CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
DPR Usul Cetak Uang Rp 600 T, Ingat Zimbabwe!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eab74c328c9917de73fcb43/dpr-usul-cetak-uang-rp-600-t-ingat-zimbabwe

DPR Usul Cetak Uang Rp 600 T, Ingat Zimbabwe!

DPR Usul Cetak Uang Rp 600 T, Ingat Zimbabwe!

Jakarta - 

Wabah virus Corona atau COVID-19 telah menimbulkan dampak terhadap ekonomi RI yang luar biasa. Pemerintah harus mengeluarkan banyak anggaran untuk mengatasinya.

Badan Anggaran DPR RI pun mengusulkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun. Tujuannya untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia dari akibat yang ditimbulkan

Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan pemerintah telah mengambil langkah langkah dalam penanganan untuk mengatasi pandemi virus corona, baik penanganan yang berkaitan dengan penanganan kesehatan masyarakat, maupun penanganan akibat dampak ekonominya.

"Namun melihat besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan, Badan Anggaran DPR RI memperkirakan skenario penganggaran yang direncanakan pemerintah tampaknya kurang mencukupi," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya hal itu berdasar pada dua hal yakni ancaman terhadap keringnya likuiditas perbankan sebagai akibat menurunkannya kegiatan ekonomi, sehingga menurunnya kemampuan debitur membayar kredit.

Kedua membesarnya kebutuhan pembiayaan APBN yang tidak mudah ditopang dari pembiayaan utang melalui skema global bond, maupun pinjaman internasional melalui berbagai lembaga keuangan.

Atas dua hal itu Badan Anggaran DPR RI merekomendasikan kepada Bank Indonesia dan pemerintah beberapa hal. Salah satunya cetak uang dengan jumlah Rp 400-600 triliun.

Berikut poin-poin rekomendasi dari Badan Anggaran DPR:

1. Melakukan kebijakan quantitative easing lebih lanjut agar Bank Indonesia membeli SBN/SBSN repo yang dimiliki perbankan dengan bunga 2 persen, khususnya perbankan dalam negeri agar memiliki kecukupan likuiditas.

2. Bank Indonesia memberikan pinjaman likuiditas jangka pendek kepada perbankan untuk mempertebal likuiditasnya, agar kemampuan perbankan sebagai transmisi keuangan tetap optimal dan sehat.

3. Bank Indonesia mencetak uang dengan jumlah Rp 400-600 triliun sebagai penopang dan opsi pembiayaan yang dibutuhkan oleh pemerintah. Mengingat, dalam situasi global yang ekonominya slowing down, tidak mudah mencari sumber sumber pembiayaan, meskipun dengan menerbitkan global bond dengan bunga besar. Bank Indonesia dapat menawarkan yield sebesar 2-2,5 persen, sedikit lebih rendah dari global bond yang dijual oleh pemerintah.

4. Kebijakan mencetak uang sebagaimana yang dimaksud pada poin 3 diatas harus memperhitungkan biaya operasi moneter Bank Indonesia. Sehingga biaya tersebut tidak boleh dibebankan kepada Pemerintah. Oleh sebab itu, besaran yieldnya tidak boleh lebih rendah dari biaya operasi moneter Bank Indonesia, agar tidak menimbulkan kerugian bagi Bank Indonesia, serta tidak menyebabkan modal Bank Indonesia lebih rendah 10 persen dari kewajiban moneternya.

5. Kebijakan mencetak uang sebagaimana yang dimaksud pada poin 3 diatas harus memperhitungkan dampak inflasi yang ditimbulkan, sekaligus tekanan kurs terhadap rupiah.


Lalu apa kata Bank Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pencetakan uang artinya bank sentral menambah uang beredar. Jika tidak mampu akibat kelebihan likuiditas, maka likuiditas tersebut tidak bisa diserap kembali.


"Seperti dulu waktu BLBI kan bank sentral mengedarkan uang. Sebagai gantinya dikasih surat utang pemerintah yang tidak tradeable dengan suku bunga mendekati nol persen. Waktu inflasi naik, bank sentral tidak menggunakan SOP ini," kata Perry dalam RDP virtual dengan komisi XI DPR RI, Kamis (30/4/2020).

Dia mengungkapkan, pada periode 1998 angka inflasi mencapai 67% akibat pencetakan uang. Hal ini berbeda dengan operasi moneter dan penambahan likuiditas di perbankan.

