TS
FootballStory
Jika Eropa Memiliki Puyol, Maka Asia Tenggara Memiliki Bepe

"tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia" setidaknya kalimat itulah yang terpatri jika melihat sosok Carles Puyol, kala Barcelona menjalani Final UCL 2010/11. Puyol yang menjadi kapten utama tim justru mempersilahkan Eric Abidal untuk mengangkat trofi. Tak lain dan tak bukan karena momen tersebut Abidal baru saja sembuh dari kanker hati yang bisa saja mengakhiri hidupnya.
Tak banyak yang tau bahwa Puyol mengawali karir sebagai seorang kiper, namun cedera bahu yang dideritanya membuat ia pensiun dini menjadi seorang kiper. Cerita berbeda ketika dirinya bergabung dengan La Masia saat masih berumur 17 tahun. Mulai berposisi sebagai gelandang bertahan, hingga ia menemukan jati dirinya sebagai bek tengah jempolan sampai dirinya ditarik ke tim utama saat usianya memasukki 21 tahun, van Gaal lah yang menjadi aktor dibalik awal karir Puyol di Barcelona, karena kala itu van Gaal sedang menjabat sebagai pelatih Barcelona. Pada musim 1999/00, adalah debut Puyol bersama Barcelona walaupun van Gaal tak menaruhnya sebagai starter, Puyol diberi kesempatan dari menit '56 kala ia menggantikan Sabrosa untuk menghadapi Real Valladolid.
Di usianya ke 25, Puyol mulai dikenal menjadi pemimpin Barcelona saat ia mendapat kepercayaan dari Frank Rijkaard untuk mengenakan band kapten di lengan kirinya. Tak kenal takut, pantang menyerah, serta motivator kesebelasan mulai tertanam dalam diri Puyol, sikapnya diatas lapangan yang memimpin kesebelasan mengundang acungan jempol dari para penggila sepakbola. Karakter Puyol semacam itu berkat dirinya yang mengagumi filsuf terkemuka asal Yunani, Aris Toteles. Puyol juga memganut filsuf kuno yang mendasari mental kepemimpinannya, "Multum In Pauco" yang berarti "Sedikit Bertindak Tapi Bermutu".

Ia juga jarang terprovokasi oleh pihak lawan, karena baginya emosi setinggi apapun tidak menghasilkan sesuatu yang baik, hal itu terlihat ketika dirinya ditampar oleh bek Real Mallorca yakni Ballesteros, Ronaldinho yang melihat hal tersebut berlari kearah Ballesteros dengan emosi tinggi. Namun yang terjadi selanjutnya malah mengejutkan penonton, Puyol malah mendorong Ronaldinho untuk menjauh dari Ballesteros. Selain itu Puyol juga tergolong setia kawan, kala Barcelona menjuarai Trophy Joan Gamper, Puyol malah mengajak Ronaldinho untuk mengangkat trofi bersama padahal Ronaldinho sudah menjadi andalan AC Milan yang kala itu Barcelona di Final.

