CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Apa Kabar Nasib Guru Honorer Ditengah Covid 19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eaecb4b10d2950826260ca1/apa-kabar-nasib-guru-honorer-ditengah-covid-19

Apa Kabar Nasib Guru Honorer Ditengah Covid 19

Apa Kabar Nasib Guru Honorer Ditengah Covid 19

Apakah masih ada yang peduli dan memperhatikan mereka? Mudah-mudahan Mas Menteri dan jajarannya tidak melupakan mereka.

Saat sedang tidak terjadi Wabah Corona saja, nasib para guru honorer sangat memprihatinkan. Masih ada di antara mereka, di pelosok desa, yang diupah hanya Rp300-500 ribu rupiah saja setiap bulannya. Itu pun kadang tidak tidak lancar.

Sekolah swasta yang bertahan dengan nafas terengah-engah, kadang masih tega menunggak gaji para pengajar tidak tetapnya. Sebab tak ada pilihan lain? Atau karena mereka tidak lebih penting dari pengurus yayasan?

Namun, para guru ini tetap ikhlas mengajar. Tak sedikit dari mereka yang bekerja sampingan. Ada yang menjadi pengemudi ojek online, menjadi sales asuransi, atau berjualan sekadarnya. Apa saja untuk menyambung hidup, yang penting halal. Satu-satunya yang tak ingin mereka tinggalkan adalah mengajar, teringat janji dahulu di bangku kuliah keguruan untuk mengabdi buat dunia pendidikan.

Kini, di masa pandemi, hidup mereka lebih susah lagi. Beberapa barangkali sudah tak bisa mengajar. Honor hilang. Sementara dapur harus terus ngebul, anak-istri butuh makan, kontrakan harus dibayar setiap bulan. Mereka butuh bantuan.

Masalahnya, saat mereka mendatangi RT atau RW untuk menanyakan bantuan, jawabannya, "Honorer tak masuk kategori penerima bantuan." Status mereka ini memang membingungkan. Di satu sisi mereka memang bukan pengangguran, di sisi lain mereka bisa jadi hampir lebih susah dari yang tak punya pekerjaan.

Paling tidak, para pengagguran disediakan kartu pra kerja yang konon bisa menyedot anggaran negara hingga Rp5,6 triliun itu. Bisakah para guru honorer ikut kursus daring kartu pra kerja? Tapi belajar apa? Kursus membuat risoles keju atau memancing ikan itu? Dan tentu uang saku yang Rp600 ribu setiap bulan itu bisa jadi lebih besar dari upah bulanan para guru atau pengajar PAUD di luar masa pandemi.

Mudah-mudahan saya keliru. Mudah-mudahan memang ada dana bantuan yang dianggarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mereka. Bukankah sudah ada peraturan menteri nomor 19 tahun 2020 terkait pencairan honor di atas 50% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler?

Tentu itu bagus. Itu kabar baik. Tetapi mendorong honor agar bisa dibayarkan tepat waktu, boleh dianggarkan lebih dari 50% dari dana BOS, tanpa ketentuan yang memberatkan, tanpa syarat NUPTK, seharusnya sudah dikerjakan dari dulu. Karena itu memang hak mereka.

Hari-hari ini para guru honorer dan pengajar PAUD membutuhkan jaring pengaman sosial yang lebih baik. Yang bisa diandalkan untuk bertahan di masa pandemi. Perlu mekanisme dan terobosan lain yang lebih berani untuk menyelesaikan masalah ini.

Bisakah Mas Menteri mengusulkan agar guru honorer dimasukkan ke dalam kelompok rentan yang juga perlu mendapatkan bantuan dan perhatian baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah? Bisakah ada pengalihan anggaran untuk menopang kesejahteraan mereka di masa krisis ini?

Bisakah dana-dana festival, kunjungan daerah, atau dana rapat koordinasi tingkat kementerian dialihkan sementara untuk membantu para pejuang pendidikan yang kesulitan: guru honorer, pengajar PAUD, OB dan satpam sekolah, dan seterusnya? Ini hanya usul saja.

Saya tidak menuliskan artikel ini sebagai kritik, tetapi kepedulian dan empati. Di saat profesi lain terus disuarakan dan diperjuangkan hak serta nasibnya di masa pandemi, saya kira guru honorer juga layak mendapatkan perhatian serupa... bahkan mungkin lebih. Mereka tidak perlu kita rendahkan harkat dan martabatnya dulu untuk disebut miskin agar layak mendapatkan bantuan, bukan?

