CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
| Gelisah dan Ragu Beradu |
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eac4beb2525c36b0f3a0927/gelisah-dan-ragu-beradu

| Gelisah dan Ragu Beradu |

| Gelisah dan Ragu Beradu |

"diam adalah cara pergi yang paling kejam". kalimat itu seakan menggambarkan sikapku kepadanya.

| Gelisah dan Ragu Beradu |

kisah ini di mulai sejak 5 tahun yang lalu, tepat usiaku memasuki angka 19, dan saat itu aku baru lulus SMA. Awal perkenalan kami melalui sosial media, semua akun sosial mediaku dia add/follow. Tapi saat itu aku menghiraukan. Tak lama kemudian untuk pertama kali dia chat aku lewat messenger. Aku masih saja menghiraukan, dibenakku paling cowok kosong yang lagi cari teman chat. ah bodo amat. males ladenin.

Hari demi hari berikutnya, dia sering banget chat menyapa aku. nih orang kurang kerjaan kali yaa, sempat aku risih. tetap cuekin aja. nanti dia bakal capek sendiri.

Ternyata dugaan aku salah, dia ga pernah berhenti berusaha chat, beri salam, menyapa, tanya kabar. sok kenal banget. Tapi kali ini aku yang nyerah dengan sikap cuek aku. akhirnya aku balas chatnya.

Setelah itu, kami pun sering chattingan mulai pagi, siang, malam, lanjut pagi lagi. Dia rutin chat lebih dulu, aku sempat bosan sih. Tapi dipikir-pikir dia asyik juga diajak chattingan suka bikin lucu, mungkin memang anaknya humoris, dia juga selalu ajak aku main teka teki. Seru sih.

Hampir tiga bulan ini, aku merasa nyaman meskipun hanya lewat chat, bertukar cerita, berbagi tawa, kadang juga berbagi tanya. Tapi aku masih menganggapnya sebagai teman.

Suatu ketika, dia menelepon dan memberitahu kalau ingin kerumah sekadar jalan-jalan dan silaturahmi.

Dari kejadian itulah untuk pertama kalinya kami bertemu, tapi aku merasa malu dan canggung. Entah kenapa aku tidak berani menatapnya. Aku hanya berusaha untuk bersikap sewajarnya. Namun dia sering melihatku diam-diam membuatku merasa tidak nyaman.

Singkat cerita, saat itu aku sedang sibuk mengurus pendaftaran untuk masuk di perguruan tinggi. Aku menolak untuk sementara bertemu dan membatasi komunikasiku dengannya, agar aku bisa fokus mengikuti ujian. Dia bisa mengerti lalu selalu memberiku semangat.

Dia lelaki sempurna secara sifat dan sikap
namun secara fisik dia lelaki yang sederhana. meskipun dia tidak seperfect lelaki bagi kebanyakan orang. Tapi itu yang buat aku tertarik, bahwa "Cinta tak selalu memandang fisik".

Dalam hati kecilku berkata

Quote:


Aku mulai jatuh hati karena perjuangannya, kesabarannya, kebaikan, dan ketulusan untuk mendapat perhatian lebih dari aku. Dia mengungkapkan perasaannya dengan sederhana, dia berkata "Aku Menyayangimu".

Kami pun menjalani hubungan ini seperti layaknya hubungan orang yang lagi masa-masa kasmaran, memberi perhatian 1 x 24 jam, tiada hari tanpa komunikasi baik lewat chat atau telponan, setiap minggu kita punya qualitytime, makan bareng, nonton bioskop, karokean, main game, tak hanya itu kita saling membantu dalam urusan tugas kampus, saling diskusi.

Namun selama 3 tahun lebih, kami menjalin hubungan pacaran yang putus nyambung sebab aku yang gampang bosan, dan selalu jarang memberi kabar, itu karena aku sangat sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, hingga aku selalu mengabaikan dia.

