CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Cegah Golput, Estonia Terapkan E-Voting
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eac373ffacb9578b038ab7f/cegah-golput-estonia-terapkan-e-voting

Cegah Golput, Estonia Terapkan E-Voting

Cegah Golput, Estonia Terapkan E-Voting
Pic:hipwee

TALLINN, KOMPAS.com - Bagi negara yang demokrasinya masih muda, meningkatnya angka golongan putih (golput) merupakan fenomena yang mengkhawatirkan. Estonia, yang demokrasinya baru berusia 22 tahun tidak luput dari kecemasan itu.

Untuk menekan jumlah orang yang golput, pemerintah negara Baltik itu menerapkan electronic voting. Sistem itu pertama sekali dimulai pada pemilu lokal tahun 2005 dan berjalan sukses hingga sekarang. Estonia merupakan negara pertama di dunia yang menerapkan e-voting. E-voting tidak menghapuskan TPS di mana warga biasanya memberikan suara.

E-voting menolong warga yang terlalu sibuk dan terlalu jauh untuk datang ke TPS. Terbukti, 16 persen warga mengatakan mereka tidak akan memilih jika sistem itu tidak diterapkan. Partisipasi warga yang menggunakan e-voting terus meningkat dari hanya 1,9 persen tahun 2005, menjadi 24.3 persen pada pemilu parlemen tahun 2011.

Kecanggihan teknologi negara yang dijuluki E-Stonia ini menjadi kunci keberhasilan sistem tersebut. Cukup menggunakan E-KTP yang dimasukkan ke card reader di komputer, warga dapat memilih. Bahkan, di pemilu terakhir, warga dapat menggunakan nomor handphone sebagai bukti identifikasi ketika memilih. Penetrasi internet yang tinggi menjadi kunci untuk mengakses internet. Konstitusi Estonia menuliskan internet merupakan hak asasi manusia setiap warga.

Kompas.com mewawancarai Ivar Hendla, dosen Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Teknologi Tallinn terkait penerapan e-voting itu. Ivar menjelaskan banyak yang mengkhawatirkan terjadinya kecurangan dan potensi serangan hacker. Untuk mencegah hal tersebut, Estonia benar-benar mempersiapkan dengan matang E-KTP. Kartu identitas itu dilengkapi dengan chip khusus dan kode spesial yang hanya akan mengindentifikasi pemilik kartu bersangkutan.

Ivar juga menyebutkan tingginya kepercayaan publik sangat krusial. "Warga percaya dengan pemerintah dan komisi pemilihan umum, mereka yakin tidak akan ada kecurangan."

Ivar menambahkan kerahasiaan suara yang diberikan sangat terjamin. "Perangkat khusus dipakai untuk memastikan nama pemilih akan langsung dipisahkan dengan suaranya ketika KPU mulai menghitung suara."


Sumber:kompas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldysadi dan 20 lainnya memberi reputasi
Klo di indo bisa gak ya emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
mcozfuerte dan shodik00 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kl di indo bahaya penuh bot & klonengan
profile-picture
mcozfuerte memberi reputasi
di indonesia susah deh, pemilu kemaren aja masih ada yang bilang di hack atau dimanipulasi apalagi online/e-voting wkwkwk
malas coblos, nanti data yg nentuin juga para kalangan atas, formalitas aja itu mah 🤣🤣🤣
indonesia ga bisa ? anggap aja 50 % penduduk indonesia adalah voters

berarti 125 juta an orang yang buat vote

estonia klo dari google 1,3 jutaan

anggap aja klo cost untuk 1 orang itu adalah 1 rupiah yak , berarti estonia hanya perlu 1,3 juta rupiah
kalo indo berarti 125 juta rupiah

nah 125 juta nih , belom di markup buat korupsi si A , belom buat si B dan seterusnya gan

jadi bisa ngga gan ? bisa dong , asal anggarannya di approve aja , siap siap aja ntar ada yang senyum senyum pake jaket orange

Diubah oleh adam.alamsyah95
mantep bener emang ini negara
Biar ga golput


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di