"Nah penambahan likuiditas yang BI lakukan sekarang Rp 503,8 triliun disebut quantitative easing (QE). Semoga ini menjelaskan hal yang kompleks dan berbeda antara pencetakan uang dengan QE," imbuh dia.

Sebelumnya untuk pemulihan ekonomi nasional BI telah melakukan quantitative easing antara lain terdiri dari Rp386 triliun yang berasal dari kebijakan BI pada Januari hingga Maret 2020 salah satunya penurunan GWM rupiah 50 basis poin (bps) sedangkan sisanya sejumlah Rp 117,8 triliun melalui kebijakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) 13-14 April salahsatunya penurunan GWM sebesar 200 bps.

"Quantitative easing dari Januari hingga April 2020 jumlahnya Rp386 triliun, sumbernya kami beli SBN dari pasar sekunder yang dijual oleh asing, kalau asing jual BI beli dapat SBN dan tambah likuiditas edarkan uang jumlahnya Rp166,2 triliun," kata dia.

Perry menambahkan, pasokan likuiditas juga bertambah dari term repo perbankan yaitu underlying yang dimiliki bank untuk digunakan BI. Hal tersebut juga menambah likuiditas Rp137,1 triliun.

Penambahan berikutnya berasal dari penurunan GWM rupiah pada periode Januari dan April yang jika menambah likuiditas Rp53 triliun dan juga melalui swap valas Rp29,7 triliun.

"Apa yang ditambah di awal Mei akan ditambahkan sesuai keputusan RDG lalu seperti yang tadi disampaikan pemangkasan GWM 2% itu bakal tambah Rp102 triliun. Kami juga tidak mewajibkan bank dalam 1 tahun ini untuk tidak penuhi rasio intermediasi pada Mei jadi total setelah RDG April Rp117,8 triliun. Dan total keseluruhan Rp386 triliun ditambah Rp117,8 triliun jumlahnya Rp503,8 triliun," ujarnya.

Jika mencetak uang ada potensi inflasi tinggi yang menghantui jika prosesnya tak dilakukan dengan cermat. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira memprediksi akan terjadi inflasi tinggi yang melanda Indonesia akibat pencetakan uang ratusan triliun ini.

"Mencetak uang tanpa ada underlying asset yang jelas ini bisa menimbulkan dampak pada inflasi tinggi," kata Bhima kepada detikcom, Kamis (30/4/2020).


Dampak itu bukanlah ancaman semata. Negara lain seperti Zimbabwe sudah mengalaminya langsung akibat cetak uang terus-menerus. Berdasarkan catatan detikcom, Zimbabwe pernah mengalami inflasi hingga 11,250 juta persen bahkan pernah menyentuh 231 juta persen pada 2008.

Salah satu pemicu ledakan inflasi adalah suplai yang berlebihan. Presiden Robert Mugabe yang memimpin Zimbabwe selama 37 tahun itu mencetak uang yang berlebihan guna mendanai kampanye pemilu. Saat kepemimpinannya, kondisi perekonomian terus-terusan jatuh.

Akibat itu, tingkat pengangguran di sana mencapai 80-94%. Banyak pabrik-pabrik manufaktur yang tutup sementara suplai makanan juga langka.

Banyak pekerja yang tak merasakan dampak dari gajinya karena harga-harga sangat tinggi akibat stok barang di toko-toko sangat langka.

Tingginya inflasi di Zimbabwe membuat negara ini pernah melakukan redenominasi mata uang, dengan menyederhanakan uang 10 miliar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol.

https://m.detik.com/finance/moneter/...we?single=true

Ide busuk..

Semakin tinggi jumlah uang beredar maka nilai nya akan semakin rendah

Bisa jadi duit goban ente cuma dpt secangkir kopi AB*
emoticon-Traveller


profile-picture
profile-picture
profile-picture
FikrullahSD dan 213 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 13
Uang kertas yg kita pegang bukan kita yg menentukan nilainya..

