CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e98398dc342bb34613edd1e/hitam

HITAM

HITAM


HITAM

Perkenalan

Ini adalah kisah fiksi. Hasil karanganku yang selama ini jadi silent reader. Kucoba beranikan diri membuat tulisan yang terinspirasi dari pengalaman orang-orang, urban legend, atau pengalamanku sendiri, yang ditambahi dengan imajinasi. Karena aku adalah nubie, jadi mohon maaf kalau ada kesalahan penulisan dan kesalahan fakta-fakta. Tolong di ingat, ini adalah fiksi belaka. Dibuat untuk hiburan semata. Jika ada yang menyinggung, mohon dimaafkan. Dimohon bijak dalam menanggapi.

Namaku Aryandra, biasa dipanggil Arya atau Andra. Entah sejak kapan aku punya hal semacam ini. Aku nggak tau, nggak ingat. Aku bisa melihat dan merasakan makhluk dari alam lain. Aku bisa melihat kejadian-kejadian masa lampau hanya dengan menyentuh benda, melihat, bahkan cuma dari mendengar cerita seseorang.

Aku nggak tau apa yang terjadi dengan diriku, dan aku nggak tau ini berasal dari mana. Yang kutahu, ini tidaklah normal, bukanlah kodrat dari manusia biasa. Yang terjadi padaku ini terlalu aneh, dan sudah terlalu banyak buat seorang manusia biasa.

Seingatku, sudah dari semasa kecil aku bisa melihat makhluk-makhluk itu. Tapi aku nggak ingat kapan tepatnya. Yang ku ingat, semasa kecilku dulu aku sering melihat kelebatan-kelebatan bayangan hitam, kain putih panjang yang melayang diantara pohon, ada juga kain panjang berwarna merah, sampai bungkusan kain putih seperti bungkus permen yang menempel di pohon.. Tapi ya cuma sebatas itu, cuma melihat kelebatan-kelebatan sekilas, nggak melihat bentuk utuh nyata.

Tapi lama-kelamaan pandangan mataku seakan menguat, menjadi lebih peka. Aku bisa melihat sosok-sosok halus dengan utuh. Awalnya cuma melihat yang berbentuk manusia biasa, terus mulai di tampakin bentuk aneh-aneh, manusia dengan kaki atau tangan yang panjang sebelah, manusia berkepala botak bertelinga lancip. Ada yang berbentuk hewan, berkepala dua.. banyak sekali bentuk-bentuk ganjil.

Saat itu semua yang kulihat tidaklah seram, atau mungkin aku belum melihat yang seram. Jadi aku tidak merasa takut, karena lama-lama jadi terbiasa. Ditambah lagi aku nggak pernah nggagas. Dasarnya lagi, aku anak yang ndableg, nggak nggagasan, cuek terhadap segala sesuatu. Dan semua penampakan itu nggak aku perhatikan dengan serius. Paling aku cuma kaget aja melihat ada yang nongol secara mendadak gitu.

Lambat laun, seakan perasaan dan mata ini bertambah menguat lagi. Aku bisa melihat sosok-sosok berbentuk lebih aneh lagi. Lebih seram. Makhluk berbentuk gorila berbulu di seluruh tubuhnya. Sosok manusia berkepala kuda, wanita berkaki ular. Sampai sosok berbentuk leak.

Entah kenapa aku bisa melihat secara bertahap gitu. Apakah ini normal? Tapi bagaimana patokan ukuran normal dan tidak normal buat orang sepertiku? Seperti apakah tolok ukur kata normal itu? Entahlah..

Namun ini ada untungnya juga buatku, aku menjadi tidak takut dengan sosok makhluk halus, yang seram sekalipun. Meskipun kadang terkejut juga kalau ada yang tau-tau nongol didepanku. Kadang bulu kuduk merinding. Tapi aku tidak merasa takut.

Satu hal yang pasti, aku belum pernah menanggapi mereka, belum pernah berbicara dengan mereka. Ketika mereka memanggil namaku, aku tidak pernah menggubrisnya, apalagi memanggil mereka, belum pernah sekalipun.

Aku tidak berusaha mencari tahu atas apa yang terjadi dengan diriku, kenapa aku bisa begini, apa namanya, dan berasal dari mana. Biarlah semua berjalan apa adanya, kujalani hidupku seperti air mengalir. Mungkin kelak semua akan terbuka dengan sendirinya.

INDEX


HITAM
source

profile-picture
profile-picture
profile-picture
regmekujo dan 205 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Halaman 1 dari 147
INDEX


1. Perkenalan

Masa kecil
2. Awal
3. Pertemuan pertama
4. Tambah peka
5. Bantuan Salma
6. Rumah
7. Onggo-inggi
8. Pakde
9. Serangan
10. Teluh
11. Teluh 2
12. Pembersihan
13. Pusaka
14. Desanya Pakde
15. Pusaka "nakal"

SMP
16. Hari pertama
17. Gedung sekolah
18. Kelas
19. Kesurupan
20. Hal baru
21. Mereka tahu
22. Mbah Suryo
23. Raport
24. Liburan
25. Mbah Kakung