Jika pemerintah mendorong belajar di rumah saja, e-learning, kursus daring, atau semacamnya. Jangan-jangan masih banyak guru honorer yang masih kesulitan, bahkan untuk makan atau membeli pulsa.

Di hari pendidikan nasional di tengah pandemi seperti sekarang ini, harus dengan cara apa kita berterima kasih pada mereka? Tentu ucapan selamat hari pendidikan nasional saja tidak cukup.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sinxzakaba dan 153 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5
Jika pemerintah mendorong belajar di rumah saja, e-learning, kursus daring, atau semacamnya. Jangan-jangan masih banyak guru honorer yang masih kesulitan, bahkan untuk makan atau membeli pulsa.

ini jelas banget, gak ada pandemi pun kalau "hanya" mengandalkan gaji bulanan gak tjukup gan emoticon-Gila
colek @fafakons kali aja masih ngaskus emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 17 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Miris,, kasihan dulu kuliah mahal mahal lulus jadi honorer gaji buat makan aja kurang apalagi buat nglamar anak orang. Dilema sih, satu sisi indonesia masih butuh banyak guru satu sisi lagi nasib gaji honorer masih dibawah buruh pabrik jauuh. Perhatiin donk pemerintah nih pahlawan tanpa tanda jasa loh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
melonhitam2 dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gigolo.lokal
Lihat 2 balasan
hiks semoga semuanya segera membaik ya biar siapapun bisa kembali beraktivitas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 12 lainnya memberi reputasi
sedih. tapi mau gimana lagi.
semoga generasi selanjutnya pada cepat dewasa dan mengerti arti kehidupan sesungguhnya.
negara tidak bisa di salahkan sepenuhnya karna ada sistem yg mengatur semua.
Kalau cuma 1 atau 2 orang yg bersuara ga bakalan ngerubah apa-apa. Tapi gak menutup kemungkinan buat adanya perubahan.
Tetap jadi yg terbaik untuk orang lain, tetap menyadarkan orang lain, tetap kritis menentang kebodohan.
emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 12 lainnya memberi reputasi
masih jauh banget dr kata layak, udah ngeluarin duit banyak dan pengorbanan pas masih kuliah, dapet gaji gak seberapa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 13 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
mereka patut diperjuangkan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 13 lainnya memberi reputasi
yah semoga beliau beliau ini masih dikasih rejeki dari jalan laen
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 14 lainnya memberi reputasi
Semua kena dampak dari Coronce emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 10 lainnya memberi reputasi
Alhamdulillah, kami masih hidup dan menikmati Ramadhan dengan segala kecukupan. 😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
melonhitam2 dan 14 lainnya memberi reputasi
Ini nih yg banyak luput dari perhatian pemerintah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 11 lainnya memberi reputasi
bukan hanya guru honorer saja mereka honorer SKPD juga harus diperhatikan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeronimo dan 12 lainnya memberi reputasi
luarbiasa pahlawan tanpa tanda jasa ini..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 11 lainnya memberi reputasi
Semoga diberi kesempatan lebih, udah mengabdi tapi ga pernah diperhatikan. Kasian emoticon-Gila
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 11 lainnya memberi reputasi
emoticon-Mewek

Banting stir aja sob
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 9 lainnya memberi reputasi
Hmmm.. Salute..emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 12 lainnya memberi reputasi
guru honorer klo cwo bisa jualan / main trading , yg cwe klo masih muda bisa cari cwo mapan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Yg hepi dan mujur ttp pns
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 9 lainnya memberi reputasi
miris anjirr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 9 lainnya memberi reputasi
Menyedihkan....pemerintah cuma bisa kasih stimulus buat transportasi online.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 9 lainnya memberi reputasi
Jangankan sekarang lagi normal aja digaji alakadarnya,
Sumpah ane salut sama mereka, kuliah mahal mahal digaji cuma segitu masih mending kalau yang orang tuanya mampu, nah ini yang pas pasan, kuliah dapet maksain dg tujuan dah lulus jadi guru buat jadi penopang perekonomian keluarga, pas jadi guru jadi honorer yang gak tau kapan diangkat jadi guru pns emoticon-Bingung (S)
Semangat, moga tuhan memberi yang terbaik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
krukov dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di