CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e9dd7779a972e781803e5a7/cerita-hidupku

Cerita Hidupku

Cerita Hidupku


Chapter 01: Pertemuan


Dinda seorang gadis cantik berumur 17 tahun, dengan rambut hitam panjangnya, muka putih agak kemerahan. Cukup menggambarkan betapa cantiknya dia. Suatu hari ketika dia pergi kesekolah, dia melihat seorang cowok yang tampan, namun dia tidak mengenalnya. "Apa mungkin itu murid baru?" Batin Dinda.

Pukul 7.35 kelas pun dimulai. Tidak seperti hari biasanya, guru mereka membawa seorang murid yang baru dia liat tadi. Hatinya menjadi tidak karuan.

"Kita hari ini kedatangan murid baru." Jelas pak guru.
"Baik pak, perkenalkan namaku Andika Pranomo. Bisa dipanggil Andi." Dengan senyuman manisnya.
"Baiklah Andi, kamu bisa duduk disamping belakang sebelah kanan dekat jendela." sambil menunjuk kursi kosong didepan Dinda.

Didalam batin Dinda terbesit rasa kagum. "Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?" Dia sangat malu, melihat laki-laki didepannya. dengan tubuh tinggi kira-kira 175cm, wajahnya ganteng dengan rambut hitam disisir rapi kebelakang. Memecahkan lamunannya Dinda, Pak Guru menyuruh semua membuka buku pelajaran Bahasa Indonesia.

Dind dong suara bel berbunyi menandakan jam pelajaran telah berakhir sekaligus tanda istirahat. Beberapa murid keluar untuk membeli makanan dikantin sekolah, dan sebagian lagi tetap tinggal dikelas.

"Bro, kenalin namaku Bayu, dan ini temanku Prasmudi. panggil aja Pras." Sambil menunjuk teman sebelahnya.
"Salam kenal bro, namaku Andika. Panggil aja Andi."
"Eh, kamu suka olah raga apa?" Tanya Bayu.
"Kalo aku sukanya main Basket." Jelasnya.
"Wah kebetulan toh, kami lagi nyari anggota buat club basket kami, kamu mau ikut?" Sahut antusias Pras.
"Hmm, boleh. kapan kita latihanya?"
"Habis pulang sekolah kita ngumpul dilapangan sekolah." Kata Bayu.

Disela-sela obrolan Andi, Bayu, dan Pras. Tiara dan kawan-kawannya mendekati Dinda yang sedang duduk sambil membaca buku. Tiara dan gengsnya mulai menghina dengan kata-kata kasar, sesekali menjabak rambut Dinda. Dinda hanya diam sambil menundukan kepalanya.

"Hei, kamu itu yah ga usah sok cantik dong." Kata Tiara dengan kasar.
"Kamu ga level dengan kita-kita dengan yang terlahir dari orang kaya, dan selalu perawatan kulit. Ga kaya kamu miskin!" Kata salah satu teman Tiara.
"........" Diam Dinda.

Disela-sela pembullyan Tiara dan gengsnya. Andi mendekati Tiara dan gengsnya.

"Apa yang kalian lakukan ha?" Tegas Andi.
"Kami hanya....."
"Diam!" Potong Andi, dan menarik Dinda keluar kelas.

Andi membawa Dinda ke kantin untuk mengajak dia bicara. Tapi sebelum itu Andi membelikan sepotong roti lalu menyodorkan roti itu didepan Dinda sambil tersenyum.

"Nih roti." Sambil tersenyum.
"Oh, iya. Makasih" Jawab Dinda sambil menunduk.
"Kok mereka gitu sih!" Dengan nada jengkel.
"Tidak tau." Masih menunduk.
"Masa ga tau."
"......." Diam
"Oke, kalo mereka berulah lagi. Jangan sungkan minta bantuan kepadaku. Oke!" Kata Andi sambil menunjukkan jempolnya.

Rasa tenang sekaligus senang, cocok untuk menggambarkan isi hati Dinda. Ada seseorang yang peduli dengannya. Rasa suka membuat jantungnya berdetak kencang. "Ada apa ini? Aku tak bisa tenang." Batin Dinda.

Ketika bel pulang sekolah, semua murid memasukkan semua bukunya kedalam tas lalu pergi meninggalkan kelas. Saat Dinda hendak pergi dia dicegat oleh Andi.

"Din, kamu pulang naik apa?" Tanya Andi.
"Naik angkot." Jawab Dinda.
"Ha? ya udah kamu pulang sama aku aja."
"Eh?"
"Udah, dari pada pulang kenapa-kenapa." Sambil menyodorkan helm.
"Bro, helmmu aku pinjem dulu yah, nanti aku balik lagi. mau nganterin Dinda pulang." Minta Andi kepada temannya Bayu.
"Oke, bro." Jawab Bayu.

Dinda pun menyetujui ajakan Andi, mereka pulang dengan menaiki sebuah motor. Diperjalan, mereka banyak membahas hal-hal apapun, mulai dari apa saja yang disukai dan tidak disukai.

"Ding, bunga yang kau sukai apa?" Tanya Andi.
"Hmm bunga mawar."
"Hmm mawar, nanti aku belikan bunga mawar."
"Eh, ga usah." Malu Dinda.
"Santai aja kali, kamu baru pertama kali dikasih begituan?"
"Iya."
"Hahaha, jadi ini firth time kamu dong. Gimana rasanya Din?"
"Malu." Jawab polos Dinda.

Ketika sampai dirumah Dinda, ia turun dari motor Andi. Ketika hendak pergi Andi memanggil Dinda.

"Dinda, boleh minta nomor kamu ga?"
"Eh." Shock Dinda.
"Eh...eh mulu, boleh ga?"
"Boleh."

Setelah itu Andi mendapatan nomor Dinda, lantas dia pergi untuk kembali kesekolah untuk latihan basket bersama teman-temannya. Dinda masuk kedalam rumah, pas didepan pintu muncul adiknya Dinda.

"Siapa cowok yang nganterin kakak?" Dengan senyum mengintimidasi.
"Cuman teman kok, dia anak baru di SMA aku."
"Cuman teman, ah masa?"
"Iya cuman teman kok." Muka Dinda memerah.
"Ah masa, Ma! Kakak punya......" Tiba-tiba mulutmu Dinda menutup mulut adiknya.
"Diammmmmm." Sambil menahan malu, muka memerah.

Adiknya cuman mengangguk lalu membiarkan kakaknya pergi kekamar sambil menutup mukanya yang memerah karena malu. 


Thanks, telah meluangkan waktu, di untuk membaca.
Tetap dirumah teman-teman

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kurohige410 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trikunprayoga


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di