26. Hitam dan putih
27. Mirah delima
28. Kesurupan 2
29. Energi tenaga dalam
30. Pulang
31. Kelas baru
32. Murid baru
33. Anak setan
34. Berlanjut
35. Sang dukun

36. Masa lalu Salma
37. Jin lagi?
38. Gerak reflek
39. Beladiri
40. Energi pelindung
41. Berkunjung
42. Istana
43. Kembali
44. Kunti merah
45. Guna-guna

46. Pagar
47. Kemah
48. Kekacauan
49. Ratu
50. Kasus
51. Kelas baru lagi
52. Teman
53. Persaingan
54. Permintaan maaf
55. Teror

56. Konflik
57. Sakit
58. Penyerapan
59. Tirakat
60. Raga Sukma
61. Tawuran
62. Annissa
63. Ilmu pukulan
64. Arti mimpi
65. Perpisahan

66. Bertempur
67. Bantuan tak terduga
68. Putra sang Patih
69. Sang Guru
70. Menang
71. Pesta
72. Akhir masa SMP

SMA
73. Gedung sekolah Belanda
Part revisi 74. Kakak kelas
75. Nenek kunti merah
76. Persami
77. Jurit
78. Bentrok
79. Bingung
80. Dia kembali

81. Menyamarkan aura
82. Preman
83. Pelet
84. Anti klimaks
85. Ziarah
86. Qorin
87. Drama
88. Hari normal
89. Praktisi
90. Bukit pesugihan

91. Akhir perjanjian
92. Kebetulan
93. Perjalanan
94. Siluman
95. (Hampir) Seimbang
96. Kisah sang siluman
97. Urat jalur energi
98. Perjalanan pulang
99. Ilmu iblis
100. OSIS

101. Bersama Rania
102. Penguasa lautan
103. Vila
104. Godaan itu
105. Naik
106. Pasar
107. Puncak
108. Badai
109. Tugas atau beban?
110. Cewek random

111. Sebuah cerita di basecamp
112. Turun
113. Pembimbing
114. Empat orang
115. Bunga sekolah
116. Bumi perkemahan
117. Pencarian
118. Hantam!
119. Pancalaksa
120. Hilang

121. Sejarah keris
122. Penyelarasan
123. Muncul lagi..
124. Rumah baru
125. Sapu bersih!
126. Lena semakin...
127. Telik sandi
128. Kenalan
129. Tujuhbelas
130. Motor

131. Wadah
132. Wesi aji
133. Penarikan
134. Tabuh gong
135. Pande dan Niyogo
136. Jatah
137. Lawan baru
138. Saudara?
139. Duet maut
140. Rencong

141. Menjebak
142. Pernyataan itu...
143. Ratu utara
144. Godaan (ter)berat
145. Dia tahu juga..
146. Kisah Vano
147. Tikungan maut
148. Wewe putih
149. Tabrak lari
150. Saudari

151. Keluarga baru
152. Latih tanding
153. Gaib ke nyata
154. Insiden
155. Balasan...?
156. Perkumpulan rahasia
157. Firasat
158. Kakitangan
159. Kerajaan perempuan
160. Dua ratu

161. Usai kemah
162. Penarikan dan pemisahan
163. Energi tersembunyi
164. Penyatuan
165. Penyerbuan -----> Lanjutan
166. Penyerbuan kedua -----> Lanjutan
167. Serangan balik
168. Penculikan
169. Penjemputan
170. Adik seperguruan

171. Peniru
172. Cerita sang guru
173. Sirep ------>Lanjutan
174. Cemburu
175. Ketua ketiga
176. Sang raja
177. Ledakan energi
178. Jebakan licik
179. Lolos!
180. Buntu

181. Pertukaran
182. Dendam
183. Musnah ------> Lanjutan..
184. Anak "normal"
185. Lulus
185. Lanjutan



TAMAT



Bersambung ke HITAM Season 2

profile-picture
profile-picture
profile-picture
gundamzz dan 62 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Lihat 40 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 40 balasan
nitip sendal pejwan ah..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
k1ps. dan 8 lainnya memberi reputasi
Awal

     Waktu itu kira-kira aku kelas 5 sd.  Suatu malam aku ikut pengajian di kampung sebelah, agak jauh dari rumah. Aku bersama dua temanku, Edi dan Joni. Karena sudah jam sepuluh malam,dan jarak rumah kami yang jauh, berjalan kaki, maka aku mengajak dua temanku untuk pulang duluan sebelum pengajian selesai.

Quote:


     Akhirnya kita pulang sebelum pengajian selesai, berjalan kaki melewati jalanan yang gelap dan sepi. Kampungku emang pinggiran kota, jadi penerangan jalan masih agak minim. Saat kami melewati tanah kosong luas yang ditumbuhi pohon-pohon lebat, Edi dan Joni mempercepat langkah kaki mereka. Aku jadi ketinggalan di belakang.

Quote:


     Aku masih celingukan mencari soal apa dan siapa yang tertawa. Tiba-tiba angin bertiup kenceng banget, sampai pohon-pohon besar bergoyang-goyang. Lalu aku melihat kelebatan siluet sebentuk kain panjang berwarna hitam. Aku heran, biasanya kelebat kain terbang tu berwarna putih, atau merah. Lha ini kok berwarna hitam. Aku terus melihat kain itu sampai menghilang di pohon-pohon gelap.

