CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eaed2265cf6c4089d173f68/weton

Weton

Weton

Tidak Direstui Kerena Weton

Ini bukan kisah Romeo dan Juliet, yang ceritanya abadi sepanjang masa. Ini hanya kisah dua anak manusia yang tidak bisa bersama karena mitos.

Weton.

****

Aku mengenalnya sejak SMP. Ia bukan laki-laki sempurna, tidak ganteng, pun tidak pintar. Tapi entah, ada sesuatu dalam dirinya yang menarik. Aku mengaguminya dalam diam.

Ia bukan murid yang rajin, sering bolos sekolah dan hanya menghabiskan waktu di warnet. Kala itu di tahun dua ribuan warnet masih menjamur. Tidak jarang kena hukuman berdiri di depan tiang bendera atau pun lari keliling lapangan karena ketahuan membawa rokok ke sekolah.

Hingga suatu hari, ada pelajaran yang mengharuskan kami membuat kelompok. Tidak ada yang mau mengajaknya menjadi rekan kerja mereka, dan akhirnya kita berada dalam satu kelompok.

Namanya Isnan.

Meskipun terkenal badung dan susah diatur, entah mengapa ketika kita bekerja kelompok ia turut aktif. Padahal cerita dari teman yang lain kalau ia tidak pernah mau bekerja dan hanya mengandalkan orang lain.

Dua tahun berlalu. Setiap itu pula kita selalu bersama dalam satu kelompok. Dari sana pula aku tahu kalau ia korban broken home. Ia cerita kalau ayahnya sering memukul ibunya hanya karena masalah sepele.

Kita jadi dekat, sebatas teman sebangku, meski pun aku sudah menaruh hati padanya.

Kita lulus SMP dan melanjutkan ke SMK yang sama. Hanya beda jurusan, aku di akuntansi dan Isnan di Multimedia. Setiap pagi kita berangkat bersama, ia dengan sepeda jawanya dan aku dengan sepeda mini berwarna ungu tua.

Pembawaanya yang supel dan gampang bergaul menjadikannya gampang dikenal di sekolah. Bahkan beberapa cewek secara terang-terangan meminta nomor hp-nya kepadaku. Ada pula yang menitipkan surat cinta untuk Isnan. Dan kita membaca surat itu bersama.

Kadang saat hari minggu atau libur sekolah kita main bersama, entah ke pantai atau sekedar main di sungai dekat rumah. Kebersamaan gang membuat kita semakin dekat.

Weton

Semenjak SMK bandelnya sedikit berkurang, sudah jarang ia membolos sekolah. Setidaknya sebuah peningkatan yang bagus bukan?

"Sha, nanti gantiin aku jaga warnet, ya! Aku mau ngerjain tugas sama temen." Siang itu ketika habis sholat dhuhur Isnan menemuiku di depan mushola.

Kami berdua kerja jaga warnet ketika pulang sekolah, dari jam lima sampai sepuluh malam. Gaji 500 ribu pada tahun 2009 cukup lumayan untuk seukuran anak sekolah seperti kami. Apa lagi kalau warnet ramai kita biasa dapat tambahan uang jajan.

"Ok. Sampai jam berapa?"

"Gak tahu. Nanti kalau sudah selesai aku langsung nyusul ke warnet. Oke!"

"Iya udah."

Isnan langsung mengacak kerudung yang kupakai, kebiasaannya ketika bahagia.

Jam delapan telah berlalu, sebentar lagi jarum menunjukan pukul sembilan malam. Tapi Isnan belum datang juga. Aku mulai khawatir. Sepuluh menit berlalu akhirnya ia pulang, masih memakai seragam sekolah. Ketika kutanya dari mana saja ia hanya senyum jahil.

Sejak saat itu setiap kali ia izin mengerjakan tugas aku harus jaga sendiri, dan itu sering. Dalam seminggu bisa 3-4 kali ia izin.

Sampai akhirnya aku tahu, Isnan sudah punya pacar. Mereka sering menghabiskan waktu saat pulang sekolah. Dan itu waktu di mana ia harus kerja.

