CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Indah Diawal, Pupus Diakhir : Ketika Cintaku Tak Direstui Kakaknya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eae63cdaf7e930d435a6aad/indah-diawal-pupus-diakhir--ketika-cintaku-tak-direstui-kakaknya

Indah Diawal, Pupus Diakhir : Ketika Cintaku Tak Direstui Kakaknya

Indah Diawal, Pupus Diakhir : Ketika Cintaku Tak Direstui Kakaknya


Semangat pagi gansis.. Mumpung ada Event untuk ngeramein Podcast 2 Doa 1 Dunia, kapan lagi nulis cerita tentang yang pernah singgah, walau hanya sementara haha...

Sebenarnya males sih buat Thread tentang patah hati, apalagi pengalaman pribadi, hmmm... bukan apa-apa, cuma takut doi yang sekarang baca haha... Entar ngomel bin ngedumel "yang mantan aja diceritain terusss, diumbar-umbar ke khalayak, Aku manapernah huufftt..." hahaha... Semoga aja gak baca yaaa...

Oke dengan sedikit kenekatan saya tuliskan cerita ini, langsung aja, cekibrot...

Spoiler for Cintaku Tak Direstui Kakaknya:


Hani, ya Hani Larasati lengkapnya, entah bagaimana dia bisa muncul dikehidupanku dahulu, dan entah bagaimana aku bisa dekat dengan dia, mungkin karena ledekan teman²nya, atau karena curi-curi pandang dan terbentuklah cinta pandangan pertama haha, aduh indah sekali masa-masa itu...

Oh ya ini pas masa sekolah ya, singkat cerita, setelah sekian lama kami hanya curi-curi pandang dan menatapnya dari kejauhan, tibalah saat itu... Aku seperti berada di waktu yang tepat dan tempat yang tepat saat itu, waktu itu udah mau lulus-lulusan... Sekolah dalam keadaan yang senggang, saat itu tiba-tiba saja namaku diteriakan oleh salah satu temannya, "TS dicariin Hani nih", dan Aku menengok dan melihat dia tersenyum malu dan memukul² temannya tadi dan pergi meninggalkanku dengan sejuta  pesonanya. Lalu tak lama kemudian datang temannya yang memberitahukan kalau dapet salam dari Hani, dan dia juga memberitahukan kalau Hani meminta nomor HP ku, akhirnya dengan sedikit keberanian, kuhampiri dirinya saat istirahat, walau dibantu dengan temannya itu. Dan disaat itulah kami mulai berbicara satu sama lain secara langsung dan kami pun saling berbagi kabar lewat HP, suka saling ingetin, suka absurd gitulah, apalagi ketikan SMSnya haha... Sampai akhirnya kuberanikan diri untuk bilang mau jalan, walau kenyataan cuma membawanya sekedar muter² pom bensin atau komplek haha...

Hari demi hari kami lalui seperti itu, sampai waktu itu dia bilang mau ketemu alias kangen, tapi dia lagi sakit, gaboleh keluar... Gimana dong ? yaudah tetep nekat yaitu samperin kerumahnya, udah sampe didepan rumahnya ternyata suruh tunggu di pengkolan depan rumahnya, yaudah balik lagi, tunggu didepan pengkolan situ, tidak lupa untuk membawakan makanan untuk dia, dan untung saja dimakan, walau malu² kucing awalnya haha dan ternyata yang dia bilang lagi sakit itu masih bisa gemes-gemesan serta bercanda ria denganku, aduh indahnya masa itu... hahahhaa...

Lalu aku kaget, ternyata dia diam-diam mengikuti apa yang aku geluti, yaitu dibidang edit² foto, padahal iseng² aja tuh, sampai dia bilang mau diajarin Photoshop, yaudah akhirnya aku ajarin tuh Hani walau gak ngerti juga haha, beberapa hari kemudian dia kasih bingkisan buatku, yang setelah kubuka ternyata isinya fotonya dia, mungkin itu obat kangen dosis rendahnya buatku, soswit banget hahahaha... Dan sebagai gantinya kuberi dia gelas limited edition desainku sendiri yang akan dia gunakan mungkin setiap hari untuk minum..

Masalah akhirnya datang, yang kukira semua lancar-lancar saja, ternyata oh ternyata hari-hariku bersama dia yang lalu-lalu itu sudah diawasi sama kakaknya, dan dia mulai bercerita kalau mau kerumah jangan disitu lagi... Karena dia juga udah dapet warning dari kakaknya yg cowok, mau jalan bareng aja harus nunggu di gang sebelah hadeeuuhh... Yaudahlah jalanin aja apa mau si Hani....

Sampai akhirnya kami berdua sudah lulus sekolah, dan masih kami jalani hubungan yang mulai hambar itu, hari demi hari pun berlalu, dia sudah tidak gesit lagi membalas SMS ku, dan juga tidak sigap mengangkat telponku dan dia bilang "Kamu jangan kesini lagi, kalo mau ketemu, nanti aku kabarin", hmmm... Sudah tidak ketemu lagi disekolah, mau main kerumahnya diawasin, muter² bingung mau kemana... Ya aku tahu, dia bilang begitu pasti karena kerjaan kakaknya..

Hari berganti hari, masih kami jalani hubungan yang mulai hambar itu... Tak ada sms, tak ada telpon, tak ada perjumpaan... hmm... hambar sekali kawan... Lama tak kudengar kabar darinya, ternyata dia ngasih surprize kerumahku malem-malem, naik angkot, membawakan sekotak kue, entah dalam rangka apa, senang sekali rasanya rindu ini terobati... Melihat anggunnya, senyumnya, tawanya, tatapannya oh aduhai... Malam itupun kami habiskan dengan kangen-kangenan, bercanda ria, ngobrol ini itu, ngomongin masa saat pertama berjumpa, ngomongin pengalaman kerja dan juga makan² kue. Walau dipenuhi canda dan juga tawa, aku masih bisa melihat dengan jelas air mukanya...

Kemudian ku antar dia pulang sampai depan gangnya, dan kami bercerita lagi sebentar, entah bercerita apa, tapi kulihat raut wajah Hani yang berbeda, tak seperti biasanya, seperti kegelisahan atau kesedihan atau keduanya yang bercampur jadi satu, lalu kami berpisah, kuantar Hani sampai depan rumahnya yang tentu saja ada kakaknya yang selalu mengawasinya... Lalu aku pamit... Sampai akhirnya kutahu malam itu adalah pertemuan terakhirku dengannya.


TAMAT



Oke gansis gitu aja ceritanya, berharap sih dia baca trit ini, tapi kecil kemungkinannya, jadi lupakan saja... Dan gak mau detail², takut doi yang sekarang baca, tapi ini lumayan detail sih haha...  Terimaksih sudah membaca.
profile-picture
fee.fukushi memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di