CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Data Corona di Mata Jokowi: Dulu Bisa Bikin Panik, Kini Perlu Dibuka ke Publik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e94a6d128c99134ff5b9440/data-corona-di-mata-jokowi-dulu-bisa-bikin-panik-kini-perlu-dibuka-ke-publik

Data Corona di Mata Jokowi: Dulu Bisa Bikin Panik, Kini Perlu Dibuka ke Publik

Data Corona di Mata Jokowi: Dulu Bisa Bikin Panik, Kini Perlu Dibuka ke Publik

Jakarta - Di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi), transparansi data terkait virus Corona mengandung akibat buruk karena bisa menimbulkan kepanikan warga. Tapi itu dulu. Kini, Jokowi menilai data Corona perlu dibuka ke publik.

Tepat sebulan lalu, yakni 13 Maret, Jokowi menjelaskan perihal sebab tidak dibukanya peta sebaran data terkait wabah COVID-19. Dia menjelaskan data itu bersifat meresahkan.

"Sebetulnya kita inginnya menyampaikan, tapi kita juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat, juga efek nantinya pada pasien apabila sembuh," kata Jokowi Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3) lalu.

Data bisa bikin cemas masyarakat. Meski demikian, bukan berarti pemerintah tidak memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.

"Langkah-langkah serius telah kita ambil. Tapi di saat yang bersamaan, kita tak ingin menciptakan rasa panik, keresahan di tengah masyarakat," ujar Jokowi.

Suara-suara meminta transparansi data Corona bergema. Suara itu bersumber dari kepala daerah, organisasi profesi, hingga pemerhati hak asasi manusia.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X meminta Presiden Jokowi membuka data zona merah virus Corona. Namun, Sultan mengungkapkan pada saat itu, Senin (30/3), pemerintah tak mau menjawab permintaannya. Padahal data zona merah diperlukan DIY untuk mengantisipasi persebaran virus Corona dari kasus impor (imported case) luar daerah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pada Rabu (1/4), ada beberapa langkah untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. Yang pertama kali perlu dilakukan adalah transparansi terkait data pasien positif Corona. Konteksnya adalah soal social distancing terkait pelacakan pergerakan kasus COVID-19.

Dari aspek tenaga kesehatan, Sekretaris Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dyah Agustina mengaku tidak tahu secara pasti jumlah tenaga kesehatan yang jadi suspect dan positif COVID-19. Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah lebih proaktif menyampaikan informasi perkembangan wabah ini tanpa melanggar hak-hak pasien. Organisasi pemerhati HAM ini memandang transparansi data diperlukan sebagai dasar langkah mitigasi penyebaran COVID-19.

Kini, pandangan Jokowi terhadap transparansi data Corona berubah. Melalui rapat terbatas bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19, dia meminta data informasi terkait virus Corona baru (COVID-19) terintegrasi dengan baik dan disampaikan ke publik secara transparan.

"Terbuka datanya sehingga semua orang bisa mengakses data ini dengan baik," kata Jokowi dalam ratas, yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden, Senin (13/4/2020).

Informasi yang perlu dibuka ke publik itu terkait dengan data orang dalam pemantauan (ODP) hingga pasien positif COVID-19. Dia meminta jumlah ODP hingga pasien positif COVID-19 terdata dengan baik.

"Sehingga informasi itu semuanya ada, baik mengenai jumlah PDP di setiap daerah, jumlah yang positif, jumlah yang meninggal jumlah yang sembuh, semuanya menjadi jelas dan terdata dengan baik. Harusnya ini setiap hari bisa di-update dan lebih tepat," kata Jokowi.

Dia meminta data ODP, PDP, positif COVID-19, jumlah kematian, hingga jumlah kesembuhan bisa diakses ke publik. Apakah peta zona merah COVID-19 juga akan dibuka ke publik?

https://m.detik.com/news/berita/d-49...ublik?single=1

Justru keterbukaan datalah yg membuat orang jadi mawas diri ga menyepelekan ini PIRUS kek Menkes
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ladahitam46
Halaman 1 dari 3
oh gituh bedanya sekarang bkin aden ya wak
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Biar bisa antisipasi pemdanya ya harus transparan, mo perang tapi gk tau musuhnya dimanaemoticon-Gila
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 54m5u4d183 memberi reputasi
mgkin maksudnya. dulu sblum ngetrend klo buka2an tar bikin warga panik. skrg udah terbiasa dgn korona ya udah di buka2in aj skalian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
PIRUS 😂😂
profile-picture
profile-picture
soljin7 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
klo dibuka dr dulu ada dua kemungkinan.
1. org lebih waspada
2. byk org panik
serba salah ngadepin masyarakat indonesia.
tp seharusnya emg dibuka dr dulu. setidaknya klo ga mau dibuma ke masyarakat luas, kasihlah info ke daerah2. tapu udah percuma, udh kejadian. tinggal disyukuri aja nikmat ini
profile-picture
profile-picture
Abc..Z dan rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
feeling ane semua dah pada kebingungan, sekalian aja bingung semua

