CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7d6e6af0bdb269fd18f191/sosok-dia-yang-menyerupai-ayahku

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku





Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Selamat Malam Agan dan Sista Sekalian dalam hal ini ane ingin menceritakan pengalaman nyata yang masih belum bisa ane lupakan sampai sekarang. peristiwanya sendiri juga terjadi di rumah ane yang dulu.  Ane juga tidak menyangka kalau hal ganjil sepeti itu terjadi di saat yang tidak terduga. Agar lebih jelas ane paparkan lengkapnya di bawah ini:

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Malam hari, sekitar pertengahan tahun 2001, kejadian di luar nalar anak yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar diuji oleh sesuatu yang tidak pernah diduga. Ane tinggal di rumah sederhana dengan hanya memiliki satu kamar. Meskipun ane bukan golongan orang-orang berada, ane sangat bahagia tinggal bersama orang tua dan 2 adik perempuan yang masih kecil. Karena kamar cuma ada satu, ane biasa tidur di dekat ruang tamu namun cukup luas buat tempat tidur ane. Orang tua ane juga tidur tak jauh dari kasur ane. Sedangkan dua adik perempuan ane tidur di kamar. Kadang mama tidur bersama mereka dan ane bersama ayah. Terbiasa tidur terlalu larut malam adalah kebiasaan ane, karena suka baca komik atau menonton TV. Tapi mama tidak suka kebiasaan ane tidur larut malam itu karena besoknya harus bangun pagi untuk berangkat sekolah.  

Namun malam itu tidak seperti biasanya, mama sibuk dengan urusan dapur karena mempersiapkan catering buat acara kecil-kecilan esok hari. Semuanya ia lakukan sendiri hingga tanpa terasa malam sudah semakin larut dan ane belum tidur, hanya membalikkan badan membelakangi jalan dari arah pintu depan. Ayah sedang tugas jaga malam dan seharusnya tidak lama lagi ia pulang ke rumah. Kedua adik ane sudah lebih dahulu tidur pulas.

Lalu tak lama kemudian pintu diketok oleh seseorang, dan tak lama kemudian mama membukakan pintu. Kenapa bukan ane? Karena ane berpura-pura sudah tidur, kalau sampai ketahuan ane belum tidur, bakal dimarahi deh sama Mama emoticon-Big Grin.  Pintu dibuka dan tanpa ragu mama mempersilahkan Ayah untuk masuk dan mama langsung menutup pintu karena kondisi di luar dingin sekali. Terdengar mama sedikit mengobrol telah menyediakan kopi tapi langsung buru-buru akan masakannya khawatir akan gosong, terdengar gerak langkah kakinya langsung cepat menuju ke dapur. Sedangkan segelas kopi sudah disiapkan mama di meja ruang tamu seperti kebiasaan ayah ane kalau engga minum kopi, menyalakan TV, dan langsung tiduran.

Tapi malam itu ayah seperti tidak biasanya, lebih banyak diam, bahkan ketika mama tadi mengobrol singkat, ayah tidak merespon. Ane dengar ia menduduki kursi yang terletak di depan TV karena bunyi derak kursi sedang diduduki. Ane mencoba membalikkan badan agar melihat kebiasan ayah yang tampak aneh malam itu. Sambil berpura-pura seperti orang tidur, ane perhatikan orang yang duduk di kursi itu. Tampak seperti biasa, duduk diam tanpa menyalakan TV, apalagi meminum kopi.

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Sungguh aneh pikirku, tidak biasanya ayah begini. Dia bakal duduk menyalakan TV, dan tidak banyak diam seperti itu. Sambil sayu-sayu mata ane buka sedikit, dan momen tergila dalam hidup ane melihat mata sang ayah bisa merah seperti sorot lampu cahaya menatap ke arah ane. Tapi ane belum berpikir aneh-aneh, karena imajinasi anak SD paling ayah sedang pakai kacamata bercahaya. Begitu dulu pikir ane, tapi lama kelamaan ane lihat kakinya ada yang aneh, selebat itu bulunya seperti monyet. Ini pun ane ga mikir apa-apa karena mata ane tidak terbuka lebar. entah apa yang dipandanginya. hingga akhirnya momen tidak terduka ane lihat itu lidah sang ayah panjang banget menjulur ke gelas kopi. Edaan... dan mama sepertinya sangat sibuk di dapur tanpa tahu ada kejadian ganjil seperti itu.