      Lalu aku berjalan lagi berniat melanjutkan perjalanan pulang. Teman-temanku sudah lari jauh nggak kelihatan. Tiba-tiba, entah dari mana datangnya, didepanku sudah ada orang berdiri ditengah jalan berjarak kira-kira 10 meter dariku.

     Orang itu memakai semacam jubah atau gaun panjang berwarna gelap, entah hitam atau biru. Rambut panjang acak-acakan. Karena penerangan yang minim, maka orang itu cuma berbentuk siluet nggak jelas. Aku nggak tau siapa dia.

Quote:


     Disitulah aku baru sadar kalau didepanku adalah makhluk halus. Dan aku tau sosok itu adalah perempuan dari tertawanya yang melengking tinggi. Dia berjalan, eh.., melayang mendekatiku. Secara nggak sadar aku otomatis mundur. 

     Setelah sosok itu berjarak 5 meter dariku, ternyata bajunya semacam baju kurung panjang berwarna hitam. Berwajah putih banget, mulut lebar banget, bertaring panjang, mata yang 1 cuma rongga hitam berdarah, nggak ada bola mata. Rambutnya panjang acak-acakan. Wajahnya nggak begitu jelas. Cuma terlihat putih banget seperti dilumuri bedak. 

      Bulu-bulu di kudukku dan ditanganku meremang berdiri. Perasaan macam apa ini, entahlah.. Anehnya,aku tidak merasa takut, cuma merinding mengkirik. Aku malah heran banget. Dari semua ciri-cirinya, aku mengira sosok itu adalah kuntilanak. Tapi kenapa bajunya berwarna hitam?

      Aku sering mendengar cerita-cerita dari tetangga dan teman-temanku soal kuntilanak, dan aku juga sering melihat kelebatnya. Tapi dari cerita-cerita yang kudengar dan dari yang pernah kulihat, kuntilanak itu memakai baju ikonik putih atau merah. Itu adalah baju khas kuntilanak. Tapi sosok yang didepanku, meski semua cirinya adalah ciri khas kuntilanak, tapi kok  berbaju hitam? Inilah yang membuatku heran banget. Aku belum pernah melihat sosok kunti berbaju hitam.

        Dia mendekat lagi ke arahku, sampai berjarak 3 meter didepanku. Bulu-bulu di leher belakang dan di tanganku semakin meremang. Ada perasaan semacam tertekan, ditekan dari depan. Membuat kepalaku jadi pusing. Perasaan seperti daya tolak menolak dari 2 magnet berbeda kutub yang didekatkan. Tapi daya tolak dari sosok itu lebih besar, hingga aku merasa tertekan dan secara nggak sadar aku mundur.

      Aku merasakan energi dari sosok itu menerpaku. Energi yang berubah-ubah. Dari rasa panas membakar. Kemudian menjadi rasa sejuk dingin menenangkan. Hingga membuat tubuhku panas-dingin meriang. Aku bener-bener heran. Kok ya ada makhluk dari jenis jin bisa berubah-ubah aura begini. Aura hitam dan putih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bunda2411 dan 56 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Pertemuan pertama

   Makhluk itu masih didepanku. Dia mulai berbicara. Suaranya terdengar seperti datang dari kejauhan. Dan anehnya, suaranya lembut dan merdu. Sungguh aneh, makhluk dengan wujud mengerikan begini bisa bersuara lembut dan merdu.

    
Quote:


     Aku diam, kupikir-pikir benar juga, mungkin aku belum pernah melihat. Orang-orang mungkin juga belum pernah melihatnya. Tapi sudahlah, nggak penting untuk diketahui.

   
Quote:


  Aku ingat perkataan guru agamaku yang bilang kalau manusia meminta sesuatu kepada jin, maka dia termasuk syirik, dan itu adalah dosa yang tak terampuni. Dan kalau manusia sampai tergoda bujuk rayu jin, maka dia akan menjadi jahat.

   
Quote:


     Entah darimana, tahu-tahu dia sudah memegang sesuatu. Ternyata yang dibawanya adalah cincin berwarna putih dengan mata batu berwarna merah terang. Batu merah itu sebesar kacang tanah. Indah sekali cincin itu.

Quote:

    Dia menghilang begitu saja dari hadapanku. Aku masih diam ditempat memikirkan kata-katanya. Kelebihan apanya?! Kutukan, malah iya! Menjadi manusia nggak normal kok diberi kelebihan, istimewa katanya. Istimewa darimana?! Malah kalau bisa, aku memilih nggak diberi kelebihan, aku memilih nggak menjadi istimewa.

   Itulah pertama kali aku berbicara dengan bangsa jin, pertama kali berinteraksi dan menanggapi makhluk halus. Entah kenapa saat itu kok aku mau-maunya menanggapi. Seakan tersihir untuk mau berbicara dengan mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bunda2411 dan 64 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Ijin gelar tenda mbah...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tambah peka

Setelah pertemuanku dengan sosok yang mengaku Kuntilanak Hitam itu, aku sudah nggak memikirkannya lagi. Bahkan aku sampai lupa pernah bertemu dengannya, karena aku emang orang yang tidak memikirkan suatu hal dengan mendalam.

