CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ea86256c820842f4e5e7222/keikhlasan-bapak-dan-ibuk-yang-membuatku-mengerti-arti-dari-sebuah-kehidupan

Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan


Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan

Dulu di tahun 80-an hampir semua masyarakat yang hidup di desa memanfaatkan hasil dari hutan atau kebun sebagai penunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

Untuk berbelanja ke pasar saja terkadang masih mau melakukan metode barter. Semisal untuk membeli satu kilo gula pasir ditukar dengan buah jeruk hasil kebun yang nilai jualnya setara dengan harga gula tersebut.

Bapak dan Ibu saya juga dulu semasih mereka hidup sering melakukan barter untuk berbelanja. Hal itu sudah lumrah dilakukan di desa saya. Bapak dan Ibu juga seorang petani dan pengepul buah. Bila permintaan dari konsumen lumayan banyak, kedua orang tua saya tersebut kadang harus mencari buah pesanan hingga ke pelosok desa tetangga.

Saya ikut membantu orang tua saya saat memetik berbagai buah yang langsung dibeli dari petani. Kami bertiga masuk ke kebun para petani, semisal buah alpukat atau buah jeruk.

Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan

Yang membuat saya kagum terhadap kedua orang tua saya tersebut, mereka tidak bekerja hanya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Melainkan bekerja dengan keikhalas hati.

Suatu ketika ada seorang petani durian datang ke rumah saya untuk memui Bapak dan Ibu. Sebut saja nama petani itu Pak Budi.

Pak Budi datang dengan wajah yang terlihat cemas. Bapak saya pun menanyakan maksud kedatangan Pak Budi.

Ternyata Pak Budi sedang mengalami kesusahan, anaknya yang sedang berkuliah di Jawa memerlukan biaya untuk menyusun skripsi agar dapat segera lulus dan wisuda.

Pak Budi memang orang tua yang mengutamakan pendidikan anak-anaknya demi masa depan mereka. Pak Budi sudah berusaha untuk meminjam uang kesana-kemari tapi tak ada yang mempercayainya.

Pak Budi pun mengerti dengan kekhawatiran setiap orang yang dia datangi. Mereka tak yakin Pak Budi akan dapat membayar hutangnya, karena pohon durian di kebun Pak Budi walau pun sudah berbuah tetapi masih kecil-kecil dan kebanyakan masih berupa bunga. Terlebih saat itu musim penghujan disertai angin kencang, sudah pasti bunga di pohon durian itu akan rontok.

"Pak Sri, kedatangan saya kemari bertujuan ingin meminjam sejumlah uang. Dan saya ingin menggunakan hasil kebun durian saya sebagai jaminannya. Pak Sri bisa memanen buahnya nanti dan hasil penjualannya bisa Bapak pergunakan sebagai pengganti uang yang saya pinjam."

Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan

Kira-kira seperti itu Pak Budi mengutarakan niatnya kepada Bapak saya. Tanpa memikirkan hal terburuk yang akan terjadi seperti yang para pengepul buah lainnya pikirkan yaitu gagal panen, Bapak dan Ibu saya pun mengiyakan permintaan dari Pak Budi.

Sdketika itu juga wajah Pak Budi menjadi terlihat sumringah. Beliau pulang dengan rasa gembira.

Namun, belum lama setelah itu Pak Budi jatuh sakit, beliau mengalami stroke. Diluar dugaan semua orang, buah durian di kebun Pak Budi berbuah lebat walaupun memang banyak bunga durian yang berguguran dan tak berhasil menjadi buah.

Harga buah durian saat itu juga lumayan tinggi. Bapak dan Ibu terutama saya sangat senang, karena yang pasti, dari hasil panen buah durian pada kebun Pak Budi, orang tua saya akan mendapat banyak keuntungan dan saya bisa membeli sepatu juga tas sekolah yang baru, karena sepatu dan tas yang saya gunakan saat itu sudah rusak.