Cemburu? Tentu saja.

Aku berusaha serapat mungkin menutupinya. Meskipun hati siapa yang tidak sakit ketika melihat cowok sudah lebih dari dua tahun kukagumi berboncengan dengan cewek lain.

Hari-hari berlalu, aku masih menjaga jarak dengan Isnan, meskipun kita masih sering berangkat sekolah bareng dan pulang kerja dia mengantarku pulang. Tapi tidak ada lagi cerita tentang ayahnya yang memukul ibunya. Kami hanya sekedar ngobrol sekedarnya, tidak ada lagi curhatan seperti sebelumnya.

Isnan masuk tim basket sekolah, itu membuat jarak kami semakin jauh. Apa lagi ia disibukan dengan latihan BDL dan pacarnya yang selalu ikut kemana-mana. Kerjanya di warnet mulai keteteran, akhirnya naik kelas tiga ia keluar.

Sebulan setelah keluar kerja, Isnan menemuiku. Pas ketika bel pulang sekolah berbunyi.

"Aku kangen," ujarnya kala itu.

Kami duduk di kursi beton bawah pohon mangga depan Lab TKJ. Ia bercerita tentang semua, ayahnya, ceweknya, dan hari-hari yang terlewati semenjak aku menjaga jarak.

Weton

Dari sana kami mulai dekat lagi, Isnan sering menemani ketika aku kerja. Mengantar pulang, dan menghabiskan waktu berdua ketika malam minggu layaknya remaja pacaran.

Hari berlalu, tiba saatnya pengumuman kelulusan. Sebelum ijazah di tangan, hanya berbekal surat tanda kelulusan aku mendaftar kerja ke Batam, dan Isnan merantau ke Papua ikut kerja kakaknya yang di sana.

"Tunggu aku dua tahun lagi, Sha. Aku akan bawa keluargaku melamarmu."

Saat itu malam terakhir sebelum aku paginya aku berkumpul di Depnaker dan berangkat ke Batam.

"Kamu hati-hati di sana, Nan," kataku.

"Pasti. Kamu jangan lupain aku ya!"

Hubungan kita tidak ada kata jadian, tapi cukup untuk aku mempercayainya. Aneh memang, tapi hati selalu berpihak padanya.

Weton

Untuk pertama kalinya kami berjauhan, hanya bisa melihat senyumnya dari foto. Tahun 2012 vidio call belum seperti sekarang. Kami bertukar kabar melalui telefon, menghabiskan waktu dengan saling menyapa lewat suara.

Dua tahun setelahnya sesuai kesepakatan kami, aku mengajukan cuti. Menunggu Isnan dan keluarganya melamar.

Tentu saja perasaan behagia itu ada di hati kita, apa lagi lebih dari lima ratus hari terlewati tanpa Isnan. Biasanya kami selalu bersama.

"Maaf, sebelumnya, nak Isnan lahir hari apa ya? Wetonya apa?" tanya Pakdeku.

Bapakku sudah meninggal, dan pakde yang mewakilinya menerima lamaran ini.

"Selasa wage, Pak."

Raut wajah pakde seketika berubah.

"Ngapunten, sepertinya Nak Isnan dan Sha tidak bisa menikah. Weton Sha kamis pahing. Weton pahing dan wage tidak boleh ketemu, kalau di paksakan akan berujung pegat atau kesialan akan menimpa rumah tangga mereka."

Dan itu akhir dari kisahku dan Isnan. Kami tidak mungkin menentang para orang tua. Bagaimana pun adat jawa masih berlaku di daerah kami.

Mulai saat itu kami menjauh. Mungkin memang ia bukan jodohku. Awalnya sakit, menyalahkan keadaan. Tapi bukankah maut, jodoh, rizki sudah diatur Tuhan.

End.


[URL=]sumber gambar dokumen pribadi[/URL]
pejwan diamankan
profile-picture
meydiariandi memberi reputasi
sist, yg pelakor gmna tuh? hehe emoticon-Bingung
profile-picture
shabira.elnafla memberi reputasi
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di