   Ada hal baru yang terjadi di kampungku. Aku merasakan kampungku seakan-akan jadi jauh lebih ramai. orang berlalu-lalang di jalan depan rumah. Kenapa jadi ramai begini? Pada kemana itu kok lalu lalang begitu? Pikirku. Tapi waktu kulihat sekilas, nggak ada yang kukenal, orang-orang baru. Mungkinkah ada orang yang pindah dan menetap dikampung ini? Tapi kenapa banyak banget? Makin ku pikirkan, makin penasaran. Daripada bertambah penasaran, maka kucoba bertanya.

   Suatu siang di jalan depan rumahku, diantara orang lalu lalang, ada orang tua berjalan dengan susah payah, bajunya lusuh, mungkin usianya 80 tahunan karena jalannya sudah susah. Kudekati dia dan mencoba bertanya.

   
Quote:


  Akhirnya orangtua itu berhenti, menoleh ke arahku. Aku kaget sekali. Wajah itu, bukanlah wajah manusia. Sekilas memang mirip sama wajah orang tua biasa, tapi beda dengan wajah manusia, susah mendeskripsikannya. Lalu kulihat matanya. Pandangan matanya kosong. Tidak ada cahaya sama sekali, beda banget dengan mata manusia!

    Kulihat sekeliling, melihat orang-orang yang lain, ternyata pandangan mata mereka sama, kosong.. Dari situlah baru aku sadar kalau mereka bukanlah manusia. Mereka adalah jin. Tapi kenapa bisa banyak banget begini? Di siang hari pula! Si mbah yang ku ajak bicara tadi pun tau-tau udah nggak ada

  Aku terhenyak, terduduk di tanah halaman rumah. Banyak pertanyaan di kepalaku. Kenapa aku sekarang bisa melihat mereka semua? Di siang bolong begini pula! Biasanya aku melihat cuma 1-2 makhluk. Ini kenapa bisa langsung banyak begini? Lalu aku teringat pertemuanku dengan Salma, makhluk yang mengaku kuntilanak hitam. Dia bilang kelebihanku akan semakin kuat setelah aku bertemu dengannya. Disitulah aku  sadar, jadi ini yang dia maksud.

    Aku masuk kerumah dan duduk di kursi ruang tamu. Sepertinya ada yang terlewatkan, tapi apa ya..? Ahh.. iya, aku baru sadar kalau ternyata rumahku sepi dari makhluk-makhluk halus, padahal di jalan depan rumah dan di sekitar rumah itu banyak. Seingatku, sedari kecil dulu aku nggak pernah melihat satupun sosok makhluk halus didalam rumahku, seperti yang sering kulihat waktu berada diluar rumah. Kok didalam rumah bisa "bersih" begini? Aahh sudahlah.. ngapain mikir hal nggak penting kayak gitu, pikirku.

     Sekarang baru aku tau kalau makhluk halus itu di siang bolong pun tetap ada. Mereka juga beraktivitas seperti manusia. Bekerja, punya rumah, punya anak istri. Aku bingung dengan apa yang kurasa, heran, takjub. Seakan suatu dunia baru, alam lain, terbentang di hadapanku. Alam yang terasa sangat asing. Alam lain yang dulunya kulihat samar-samar, sekarang terlihat jelas.

      Malam harinya sehabis sholat isya, aku duduk-duduk sendirian di depan rumah. Kulihat jalan depan rumah sepi, nggak ada makhluk yang lewat. Apalagi orang lewat, blas nggak ada Aku heran, biasanya jalan ini ramai oleh makhluk-makhluk halus, sekarang jadi sepi.

      Tiba-tiba kulihat nyala api kecil di jalan sebelah kiri ku, aku pikir itu adalah tetanggaku yang membawa obor. Orangnya tidak kelihatan, tertutup pagar rumah. Aku menunggu dia lewat. Hari gini masih pake obor, mbok ya pakai senter biar praktis, gitu pikirku.

  Nyala api itu semakin dekat, berhenti didepan rumahku, baru aku sadar kalau orangnya tidak ada, bahkan batang pegangan obor pun nggak ada, cuma nyala api sebesar bola tenis melayang di udara..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 62 lainnya memberi reputasi
nyimak.
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:

Quote:

Quote:

Semoga bisa menghibur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Bantuan Salma

    
Nyala api sebesar bola tenis itu masih melayang di sana, di jalan depan rumahku. Perlahan-lahan, api itu membesar, terus membesar, kemudian mulai tampak wujud kepala, lalu badan, tangan dan akhirnya kaki. Sekarang nyala api itu berbentuk seperti manusia utuh, manusia api!

   Tanpa ku duga, makhluk api itu melayang ke arahku. Aku jadi kaget, dan berusaha lari menghindar. Tapi sebelum makhluk itu masuk pekarangan, mendadak ada kelebat kain panjang berwarna hitam, melesat menabrak makhluk api itu, terdengar ledakan kecil saat mereka bertabrakan. Makhluk api terpental jauh ke jalan. Kain hitam itu melesat mengejar makhluk api itu, seakan terus memburunya. Kembali mereka bertabrakan dengan ledakan kecil. Makhluk api itu terpental lagi lalu menghilang.

