CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
3.080 ODP Corona di Sumut, Deliserdang dan Medan Terbanyak
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7d52e40577a9597b10df43/3080-odp-corona-di-sumut-deliserdang-dan-medan-terbanyak

3.080 ODP Corona di Sumut, Deliserdang dan Medan Terbanyak

Medan, CNN Indonesia --Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19) di Sumut terus meningkat. Hingga Kamis (26/3) pukul 17.00 WIB, jumlahnya mencapai 3.080 orang.

"Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, Rabu (25/3) ada 1.976 orang. Sehingga telah terjadi peningkatan jumlah sebesar 35,8 persen. Untuk sebaran ODP saat ini yang terbesar ada di Kabupaten Deliserdang kemudian disusul Kota Medan," katanya dalam konferensi pers Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Kamis (26/3).

Sementara itu, untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sumut juga terjadi peningkatan menjadi 71 orang yang tersebar di lima kabupaten/kota. Artinya kata dia, terjadi peningkatan 22,5 persen dari sebelumnya 55 orang.

"Sedangkan untuk jumlah positif Covid-19 dari data yang kami terima masih sembilan orang," jelasnya.


Aris mengatakan saat ini gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 sudah mempersiapkan rumah sakit rujukan, di mana salah satunya adalah RS GL Tobing, kemudian Marta Friska, tempat isolasi di BP SDM Provinsi Sumut, Wisma Atlet Pancing dan beberapa Rumah Sakit lain.

"Kita juga sudah menerima barang-barang berupa alat bantu untuk menegakkan diagnosa penderita Covid-19. Antara lain 3.600 set alat periksa cepat (rapid test), 1.000 VTM yang digunakan untuk pemeriksaan swab, serta 3.500 set APD yang akan segera didistribusikan ke rumah sakit yang merawat pasien Covid-19," tambahnya

Pemerintah pusat, lanjut Aris, juga sudah membagi kategori prioritas yang akan mendapat rapid test ini, ialah mereka yang mendapatkan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19, serta tenaga medis yang melakukan pelayanan terkait virus corona, bahkan termasuk petugas front office juga menjadi prioritas.


"Kami tetap mengingatkan masyarakat agar melaksanakan sosial distancing yang saat ini menjadi physical distancing. Jadi bukan hanya menjaga diri untuk tidak di luar rumah melainkan di dalam rumah juga tetap diterapkan," ujarnya.

Dia mengatakan jika merasa tidak enak badan dengan gejala mirip influenza, maka diharapkan agar segera mengakses ke fasilitas kesehatan untuk bisa berkonsultasi. Selanjutnya menggunakan masker saat batuk atau tidak sehat, sehingga droplet tidak menyebar ke mana-mana.

"Apabila sudah seperti ini, kita minta supaya dapat mengkarantina diri. Selain itu yakinkan kita untuk tidak akan menularkan ke orang lain," ujarnya.

Aris yang juga menjabat Sekretaris Dinkes Sumut menyebutkan karantina diri sangat penting karena apabila Covid-19 menyerang usia muda yang kondisi fisiknya bagus dan status imunitasnya juga baik, mungkin tidak akan menimbulkan gejala atau hanya gejala ringan. Akan tetapi dia sebetulnya sudah menjadi pembawa virus.

"Sehingga apabila tidak diisolasi bisa saja saudara kita, orang tua kita yang sudah sejak awal menderita penyakit kronis akan menjaga kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi virus corona," ujarnya.

Sumur CNN





Fakta PDP Meninggal Dunia di Medan, Ikut Rapat di Istana Negara, Warga Sempat Tolak Pemakaman

KOMPAS.com- Seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) sore.

Terkonfirmasi bahwa PDP tersebut adalah Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Pemkot Medan.

Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik selama dua hari dan akhirnya meninggal dunia.


Sempat rapat di Istana Negara

Meski belum dipastikan positif Covid-19, riwayat perjalanan PDP itu ditelusuri selama 14 hari terakhir.

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan PDP tersebut ternyata sempat mengikuti rapat di Istana Negara pada 11 Maret 2020.

"Tanggal 11 Maret 2020 sama-sama di Istana Negara, rapat masalah tanah Sari Rejo dan PTPN II. Namun, saya sudah pulang, beliau masih di sana," kata Akhyar.

Pekan berikutnya, 17 Maret 2020, PDP tersebut masih mengikuti apel dan belum menunjukkan gejala.


"Jadi, hari Selasa saya masih kontak via telepon dengan beliau, dia mengatakan sudah di RS Adam Malik," kata Akhyar.


ASN diminta cek kesehatan berkala

Karena pejabatnya terindikasi virus corona, Akhyar meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) jajarannya untuk mengecek kesehatan.

Akhyar pun mengaku rutin mengecek kesehatannya ke rumah sakit.

"Saya rutin ke Rumah Sakit Umum dr Pirngadi memeriksakan kesehatan saya," kata Akhyar.

Dia juga telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruang di kantor pemerintahan.

Selain itu, pihaknya telah meminta ASN agar bekerja dari rumah, kecuali bagian pelayanan.


Pemakaman sempat ditolak warga

Kepala lingkungan setempat, Budi, menceritakan proses pemakaman PDP itu sempat ditolak warga sekitar.
Padahal saat itu jenazah sudah dikeluarkan dari ambulans oleh sejumlah orang yang mengenakan alat pelindung diri (APD) mirip astronot.

Penolakan muncul lantaran warga mengira jenazah adalah pasien positif corona.

"Menolak-nolak gitu saja lah. Mereka tahu itu katanya corona, makanya warga keberatan dikebumikan di situ," kata Budi.