Kembali saya dibuat terperangah sekaligus kagum dengan pola pikir kedua orang tua saya. Hasil dari penjualan buah durian Pak Budi tidak dipergunakan sendiri, melainkan sepenuhnya diberikan kepada Pak Budi untuk biaya pengobatannya di Rumah Sakit.

Sungguh, waktu itu juga ada rasa kecewa di benak saya, karena yang pasti saya gagal mendapat tas dan juga sepatu baru.

Di kebun durian milik Pak Budi yang luasnya tiga hektar tersebut, Bapak dan Ibu bekerja dengan sepenuh hati, rasa gembira dan keikhlasan yang hakiki.

Keikhlasan Bapak dan Ibuk yang Membuatku Mengerti Arti dari Sebuah Kehidupan

Awalnya Istri dan keluarga Pak Budi merasa tak enak menerima uang hasil penjualan durian dari orang tua saya. Tapi kedua orang tua saya berkata, kalau rezeki itu hanya titipan dari Tuhan, dan beliau beserta Ibuku sudah ikhlas ingin membantu Biaya pengobatan Pak Budi.

Orang tua saya juga sama sekali tak membahas hutang yang Pak Budi miliki, dan sama sekali tak bermaksud untuk memintanya agar dikembalikan, karena masih ada saja rezeki yang datang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga saya.

Sampai anak dari Pak Budi lulus berkuliah di Jawa pun, hutang itu tak pernah di bahas. Pak Budi beserta keluarganya berkali meminta maaf, karena setiap kali hasil panen durian di kebunnya sudah terkumpul, pasti habis untuk biaya hidup keluarga dan biaya pengobatan Pak Budi.

Namun, khikhlasan dari kedua orang tua saya sangat membuka jalan pemikiran saya. Bahwa tak ada yang lebih nikmat daripada rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang telah kita miliki dan juga rasa ikhlas dalam melakukan suatu pekerjaan.

Sebelum saya menikah dan menjadi seorang ibu rumah tangga, di manapun saya melamar kerja pasti diterima, bahkan saudara-saudara saya yang lain juga mendapatkan pekerjaan yang bagus dan menjamin masa depannya, ada yang menjadi pengusaha sukses, menjadi polisi dan juga guru serta dokter.

Mungkin itu adalah buah kheiklasan dari kedua orang tua saya. Anak Pak Budi pun yang sekarang telah menjadi seorang dokter setelah lulus kuliah, sering mengobati Bapak dan Ibuk saya tanpa mau dibayar sepeserpun.

Mari kita tanamkan kebaikann, rasa syukur dan ikhlas dalam menolong sesama. Maka Tuhan akan memberikan jawaban yang setimpal atas semua perbuatan baik yang telah kita perbuat.

Semoga kisah ini bisa bermanfaat ya Gan-Sist.

Penulis : srinami.

Spoiler for ScreenShot bagi 10 kali Cendol:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rindudihati dan 29 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh srinami
pejwan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rayhanpahlevi27 dan 2 lainnya memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rayhanpahlevi27 dan 2 lainnya memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
rayhanpahlevi27 dan prada567 memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rayhanpahlevi27 dan 2 lainnya memberi reputasi
dari orang tua anak belajar. jadi sebisa mungkin ngasih contoh yg baik buat anak
emoticon-Jempol emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
srinami dan 3 lainnya memberi reputasi
Ibu bukan IBUK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
srinami dan 2 lainnya memberi reputasi
ane gak mengenal kasih sayang 😭😭😭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
srinami dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pengalaman hidup sista kayak ajaran & cerita nyokap gw....
selalu berbuat baik, nanti pasti dilancarin jalannya...
apa yang terjadi sama anak pasti ada keterlibatan perbuatan ortunya di masa lalu...

nice trit sis, sekaligus sebagai pengingat untuk diri sendiri

emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
srinami dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Tonozz
orang tua sepatutnya memberi didikan dan contoh baik dan bijak untuk anak - anaknya
profile-picture
profile-picture
srinami dan rayhanpahlevi27 memberi reputasi
izin numpang pejwan, sist
profile-picture
srinami memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di