Awalnya aku bahagia, bersyukur dipertemukan dengan sosok lelaki yang sabar dan penyayang. Dia orang yang kedua setelah mama yang selalu sabar menghadapi sikapku. sebab aku adalah tipe orang lambat bergerak, suka mager, dan parahnya aku kadang ceroboh, pelupa, dan buat dia menunggu lama kalau kita ada jadwal jalan-jalan, tapi dia tidak pernah mengeluh soal itu. Akan tetapi dia dan aku berada dalam kondisi hubungan yang rumit. Hubungan kami saat itu sembunyi-sembunyi dari keluarga kita satu sama lain, karena dia ingin cukup aku dan kamu yang tahu saja. Makanya mamaku tidak pernah tahu kalau aku pacaran, karena sebelumnya aku sudah dilarang.

Ada hal yang mengganjal dalam benakku, ketika saat itu temanku memberi kajian mengenai Larangan Pacaran dalam konteks Islam, sebagai seorang yang beragama aku terdiam merenung dan merekam semua nasehat-nasehatnya. Kala itu, aku ada di titik harus pergi meninggalkan dan berpikir untuk berani memutuskan hal yang terbaik, yaitu dengan berhijrah.

Perlahan-lahan aku berusaha menjauh dari dia, tidak membalas pesannya, mengabaikan telponnya, jujur aku tidak mampu mengungkapkan aku takut menyakiti. Diam adalah jalan yang kupilih untuk sementara.

Ketika keduanya menjadi pilihan, tanda tanya pun datang membuat benteng keyakinanku perlahan runtuh, perasaan mencoba menenangkan, saat gelisah dan ragu beradu, aku semakin larut tak berdaya, namun sang maha pemilik hati ini seakan memberi petunjuk untuk pilihan yang akan menjadi Takdir atau Nasib.

| Gelisah dan Ragu Beradu |
sumber gambar : pinterest

Lalu disaat yang bersamaan, ketika aku berada dalam kebingungan, mama menasehatiku dan melarangku untuk pacar-pacaran oleh siapapun itu, secara tidak langsung mama tidak merestui hubunganku dengan dia, sepertinya mama merasa curiga kalau aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang.

Nasehat mama untukku :

"mama takut jika lelaki hanya akan menyakiti dan mempermainkan perasaanmu, mama percaya lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, lebih baik kamu berusaha untuk memperbaiki diri dan mendekatlah kepada-Nya, agar lelaki yang betul-betul serius datang untuk menghalalkan bukan menjanjikan bualan manis semata".


Mendengar nasehat mama, aku merasa terguncang, rasa sesal dan sesak didada, lalu aku sudah yakin ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita. Demi kebaikan bersama. Meski sulit melepaskan sesuatu yang masih kita sayangi, tapi keadaannya aku harus memilih. Dan saat itu aku mengirimkan pesan memberitahunya aku ingin hijrah. Sejak itu dia pun tidak pernah lagi menghubungiku.

| Gelisah dan Ragu Beradu | sumber gambar : pinterest

Hal ini membuatku harus ikhlas merelakan bukan melupakan, sebab jika ditanya perasaan aku selalu menyayangi dia, rasaku tetap sama. Meskipun raga kami tidak bisa bersama.

Biarlah
Doa yang menyatukan
Waktu yang menentukan
Takdir ini melalui ketetapan-Nya
kita hanya perlu untuk saling baik-membaikkan.


| Gelisah dan Ragu Beradu |sumber gambar : pinterest

Sebab selalu kupercaya bahwa Tuhan akan menghadirkan yang terbaik dengan cara yang terbaik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fitrizahran
"diam adalah cara pergi yang paling kejam"

nusuk.
emoticon-Mewek
profile-picture
beqichot memberi reputasi
Ikut event jg ya gan?
profile-picture
fitrizahran memberi reputasi
Iya emoticon-Smilie


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di