Petugas medis pun sempat mau pingsan karena proses pemakaman yang menjadi lebih lama.

"Kewalahan juga mereka menguburkan ya semalam tu. Sampai yang pakai baju astronot itu pun ada yang mau pingsan. Tak ada warga yang mendekat, jauh-jauh semua. Disterilkan. Jauh-jauh lah dari lokasi," kata Budi.

Menurutnya, proses pemakanan jenazah akhirnya dilakukan saat hampir tengah malam.


Sumur Kompas




Jumlah Pasien Positif Corona COVID-19 di Sumut Bertambah

Liputan6.com, Medan - Kasus pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 di Sumatera Utara (Sumut) bertambah. Jika sebelumnya berjumlah 8 orang, kali ini bertambah satu menjadi 9 orang. Seluruhnya dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Dari jumlah tersebut, 8 orang menjalani proses isolasi dan satu orang meninggal dunia pada Selasa, 17 Maret 2020. Penambahan jumlah pasien positif virus corona COVID-19 dibenarkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak.

"Iya, yang positif saat ini 9 orang," kata Rosario, Rabu (25/3/2020).

Berdasarkan akun Instagram resmi RSUP Haji Adam Malik @rsupham, update data pasien terkait corona COVID-19 tercatat, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 6, pasien negatif 8, dan pasien positif 9, satu diantaranya meninggal dunia, 8 masih dirawat.

Sementara itu, pasien positif dan PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUP H Adam Malik, yang terletak di Jalan Bunga Lau, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumut, berjumlah 14 orang. Sedangkan ruang isolasi di rumah sakit tersebut hanya 14 unit.


Sumur Liputan6


Kesimpulan :

1. ODP dan PDP bertambah karena kurangnya kedisiplinan dalam penerapan Social Distancing.

2. ODP juga bertambah karena akses keluar kota masih terbuka. Terutama kota yang menjadi pusat dari corona.


Mohon bagi agan dan sista yang keluar kota, setelah kembali, diharapkan melakukan pemeriksaan ke RS rujukan corona dan melakukan self quarantine 14 hari dahulu. Bagi yang bandel, tolong dibedil saja jika terindikasi positif, karena sudah termasuk pembunuhan massal dengan menularkan ke orang lain.

Stay Safe, jangan keluar rumah jika tidak urgent. Jika keluar rumah, jangan menggosok mata dan hidung serta jangan menyentuh mulut dan makanan sebelum cuci tangan dengan bersih.

Note:

Sorry gan ada 3 berita dalam 1 thread, dikhawatirkan akan terindikasi spam bila membuat 3 thread dalam satu waktu.
profile-picture
mewtwo68d memberi reputasi
Diubah oleh astralis
si kk temen papaku aja ygr encananya mau mudik ke medan ngurungin niat karena tau ini. ndak jadi pulang ke medan deh emoticon-Om Telolet Om!

ODP PDP chance -nya gede buat jadi positif. banyak yg ketauan positif pas udah meninggal lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
duhhh gini bgt corona emoticon-Frown semoga cepet berakhir wabahnya
profile-picture
astralis memberi reputasi
profile-picture
astralis memberi reputasi
Lihat 1 balasan
semoga segera berakhir wabah ini amin
profile-picture
astralis memberi reputasi
Calon epicentrum sumatraemoticon-cystg
profile-picture
astralis memberi reputasi
waspada, di rumah aja untuk sementara waktu
profile-picture
astralis memberi reputasi
gila sumut cepet amat penyebarannyaemoticon-Marah
ini gara2 harga masker dan hand sanitizer mahal kali ya? Mereka pada ga beliemoticon-Blue Guy Bata (L)

BATA!
profile-picture
astralis memberi reputasi
Wadalah ngelebihin jakarta itu medan klo segitu bnyak ODP, ga di lockdonwn itu kota.
profile-picture
astralis memberi reputasi
mungkin rata2 baru pulang dari malaysia ?

malaysia khan tertinggi se asia tenggara sekarang
gara2 tablig itjimak kemarin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh dwiatmaja
Lock down lock down segera jgn kasih keluar itu corona virus dari medan emoticon-army
profile-picture
astralis memberi reputasi
klen kira medan enggak gitu, itu banyak lagi yang berondok gak berani ikut test covid biarpun udah gejala covid... cobak lahh.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan astralis memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ODP masih aman, kalo 3080 PDP baru RED ZONE!!!
profile-picture
astralis memberi reputasi
GOTHAM
profile-picture
astralis memberi reputasi
Quote:


kagak aman di medan gan
odp masih banyak yg berkeliaran
emoticon-Takut
profile-picture
aldonistic memberi reputasi
Bah, cemana pulak ini
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan astralis memberi reputasi
kok ga da yang lapor anggota preman sumut kena coronaemoticon-Shutup emoticon-Shutup
profile-picture
astralis memberi reputasi
warkop di medan, orang orang low class masih santuy ngopi ngopi cuy :emoticon-Takut emoticon-Takut
profile-picture
astralis memberi reputasi
Di perbaungan sumut udah ada 6 meninggal gejala cuma batuk dan demam kok, berobat ke puskesmas gak ketahuan sakit apa tiba2 koit.

Dokter umum yg buka praktek di kota medan udah pada tutup, yg buka pun tadi ada saudara berobat pelayanannya gini : kalo gak pake masker dokter gk mau temui, kalo demam tinggi juga dokternya gk mau periksa.
profile-picture
astralis memberi reputasi
Diubah oleh mewtwo68d
Lihat 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di