CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengusaha Belum Mau Serap Lulusan Prakerja Jokowi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eae1cc809b5ca1c11366e9f/pengusaha-belum-mau-serap-lulusan-prakerja-jokowi

Pengusaha Belum Mau Serap Lulusan Prakerja Jokowi

Pengusaha Belum Mau Serap Lulusan Prakerja Jokowi

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan belum mampu menyerap orang-orang telah menyelesaikan sertifikasi peningkatan keterampilan lewat pelatihan online program Kartu Prakerja.

"Belum (diskusi). Kebanyakan asosiasi coba bergerak supaya ada kebutuhan tertentu yang disiapkan. Untuk menyerap kami belum bisa tahu karena industri sedang survival mode," ungkapnya pada Sabtu (2/5).

Shinta menyebut Apindo memang pernah dimintai pendapat oleh pemerintah mengenai standar yang dibutuhkan industri demi menyerap tenaga kerja yang mengikuti program kartu prakerja. 


Dia bilang saat itu belum ada wabah virus corona. Program pelatihan pun rencananya dilakukan baik online mau pun secara vokasi.

Lihat juga:

 Ada Materi Microsoft Word, PAN Desak Evaluasi Kartu Prakerja

Saat ini konteksnya telah berubah karena pelatihan dilakukan secara daring di tengah pandemi Covid-19. Menurut Shinta, kebanyakan yang menerima manfaat merupakan mereka yang mengincar bantuan tunai Rp600 ribu per bulan sehingga pelatihan tak lagi menjadi fokus utama.

Dia juga sempat melihat sejumlah opsi pelatihan aneh. Namun, ia menganggap pilihan tersebut diberikan agar seluruh kebutuhan pasar dapat terpenuhi.

Berdasarkan pengalamannya di dunia bisnis dan usaha, ia menyarankan pemerintah untuk mengarahkan pelatihan ke permintaan yang akan banyak dibutuhkan, yaitu informasi, teknologi, dan komunikasi (ICT).

"Permintaan akan sangat tinggi, itu dasar yang bisa menambah skill pekerja kalau ada ICT," katanya.

Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Antonius J Supit bilang bahwa pelatihan secara online tak dapat disamakan dengan vokasi yang dihilangkan sementara dalam program kartu prakerja selama pandemi virus corona. 

Lihat juga:

 PHK karena Corona, Prakerja Buka Kursus Dakwah dan MS Word

Atas dasar itu ia menilai tak cocok jika pelatihan daring diberikan saat ini. Bahkan, menurutnya, saat ini para pendaftar kartu prakerja hanya melihat pelatihan yang ada sebagai 'formalitas' demi mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan.

Menurut Antonius sebaiknya bantuan diberikan dalam bentuk tunai (BLT). "Kalau vokasi sangat jelas ada praktek kerjanya, kalau ini hanya belajar melalui internet barang kali cocoknya untuk entrepreneurship. Dengan pelatihan singkat ini apa yang mereka dapatkan?" ucapnya.

Dia pun belum bisa komentar banyak jika standar yang ada saat ini dapat menjadi titik jual para peserta. Dia mengaku memilih menerima kembali karyawannya yang dirumahkan dibanding mereka yang telah mendapat pelatihan kartu prakerja. 

"Saya belum lihat (jenis-jenis pelatihan), orang masih pusing saya mikirin bisnis sendiri yang lagi susah kok," pungkasnya.

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/2...rakerja-jokowi

KASIHAN SEKALI RAKYAT KITA

CUMA JADI AJANG COBA2.

DIKASIH PELAJARAN KURANG BERKWALITAS HASIL COPAS YOUTUBE

BUKAN SESUATU YG BARU

YG MAU MASUK KERJA PUN DISELEKSI ASAL BOS KLOP

BUAT YG D3 DAN S1 AJA SUSAH KERJA KRN BERLOMBA SAMA ORANG DALEM
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nurulnadlifa dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
mestinya pra kerja diajari baca chart, bullish bearish, siapa tahu jago forex
profile-picture
profile-picture
TerlahirJelek dan nevertalk memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Pengusaha Belum Mau Serap Lulusan Prakerja Jokowi
profile-picture
profile-picture
urban21 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
kebanyakan plonga plongo, 5.6 T duit hilang sia sia
profile-picture
profile-picture
combustor dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Double news bre..


Pengusaha Belum Mau Serap Lulusan Prakerja Jokowi
#ForumKaskus via @KASKUS
https://kask.us/iF0Ko

But its okay.. satu pemahaman artinya 👍
profile-picture
decodeca memberi reputasi
ya iyalah gmn gmw nerima

ilmu itu didapat dg belajar proses wkt lama
jd koki handal butuh 5 thn lbh..jd ilmuwan butuh puluhan taun
ini kelas cm 2 jam bs jd ini itu

profile-picture
decodeca memberi reputasi
masih butuh banyak waktu
profile-picture
decodeca memberi reputasi
Lho...lho...lho...gimana sih, masak ngak mau nyerap lulusan dari program terbaik punya yang mulia jokowi
profile-picture
decodeca memberi reputasi
ora mutu..klas dadakan
profile-picture
decodeca memberi reputasi
Kemarin uda dikasi saran sama asosiasi pengusaha kan
Prakerja jadiin blt aja di masa pandemi ini, pelatihan online doang gak bakal guna lagian mau cari kerja di mana juga ekonomi lg sulit

Yauda sih, uda telanjur deal proyek sama milenial

Bahaya emang janji kampanye
Mana yg kampanye pas pemilu kemarin ada 2 capres sama cawapres
Sekarang ini wapres nya malah gak ada kontribusinya emoticon-Cape d... (S)
profile-picture
decodeca memberi reputasi
kalo pemerintah kasih stimulus buat pengusaha yg mau nerima lulusan prakerja msh mau nolak?
nggak ada yang bisa diserap di masa pandemi begini karena mayoritas usaha malah harus berhenti atau turun produksinya. nakes aja dirumahkan karena pasien di klinik/RS turun drastis. memang lebih baik di situasi sekarang rakyat diberi beras & gas elpiji aja buat bertahan hidup.
mending terima lagi ex karyawan lah, udah jelas pengalaman dan kompetensinya
Emang program gagal
Kenapa ga distop aja
Quote:


Duit darimana lagi kasih stimulus?
Ngutang lagi?

Quote:


Ya jelas. Mending masukin lagi kryawan yg dirumahkan.
Skill dah pasti ada, krna pengalaman kerja dah sekian tahun di perusahaan.







Proyek Hambalang ngabisin duit 2,5 trilyun hilang menyisakan candi remuk

Lah ini lebih parah lagi

Proyek pra kerja 5,6 trilyun hilang menguap
klo gini maka sia sia uang negara trilyunan Rupiah buat program pelatihan kerja. Udah gak tepat buat masalah warga Indonesia yang ekonominya buruk karena wabah corona, eh gak efektif pula
gw kira pelatihan itu supaya peserta bs jd enterpreneur emoticon-Embarrassment


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di