CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta kami Terhalang di bawah bayang - bayang Orang Tua
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eaba71282d4955e3533c041/cinta-kami-terhalang-di-bawah-bayang---bayang--orang-tua

Cinta kami Terhalang di bawah bayang - bayang Orang Tua

Cinta kami Terhalang di bawah bayang - bayang Orang Tua

Perkenalkan  teman – teman kaskus, namaku ridwan juanto . Aku punya sebuah kisah kehidupan yang mirip dengan tema  2 doa dan 1 Dunia. Kisah ini dimulai ketika aku mulai menyukai  seorang  wanita saat semester 5 di sebuah Universitas di Jakarta Barat. Wanita itu adalah teman seangkatanku  namanya Ayu Lani dan kami merupakan bagian dari salah satu klub bahasa Inggris di universitas tersebut. Aku menyukainya sejak bertemu dengannya di kelas beberapa mata kuliah. Sebenarnya aku sendiri bukanlah orang yang mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris, namun aku mengikuti klub tersebut dengan tujuan agar semakin dekat dengan dirinya.  Cinta harus diperjuangkan bukan dan ada bagusnya pula karena aku bisa menambah ilmu dengan masuk klub bahasa inggris tersebut.  Di klub bahasa inggris, aku sebagai anggota klub dan dia sebagai ketua sesi bagian. Hal ini karena dia sudah masuk klub itu sejak semester 1 sedangkan aku masuk klub itu di semester 5. Jadi meskipun seangkatan di perkuliahan, aku diposisikan sebagai junior di klub inggris tersebut.

Cinta kami Terhalang di bawah bayang - bayang Orang Tua


Seiring banyaknya aktivitas yang kami lakukan seperti membuat kompetisi scrabble, kompetisi news reading dan kompetisi lainnya membuatku semakin akrab dengan dirinya.  Apalagi aku selalu meminta kepada ketua klub tersebut yang merupakan temanku juga  untuk selalu memasang diriku sebagai anggota sesi yang gebetan aku pimpin saat itu. Setidaknya beberapa kali kesempatan, kami pergi berdua untuk sekedar makan soto kudus di samping universitas atau sekedar menonton bioskop di mall sambil membicarakan rangkaian acara kompetisi yang kami buat. Perasaaanku  saat itu sangat senang apabila bersamanya. Jantung berdegup kencang dan rasanya muka hanya ingin tersenyum.  Menjelang akhir semester, aku merasa kami sudah lebih dari sekedar teman baik dan benar saja dia menerima ketika aku menembaknya pada saat rapat pembubaran panitia.  Aku sangat bahagia dan menjalani kehidupan pacaran dengannya.

Sebagai orang yang saat itu benar – benar di mabuk cinta, aku sama sekali tidak mencari tahu asal usulnya seperti umurnya ataupun tinggalnya dimana dll. Aku hanya berpikir bahwa cinta itu bukanlah sebuah hitungan angka dan bukanlah seperti melamar pekerjaan dimana semuanya harus jelas. Namun disinilah kesalahanku, aku menemukan bahwa banyak sekali perbedaan asal usul yang membuat cinta kami tidak bisa dipersatukan atau tidak bisa dilanjuti.  Pertama, kami memang seangkatan namun ternyata perbedaan umur kami hampir dua tahun dimana wanita yang aku cintai lebih tua 2 tahun dari umurku.  Aku cukup kaget mendengar hal ini karena tidak kusangka perbedaannya hampir mencapai 2 tahun dan perbedaan umur ini bukanlah hal yang biasa di dalam tradisi keluargaku.

Cinta kami Terhalang di bawah bayang - bayang Orang Tua


Kedua, ayahku selalu menyebut agar tidak menikahi wanita dari suatu wilayah di Indonesia karena terkenal dengan sikapnya yang kasar dan mata duitan.  Beliau berulang kali mengatakan hal tersebut dan ternyata wanita yang selama ini dekat denganku berasal dari wilayah tersebut.  Rasanya semakin berat bagiku untuk memperjuangkan pacarku ini hingga jenjang pernikahan. Cinta kami berdua hingga saat ini seperti angin sepoi – sepoi yang tidak jelas mau dibawa kemana.  Aku pernah mempertemukan dia dengan keluargaku namun sepertinya rasa tidak suka sudah muncul dari raut wajah kedua orang tuaku. Dia pun pernah mempertemukanku dengan keluarganya dan mendapatkan hasil yang sama. Orang tua dia tidak suka denganku karena selain berumur lebih muda, aku bukan berasa dari sukunya.  Kedua orangtuaku dan orang tuanya pun memiliki sikap dan sifat yang bertolak belakang. Orang tuanya memiliki logat yang kasar dan keras ketika berbicara sedangkan orang tuaku memiliki logat yang halus dan berbicarapun harus nada pelan.

Sampai saat ini, kami masih saling mencintai namun kami tidak bisa mempersatukan keluarga kami dan nikah tanpa restu dari orang tua merupakan hal yang tidak bagus dalam agama.  Cinta adalah sebuah pengorbanan dan pembuktian namun kadangkala bayangan orang tua tidak akan terlepas dari hal tersebut.  Kita lahir dari orang tua , hidup karena mereka dan tujuan mereka pun pasti sangat baik. Namun cinta bukanlah transaksional sehingga cinta kami harusnya bisa bersatu. Semua kuserahkan pada Tuhan, aku tiap waktu berdoa kepada Tuhan bahwa ada jalan yang bisa aku lalui bersamanya. Mencintai dalam doa agar Tuhan membukakan jalan atas halangan yang begitu sulit ini

Saat ini aku dan dia berpisah dalam jarak namun masih mencintai dan kontak satu sama lain melalui media sosial.

aku masih mencintaimu lani.

Semoga cinta ini masih bisa bersatu atau apabila tidak dipersatukan jadikanlah aku matahari dan dia bulan. Agar kami bisa memandang ketika senja telah tiba.

Dari hatiku yang terdalam

 

Open Juan

Sumber :

Tulisan pribadi dan pengalaman pribadi

Nama asli tapi sedikit ada perubahan dan penambahan agar tidak diketahui

 

Foto : Ilustrasi google disertai sumber di bawah foto

https://img.kurio.network/9dm0ybU8fw...ff79b0da9.jpeg

https://i.pinimg.com/originals/60/cd...054bfe12be.jpg
profile-picture
noprirf memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di