CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kekalutan Seorang Calon Pelakor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eac235c88b3cb0596369840/kekalutan-seorang-calon-pelakor

Kekalutan Seorang Calon Pelakor

Kekalutan Seorang Calon Pelakor


Kekalutan Seorang Calon Pelakor

Seperti biasanya, aku habiskan waktu dengan bermain game online dengan hp digenggamanku. Bermain dengan dunia yang membuatku bisa melupakan segala kepenatan dunia nyata. Saat bermain game, aku biasanya bermain sendiri atau biasa dikatakan solo player. Bermain dengan kemampuan diri sendiri adalah yang terbaik menurutku, walau solo tapi tetap pemain yang pro.

Namaku adalah Dewi Seorang wanita berkulit putih dengan tinggi standart wanita pada umumnya. Perawakanku bisa dikatakan masuk kategori wanita cantik, tidak itu saja aku juga hobi bermain game, terlebih bermain game online. hari-hariku biasanya kuhabiskan sekolah dan bermain game saja. Aku mungkin seorang yang spesial bagi mereka orang-orang yang gemar bermain game, karena aku adalah seorang pro gaming.

Seperti kataku aku adalah seorang solo player yang pro, Aku biasanya menolak ajakan party orang-orang yang mengajakku bermain game, tapi hari itu entah kenapa aku menyetujui undangan party mereka. Dari hal itu aku akhirnya dekat dengan mereka berempat, spesialnya dengan seorang dari mereka. Dia adalah Ridwan, seorang player yang menyenangi serangan jarak jauh pada game FPS. Ridwan adalah seorang sniper handal dalam game FPS yang kami mainkan, terlebih lagi menurutku diantara kami semua hanya dialah yang memiliki pemikiran dewasa. Berangkat dari hal inilah aku sering bermain duo dengannya, saling chat dalam game, bahkan voice chat juga sering. kebiasaan ini akhirnya membuat kami semakin dekat satu sama lain walau hanya kenal melalui suara saja.

Aku tidaklah mengenal Ridwan secara fisik, yang aku tahu dia berkulit putih berwajah tampan dan senyum yang manis tampak lebih tua dariku. Begitulah mungkin kriteria yang aku tahu tentangnya dari foto pada profil gamenya. Berdasarkan inilah aku mulai membuka hati untuknya, akhirnya kami pun mulai chatingan diluar game. inilah awal kami mulai dekat, bahkan bisa dibilang membina hubungan tanpa status. Setelah banyak waktu dekat dengannya aku mulai penasaran dengan sosok dirinya, siapakah dia sebenarnya, apakah dia memang sosok yang ada di profil game miliknya atau mungkin dia hanya seorang penipu atau bahkan dia ternyata seorang wanita. 

Rasa penasaranku membuatku memberanikan diri untuk memintanya melakukan video call denganku. Ini adalah cara terbaik untuk menjawab rasa penasaranku akan paras asli miliknya. Beberapa kali aku mencoba video call dengannya, dia selalu saja menolaknya dengan alasan tertentu bahkan tanpa alasan. Rasa penasaranku akhirnya semakin menjadi-jadi karena hal ini, aku pun memaksanya untuk ketemuan tatap muka secara langsung. Awalnya dia selalu menolak dengan berbagai alasan yang logis, namun dengan ancaman kerasa yang kubuat akhirnya kami pun menyepakati hari dimana kami akan bertemu. 

Hari sudah ditetapkan untuk bertemu dengannya, berbagai persiapan sudah aku lakukan untuk dapat tampil menakjubkan didepannya. Pakaian epic dan dandanan ciamik aku siapkan untuk pertemuan kami, hingga tibalah hari itu. Aku berangkat lebih awal dari jadwal pertemuan kami, berharap agar aku bisa melihatnya dari kejauhan. Jika dia yang datang bukanlah orang yang sama seperti foto profil game itu, maka aku akan langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa perlu bertemu dengannya. Itulah rencana yang sudah kusiapkan untuk menghindarinya jika keadaan tidak sesuai rencana. 

Detik demi detik berlalu, hingga tibalah waktu yang ditetapkan itu. Aku melihat sekeliling untuk mencari dia yang misterius, dia adalah seorang pria yang akan datang dengan baju bermotif bunga dan menggunakan topi. Sepanjang mata memandang aku tidak melihat orang dengan ciri-ciri seperti itu. Hatiku merasa kecewa akhirnya dengan hal ini, hingga saat aku hampir beranjak dari kursiku seorang pria datang menghampiriku dan memanggil namaku. Panggilan itu membuatku terkejut dan langsung melihat kearah pemanggil itu, saat itulah aku melihat matanya yang indah dengan senyum yang menawan melihat kearahku. Spontan aku menjadi gelagapan dan bertingkah aneh, dia memerhatikanku dan memastikan bahwa aku adalah orang yang dicarinya.

Itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengan Ridwan secara langsung dan itu juga pertama kalinya aku merasakan deg-deg-an yang luar biasa ketika menatapnya. Kami pun saling memperkenalkan diri baik nama asli maupun nama ID game kami. Perkenalan itu berjalan lancar hingga dia mulai menyinggung tentang hubungan kami. Aku terdiam dan melarangnya berbicara, aku merasa canggung ketika dia mulai masuk pada pembahasan itu. Hingga pada akhirnya kami pun makan dan minum ditempat itu sambil membicarakan yang kami berdua senangi, berbicara tentang game. Dari semua perbincangan itu tidak sekali pun aku membiarkannya berbicara tentang status hubungan kami, aku merasa canggung untuk membicarakannya saat itu. 

Waktu pun terus berlalu, tidak terasa sudah 3 bulan lamanya kami menjalin hubungan tanpa status. Kami banyak menghabiskan waktu bersama baik dalam dunia game maupun dunia nyata. Walau hubungan kami tanpa status, tetap saja kami serasa pacaran seperti orang lain pada umumnya. Hingga pada saat itu aku pun memberanikan diri untuk mempertanyakan kejelasan hubungan kami, namun anehnya Ridwan diam sejenak dan mengalihkan pembicaraan kami. Rasa penasaranku kembali lagi, kali ini aku penasaran dengan sikapnya yang diam saat aku tanya kejelasan hubungan kami. Rasa penasaranku ini pun membuatku bertanya pada ketiga teman lainnya, mereka adalah teman bermain gameku yang juga ternyata teman dekat Ridwan. 

Awalnya mereka terkejut dengan pengumuman yang kuberitahu pada mereka, mereka tidak menyangka aku dan Ridwan akan menjalani sebuah hubungan. Gerak-gerik mereka seolah memberitahuku bahwa ada hal yang ditutup-tutupi oleh mereka. Rasa penasaranku pun semakin menjadi-jadi, hingga akhirnya aku mengajak paksa Ridwan untuk ketemuan. Pertemuanku kali ini untuk memperjelas status hubungan kami, aku harus pastikan hubungan seperti apa yang ada dipikirannya. Aku tidak boleh termakan omongannya untuk tidak membahas hal ini, dan akan kupastikan hal itu.

Tibalah hari ini, hari dimana aku bertemu dengan Ridwan. Aku menunggunya ditempat kami pertama kalinya bertemu. Aku melihatnya sudah datang lebih dulu dan sedang menungguku, dengan sedikit basa-basi aku pun langsung masuk pada topik utama dan menanyakan status hubungan kami. Seperti biasanya dia diam membisu. Tiba-tiba suara wanita membentak kearah kami, seorang wanita yang punya paras cantik dengan tatapan kecewa yang besar. Dia memanggil Ridwan dan menyiramnya dengan minuman yang kami pesan, tidak hanya itu wanita itu dengan lantangnya meneriakiku dengan sebutan PELAKOR. 

Sebutan PELAKOR itu sontak membuatku sadar akan posisiku, aku pun kembali emosi dan menyiram Ridwan. Sambil menagis aku berlari meninggalkan mereka berdua, Ridwan bahkan tidak mencoba menghentikan aku justru dia malah mencoba menjelaskan sesuatu pada wanita itu. Hari itu adalah hari terburukku, segala hal yang kulakukan terasa hambar dan tidak menyenangkan. Perasaan tidak mengenakkan itu berlangsung seminggu lamanya. Aku mencoba untuk kembali kediriku yang dulu dan menghapus semua kenangan tentang dirinya selama 3 bulan lamanya aku memadu kasih dengannya, semua hal indah yang kualami bersamanya harus kulenyapkan dalam pikiranku. Hingga saat itu, aku melihat seorang yang mirip dengannya di sosial media. Aku melihatnya berpakaian baju pengantin dan berpose dengan pengantin wanitanya. Pengantin wanita itu ternyata wanita yang aku temui saat di tempat aku dan Ridwan bertemu kala itu. Dari hal inilah aku sadar ternyata aku telah merusak hubungan mereka. aku terlalu memaksa kehendakku pada Ridwan yang terlihat tidak tega denganku. Tapi tetap saja itu semua membuktikan bahwa aku memang seorang CALON PELAKOR.

Aku harus sadar diri dengan posisiku, aku tidak bisa bersamanya. Jika aku bersamanya maka aku adalah seorang PELAKOR. Lebih baik menjadi seorang Calon Pelakor dari pada menjadi Pelakor seutuhnya. 

Terima kasih kuucapkan padamu untuk semua kenangan indah saat bersamamu. Kini aku harus melupakanmu. Semoga aku bahagia dengan yang lain dan kau bahagia denganya. 


Dariku Seorang Calon Pelakor

DEWI. 

Spoiler for SPOILER:

 



profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 13 lainnya memberi reputasi
PERTAMAX MILIK TS
profile-picture
l4wang memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di