CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Citizen Journalism /
Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eafcca568cc9512462e04e6/polemik-jamu-impor-cina-satgas-covid-19-dpr-ri-lebih-dokter-daripada-dokter

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?


Belakangan ini media mainstream di Indonesia banyak sekali memberitakan topik tentang jamu tradisional pemberian Satgas Covid-19 DPR RI yang digadang-gadang merupakan produk impor dari Cina.

Asal muasal jamu tradisional tersebut merupakan sumbangan dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dasco yang sebelumnya sempat menderita sakit Covid-19 mengonsumsi jamu ini untuk proses penyembuhan.

Tak disangka-sangka ternyata Dasco pun berhasil sembuh dari Covid-19. Karena berhasil survive dari virus yang sudah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia ini, Dasco berinisiatif untuk memesan 3 ribu paket herbal yang diberi nama “Herbavid-19”. Paket herbal itu pun didistribusikan kepada masyarakat dan rumah sakit.

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?


Kok bisa Satgas Covid-19 DPR RI sangat yakin dengan khasiat jamu tradisional tersebut untuk menyembuhkan Covid-19?

Usut punya usut, ternyata Satgas Covid-19 DPR RI berkeyakinan jika jamu tradisional tersebut kebetulan komposisinya mirip dengan ramuan herbal yang digunakan di Kota Wuhan, Cina.

Deputi Penerangan Masyarakat Satgas Lawan Covid-19 DPR RI, Arteria Dahlan, juga mengatakan kalau pembuatan obat herbal tersebut mengacu kepada buku panduan penanganan Covid-19 di Wuhan. Selain itu pembuatan obat ini juga berdasarkan pada publikasi jurnal kesehatan internasional.

Tapi melansir dari Tempo, Arteria membantah jika pihaknya mengimpor jamu tradisional asal Cina. Menurutnya sih jamu yang dimiliki timnya tersebut merupakan hasil produksi di dalam negeri. Sebagian bahan bakunya pun asli dari Indonesia, dan pengerjaannya dilakukan oleh tenaga lokal.

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?


Dari sumbangan jamu tradisional ini, masalah baru pun muncul. Masyarakat bertanya-tanya, apakah jamu tersebut layak untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19?

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Dokter Inggrid Tania, mengatakan jika obat tradisional seharusnya tidak semudah itu bisa langsung masuk ke rumah sakit rujukan Covid-19. Entah dari manapun asalnya jamu tersebut, apalagi jika dari jalur donasi.

Dokter Inggrid melanjutkan jika obat herbal yang masuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 harus melewati fase kajian terlebih dahulu. Sebelum dikonsumsi oleh pasien yang berada di rumah sakit rujukan Covid-19.

Dengan adanya jamu tradisional dari Satgas Covid-19 DPR RI ini, dokter pun kebingungan karena obat racikan tersebut tidak tertulis komposisi dan asal produksinya. Hanya ada tulisan Cina yang menjelaskan cara pemakaian dan dosisnya saja. Tentunya ini menimbulkan kegaduhan dan kebingungan diantara para dokter yang bertugas.

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?


Sebenarnya tujuan Satgas Covid-19 DPR RI agaknya cukup bagus, karena untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19. Tapi yang disayangkan adalah mengapa produk herbal tersebut dikirim ke rumah sakit rujukan Covid-19. Padahal diperlukan serangkaian prosedur yang sesuai dengan SOP pemberian obat kepada pasien penderita Covid-19.

Gak cuma itu aja, efek domino pun juga terjadi akibat polemik ini. Setelah Satgas Covid-19 DPR RI membagikan jamu tradisional Cina ini, masyarakat pun jadi tertarik untuk mendapatkan produk herbal tersebut. Karena stok jamu tradisional ini laku keras akibat tingginya permintaan masyarakat, belakangan ini muncul juga jamu dengan merek yang sama tetapi palsu.

Padahal nih obat belum jelas juga khasiatnya ampuh apa enggak.

Polemik Jamu Impor Cina, Satgas Covid-19 DPR RI Lebih Dokter Daripada Dokter?


Jadi, menurut lo Satgas Covid-19 DPR RI lebih dokter daripada dokter gak nih Gan?


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
onik dan 177 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 10
no comen dah
apa aja d bikin Cina mah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pein666 dan 28 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
kok makin aneh emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pein666 dan 22 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Semua dari saana
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amiruyo dan 22 lainnya memberi reputasi
Ini apaaj sih jamuremoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 18 lainnya memberi reputasi
Hahahahaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 19 lainnya memberi reputasi
kalo dia sembuh
mungkin emang takaranya pas buat dia
blm tentu org lain sama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wah keluar lagi nih obat cina emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 17 lainnya memberi reputasi
Sakti mana nich sama ramuan jamu yg diksh Pak Jokowi ke mantan pasien Covid?
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


dari bungkusnya aja keliatan bre emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
hmmmmmmm masih saya pantau
nanti juga saya xjgxjrzjtxjtz satu satu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 15 lainnya memberi reputasi
bukan meragukan jamu nya, tp proses legalisasinya

sarkas judulnya udah pas tuh, lebih dokter dr dokter


emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 18 lainnya memberi reputasi
Komposisi jamu apa aja itu? Coba pengen buat sendiri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 17 lainnya memberi reputasi
pasal 1 " ucapan dan tindakan anggota DPR adalah benar sebenar benarnya dan tidak pernah salah"

pasal 2 "apabila ucapan dan tindakan anggota DPR salah maka dikembalikan ke pasal 1"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Namanya juga Usaha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
hmm ada proyek neh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
semutjepang248 dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Lebih dokter dari dokter. Intinya inti. Core of the core!

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Dari masalah listrik, nuklir, militer, kesehatan, dna, rna, ORANG YG DIPAKAI MALAH ORANG SOSIAL ASAL BISA NGOMONG DAN MANGGUT2 DIATUR MAUNYA ATASAN. ORANG SAINS NGGAK DIPAKE
emoticon-Najis

Begitu ada orang sains ngomong, buzzer langsung beraksi. Cebong pun seneng
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh maverick4ever
Ingat, ini testimoni dari wakil rakyat negeri tercintah, artinya teruji layak dan cucok meonk buat dikonsumsi sama rakyat.
Gak perlu tunggu sampe vaksin dipublikasikan.

Ahli pengobatan alternatif aja bisa lebih dokter daripada dokter, apalagi wakil rakyat yang katanya ahli membaca aspirasi rakyat.

Soal ijin dari BPOM atau Kemenkes terhadap obat herbal ini, karena ini lagi masa2 gawat darurat, jadi "dirampingkan" dulu proses birokrasinya. emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 18 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Sebagian bahan bakunya berasal dari Indonesia katanya. Cuma 1% kan juga sebagian. emoticon-Thinking
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 21 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Gara2 gabut nech emoticon-Hammer2
Memangnya sudah diuji dari para ahli.
Hadeh, khoq bisa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
liee dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Big Bholo
Halaman 1 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di