    Aku sempat bengong menyaksikan semua itu, seperti mimpi saja bisa melihat hal kayak gitu. Mendadak kain hitam itu melesat ke arahku, reflek aku menghindar. Tapi ternyata kain itu berhenti didepanku, berdiri memanjang atas bawah. Lalu kain itu perlahan berubah menjadi wujud manusia. 

   Ternyata dia adalah seorang gadis, cantik sekali, memakai gaun hitam panjang. Rambut lurus tergerai panjang dan hitam. Kulit putih, hidung mancung, alis tebal, bibir tipis. Kalau sekarang, bisa ku deskripsikan wajahnya seperti gadis dari Timur Tengah. Belum pernah aku melihat wajah itu.. lalu aku sadar kalau dia adalah jin.


      
Quote:


   
Aku berusaha mengingat-ingat. Salma.. iya, aku baru ingat, dia adalah kuntilanak hitam berwajah putih menyeramkan yang pernah menemuiku dulu. Auranya pun sama, berubah-ubah panas dan dingin. Hitam dan putih. Kenapa dulu dia tidak berujud seperti ini saja?! Kan enak dilihat, nggak bikin merinding kayak dulu. Nggak nyangka ternyata dia mengikutiku sampai sekarang. Kukira itu cuma pertemuan 1x aja, sesudah itu dia akan pergi, ternyata tidak.


    
Quote:


    
Aneh banget ini jin, dulu bilangnya itu adalah cincin biasa, terus tadi ngasih tau ada kegunaan lain cincin itu. Sekarang nggak mau ngasih tau apa kegunaanya.. Aku masih saja keheranan, kenapa ini jin mengikutiku sampai sejauh ini? Dan tadi juga sempat membantuku. Padahal dulu aku melarang dia mengikuti aku. Mendadak terdengar suara ayah mengagetkanku.


   
Quote:


Aku masuk rumah, terus ke kamar dan bersiap tidur, tapi kemunculan Salma tadi, mau nggak mau membuat aku mikir, apakah dia akan mengikutiku terus? Apa dia juga akan membantu terus ketika aku dalam bahaya? Terus apa tujuannya? Apa keuntungannya? Lha kenapa aku malah mikir sejauh itu? Ah sudahlah, Lebih baik tidur.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 61 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Maaf ni.. maaf..
Kemarin indeks nya nggak pas, luput. Tapi sekarang udah dibenerin, udah pas.
Sorry.. masih nubie..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Rumah

 
 Rumahku terletak di pinggiran kota, jadi tidak terlalu ramai, masih ada kesan suasana desa. Rumahku yang walaupun tidak terlalu besar tapi termasuk asri, ada 2 pohon mangga di pekarangan depan rumah, di pojokan kiri kanan. Di halaman belakang, ada pohon kelapa gading dan pohon jambu air. Kalau siang hari, rumahku jadi nggak terlalu panas, karena adanya pohon-pohon itu.

    Sudah pernah kusebutkan sebelumnya, meskipun di sekitar rumahku ada makhluk-makhluk halus, tapi di dalam rumah tidak ada sama sekali, "bersih" dari makhluk halus. Ini yang membuatku penasaran.  Pada suatu sore aku coba mencari apa penyebabnya. Aku duduk merenung, konsentrasi mencari, maka tergambarlah didepanku, tembok cahaya yang bersinar redup, Tembok sinar ini mengelilingi rumahku, sehingga terlihat seperti benteng yang menjaga rumah.

   Aku berkonsentrasi lebih keras, mencari tahu darimana tembok sinar itu. Maka terlihatlah 4 buah bungkusan kain putih kecil tergantung di 4 sudut rumah sebelah atas. Siapa juga yang memasang bungkusan begituan? Itu kan musyrik namanya. Emang sih untuk membentengi rumah, tapi menurut guru agamaku, kalau pengen terbebas dari bahaya, maka mintalah perlindungan itu kepada Tuhan.  Itu adalah perlindungan paling kuat.

      Aku harus mencari tahu darimana bungkusan itu. Aku harus menanyakan soal itu kepada ayahku. Suatu sore, setelah sholat maghrib, kami sekeluarga menonton tv diruang tamu. Kupikir inilah saat yang tepat untuk menanyakan soal buntalan itu ke ayah.
 

   
Quote:


   Pakde Nardi adalah kakak dari ayahku. Baru aku tahu kalau dia juga bisa. Ntar kapan kapan aku pergi ke rumahnya aja, mau menanyakan hal-hal kayak gitu.

   Sekarang baru aku mengerti dari mana ini semua, apa yang terjadi denganku, adalah ilmu turunan yang sudah turun-temurun. Ternyata yang dipikirkan ayah itu sama dengan yang kupikirkan. Tidak mau mendapat kelebihan atau apalah itu namanya. Tapi aku nggak bisa memilih, hal itu datang secara acak dari nenek moyang, menurun ke salah satu keturunan tanpa bisa dihindari dan tentunya atas seizin Tuhan. Dan sialnya, kebetulan aku yang ketiban turunan itu. 