Sosok Dia yang Menyerupai Ayahku

Sebenarnya siapa sosok yang masuk ke rumah ini? Ane mulai ciut nyali ingin teriak tapi seperti tertahan. Hanya air mata yang mampu keluar. Badan ane kaku. Salah besar kenapa ane harus membalikkan badan lalu membuka mata. Ane sudah tidak peduli kopinya habis atau engga. Paling berkecamuk saat itu di pikiran ane, "itu bukan ayah. Itu bukan ayah!".

Akhirnya perasaan ane yang sudah semakin tersiksa, terobati dengan ketukan pintu dari orang kedua. Ya, dia ayah ane yang asli. Pintu masih dalam keadaan terkunci rapat dan suara ayah terdengar memanggil mama. Sosok ayah yang tadi duduk di kursi seperti hilang entah kemana. Mama yang mendengar suara memanggilnya seperti seolah meminta "ayah yang duduk di kursi" untuk memeriksa siapa orang di luar. Karena pikir mama jarang sekali orang bertamu larut malam begini. Namun karena mama tidak tahu, ayah lama sekali menunggu di luar, dan ane masih belum berani beranjak dari kasur ane, ingin membukakan pintu tapi masih gemetaran. Tidak lama sepertinya mama kesal juga, karena ayah yang dimintai tolong tidak kunjung memeriksa siapa orang mengetuk pintu.

Terdengar juga dari luar sepertinya ayah sangat marah. Ketukan pintunya semakin keras, hingga mama akhirnya menuju pintu depan lalu berteriak "siapa? siapa?."

Ayah dengan nada kesal: "ini aku (nama) siapa lagi rupanya? Lama sekali bukain pintu saja". Sudah jelas ini pasti ayah ane yang asli emoticon-Big Grin.

Sambil ngomel-ngomel ayah meminta penjelasan kepada mama mengapa lama sekali membukakan pintu. Mama seperti tertegun, lama menjawab pertanyaan dari ayah. Mungkin dia bingung, mungkin dia kaget, mungkin tidak menduga atas apa yang terjadi, Lalu tidak lama keluarlah perkataan dari mulut mama:

Quote:


Keesokan paginya mama melanjutkan persiapan catering, dan masih terngiang-ngiang dengan kejadian semalam. Ayah meminta mama supaya tidak membukakan pintu untuk orang yang tidak menyebutkan salam dan nama saat mengetuk di malam hari. Selebihnya waktu terus berlalu tanpa terjadi lagi kejadian serupa dan amit-amit jangan sampai terjadi lagi!

~Sekian.~

Sumber: Pengalaman Pribadi dan Amit-Amit Jangan Kejadian Lagi emoticon-Takut (S).





profile-picture
profile-picture
polychromos dan denatosero memberi reputasi
Diubah oleh coloridos
waduhhh sereemm gini 😳
mana bisa ngebedain kalo udah begitu emoticon-Takut
Quote:


Ya emang.. kalo bisa dari awal juga ga bakal dibukain pintu.
Quote:


Duhh kerjaan makhluk penggoda ya gini nih 🤔
Kerjaan Jurig ya gitu... untung jurignya ga ikut ke dapur emoticon-Ngacir2
sosok yg nyerupain rumah mantan ga ada bre?
Quote:


wanjayyy suramm kaciaww
Quote:


Rumah mantan soalnya, jadi ya gitu.. 😁
Quote:


Udah sama isi isinya ga bre? 😳😳
Quote:


Beuhhh ini yg mana lg mantannya?
Walahh ikut meramaikan aja ane dah emoticon-Malu (S)
Aslinya nyeremin deh gan emoticon-Takut


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di