CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eae7fd4c8393a2c950cff30/toxic-releationship-lebih-baik-tidak-bersama-lagi

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Aku telah Jatuh cinta kepadamu sejak pertama kali bertemu.

Aku terpesona dengan kepribadianmu dan sikapmu.

Laki laki tampan dan semangat mengejar impian. Itu yang aku tau darimu.

Sulit bagiku untuk menunjukkan sayangku kepadamu karena aku tidak terbiasa dengan kata kata mesra kepada laki laki. Namun kamu mampu menyampaikan rasa sukamu kepadaku.

Pada hari itu, di kost ku. kamu membawakan buket bunga untukku. Menembakku dengan puisimu yang indah.

Wahai pangeran. Kamu pria terbaik dan ter romantis yang pernah aku kenal. Aku menerimamu dengan senang hati.

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Kita berpacaran dan menjalin kasih. Aku memiliki syarat syarat yang harus kita penuhi dalam hubungan ini karena aku ingin menjaga diri.

Syarat itu adalah natasan batasan hubungan kita agar tidak ada keganjilan. Kehidupanku indah semenjak ada kamu.
Kita saling membantu pekerjaan satu sama lain di kampus.
Sama sama politikus dan saling suport satu sama lain. Saling memberikan masukan program kerja dan visi misi apalagi bertukar informasi mengenai materi materi dan pemahaman kuliah.

Aku dukung Segala kegiatanmu, akupun begitu.

Pemikiran dalam otakmu bisa dirunding denganku masalah pekerjaan dan pemahaman wawasan.

Namun, ada perbedaan antara kita dalam mencintai. Pemikiran kita sama sama keras dalam beberapa hal. Namun kau lebih kaku dari yang aku bayangkan.

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Aku pikir aku telah menemukan orang yang dapat memahami dan mengerti semua tentang aku. Ternyata aku salah.

Kamu mengingkari semua syarat beretika dalam berhubungan. Keras kepalamu juga membuatku terkekang.


5 menit saja aku tak membalas wa mu kau marah. Aku juga bukan robot yang selalu bisa ada untukmu. Dan ya, aku harus memotret semua orang yang aku temui saking tidak percayanya kau denganku.

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Sifat kasar dan kerasmu berangsur keluar. Namun anehnya kau bisa menangis merengek layaknya anak kecil. Kamu yang aneh. Aku tidak kuat menanggapi semua keanehan dirimu.

Ketidaknyamanan hubungan ini semakin terasa, belum lama kita berhubungan aku sudah muak menemuimu. Aku merasa menyesal telah mengenalmu dan menjalin kisah denganmu. Dan aku berfikir lebih baik mungkin aku jomblo daripada aku harus berhubungan denganmu yang seperti itu.

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Aku merasakan toxic relationship, kekasaranmu, menghina dan menjatuhkan harga diri dengan kata katamu yang pedas.

Ketika kau menawarkan untuk putus, aku langsung menjawab iya aku ingin. Mungkin lebih baik putus.
Kau semakin marah besar dan badmood. Pertemuan kali itu, keliling kota pada malam hari adalah hari terpahit yang aku rasakan.

Cintaku memudar dan aku tidak lagi merasakan getaran untuknya.

Akhirnya malam itu kami memutuskan untuk tidak bersama lagi. Dan aku pulang kembali dengan rasa sesak di hati.

Toxic Releationship, Lebih Baik Tidak Bersama Lagi

Mungkin bukan cinta lagi yang aku tangisi. Namun kebiasaanku selama bersamamu yang aku tangisi. Kini sudah tidak ada lagi.

Hal yang memisahkan kita adalah pikiran kita. Kita berbeda. Dan cinta tidak bisa menyatukannya.

Setelah putus darimu, aku merasakan hal yang lebih baik dan lebih tenang. Tak ada beban yang aku punyai.

Semoga kau disana mendapatkan seseorang yang terbaik untukmu. Dan kau bisa menjadi orang yang lebih baik tanpa mengandalkan egomu.

Aku juga telah dipinang oleh seseorang yang aku cintai. Semoga kisah lalu menjadi pelajaran untuk masa depan. Aku bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Bersama kekasihku yang mampu selalu membimbing perjalananku.


Gambar 1,2,3

Kisah Pribadi TS

profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 19 lainnya memberi reputasi
Pengalaman yang menyakitkan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di