CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eaba8df28c99105df4698d2/hati-yang-terelakan

Hati Yang Terelakan

Hello Gais!!

---------------------------------

Jumpa Lagi Dithread Zeref777

Sang Penyihir Permulaan

Hati Yang Terelakan

Hati Yang Terelakan

Ini adalah sebuah kisah cinta setelah kita jaga bertahun tahun. Namun pada akhirnya berakhir begitu saja. Panggil saja aku Revan. Sudah 3 tahun aku berpacaran dengan Ami sejak kita kelas 3 SMA. Hubungan kita sangat baik baik saja. Kedua orang tua kita juga sangat merestui. Hubungan kita terus berlanjut. Hingga setelah lulus SMA, aku memutuskan untuk bekerja karena kondisi ekonomi keluargaku tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah. Namun jauh di dalam hatiku, aku masih memiliki rencana kuliah setelah satu tahun bekerja nanti.

Aku bekerja di surabaya menjadi seorang buruh pabrik. Sedang Ami kekasihku masih berada di Mojokerto untuk melanjutkan kuliah mengambil jurusan guru agama. Hampir setahun kita LDRAN, rasanya semua berjalan baik baik saja. Lalu tibalah gelombang pendaftaran mahasiswa baru di salah satu kampus yg aku minati. Itu adalah universitas swasta di Surabaya. Aku menggunakan seluruh tabunganku selama beberapa bulan terakhir ini untuk membayar uang gedungnya. Karena sambil bekerja, aku terpaksa tidak bisa berkuliah di kampus negeri. Apa lagi kecerdasanku ini tidak begitu bisa diandalkan. Jadi aku berkuliah sembari bekerja.

Setiap hari minggu aku pulang untuk menemui kekasihku Ami. Hingga suatu hari, ibu Ami dirawat di rumah sakit. Kabar duka itu membuatku tidak tenang. Jadi, hari itu ku putuskan untuk bolos kuliah dan pulang untuk menjenguk ibu Ami di rumah sakit. Ternyata ibu Ami terkena komplikasi. Yaitu infeksi kandung kemih dan penyakit lambung. Situasi ini membuatku cukup bersedih. Karena aku tidak bisa lagi melihat senyum manis Ami yang biasanya.

"sabar sayang. Ibu pasti sembu kok. Allah pasti mendengar doa doa hambanya. Apa lagi yg cantik seperti kamu
Mendengar itu, dia sedikit tersenyum dan tersipu malu.

Setelah hampir seminggu di rawat, kondisi ibu Ami mulai membaik. Namun itu hanya bertahan beberapa bulan. Hingga penyakitnya kambuh lagi dan harus di rawat kembali ke rumah sakit. Setelah beberapa kali aku menjenguknya, ibu Ami berpesan kepadaku agar aku segera menikahi Ami.

"nak, bukankah kalian sudah berpacaran begitu lama? Tidak terpikirkan kah jika kamu menikahi Ami dekat dekat ini? "
Mendengar tawaran ini, hatiku jadi kacau. Memang aku sangat mencintai Ami. Namun keadaanku yg baru saja masuk perguruan tinggi ini, bagaimana aku bisa menikah begitu saja?

Sang ibu mendesakku agar mau menikahi Ami segera karena dia tidak ingin meninggal terlebih dahulu sebelum anak terakhirnya menikah. Ami adalah anak terakhirnya dari 3 bersaudara. Kedua kakak perempuannya sudah menikah. Sedang aku juga anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakak perempuanku telah menikah. Namum kakak laki lakiku masih enggan menikah. Karena dia adalah orang yang malas bekerja. Dia menghabiskan hari harinya untuk bermain game.

Desakan ibu Ami sangat menghantuiku. Hingga selang beberapa hari, aku memberanikan diri berbicara kepada kedua orang tuaku tentang rencana pernikahan ini. Namun bapakku yg agak kolot menolaknya mentah mentah.

"Memang kamu punya uang untuk biaya pernikahannya? Kerja dulu saja yang benar. Padi padi di sawah habis di makan tikus. Untuk membayar orang menanam padi besok lusa saja bapakmu ini harus hutang pamanmu."

Selain karena alasan biaya. Alasan lainya yang di ungkap ibuku adalah karena kakak laki lakiku yang belum menikah. Menurut adat setempat, seorang adik tidak boleh menikah melangkahi kakanya lebih dahulu. Belum lagi seluruh tabunganku sudah ku pakai untuk membayar biaya masuk kuliah. Sedang gaji bulananku ku kumpulkan untuk biaya semester depan.

Hari hari berlalu. Hubunganku dengan Ami juga masih baik baik saja. Setelah sekitar satu bulan keluarga Ami terus mendesakku, akhirnya aku memberanikan diri untuk meminta menundanya tahun depan. Tapi pada saat itu juga ayah Ami meberitahuku jika aku tidak bisa, masih ada calon yg mau menikahi Ami dengan segera. Dia adalah soarang guru agama di salah satu sekolah SMP di Mojokerto. Mendengar itu seketika aku langsung terdiam dan hatiku rasannya... Ah aku tidak bisa menjelaskannya. Lalu apa artinya hubunganku dengan Ami selama bertahun tahun ini??

