CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jangan Panik! Bukan Positif Covid-19, Mungkin Cuma Gejala Psikosomatis
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7d6340c8208454c918fe87/jangan-panik-bukan-positif-covid-19-mungkin-cuma-gejala-psikosomatis

Jangan Panik! Bukan Positif Covid-19, Mungkin Cuma Gejala Psikosomatis

Jangan Panik! Bukan Positif Covid-19, Mungkin Cuma Gejala Psikosomatis
alinea.id

Corona sudah menjelajah berbagai negara di dunia. Keberadaannya cukup meresahkan, meski tidak seharusnya kita panik. Sekadar waspada saja terhadap makhluk satu ini.

Sejujurnya ane juga sempat resah, sih, Gans. Karena memang virus ini bisa menjangkiti siapa saja.

Mulai dari rakyat biasa, pejabat, menteri, bahkan sekelas pangeran.

Yup!

Putra tertua Ratu Elizabeth II sekaligus ahli waris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles yang bergelar Prince of Wales baru-baru ini dikabarkan positif Covid-19.

Didampingi Duchess of Cornwall, Camilla, putra mahkota Kerajaan Inggris tersebut menjalani masa karantina di Balmoral Estate, Skotlandia.

Membuktikan jika makhluk yang telah mewabah ini tidak pilih kasih. Kenyataan tersebut tanpa sadar membuat kita panik.

Spoiler for panik:


Apalagi, hampir setiap saat kita membaca kabar seputar Covid-19, mengikuti kabar terbaru tentang bertambahnya korban, gejala, pandemi virus yang semakin menyebar, dan berbagai berita yang mampu memengaruhi mentalitas kita.

Saat orang-orang mengikuti pemberitaan mengenai Covid-19 dari berbagai media, mereka terkadang jadi merasa tidak enak badan.

Merasa demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, hingga sesak napas, terkadang muncul setelah membaca berita tentang Covid-19, sebagaimana gejala-gejala dari virus itu sendiri.

Apakah Gan Sis pernah merasakan hal demikian?

Jika iya, jangan buru-buru mengklaim diri telah terserang virus corona.

Karena bisa jadi itu hanya kekhawatiran berlebih mengenai virus corona yang menyebabkan tubuh merasakan gejala mirip corona, sebagaimana yang pernah disampaikan dr. Martina Paglia dari The International Psychology Clinic, bahwa kecemasan bisa menyebabkan gejala mirip gejala virus corona.

Lantas ketika merasa terancam oleh gejala yang dianggap corona, maka adrenalin akan mengalir ke seluruh tubuh dan meningkatkan kecemasan.

Itulah yang disebut psikosomatis.

Dalam penelitian Wheaton berjudul Psychological Predictors of Anxiety in Response to The H1N1 (Swine Flu) Pandemic, mengungkapkan adanya hubungan antara wabah dan psikosomatis. Wabah yang dipublikasikan secara luas akan menyebabkan psikogenic massal.

Psikosomatis sendiri sebagaimana dilansir Psychology Today, merupakan suatu penyakit di mana alam bawah sadar menghasilkan gejala fisik tanpa adanya penyakit.

Orang yang menderita psikosomatis akan mendatangi petugas medis, tetapi tidak menemukan kondisi medis.

Spoiler for psikosomatis:


Gangguan ini merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, tidak menular secara fisik, melainkan secara emosional.

Maka tak ayal terlalu sering mengikuti berita-berita yang memiliki kecenderungan yang berdampak buruk pada diri, seolah bisa turut merasakan dampak buruk tersebut, seperti halnya berita tentang wabah corona.

Lantas, apa yang musti dilakukan?

Selain menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, berjemur pagi dan olahraga, tidak lupa menjaga kebersihan badan terutama telapak tangan, serta mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan social distancing, maka untuk menghindari gangguan psikosomatis, Agan Sista juga musti menerapkan social media distancing.

Hindari berita-berita negatif dan tidak perlu terlalu sering mengikuti berita terkait Covid-19, apalagi jika kondisi psikis GanSis kurang stabil.

Spoiler for social media distancing:


Lebih baik tontonlah sesuatu yang membuat hati bahagia, misalnya menonton acara komedi atau mendengar tausiyah maupun salawat.

Atau jika Agan Sista sudah punya pasangan, sering-seringlah memeluk pasangan dengan penuh perasaan cinta.

Karena sebagaimana penelitian mengatakan, ternyata perasaan bahagia dan pelukan dari orang-orang terkasih bisa meningkatkan imunitas atau kekebalan sehingga tubuh tidak mudah terserang virus serta penyakit.

Spoiler for bahagia:


Sesekali bisa cek kesehatan jika memang benar-benar merasa ada yang tidak beres dengan tubuh, tetapi tidak perlu panik berlebih. Sebab selain dapat merusak bahagia, hal tersebut juga semakin merusak kesehatan tubuh.

So, jangan lupa bahagia, Gans ....

emoticon-Angel emoticon-Angel emoticon-Angel


..........♡♡♡..........

Opini Pribadi + Referensi.
klik gambar

Jangan Panik! Bukan Positif Covid-19, Mungkin Cuma Gejala Psikosomatis
iya juga yak positif thinking aja
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Quote:


Harus bahagia dan posthink always emoticon-Angel
Duh
Jadi inget Prodigy



Psychosomatic, addict, insane



emoticon-Cool
Ane juga nihh, kemarin sempet tetiba ngerasa tenggorokan sakit dan sesek napas, mungkin gejala ini ya karena sekarng alhamdulillah nggak kenapa napa
tetap harus waspada gan, walaupun bukan covid19
Nah ini nih, kayanya orang sedunia lagi pada parno banget jadi ngerasain hal-hal yang sebenernya ga dirasain
setau saya kalo cemas takut gelisah berlebihan itu anxiety, kalo parah bisa meningkat ke psikomatis= semuanya dikaitkan dengan kematian, sakit dikit mikirnya bakal mati, gak enak dikit mikirnya bakal end
Lihat 1 balasan
ane tiap keluar rumah jadi selalu waspada, hand sanitizer selalu bawa, masker dipake, jaketan, wkwk pokoknya kalo urusan keluar rumah udh selesai, langsung buru2 pulang emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di