Selain itu ia juga ulung dalam menjaga respek kepada tim lawan, ada momen dimana Barcelona menang besar 0-7 atas Vallecano dan salah satu gol mereka dirayakan dengan cara yang berlebiham oleh Dani Alves dan Thiago Alcantara dengan menari nari didepan supporter Vallecano, Puyol sebagai kapten langsung menghentikan aksi tersebut demi menghormati tim lawan. "ia seorang pemimpin sejati, pemain yang begitu lekat dengan barcelona" begitulah deskripsi Thiago mengenai Puyol.
Jiwa kepemimpinannya pun tetap melekat meskipun sepanas laga El Classico seperti pada tahun 2013, tandem lini tengahnya yakni Pique diintimidasi oleh supporter lawan dengan melemparinya korek api, tak terima dengan hal tersebut Pique menunjukkan koreknya kepada wasit namun Puyol dengan sigap merampas korek tersebut dan meminta Pique fokus ke pertandingan, setelah dimintai keterangan Pique sedikit menceritakan tentang Puyol "tidak ada yang bisa menyamakan anda, bermain disisi anda saya merasa terlindungi, anda malaikat pelindung saya terimakasih untuk semuanya,". Masih ditahun yang sama, kala itu Barca menjuarai Copa del Rey wajar jika semua pemain menginginkan untuk mengangkat trofi tak terkecuali Alex Song, ia menghampiri Puyol untuk mengangkat trofi namun Puyol menolak ia mendahulukan Abidal dan sang manajer Tito Vilanova yang saat itu mereka berdua sedang mengidap penyakit serius.
Mencari pemain yang kepemimpinannya sebaik Puyol bukanlah hal yang mudah, kharismanya sebagai seoranh pemimpin diatas lapangan membuat tim yang dibelanya merasa aman.
Tidak hanya Puyol, di Indonesia mungkin nama Bambang Pamungkas adalah salah satu kapten terbaik yang patut dicontoh untuk pesepakbola muda di tanah air, Puyol dan Bepe mungkin sangat berbeda posisinya namun disini kita tidak membahas posisi pemain, karena pemimpin diatas lapangan jauh lebih penting ketimbang posisi pemain.

"orang bijak berkata laki² sejati tidak menangis tapi hatinya berdarah, malam ini ijinkan saya untuk menjadi laki² sejati dengan tidak banyak berbicara cukup hati saya yang berdarah" masih terngiang ngiang dengan kalimat tersebut? ya, itu adalah sepenggal dari speech perpisahan Bepe didepan ribuan Jakmania yang telah memutuskan untuk pensiun. Bepe memang terlahir untuk menjadi seorang pesepakbola, sejak kecil waktu usianya baru menginjak 8 tahun ia sudah menggeluti dunia sepakbola dengan bergabung dengan SSB Getas Semarang, nasib Bepe berubah ketika dirinya mengantarkan tim Jateng menjuarai Kejuaraan Sepakbola Haornas dan sekaligus meraih penghargaan individu sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut, bakat ciamiknya dilirik oleh Timnas U-19.
Menariknya lagi saat Timnas U19 mengikuti turnamen Piala Asia U19, nama Bepe langsung melambung tinggi karena menjadi Topskor dengan mencetak 7 gol, dirinya mulai menginjakkan kaki di Persija pada 1999 saat itu ia lolos seleksi pemain Persija.
Alasan Bepe memilih nopung 20 adalah ketika ia bertemu dengan sang idola, Kurniawan Dwi Yulianto yang kala itu masih menjadi striker jempolan Indonesia yang menjadi langganan nopung 10. Bagi bepe nopung 10 adalah istimewa dan 20 artinya 2x10 atau 2x lebih istimewa, jadi dimasa yang akan datang diharapkan dirinya bisa melesat 2x lebih istimewa dari idolanya yakni Kurniawan Dwi Yulianto atau setidaknya menyamai prestasi idolanya tersebut.
Selama membela Persija tidak hanya membuat rekan dan lawan jadi segan namun juga memiliki tempat tersendiri dihati Jakmania.
Bepe bahkan tak segan lontarkan kritik keras kepada Jakmania yang melakukan aksi yang cukup berlebihan. Tentu masih ingat kejadian rusuh di GBK pada 24 Juni 2016, Bepe melakukan hal tersebut melontarkan kritik langsung kepada Jakmania melalui situs resminya Bepe.
Peran Bepe tidak sebatas bagaimana membuat tim mampu bermain sesuai arahan pelatih, Bepe lebih dari itu. Bahkan tingkat kepeduliannya ke sesama pemain tidak sebanding kapten-kapten tim lain di negeri ini.

Saat ini Bepe masih memegang caps dan top skor untuk Indonesia dengan memcatatkan 77 penampilan dan 36 gol sesuai dengan pertandingan kategori A FIFA. Tetapi jika melibatkan pertandingan Non-FIFA (termasuk melawan klub dan Timnas U-23) maka catatan Bepe adalah 88 dengan 42 gol.
sumber

tien212700 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
3.2K
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan