CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kebimbangan Pemerintah soal Ojol di PSBB, Antara Tidak dan Boleh Bawa Penumpang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e95d19fa2d195261b4b3491/kebimbangan-pemerintah-soal-ojol-di-psbb-antara-tidak-dan-boleh-bawa-penumpang

Kebimbangan Pemerintah soal Ojol di PSBB, Antara Tidak dan Boleh Bawa Penumpang

Kebimbangan Pemerintah soal Ojol di PSBB, Antara Tidak dan Boleh Bawa Penumpang

KOMPAS.com – Beberapa daerah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). 

Meski demikian terjadi perbedaan terkait aturan dari Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Kesehatan terutama mengenai angkutan roda dua berbasis aplikasi atau ojek online ( ojol).  

Melansir dari Kompas.com (13/04/2020) Kementerian Perhubungan memperbolehkan ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang dalam masa PSBB. 

Izin tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (covid-19). 

Pada Pasal 11 huruf (c) aturan itu, awalnya menyebutkan bahwa sepeda motor berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk pengangkutan barang.

Namun, pada huruf (d) dijelaskan bahwa sepeda motor dengan tujuan tertentu tetap dapat mengangkut penumpang, asalkan memenuhi sejumlah syarat:
1.  Aktivitas lain yang diperbolehkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar.
2.  Melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan. 
3. Menggunakan masker dan sarung tangan. 
4. Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan diatas normal atau sakit.

"Adapun ketentuan dalam Pasal 11 yang membolehkan sepeda motor mengangkut penumpang dimunculkan karena di sebagian wilayah tertentu di Indonesia memang terdapat keterbatasan sehingga sepeda motor masih menjadi tumpuan transportasi," ujar juru bicara Kemenhub Adita Irawati kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (13/4/2020).

Tidak sejalan dengan Permenkes
 
Aturan yang dikeluarkan Menteri Perhubungan Ad interim Luhut Binsar Pandjaitan tersebut tak sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan Terawan Agus Putranto. 

Dalam Permenkes yang disebukan dalam poin D tersebut berbunyi "Layanan ekspedisi barang, termasuk sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk penumpang," tulis aturan tersebut.

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan, tak ada perubahan dalam Permenkes merujuk pada kaitannya mengenai aturan operasional kendaran roda dua berbasis aplikasi.

"Kan sudah jelas kalau Permenkes tidak boleh (membawa orang), lalu Permenhub boleh (membawa orang). Silakan bertanya kepada Kemenhub mengapa tidak sama dengan Kemenkes," tegas Yuri.

Sejumlah daerah memiliki kebijakan sendiri 

Sejumlah daerah yang menerapkan PSBB memiliki aturan masing-masing mengenai ojek online. 

1. Depok  

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku masih mendalami bagaimana nasib pengemudi ojol di wlayahnya nantinya. 

"Kita akan lihat kondisinya. Artinya, kalau tidak boleh kerja, kita harus bertanggung jawab untuk memberikan pemasukan kepada mereka," kata dia Senin sebagaimana dikutip dari Kompas.com (13/04/2020). 

2. Bekasi 

Sementara itu Kota Bekasi, melarang ojol membawa penumpang. Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Enung Nurholis. 

“Kalau yang saya rekayasa lalu lintas, ojol tetap satu orang (tanpa penumpang),” ujar Enung, Senin (13/4/2020).

3. DKI Jakarta 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelum aturan dari Permenhub keluar telah merumuskan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020.

Isi Pergub tersebut selaras dengan isi Permenkes bahwa ojol tidak boleh mengangkut penumpang. Sementara itu, Polda Metro Jaya berpatokan pada Pergub DKI. 

"Polda Metro Jaya satu gugus tugas dengan Pemprov DKI Jakarta. Jadi peraturan Gubernur ini lah yang kami ikuti," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus (13/04/2020).

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (12/04/2020) Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Polda Metro Jaya akan mengikuti arahan Plt. Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan 

“Saya akan mengacu kepada apa yang telah disampaikan oleh juru bicara Kementerian Perhubungan yang mengatakan bahwa ojek online boleh mengangkut penumpang," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, seperti dikutip Antara. 

Meski sempat terdapat perbedaan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan aturan terkait boleh tidaknya ojol kepada Pemda yang melaksanakan PSBB.

Implementasi kembali ke Pemda 


Juru Bicara Kemenhub adita Irawati menyatakan klausul dalam pasal 11 ayat 1 d yang menyatakan ojol boleh bawa penumpang dengan ketentuan harus sesuai protokol kesehatan, implementasinya dikembalikan pada pemerintah daerah.

Menurutnya Permenhub tidak bertentangan dengan aturan Permenkes tentang PSBB.

“Semua berkoordinasi dengan baik antara Plt Menhub, Menkes dan Gubernur DKI juga dengan Pemda lainnya. Semua saling melengkapi agar pengendalian transportasi dapat turut mencegah penyebaran Covid 19,” kata Adita melalui keterangan tertulis, Senin (13/4/2020). 

Ia menyatakan, Permenhub No. 18 Tahun 2020 tersebut dibuat untuk kebutuhan nasional di mana setiap daerah punya karakteristik wilayah dan kebutuhan transportasi yang berbeda sehingga perlu diakomodir.


Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/202...eh-bawa?page=1


Bagaimana Menurut Kalian ??
emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
profile-picture
junleon dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh skyden798
Halaman 1 dari 2
Apakah org susah hanya ojol.?? Sepertinya di istimewakan sekali ya,bagaimana dgn nasib kuli bangunan seperti saya ini.??emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
vheron dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
wajar aja ojol jadi istimewa, lha menterinya aja dedengkot ojol
"Polda Metro Jaya satu gugus tugas dengan Pemprov DKI Jakarta. Jadi peraturan Gubernur ini lah yang kami ikuti," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus (13/04/2020).

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (12/04/2020) Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Polda Metro Jaya akan mengikuti arahan Plt. Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan


Lah jadi ngikutin yg mana? Beda sehari beda omongan
Plin plan..bimbang dan ketidaksinkronan antar kementrian.. Itu sudah trade mark rejim planga plongo...
Koordinasi pemerintah lebih kacau ketimbang panitia event mahasiswa emoticon-Leh Uga
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ojol doank yg perlu makan. Pedagang kecil. Kaki lima. Keliling. Kaga perlu makan!!! Drama ojol. Basii!!!!
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
luhut yg punya negara, suka" dia emoticon-Traveller
Ojol its everythingemoticon-Leh Uga
Kata opung boleh ya boleh
gila bener. urusan ojol narik aja jadi polemik sampe 1 minggu lebih.
apa ga ada urusan yang lebih penting lagi?
bentar lagi polemik masalah mudik.
masalah thr.

masalah yang krusial malah nggak di pikir
Berarti orang yang di PHK dan kehilangan pendapatan karena usahanya harus tutup dinilai pemerintah nasibnya lebih baik dari ojol. Menurut pemerintah, ojol yang harus diselamatkan.
Bosen gua njing, baca berita ojol mulu. Basiiiemoticon-fuck
ya kalau mau aksi jangan setengah2, kalau ga boleh ya semua ga boleh, namanya keselamatannyan ya mau ga mau lah bukan ojol aja koq yg sengsara semua juga sengsara. tolonglah jangan sok2 bawa kemanusiaan disini, lu yg dukung ojol tetap ngangkut penumpang lebih ga punya kemanusiaannya. . kalau masi terus begini mau kapan kelarnya ini pandemi. .
Jangan liat dr sisi ojol nya aja tp dr penumpang nya jg, misal mau pergi ke pasar utk beli kebutuhan pokok, di daerah ny kbtulan jarang kendaraan umum dan yg bersankutan tdk memiliki kendaraan pribadi. Pemerintah harus kasi solusi utk masalah spt ini. Ojol ga dilarang aja udah turun pendapatan ny apalg dilarang.
Iyuhh..emang ojol doang yang susahemoticon-Cape deeehh
Gimana pekerja kontrak yang ga di perpanjang,pekerja sektor hotel pariwisata,pedagang ???
Jangan buat kecemburuan sosial dongemoticon-Takut
Diubah oleh camo87
Semua pekerja yg ada kaitannya langsung dengan customer atau manusia keknya hampir sama deh ya. Pemerintah masih kurang tegas sih bikin aturan soal ini. Kalo emang gak boleh bawa penumpang berarti gak bisa kerja juga. Nah bingung kan? Sama. Sabar dulu aja semoga ada jalan nih nanti ya
pemerintah adalah pimpinan ataupun petinggi rakyat,jadii apapun keputusan seoranh pemimpin kepada rakyatnya pasti rakyat tidak bisa apa apa yang bisa hanya menuruti apa telah diputuskan oleh pemerintah.jadi pemerintah jangan bimbang sekiranya ada kebijkan yang baik untuk rakyat yaa langsung saja diputuskan,kalai nuruti kebimbangan itu nanti malah timbul suatu masalah baru lagi..
PSBB adalah pembatasan sosial berskala besar disini yang sangat ditekankan adalah physical distance(jaga jarak antar orang).nah seperti halnya tentang ojol ini,saya rasa mending boleh narik tp cm barang dan makanan saja.kalai masih ngangkut penumpang itu sudah melanggar sistem PSBB..padahal jarak aman kita adalah 200cm
karena penetapan dan pemberlakuan PSBB telah dimulai maka untuk tukang ojek online tidak boleh membawa penumpang karena apa??karena didalam prosedur ataupun anjuran PSBB ada himbauan yang menyatakan bahwa kita harus bisa menjaga jarak aman(physical distancing) dengan jarak antara 1-2meter.jadi kalau tukang ojek online membawa penumpang,otomatis melanggar aturan dari penetapan PSBB itu sendiri dong...
namanya saja sudah pembatasan sosial berskala besar,kn ini semua dilakukan guna upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona.harusnya semua aktivitas,transportasi bahkan tukang ojol juga harus ditindak tegas.salah satu bagian dari PSBB adalah menjaga jarak aman yaitu 1-2meter.kalau ojol bawa penumpang apakah memenuhi PSBB???nah harusnya atas dasar itu ojol tidak diperbolehkan bawa penumpang.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di