   Mungkin ini adalah cobaan dari Tuhan, karena kalau Tuhan tidak mengizinkan, semua ini tidak akan terjadi. Ya Sudahlah.., aku menerimanya dengan pasrah, dan mencoba jadi lebih sabar lagi...
 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 60 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Onggo-inggi

Aku sudah naik ke kelas 6 dan sekarang adalah liburan tengah semester Untuk mengisinya, aku biasa menyalurkan hobiku. Salah satu hobiku adalah memancing. Dari kecil aku suka memancing. Apalagi rumahku dekat dengan sungai. Siang itu sepulang sekolah aku dan temanku Edi dan Joni berencana memancing ke sungai. Aku mempersiapkan pancing sederhanaku. Di halaman sudah ada 2 temanku menunggu. Aku pamit ke ibuku.


Quote:


  Kami bertiga berangkat ke sungai jalan kaki. Sesampainya di sungai, menyiapkan segala peralatan pancing, maka dimulailah keasyikan memancing. Tapi nasib kayaknya lagi sial, setelah 1 jam memancing, nggak ada 1 ikanpun yang nyangkut. Sampai berganti-ganti umpan pun tetap aja ikannya nggak ada yang makan.


Quote:


   Edi sudah berjalan pindah menuju kedung. Terpaksa aku dan Joni mengikuti. Kedung sungai terletak agak ke hilir, agak jauh. Kami harus berjalan kaki kira-kira 10 menit. Disini banyak pohon-pohon lebat dan rumput-rumput di pinggiran sungai, tampak singup dan angker.
Kami menyiapkan umpan, lalu mulai memancing. Dan benar saja, baru 5 menit memancing, Edi sudah dapat 1 ikan besar, berturut-turut aku dan Joni juga dapat. Seperti panen, ikan terus nyangkut di kail kami. Nggak nyangka begitu banyak ikan disini.


Quote:


 
 Kami terus memancing, makin banyak ikan yang kami dapat. Saking asyiknya kami mancing, tak terasa waktu sudah sore, mungkin jam 5 lebih, menjelang petang. Dalam remang-remang itu, di tengah sungai, aku melihat semacam rambut yang panjang kusut mengambang terbawa arus. Belum lagi aku tahu itu apa, tiba-tiba rambut itu keluar dari air, dan dibawah rambut itu ternyata ada kepala!

  Yang muncul di permukaan air cuma kepalanya aja, badannya nggak kelihatan. Aku mengira itu adalah orang yang tenggelam. Kupertajam pandanganku. Tapi kepala itu membuka matanya! dan tertawa terkekeh-kekeh, memperlihatkan taring menyembul di mulutnya, dengan mata yang melotot, kulit keriput seperti bekas terbakar. Tiba-tiba kepala itu berteriak.


Quote:


  
Kemudian kepala itu melesat cepat di permukaan air, menuju ke arah kami. Sontak, Edi dan Joni langsung lari tunggang langgang. Aku juga berdiri dan mau ikut lari, tapi terlambat! Kakiku terasa kayak ada yang mencengkeram yang membuat aku tidak bisa lari. Ketika kulihat kakiku, ternyata yang mencengkeram adalah semacam tentakel gurita! Tapi mana ada gurita di sungai?!

   Cengkeraman tentakel di kakiku terasa semakin menguat . Aku menjejak-jejakkan kaki berusaha melepaskan diri, tapi tetap tidak bisa lepas. Sementara itu kepala sudah mendekatiku. Kedua Temanku sudah tidak kelihatan lagi. Sedikit demi sedikit, tentakel itu mulai menarikku ke dalam air. Reflek aku memegang pohon yang ada di pinggir sungai. Sambil berdoa kepada Tuhan, aku terus menjejakkan kakiku, meskipun tetap tidak berhasil.

  Sempat terlintas di pikiranku mungkin ini adalah onggo-inggi yang diceritakan ibu. Aku menoleh ke kepala itu agar bisa mellihat sosoknya. Ternyata kepala itu sudah berada diluar air, dan badannya berbentuk gurita, tetapi tentakelnya banyak sekali dan panjang-panjang! Jadi onggo-inggi itu makhluk berbentuk gurita dengan kepala manusia seperti kakek-kakek, bertaring, berambut panjang kusut.

   Ditengah kepanikan karena terancam bahaya, aku terus memegang erat batang pohon itu sambil terus berdoa. Saat keputusasaan sudah di ujung,  aku teringat 1 nama, tanpa sadar ku berbisik nama itu.


Quote:


Pegangan tanganku ke batang pohon semakin mengendor, tenagaku habis sementara tentakel itu terus berusaha menarikku ke air. Saat itulah dari atasku melesat bayangan hitam langsung melabrak makhluk jin sungai itu. Cengkeraman di kakiku terlepas. Aku langsung berusaha merangkak menjauhi sungai, setelah agak jauh, aku berbalik melihat. 

   Ternyata bayangan itu adalah Salma yang sedang berujud kuntilanak hitam. Jauh lebih seram daripada saat pertama kali kami bertemu, ditambah kuku jari tangan yang panjang banget. Salma mengibas-ngibaskan tangan kearah makhluk sungai itu, seperti gerakan menebas dengan tangan.

