yang dilakukan oleh sekelompok kecil masyarakat. Ia juga memperingatkan agar masyarakat tidak menerjemahkan secara personal pemberitahuan-pemberitahuan yang dikeluarkan pemerintah agar persepsi tidak menjadi liar.

"Jadi persepsi ini jangan sampai kemudian mempengaruhi alam mental masyarakat yang akhirnya mendorong mereka untuk mengambil jalan pintas," jelasnya kepada DW Indonesia.

Masyarakat Indonesia sangat kooperatif sejauh ini

Devie mengatakan langkah antisipasi TNI menghadapi gejolak sosial sudah tepat. Langkah tersebut bisa diartikan bahwa pemerintah memberi sinyal tidak akan menolerir apapun terkait upaya-upaya yang berpotensi kerusuhan. Ia menyebut aksi sosial bisa dibedakan dalam dua hal, yakni aksi sosial akibat dorongan dan aksi sosial yang sistematis.

"Kita perlu antisipasi dalam konteks pemerintah tentu saja antisipasi dua kemungkinan itu. Kalau yang dalam konteks terjadi secara alamiah berarti motif-motif alamiahnya harus diatasi, seperti tadi bantuan sosial, pendampingan masyarakat, memastikan pemberian tersebut tepat sasaran dan sebagainya," jelasnya.

Pemerintah perlu memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang kekurangan dan kesulitan dalam situasi ini, karena bukan tidak mungkin mereka secara sosial akan menggunakan pendekatan emosional. Ia mengatakan hal yang paling emosional secara kultural bagi masyarakat Indonesia adalah hal terkait isu agama. Tetapi, selama hampir dua bulan tidak timbul gejolak sosial akibat hal tersebut. Artinya, persoalan ini masih bisa dikelola dengan baik.

"Lihat bagaimana ketika ritual-ritual mingguan yang biasa dilakukan kemudian sudah satu setengah bulan hampir dua bulan ini tidak dilakukan dan itu tidak menimbulkan gejolak sosial yang berarti di masyarakat," ungkapnya. (pk/hp)


sumber

profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 13 lainnya memberi reputasi
hore pertamax. emoticon-I Love Indonesia
Krisis Finansial Akibat Corona Berisiko Sebabkan Gejolak Sosial

saatnya pay day !!! emoticon-Belgia
profile-picture
kodokbudegdikit memberi reputasi
pertamax udah turun blom harganya ?
Gejolak tdk mgkn terjadi di era baginda raja
Salah ketik aja bs di jemput apalg brani buat gejolak
Bisa karungin tanpa jejak

emoticon-Ngacir2
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Gw jg risau ini, bukannya pesimis, tapi coba lihatlah keadaan

banyak buruh pabrik dirumahkan, wiraswasta alami penurunan income bahkan bubar,

sepupu gw yg tadinya leader sebuah dealer mobil, sekarang di rumahkan....sebelumya dia sdh rumahkan sales-nya

profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
Diubah oleh pekathik
Lihat 1 balasan
Siapa bilang krisis?
Malah ini Indon jadi negara maju yg mata uangnya meroket tinggi!
Dibawah kepemimpinan Mukidi, Indon malah menjadi negara adidaya!

emoticon-Cool

Sudah kayak buzzer belum cuk di atas itu?

emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
kaiserwalzer dan 54m5u4d183 memberi reputasi
hore pejwan
rupiah mata uang blangsak + korupsi dan corona.....resep sempurna untuk bencana
profile-picture
kaiserwalzer memberi reputasi
TNI bersama rakyat
Saat nya kadrun bergerak bikin kilapak.
emoticon-Belgia
kacau memang negara inih


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di