CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Analisis IPW Soal Pergerakan 3 Gerbong Besar dalam Mutasi Perwira Polri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eae086a88b3cb5a166b42fb/analisis-ipw-soal-pergerakan-3-gerbong-besar-dalam-mutasi-perwira-polri

Analisis IPW Soal Pergerakan 3 Gerbong Besar dalam Mutasi Perwira Polri

Analisis IPW Soal Pergerakan 3 Gerbong Besar dalam Mutasi Perwira Polri

667 perwira tinggi dan menengah Polri dimutasi. Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti hal tersebut dan menyebut ada tiga ‘gerbong’ besar yang bergerak dalam mutasi besar-besaran Polri, yakni gerbong Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kepala BIN Budi Gunawan.

“Mutasi besar-besaran kali ini yang dilakukan Polri adalah hal biasa untuk penyegaran organisasi di kepolisian. Namun IPW melihat dalam mutasi ini ada tiga gerbong besar yang bergerak, yakni naiknya orangnya Jokowi menjadi Kapolda jateng, naiknya orang-orangnya Idham Azis di antaranya menjadi Kapolda Kalteng dan Kapolda Jatim, serta naiknya orangnya Budi Gunawan menjadi jenderal bintang tiga,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya, yang dikutip detikcom pada Sabtu (2/5/2020).

Untuk diketahui jabatan Kapolda Jawa Tengah (Jateng) akan ditinggalkan Irjen Rycko Amelza Dahniel. Dia dipromosikan pada job bintang tiga yaitu Kabaintelkam Polri, menggantikan Komjen Agung Budi Maryoto yang ditunjuk sebagai Irwasum Polri. Jabatan Kapolda Jateng akan diisi oleh Brigjen Ahmad Lutfhi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Jateng.

Kemudian jabatan Kapolda Jawa Timur (Jatim) akan ditinggalkan Irjen Luki Hermawan. Dia dimutasi menjadi Wakalemdiklat Polri, menggantikan Irjen Boy Rafli Amar yang mendapat promosi job bintang tiga menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Jabatan Kapolda Jatim akan diisi oleh Irjen Fadil Imran yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Budaya.

Selanjutnya, jabatan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) akan ditinggalkan Irjen Ilham Salahudin, yang dimutasi menjadi Anjak Utama Itwasum Polri. Jabatan Kapolda Kalteng akan diisi oleh Brigjen Dedi Prasetyo, yang kini menjabat sebagai Karo Binkar SSDM Polri.

“Naiknya orangnya Jokowi menjadi Kapolda Jateng ini cukup fenomenal bagi dinamika Polri. Sebab yang bersangkutan bukanlah alumni Akademi Kepolisian. Jika melihat cepatnya karier yang bersangkutan melesat setelah menjadi panitia pengamanan pernikahan putri Jokowi di Solo. Sepertinya yang bersangkutan sedang dipersiapkan Jokowi untuk menjadi calon Kapolri ke depan. Bisa jadi akan dipersiapkan menggantikan Idham Azis,” ucap Neta.

Neta menilai mutasi yang paling fenomenal adalah dipromosikannya Brigjen Ahmad Lutfhi sebagai Kapolda Jateng. Hal ini, sambung Neta, membuktikan figur non-Akpol dapat menduduki jabatan strategis.

“Dari mutasi besar kali ini yang paling fenomenal dalam penilaian IPW, adalah naiknya Wakapolda Jateng menjadi Kapolda. Sekaligus hal ini menandai untuk pertama kalinya figur non-Akpol tampil menjadi Kapolda Jateng,” ujar Neta.



sumber: http://www.wartaregional.com/2020/05/02/analisis-ipw-soal-pergerakan-3-gerbong-besar-dalam-mutasi-perwira-polri/
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nurulnadlifa dan 17 lainnya memberi reputasi
Akpol Akmil Stpdn justru harus dibubarkan karena itu jadi ladang karbitan lingkaran keluarga penguasa

Harus adil dong semua dari bawah.

Elo kalo mau jadi jendral atau pejabat harus karena prestasi bukan karena sekolahmu dimana.

Sudirman itu bukan lulusan akmil.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
decodeca dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kayakayak
Bagus juga analisa si Neta, wajar dia kan IPW, tapi analisanya lebih menjurus ke peta politik, dinamika politik tanah air kedepannya. Lama² jadi pengamat politik nih si neta.

Ada yang bilang bahwa jabatan seorang Jenderal emang jabatan politik, karena ngak terlepas juga dari nuansa politik dibalik penunjukan dan pengangkatan yang mengundang dugaan kepentingan politik lebih mendominasi alasan dari sebuah penunjukan, udah banyak juga kan contohnya yang bisa melesat meraih posisi jenderal dari bintang satu sampai empat dengan melangkahi banyak seniornya.

Tapi gini, terlepas dari kepentingan politik, kedepan sepertinya memang bakalan banyak Jenderal² di TNI ( Polri sudah mulai dengan penunjukan Brigjen Ahmad Lutfhi jadi Kapolda Jateng yang non alumni ) yang berasal dari lulusan pendidikan pertama perwira prajurit karier ( Jalur Sarjana ) yang mana ketiga matra ( Darat, Laut, Udara ) menempuh pendidikan 1 tahun di lembah tidar magelang, begitu dinyatakan lulus pendidikan langsung dilantik jadi perwira pertama ( Letda ).

Makanya sekarang antara lulusan Akademi maupun lulusan Dikmapa PK TNI silahkan bersaing dengan baik, dengan sportif, saling tunjukkan prestasi terbaik agar bisa meraih jabatan Jenderal.
profile-picture
profile-picture
decodeca dan whitepoint memberi reputasi

org cari persatuan eh ini analisa dikotak2 in bgitu....sotoy.
emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
decodeca memberi reputasi
ipw itu apa gan?yang gaji siapa?
profile-picture
decodeca memberi reputasi
bagi bagi jatan breee


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di