CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tebarkan Kebaikan di Dunia Maya Bisa Merambah ke Dunia Nyata
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ea92620e83c720d086c159a/tebarkan-kebaikan-di-dunia-maya-bisa-merambah-ke-dunia-nyata

Tebarkan Kebaikan di Dunia Maya Bisa Merambah ke Dunia Nyata

Tebarkan Kebaikan di Dunia Maya Bisa Merambah ke Dunia Nyata

Kebaikan bisa didapatkan dari mana saja, tak terkecuali saat kita WFH seperti ini..

Hal kecil yang merubah persepsi dan mungkin tak hanya ane, pasti lah banyak juga yang ikut merasa prihatin dan bersimpati jika sudah menontonnya.. Tentang sebuah Halaman di Facebook yang menayangkan video mengenai kebaikan beberapa orang yang berada di negara tirai bambu kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya para orang tua yang sudah renta dengan kondisi berkekurangan.

Di Indonesia sendiri sebenarnya memang sudah banyak yang melakukan bakti sosial seperti ini, namun FP yang bernama Tebarkan Kebaikan ini terasa berbeda, mereka menampilkan tayangan dengan begitu alami dan berkelanjutan, tak hanya sekali mereka mengunjungi yang ditolongnya, beberapa bulan kemudian mereka juga menengok kakek nenek itu kembali.



Cici Yanzi, Koko Da Le, Koko Bao Ge, Koko Wen Peng dll itulah beberapa orang yang ada dalam video-video yang diunggah, ane tidak mengetahui apakah mereka saling kenal atau tidak karena tiap video hanya ada satu cici atau koko yang tampil.

Ane juga tidak mengetahui FP ini mendapatkan video-video menyentuh seperti itu dari mana, entah satu crew atau ada media yang upload terlebih dahulu memakai media dari China, lalu ada yang menerjemahkan dan diunggah ulang ke Facebook.



Lihatlah kakek itu, betapa ia sangat terlihat kesulitan, apalagi setelah pandemi Covid19 di sana.. Banyak yang kesusahan dan mereka harus tetap berjuang untuk bertahan hidup. Tak ayal para lansia ini kadang terlupakan karena masih ada keluarga atau masih bisa bekerja sendiri.. Hampir di China tidak ada pengemis, sulit sekali menemukan pengemis.. paling tidak para lansia ini memulung atau menjadi pedagang di pasar, biasanya mereka menanam sayur sendiri atau berternak ayam untuk dijual telurnya.

Kita masih beruntung hidup di dua musim, sehingga tidak merasakan betapa dinginnya salju, kita juga masih bisa hidup tanpa sepatu dan masih bisa bertahan dengan dinding bambu. Sudah beberapa kali melihat video-video ini kebanyakan dari mereka memiliki rumah dengan tembok walau tanpa lampu dan harus memakai sepatu.

Sebagian besar dari yang mereka tolong seringkali memiliki rumah yang berantakan, makan makanan basi hasil memasak kemarin atau memulung makanan yang sudah dibuang orang lain. Terkadang juga mereka tidak bisa mandi berhari-hari, tidak potong kuku ataupun potong rambut, Koko dan Cici ini membantu mereka untuk menyediakan bahan makanan, memperbaiki rumah, membersihkannya, apapun yang mereka butuhkan seperti membelikan sepatu, jaket, selimut dll hingga menjualkan hasil dari memulung, membelikan anak ayam untuk dibesarkan, membantu menjualkan dagangan mereka dan masih banyak lagi yang dilakukan.

{thread_title}



Salah satu yang istimewa adalah Koko dan Cici ini membantu dengan totalitas, mereka memeluk tanpa risih, membantu dengan tuntas, memberikan materi dan tenaga tanpa donatur massa, hanya mengandalkan penghasilan sendiri dan orang-orang terdekat saja..

Belajar dari mereka yang berlandaskan sosial, mempengaruhi sedikit banyak dari kehidupanku, walau tak sebanyak mereka, hanya membantu semampuku.. seperti membeli dagangan dari para lansia, menggunakan jasa mereka seperti becak, tukang jahit, dll.

Melalui internet saja kita bisa mencontoh dan memberikan dampak yang lebih besar pada lingkungan.

Semoga dengan sedikit informasi kebaikan ini, Kaskuser lebih perhatian lagi kepada para orang tua yang ada disekitaremoticon-terimakasih




Spoiler for cendol:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rindudihati dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh muselimah
Amankan pertamax, sist
profile-picture
profile-picture
bimahanif27 dan muselimah memberi reputasi
Lihat 2 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di