CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ayahku Menjadi Suami Pacarku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eab4e8ba2d19511575f5fc1/ayahku-menjadi-suami-pacarku

Ayahku Menjadi Suami Pacarku

Ayahku Menjadi Suami Pacarku

Pagi ini kembali aku mengingat dia. Sicantik yang sangat menarik perhatianku sejak awal jumpa. Bagaimana tidak, kulitnya sangat putih, tinggi dan bibirnya tipis. Kusebut dia merah jambu. Wanita yang sangat anggun dan penuh kharisma. Berbeda sekali dengan kelakuanku yang cuek dan sedikit humoris.

Awalnya aku kira dia tidak akan pernah suka dengan pemuda yang memiliki catatan buruk tentang kehidupan. Namun ternyata dia menyukaiku pada akhirnya. Sempat kubertanya kenapa dia menyukaiku, namun dengan bibirnya yang tipis itu dia menjawab, "kau telah menyentuh hatiku hingga jiwaku melayang ke atas syurga."

Aneh memang jawabannya, namun kupahami sekali bahwa dia sangatlah baik. Hal ini nampak pada tutur katanya yang sopan dan menyejukkan hati. Dia menghipnotisku menjadi sosok yang sabar dan penyayang.

Hubungan kami sudah berjalan selama tiga tahun, hingga akhirnya aku mencoba melamarnya. Ketika semuanya sudah dipersiapkan dengan baik dan hendak berangkat ke rumahnya untuk meminang si merah jambu, tiba-tiba dia menelpon dengan setengah menangis.

[Halooo ....]

[Sayang, Abang lagi otw nih!]

Menangislah kemudian

[Ada apa Dita?]

[Jangan melamarku!]

[Ada apa, sayang?]

[Aku tengah hamil!]

[Aku akan bertanggungjawab, maafkan aku yang telah khilaf sebulan yang lalu.]

[Bukan anakmu!]

Telepon ditutup, lalu aku memutuskan untuk tidak jadi melamarnya. Namun ayah tetap kekeh untuk pergi ke rumahnya.

Sesampainya disana melihat Dita yang ternyata sudah berdandan manis dan sangat cantik. Lalu dia menunduk tidak bersemangat.

Kami dipersilahkan duduk dengan jamuan yang sangat mewah. Kemudian ayah berkata, "kedatangan saya kesini tidak lain dan tidak bukan ialah untuk meminang Dita, anak bapak."

Dita tidak menolak, bahkan air matanya terus menerus turun tanpa berhenti. Kemudian acara selesai. Kami makan makan. Namun aku mencari kesempatan untuk mendekati Dita dan mencoba menenangkan, sambil mencari tau siapa ayah dari janinnya.

Dengan sedikit memaksa pada akhirnya dia mau bicara.

"Ayahmu adalah pelakunya!"

Bagai disambar petir disiang bolong. Aku tidak mampu menahan tubuhku. Terhuyung beberapa langkah.

"Jadi ...jadi ...."

"Ayahmu meminangku, enam bulan lagi kami akan menikah!"

Ada rasa muak dan kecewa mendengarkannya. Semuanya absurd didepan mataku. Kemudian dia kembali bercerita.

Quote:


"Tetapi kenapa kau mau kusetubuhi bulan yang lalu?"

"Karena aku sudah hamil! Dan ayahmu belum bisa menerimaku. Hingga aku mencoba untuk mencari penyelesaiannya sendiri."

"Maafkan ayah, Rio!"

"Kalian Bangs*t!"

Setelah hari itu aku tidak pernah pulang ke rumah. Didekat makam ibu aku selalu bercerita dan menangis. Betapa ayah telah membuat mata dan hatiku lebih sakit dari sebuah penghianatan. Bagaimana mungkin bisa membuat segalanya menjadi serupa ini.

Hingga anak ayah terlahir sebanyak tiga kepala, aku masih saja tidak ingin pulang. Begitu pedih dan muak dengan apa yang mereka lakukan kepadaku. Hingga suatu hari ada keinginan untuk membunuhnya. Namun gadis kecil yang menyebutku kakak memohon untuk memaafkan ayahnya. Akhirnya aku pulang ke rumah nenek dan melanjutkan hidupku sendiri.

Sepi tanpa ayah apalagi seorang wanita. Aku menjadi trauma dan hanya memikirkan bagaimana membunuh waktuku untuk bekerja keras.



Untukmu ayah: jika bacaan ini telah sampai. Maka kukatakan bahwa kebencianku masih meninggalkan bekas-bekas hitam yang kau torehkan ke wajah ini.
profile-picture
profile-picture
noprirf dan pannotia.server memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di