   Dari tangan salma keluar sinar-sinar biru berbentuk sabit. Dan sinar-sinar itu seolah memotong-motong tentakel makhluk itu. Terdengar jeritan keras dari makhluk itu, namun cuma sebentar, karena kemudian kepalanya ikut terpotong sinar biru dari Salma. Makhluk itu terpental masuk ke sungai dalam bentuk terpotong-potong.

    Salma sudah berubah bentuk lagi menjadi wanita cantik berjubah hitam. Dia masih berdiri melayang di tepi sungai, mengawasi kearah jatuhnya makhluk tadi, seakan memastikan kalau makhluk itu benar-benar musnah. Raut wajahnya menunjukkan kemarahan.


 
Quote:


   Memang cincin pemberian salma itu sudah jarang aku pakai. Sebenarnya aku nggak mau minta bantuan ke Salma. Tapi tadi dengan sangat terpaksa aku memanggil Salma, karena nyawaku dalam bahaya. Aku pulang dengan tubuh lemas sekali, dan dengan rasa bersalah ke ibu. Bahkan ikan hasil pancingan tadi, beserta pancingnya sekalian, kutinggalkan di sungai. Pulang kemalaman. Wah, pasti ibu marah besar ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 65 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Keren ceritanya gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Thanks gan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 3 lainnya memberi reputasi
Pakde

    Tak terasa aku udah lulus aja dari sd. Dan saat ini lagi liburan kelulusan. Aku berniat mengunjungi rumah pakde Nardi, karena aku jarang banget kerumahnya, Pakde Nardi adalah kakak pertama dari ayahku. Nanti sekalian aku akan menanyakan tentang keanehan yang terjadi padaku.  Kata ayah, pakdeku ini juga tahu hal-hal mistis dan alam gaib.. Rumah pakde agak jauh dari rumahku, beda desa.. Aku ke rumah pakde dengan naik sepeda

   Setengah jam naik sepeda, aku sampai di depan rumah pakde, di halaman rumahnya aku lihat sosok gagah berpakaian dan berikat kepala hitam seperti pendekar jaman dahulu, aku tau dia itu adalah bangsa jin, sepertinya sosok ini menjaga rumah pakde. Aku masuk ke halaman rumah, sosok itu tersenyum padaku, aneh, tahu aja nggak. Aku terus melangkah ke rumah pakde, sampai di depan pintu, aku mengucap salam.

 
Quote:


Tiba-tiba aku merasa aura sangat kuat berubah-ubah panas dan dingin, sepertinya ini adalah aura Salma, tapi dia dimana ya? Kok dia bisa menyusulku? Atau emang dari rumah dia mengikuti dari rumah ya? batinku. Pakde tampaknya juga merasakan karena dia terdiam beberapa saat.

  Jin perempuan penjaga rumah pakde melayang ke pintu, rupanya dia juga merasakan aura itu, dia tampak waspada, terlihat dari gerakannya yang memasang sikap bertahan, lalu dia melayang ke luar rumah.

Quote:


   Di halaman rumah pakde, kulihat jin perempuan dan jin laki-laki penjaga rumah pakde tampak waspada, menatap tajam mengintimidasi ke arah Salma. Mereka seakan mencegat dan siap menyerang kalau Salma masuk ke halaman. Sebaliknya, Salma malah terlihat santai, dia berdiri melayang di seberang jalan, sambil senyum-senyum meremehkan, wajar saja, auranya jauh lebih kuat dibanding dua jin penjaga rumah pakde itu.

Quote:

 
Pakde Nardi lalu mengajakku ke suatu ruangan dirumahnya. Didalam ruangan itu kulihat berbagai macam senjata kuno. Mulai dari aneka macam keris, besar dan kecil, ada juga macam-macam tombak. Di tengah ruangan ada meja kecil, dan diatas meja itu tersusun rapi banyak sekali sekali jenis akik aneka warna. Disudut kanan ruangan tampak peti-peti kecil, peti itu semuanya berbentuk bagus banget.

Mungkinkah semua ini yang disebut benda-benda pusaka? Berarti didalam benda-benda ini ada jin nya. Entahlah, saat ini aku nggak mau melihatnya. Aku harus konsentrasi dulu kalau pengen melihat jin yang berada di dalam suatu benda, makanya saat ini aku malas melihatnya.

Pakde melangkah menuju ke lemari di sudut kiri ruangan, membukanya, lalu mengambil sesuatu dari dalam lemari itu. Dia berbalik ke arahku, ternyata yang diambilnya adalah 2 bungkusan kain putih. Dia meletakkan 2 bungkusan itu ke atas meja.

Bungkusan pertama berisi keris sangat kecil, seukuran jari telujuk, tak bergagang, berwarna kuning emas, mungkin memang terbuat dari emas. Ada ukiran-ukiran di sepajang badan keris itu. (orang menyebutnya cundrik)

Bungkusan kedua berisi logam kuning berbentuk kerucut dengan bagian bawah melebar ke bawah. Panjangnya sekitar 10 cm. Ditengah bagian bawah itu ada semacam pegangan. Benda ini tipis sekali, dan ada ukiran-ukirannya juga.(orang menyebutnya gunungan wayang)

Waktu itu aku tak tahu apa nama kedua benda itu, yang pasti, 2 benda itu bagus berkilat-kilat. Aki masih heran, darimana pakde mendapat benda-benda ini, mana banyak banget lagi.