Minjem uang di bank udah juga ga pake lagi uang kertas.. bank cukup ketik di komputer nilai berapa yg mau di transfer langsung masuk ke rekening kita..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 33 lainnya memberi reputasi
Lihat 16 balasan
Dpr luar biasa gebleknya kok bisa orang begini dibayar mahal?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 46 lainnya memberi reputasi
Lihat 8 balasan
Banggar gini amat?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ngatur perekonomian dgn cara cetak duid emoticon-Leh Uga

emoticon-Blue Guy Bata (L) Yak Cetak barang goblok,
naikan standar mutu, keluarin processor cpu jenis baru dengan kemampuan tertinggi di era ini,
trus yg lama diobral laris manis bwat nutup kerugian.
Gitu ..emoticon-Cool dasar idiot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 47 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh TronjalMbendol
Lihat 9 balasan
G usah ngomong2 langsung cetak aja diem2...sejujurnya gw penasaran duit yg ada tahun 1990 tentu beda sama skrg (lebih banyak skrg), lha itu nambah duitnya gmn mekanismenya y...?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 28 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
kek gitu itu DPR lho gan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rykenpb dan 27 lainnya memberi reputasi
Suplai nasi kucing dan nasi anjing gimana???

Masih aman terkendali kan??? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 23 lainnya memberi reputasi
Bisa asalkan ada settlement asset yang menopang nilai 600 triliun itu.
Contoh, kayak QE USD, selain emas, USD dijadikan alat penyimpan devisa internasional. Mau QE ribuan trilyun pun Dollarnya gak ambruk.

Kita punya apa? Rupiah gak laku loh gan di luar negri. Ane kalo ke luar negri semua uang ditukar dulu dengan US Dollar, baru duit US Dollarnya dituker di luar negri.

Lha udah gak ada nilainya, ditambah QE lagi.
Kenaikan harga beras seribu perak aja, kita nambah jumlah orang miskin gan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 41 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
tuh anggota dhewan pernah sekolah gak sihh... kok bisa ngeluarkan pernyataan tertolol ke 2 setelah orang KPAI terpecat kemaren...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 32 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
dari kader gerandong yg tempo hari usul cetak duit sebanyak banyaknya buat atasin kemiskinan? emoticon-Leh Uga?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 31 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
"5. Kebijakan mencetak uang sebagaimana yang dimaksud pada poin 3 diatas harus memperhitungkan dampak inflasi yang ditimbulkan, sekaligus tekanan kurs terhadap rupiah."

Artinya kalo nanti terjadi inflasi tinggi dan ekonomi melemah, kalian nggak mau disalahkan sebagai pihak yang mengeluarkan rekomendasi.

GOBLOK!

emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 35 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Jangan asal main cetak woi.... Ntar spekulan pada borong USD. Semakin meroket menuju Rp.20.000/USD... Tambah hancur semuanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh LordFaries3.0
Lihat 16 balasan
jangan dihina wakil rakyat kita

nanti mak banteng bs ngamuckemoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh odjay05
Biarin saja DPR yang usul, soalnya nggak kelas rakyat mana yang diwakili. DPR saat ini nampak sebagai pengabdi partai dan pendukung suara pemerintah.

Kalau sampai pemerintah ambil opsi cetak duit sampai 600 T itu berarti sudah melampaui batas, cara mudah untuk lari dari tanggung jawab dan menghancurkan perekonomian rakyat, wabah corona bukan berarti jadi alasan untuk ngawur dan bikin hutang semaunya.

Sampai pecah rekor ada hutang yang baru lunas setelah 10 periode persiden nanti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 24 lainnya memberi reputasi
Lama2 bisa jadi hyper inflasi..... beli 1 kg gula nilainya sama dengan 1 kg duit 50K emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kmrn ada salahsatu kaskuser berfikir kyk gini msh bisa sedikit dimaklumi

Tp ini ketua badan anggaran dpr?
emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 26 lainnya memberi reputasi
Pemikiran itu imajiner belaka, kalau tidak di-cross check-an dengan kondisi RL-nya.
Hasil mimpi saat tidur si(d)ang ?
...
Kondisi beda, kok punya angan untuk tetap memakai/mempertahankan sistim ekonomi yang sama seperti sebelumnya ?
Pada saat seperti ini, biarkan rupiah tetap pada jumlah dan nilainya. Gunakan ... semata untuk hal-hal yang perlu/urgen, yang berguna untuk survive (===> tidak melulu untuk makan).
...
Angan/impian mengenai hal lainnya, biarlah tetap imajiner belaka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 26 lainnya memberi reputasi
ya boleh aja sih klo cadangan emas lo nomer satu di dunia..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 24 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Anggota assyyuuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rykenpb dan 19 lainnya memberi reputasi
wakil rakyat cuman duit di otaknya....jadi wajar pola pikir nih banggar duit dan duit....lha otaknya cuman berpikir bagaimana menjadi wakil rakyat yg menghasilkan duit tuk diri sendiriemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 26 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 13


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di