CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kebetulan yang jadi Pembelajaran
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eadc5b5eaab2511c1386b2e/kebetulan-yang-jadi-pembelajaran

Kebetulan yang jadi Pembelajaran

Kebetulan yang jadi Pembelajaran

Pada kesematan kali ini, gue mau berbagi sedikit cerita soal pengalaman unik yang ngasih gue cukup banyak pembelajaran dan melahirkan suatu kebiasaan unik baru di hidup gue. Kebiasaan yang sebenarnya nggak mau gue nilai pribadi sebagai kebiasaan baik atau suci, tapi setidaknya sedikit banyak merubah pandangan gue soal apa itu bersyukur dan seberapa berharganya bentuk keikhlasan pada waktu dan sasaran yang tepat.

Ceritanya dimulai waktu gue dan anak-anak kost berjuang menghadapi tanggal tua satu tahun yang lalu. Uring-uringan, kebanyakan bengong, bingung gimana caranya ngasih tau perut kalo kita sudah masuk tanggal 'Tidur adalah makanan paling nikmat'. Beberapa dari kalian pasti gak akan bisa relate sama fenomena yang dulu gue rasain. Apalagi yang rekeningnya nyatu sama orang tua, behh susah pasti buat paham. Sederhananya, manajemen duit yang bodohnya ampun-ampunan, hasrat untuk memenuhi ke-BM-an, dan godaan tanggal muda yang memaksa kita jadi dua kali lipat lebih boros, menghasilkan situasi di atas. Formatnya gitu terus. Kiriman, Boros, Sengsara. Gitu aja terus.

Lagi asik 'ngeboongin perut' dengan nonton vidio-vidio mukbang di Youtube (FYI, gue punya kebiasaan aneh. Sering kenyang kalo liat orang makan), salah satu anak kost pulang dari kampus dengan informasi yang amat sangat berharga. Dia cerita kalo ada warung makan baru di deket kampusnya yang punya konsep Bayar Seikhlasnya. Waktu itu gue nggak terlalu banyak mikir soal logika si pemilik warung, gimana sistem warung tersebut supaya nggak rugi, dll. Yang gue lakukan hanya ganti baju, ambil dompet yang isinya sepi banget, dan berangkat ke warung makan tersebut. kami pergi berempat. Sesampainya di warung makan tersebut, gue dan anak-anak kost langsung pergi ke meja prasmanan. Situasi di sana cukup ramai dengan jenis-jenis manusia yang gue tebak pasti dari kalangan yang berbeda. Bahkan ada (Sorry kalo memang harusnya nggak gue mention) beberapa orang yang kayaknya hidup di jalan. Ya gue nggak mikir apa-apa waktu itu. Toh tujuan dateng kesini buat kenyang dengan dana seadanya, untuk apa banyak kritik? Singkatnya, kami makan berempat. Menu-menunya sederhana, tipikal Warteg lah. Cukup enak dan variatif juga. Nggak lama kami selesai makan, ada seorang bapak-bapak yang ngedatengin meja kami. Singkat cerita ternyata dia dosen di kampus temen gue yang ngajak ini. Dia cerita soal alasan dia bikin warung makan ini, tujuan warung makan ini, dan cara dia nge-manage warung makan ini. Sepanjang dia ngejelasin, gue cukup banyak 'kena tamparan'. Ada satu kalimat yang bikin gue cukup nelen ludah. "Hal baik akan selalu nemuin jalannya untuk tetap hidup. Apapun itu, bahkan dengan cara yang nggak pernah berani kita pikirin." Ucap bapak ini dengan santai disambut lamunan kami berempat.

Mulai hari itu gue bertekad buat lebih lagi manfaatin hidup gue untuk berdampak. Semua gue mulai dengan nge-Manage keuangan gue sendiri supaya nggak ada lagi terror tanggal tua. Gue juga belajar gunain waktu seefektif mungkin. Alhasil gue cukup berubah dari gue yang bernatakan dan asal, ke gue yang mulai terbiasa memperhitungkan apapun.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, di suatu malam sehabis marathon serial drama, gue kelaperan. Gue pun berinisiatif buat order makanan pake jasa Ojek Online. Oh iya, salah satu trik hemat gue adalah langganan paket diskon di layanan Ojek Online supaya bisa order makanan lebih banyak dengan biaya yang lebih murah. Jadi gue bisa ngajak temen patungan (Cari sendiri dah tuh layanan apa yang gue maksut). Sialnya, anak-anak kost pada tidur semua. Ada yang bangun, tapi nggak laper. Jadi terpaksa gue order sendiri jumlah makanan yang banyak itu dengan niatan sisanya bisa untuk makan siang nanti. Tinggal panasin. Singkat cerita, makanan gue dateng. Cukup banyak, sua kantong plastik penuh. Waktu nyamperin si abang Ojolnya, gue liat drivernya cukup tua. Gue mikir, setua ini naik motor di pagi buta apa nggak sakit nanti ya. Pengen gue kasih Tip, tapi gue takut doi tersinggung sama nominalnya. Akhirnya gue kepikiran buat ngasih beberapa makanan yang gue pesen ke driver tersebut. Ya seenggaknya dia nggak begadang dengan perut kosong lah, jadi nggak sakit-sakit banget. Setelah gue kasih, gue expect sama reaksinya yang berterima kasih sama gue cukup dalam. Gue nggak tau sih alasan kenapa dia seberterima kasih itu. Tapi disitu gue sadar, hal yang gue anggap kecil dan sederhana ternyata berguna juga buat orang lain.

Sejak saat itu gue jadi selalu nyelipin satu pesenan di setiap orderan gue untuk driver. Gue yang selalu langganan paket diskon yang gue jelasin di atas memudahkan gue untuk berbagi. Ya walaupun gue nggak bisa seirit sebelumnya, seenggaknya ada kepuasan tersendiri disaat gue bisa ngasih hal kecil ke orang lain. Kebiasaann ini gue lakukan selama hampir 8 bulan sampai saat ini.

Kesimpulannya, gue nggak pernah dan nggak perlu tau seberdampak apa hal kecil yang gue lakukan ini untuk orang lain. Sesederhana gue ngeliat mereka seneng sama hal yang gue kasih, itu udah lebih dari cukup. Setidaknya gue tau, hal yang gue kecil ternyata berarti buat orang lain. Gue berterima kasih sama kebetulan-kebetulan yang terjadi di hidup gue. Kalo waktu itu temen kost gue nggak ngajak gue makan di warung makan dosennya, mungkin gue akan tetap gitu-gitu aja. Kalo waktu itu gue punya temen untuk patungan, mungkin gue nggak akan mulai kebiasaan gue ini. Ya balik lagi, hal baik akan selalu nemuin jalannya untuk tetap hidup.

Gue juga bermimpi buat ngelakuin hal-hal lain yang lebih besar kayak dosen temen gue itu. Ya semoga aja jalannya dikasih dan waktunya disempatkan.

Segitu aja sih cerita gue. Semoga kalian yang baca bisa dapet apapun yang kalian butuhkan dari pengalaman gue ini. Sekian, bye.


Spoiler for Berbagi Cendol:





profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldysadi dan 2 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di