Quote:


Kami berbincang--bincang lama sekali, sore, akupun pamit pulang, pakde melarang aku untuk pulang dan menyuruh aku menginap di rumahnya. Dengan halus aku menolaknya. Pakde berpesan agar aku agar sering-sering datang kerumahnya. Mungkin dia ingin mengajariku mengendalikan keanehan di diriku ini. 

  Sekarang makin jelas, yang terjadi padaku adalah keturunan, seperti yang pernah dikatakan ayah. Dan sayangnya pakde tidak tahu cara menghilangkannya. Yang bikin aku penasaran dan jengkel, kenapa harus aku yang menerimanya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
lanjut lagi gan ...berasa kyk bukan cerita fiksi ,kyk asli ....ditunggu update selanjutnya ya emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makgendhis dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Jempolemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Quote:

Siap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Serangan

    Malam minggu itu, udara terasa nggak enak banget, panas, lembab, gerah, bikin keringetan. Nggak biasanya hawanya sampai kayak gini. Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk, tapi aku tak tahu apa itu. Karena didalam rumah terasa sangat panas, maka aku keluar rumah untuk mencari angin.

Ternyata diluar hawanya sama saja. Panas dan lembab. Semakin aneh aja. Aku duduk di kursi depan rumah, baru aja duduk , ibu udah muncul dan menyuruhku ke warung.


Quote:


  Aku beranjak mengambil sepedaku dan menggenjot ke arah warung. Sesampai di warung aku beli 2 bungkus kopi. Setelah itu aku genjot lagi sepedaku untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, aku melihat suatu sinar merah melesat cepat diatasku. Kemudian muncul lagi sinar di belakangnya. Muncul lagi, dan lagi, kira-kira ada 10an sinar merah melesat berurutan, dan menuju kearah yang searah dengan rumahku.

  Aku menggenjot sepeda dengan cepat, ngebut. Aku kuatir sinar-sinar itu menuju rumahku. Ternyata sinar-sinar merah itu menabrak dinding rumah pak Har, seorang tetanggaku yang berjarak 4 rumah dari rumahku. Tabrakan sinar-sinar merah dan dinding rumah pak Har itu menimbulkan ledakan-ledakan keras. 

  Kulihat pak Har keluar dari rumahnya, dia celingukan mencari-cari. Lalu dia berdiri mematung, garuk-garuk kepala. Anehnya, tidak ada 1 pun tetangga yang keluar rumah. Apa nggak ada yang mendengar ledakan-ledakan tadi ya? Padahal keras banget tadi.

Di pojokan halaman rumah pak Har, aku melihat dua sosok pocong. Kok bisa ada pocong disini? Biasanya nggak ada jin disini?! pikirku. Pak Har tidak bisa melihatnya, karena 2 pocong itu lewat didepan pak Har, dan pak Har pun tidak bereaksi. Pocong itu melayang ke arah rumah pak Har, terus masuk rumah menembus tembok. Wah.. ada kejadian apa pula ini..?


Quote:


  Memang di batas desa ini ada perempatan jalan yang sering dipakai anak-anak buat nongkrong. Mereka sering nggodain cewek-cewek lewat. Aku melanjutkan bersepeda pulang sambil mikir. Itu tadi sinar apa ya? Kok bisa meledak gitu? Suaranya keras banget lagi. Kenapa yang dituju rumahnya pak Har? Dan kenapa tetangga-tetangga sepertinya nggak denger, padahal ledakannya keras banget. Ah sudahlah, kenapa aku bisa mikirin itu.

  Keesokan harinya, minggu pagi sekitar jam 9, pak Har datang kerumahku. Aku berpikir, mungkin ini ada hubungannya sama kejadian semalam, moga aja aku nggak disalahkan. Mungkin aja pak Har mengira aku yang melempari rumahnya.


Quote:


  Selamaaat, selamat.. ternyata pak Har mencari ayahku. Pak Har aku persilahkan duduk diruang tamu. Aku terus masuk memanggil ayah. Lalu aku keluar dan duduk di serambi rumah, tapi dari serambi ini masih kedengaran suara ayah dan pak Har yang berbincang-bincang. Jadi aku masih bisa mendengar dengan jelas tentang apa yang mereka perbincangkan.


Quote:


  Ayah juga mengambil sepeda motornya untuk ke rumah pakde Nardi. Aku masih di serambi rumah, memikirkan, berarti sinar-sinar merah yang kulihat kemarin malam itu ada hubungannya sama sakitnya istrinya pak Har. Kata ayah tadi itu adalah santet, atau bisa juga teluh. 

  Benarkah santet dan teluh itu bentuknya demikian? Entahlah, aku juga nggak ngerti, lagian aku juga belum pernah melihat santet. Gaib memang benar-benar membingungkan, apalagi buat yang bocah sepertiku. Tapi kok aku juga penasaran terus, pengen tahu terus. Mungkin inilah yang dirasakan pakde Nardi, penasaran terus, sampai membuat  dia pengen belajar tentang gaib dan berkelana mencari guru.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
symoel08 dan 67 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
widih lgsg update ..mantap lah.,cm rada nanggung ya gan updatenya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 147


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di