Setelah itu Ami mengajakku makan keluar di tempat makan kita biasanya. Di sana aku membahas apa yg di katakan ayahnya sebelumnya.

"apakah yg di katakan ayahmu itu benar yang? tanyaku.
makanya dong, kamu segera lamar aku. Aku tidak ingin kehilangan kamu. jawabnya.
Tapi aku tidak punya modal untuk menikah segera, sayang. Kamu tahu kan aku baru saja masuk kuliah. ujarku.
ya terserah kamulah kalau begitu. Tahu sendiri watak ayahku kaya gimana. jawab dia dengan nada pasrah dan lemah. Setelah itu, dia jadi sering diam dan cemberut.

Isyarat Ami yang tidak bisa berbuat apa apa dengan keputusan keluarganya membuatku sangat stres. Belum lagi kontrak kerjaku akan berakhir dua bulan lagi dan kelanjutan kotrak kerjaku di pabrik juga belum pasti.

Karena penasaran, aku mencari tahu sosok calon Ami. Ternyata dia adalah orang yg kecukupan apa lagi dia sudah PNS meskipun mukanya kelihatan sedikit tua.

Setelah itu aku jadi teringat Ami. Segera ku VC dia. Tampak ada yg berbeda dari dia yg biasanya. Yaitu keceriaannya yg membuat setiap orang rindu. Dan juga kantung matanya yg sedikit bengkak.
"yang, apa kamu habis menangis? tanyaku
"tidak kok. Cuman kurang tidur saja. Banyak tugas ujarnya. Tampak jelas dia berbohong. Sudah bertahun tahun aku mengenali wataknya. Tapi aku mengabaikannya dan tidak membahasnya.

Karena masih belum menyerah, aku mendesak kedua orang tuaku untuk menggadaikan sawahnya. Tapi, mereka menolak. Mereka juga ternyata sudah tahu kalu Ami sudah di jodohkan dengan orang yg lebih baik dariku. Bahkan ibu berkata,
"kalau kamu memaksa menikah dan suatu hari Ami tidak bahagia, keluarganya akan menyalahkan kamu."

Medengar perkataan ibu membuatku sedikit menyerah, tapi ibu malah mengungkit kakakku yg saat ini madih belum menikah. Itu membuatku emosi seketika.

"apakah dia pantas jadi kakak? Bahkan jadi manusia saja tidak pantas. Kerjaannya hanya makan tidur main game.
Mendengar itu, ibuku langsung memukul mulutku.

Sambil menangis dan di pukuli. Dalam hatiku, jika kakak ku seperti kakak orang lain. Mungkin dia akan punya sedikit tabungan dari kerja kerasnya setiap hari dan mampu menyelamatkan kisah cinta ku dengan ami. Tapi kenyataanya kakak ku hanya anak kecil yg tidak tumbuh dewasa dan tidak mengerti arti tanggung jawab.

Keluarga Ami sudah tidak mengijinkannku untuk menemui Ami. Namun kita masih sering VC dan bertemu diam diam. Hingga entah apa yg ada di pikiran Ami sehingga dia pernah memintaku untuk menghamilinya agar aku yg menikahinya karena tanggung jawab itu. Tapi aku menolaknya. Karena dalam hatiku aku tidak ingin menyakiti orang aku cintai.

Perlahan aku mencoba mengabaikan Ami dan melupakanya. Namun dia terus menghubungiku. Pesan pesannya membuatku sangat tidak kuasa.

Hingga suatu hari, dia mengirim sebuah pesan.
"Yang, barusan aku di lamar. Mungkin beberapa hari lagi aku akan segera menikah."
Membaca itu, air mataku menetes tiada reda. Segera ku VC dia. Perasaan di hatiku, entah bagaimana aku dapat menjelaskannya. Kupikir aku hanya lelaki cengeng yg tidak bisa apa apa. Setelah tersambung dengan panggilan vidio Ami. Tampak jelas juga di wajahnya. Air mata yg tidak pernah ingin ku saksikan. Mengalir begitu saja di pipi wanita yg aku sayangi.

Melihatnya dalam kondisi seperti itu, aku melupakan siapa diriku, apakah aku lelaki atau apalah tidak penting. Aku menangis sejadi jadinya dengan memandanginya. Meski sudah ku usahakan agar tidak keluar suara tangisan sedikitpun.

Setelah beberapa hari, Ami mengirimi gambar undangan pernikahannya. Dia memintaku datang untuk menghadirinya dan bertemu untuk terakhir kalinya.

"datanglah sayang, aku sangat gelisah

Aku tidak membalas pesanya. Karena hatiku benar benar kosong dan mati rasa. Entah memang karena cintaku sudah hilang atau kesadaranku yg terganggu. Aku tidak tahu pasti. Namun itulah yg aku rasakan.

Pada hari pernikahanya ku putuskan untuk datang. Namun aku hanya mengisi daftar tamu dan memasukan sebuah amplop yg berisi uang dan sebuah pesan kepada orang yg di takdirkan bersama Ami.

"hanya dia satu satunya gadis yang kamu butuhkan.
Jangan pernah membuatnya marah atau menyakitinya.
Karena dengan dia....
kamu dapat menyelesaikan sunah.
Dan sisa hidupmu akan mengkisahkan surga.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
Diubah oleh zeref162534


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di