yah mau diapain lagi. selimutan aja dirumah, jangan lupa kalo lapar, masih ada yang lebih lapar dari lu gausah protes, protes dilarang di indonesia!!
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 54m5u4d183 memberi reputasi
😂😂😂 numpang ngakak
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 54m5u4d183 memberi reputasi
Yang aku tahu 'ku mencoba terbuka
Yang aku tahu 'ku sengaja
'Tuk selalu bicara jujur dan apa adanya, hoo...
emoticon-Kaskus Radio
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 54m5u4d183 memberi reputasi
dibuka dulu ya say
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
berarti memang banyak yang ditutupi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makeiteasy69 dan 2 lainnya memberi reputasi
iya biasa dl pada latah, korona masih di china masker ditimbun, panic buying mulai menjadi, handsanitizer langka. Mungkin ya karena terbiasa menghadapai situasi makanya saaatnya dibuka. Semoga corona cepat berakhir emoticon-thumbsup
Satu sisi, diagnosa penyakit itu rahasia pasien, yg harusnya emg tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.. Namun utk kasus yg berhubungan dengan keselamatan masyarakat luas, diagnosa ini boleh diungkapkan utk mencegah terjadinya wabah ato penularan lebih luas..

Masalahnya, ya tau sendiri si itu tanggepannya kyk gimana kan? Nganggep remeh donk, gimana mau ngasih tau publik, yg harusnya bersiap2, malah pasif dan anggep remeh lho.. Ada hasil penelitian epidemiologi Harvard, dilawan, padahal dia cuma pasif meriksa yg ada gejala doank, ga aktif menjaring kemungkinan yg karier dengan random sampling, cuma kekeuh sama hasil sementara di depan mata.. Si bos yg ga ngerti masalah kesehatan, ya nurut jg donk, ikut nyangka bakal aman2, ga ada upaya pencegahan berarti, malah koar2 masalah penggunaan masker secara umum.. Bilang siap menghadapi kasusnya, tau2 APD kehabisan di mana2..

Pak boss, udah sadar blom? Salah pilih orang ente Pak..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 4 lainnya memberi reputasi
Aye td nya mau diam aza krn sdh tau dr awal sdh salah belok

Tp lihat korban tewas sdh hampir 400 dan akan terus bertambah sepertinya lebih baik aye terus bersuara












Stok nasi kucing nya masih aman kan??? emoticon-Bingung
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
ada sisi negatif sama positifnya
yg mendukung pemerintah selalu melihat sisi positifnya, sebaliknya yang benci cuma lihat negatifnya.
apalagi sekarang hal kayak gini banyak dipolitisasi emoticon-Cape deeehh
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
Takutnya setelah dibuka ternyata byk kadrun yg kena.
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Justru keterbukaan datalah yg membuat orang jadi mawas diri ga menyepelekan ini PIRUS kek Menkes.

----

Yakin?????
Yakin jika data dibuka lalu terjadi lonjakan besar sebaran data, bisa menutup keinginan sebagian orang untuk beribadah berjamaah?

Yakin bisa menutup keinginan untuk keluar rumah?

Koq gw gak yakin.

Dibuka gak dibuka, sama aja.
NDABLEG.

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 15 balasan
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

ODP, PDP, pasien positif datanya udah dibuka kok cuman belum terintegrasi. Sebetulnya perlu ditambah lagi hasil rapid test.

Dan semuanya juga perlu diseragamkan sehingga terdata & tertampilkan sampai level desa/kelurahan untuk domisilinya, bukan alamat ktp.

Seharusnya masih aman dari segi kerahasiaan pasien & masih cukup untuk masyarakat sekitar lebih waspada.
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan rizaradri memberi reputasi
Dia meminta data ODP, PDP, positif COVID-19, jumlah kematian, hingga jumlah kesembuhan bisa diakses ke publik. Apakah peta zona merah COVID-19 juga akan dibuka ke publik?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Dulu waktu pertama kali virus corona muncul di indonesia. Kepanikan akan resesi ekonomi masih jadi bahan perbincangan hangat, ditakuti dan apa? sekarang sudah terjadi. Karena sudah terlanjur terjadi, mau ga mau fokus penanganan virus ini bakal jauh lebih baik daripada nenutupi untuk membalikan keadaan menjadi normal agar perekonomian spt dulu lagi
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Diubah oleh greenology
Telat pak mustinya dari awal2 itu pirus masuk ke indonesia (sekitar feb). banyak tuh kejadian fatal gara2 ini data kagak di kluarin dari pertama untuk konsumsi tenaga medis dan pengambil keputusan di daerah2 yg terdampak. untung yang meninggal udah nggak bisa balik untuk komplain ke bapak iniemoticon-thumbdown . emoticon-thumbdown
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di