CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Tidak Ditakdirkan Bersama, Tapi Kita Menikah Di Tanggal Dan Bulan Yang Sama
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eacb7d7a2d19547d97a08f3/tidak-ditakdirkan-bersama-tapi-kita-menikah-di-tanggal-dan-bulan-yang-sama

Untuk Yang Pernah Singgah, Kini Tlah Kutemukan Rumah Untuk Menetap

Tidak Ditakdirkan Bersama, Tapi Kita Menikah Di Tanggal Dan Bulan Yang Sama


Gimana sih rasanya patah hati? Sakit? Pasti. Luka tapi tak berdarah. Nyeri di ulu hati, bahkan kadang mengingat semua momen yang dulu pernah terlewati bikin bernafas terasa berat. Betul gak, Gan dan Sis?

Ane pernah juga ngalamin berada di fase-fase itu. Saat masih ABG labil. Gak labil-labil amat sebenarnya. Karena keputusan untuk gak lanjut hubungan itu berasal dari ane. Empat tahun menjalani kisah cinta monyet ala-ala remaja. Sejak duduk di kelas satu Sekolah Menengah Atas sampai kita sama-sama lulus, dan kisah masih berlanjut setahun kemudian.

Tidak Ditakdirkan Bersama, Tapi Kita Menikah Di Tanggal Dan Bulan Yang Sama
Sumber foto: pixabay


Jujur aja, banyak kenangan selama masa-masa itu. Apalagi sekolah kami jauh dan transportasi susah masuk. Maklum, sekolah di hutan. Jadinya kami sering pulang sekolah jalan kaki bersama sejauh dua kilo meter. Banyak cerita yang sudah diukir, banyak harapan yang sudah dirancang-rancang untuk masa depan. Tentu saja waktu itu kami berharap hubungan ini langgeng selamanya. Apalagi, sama-sama sudah saling kenal orang tua dan keluarga masing-masing.

Tapi, lepas SMA itulah ane mengalami pergolakan batin yang luar biasa hebatnya. Bukan hanya tentang hubungan ini, tapi juga tentang eksistensi hidup ane di dunia ini. Tentang apa tujuan hidup yang dicari, juga tentang beberapa teman yang tiba-tiba nikah karena hamil duluan.

Meskipun waktu itu kami pacaran juga gak ngapa-ngapain, pegang tangan aja kagak, suwer! Ane punya prinsip soalnya, sebelum adanya ikatan pernikahan, gak ada yang namanya kontak fisik. Bagi ane, cowok kalau sayang, bakalan jaga pasangannya dari grapa grepe sana sini.

Berangkat dari pergolakan batin itulah, ane mulai bertanya-tanya, apa sih manfaatnya pacaran? cuma bikin perasaan ane galau tak menentu berkepanjangan.

Kebetulan lepas SMA, kita gak kuliah, langsung bekerja. Maklum, rakyat missqueen. Haha. Mau kuliah juga kagak punya duit. Akhirnya kita juga jarang ketemu. Ane pun tenggelam dalam dunia pekerjaan yang melelahkan fisik. Dan si dia rasanya jadi makin protektif. Ane kebetulan introvert. Jadi, emang walaupun punya pacar, tetap lebih suka kemana-mana sendirian. Dan gak suka diinterogasi terus-terusan.

Ditambah lingkaran pergaulan mantan ane gaya pacarannya parah-parah. Ane takut, kalau-kalau suatu saat kami terjerembab juga ke lembah nista (haelaah, bahasanya). Ya begitulah.

Akhirnya, setelah perjalan empat tahun yang panjang, dengan mimpi-mimpi masa depan yang sudah dirajut indah di awan, ane minta putus. Ane bilang, kalau jodoh pasti kita akan bersama juga.

Lalu dunia pun berguncang. Mantan ane malah ngancam mau bunuh diri. Bahkan, orangtua ane sampai turun tangan. Semua keluarga menyalahkan ane. Menstigma ane ini dan itu. Sedih banget gak ada yang belain.

Ane udah kasih opsi juga, karena kita sudah sama-sama kerja, walau pun masih muda, gimana kalau nikah aja? Si dianya gak mau. Terus ane harus gimana? Orang-orang pikir saat itu yang hatinya hancur cuma si mantan doank, padahal ane juga sama.

Ane perempuan, dan pacaran di usia yang saat itu mulai dewasa pastinya bakalan banyak godaannya. Ane takut kalau si dia suatu saat ternyata tidak ditakdirkan jadi suami ane, sedangkan kondisi fisik udah kayak buah kuini yang dijual di emperan. Ane gak mau kayak gitu.

Tidak Ditakdirkan Bersama, Tapi Kita Menikah Di Tanggal Dan Bulan Yang Sama
Sumber gambar: pixabay


Dan akhirnya begitulah. Si mantan gak jadi bunuh diri. Kita pun juga udah gak bisa sekedar sahabatan. Tapi beberapa tahun kemudian, kita ketemu lagi, malah jadi teman😊 mungkin karena sudah selesai juha dengan hati masing-masing. Dia punya pacar baru, dan ane masih sendirian, tetap gak mau pacaran.

Lalu, emang skenario Tuhan kadang lucu. Ane pun akhirnya berjodoh dengan pembeli buku yang suka beli buku-buku dagangan online ane, gan. Waktu ane ngantar undangan ke rumah si mantan, ternyata dia juga mau ngantar undangan ke rumah ane. Wagelasehnya, tanggal dan bulan pernikahan kita sama. Baiklah, walau tidak ditakdirkan untuk bersama, tapi sepertinya kami ditakdirkan untuk nikah bareng di hari yang sama.

Seperti kamu, aku pun kini tlah menemukan tempat untuk menetap...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cappuccinogirl dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh AkhfiyaAya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di