CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kuntilanak Penghuni Tempat Pembuangan Sampah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7d31badbf7647ec432bab9/kuntilanak-penghuni-tempat-pembuangan-sampah

Kuntilanak Penghuni Tempat Pembuangan Sampah

Kuntilanak Penghuni Tempat Pembuangan Sampah

"Setan itu suka tempat yang kotor, jangan main kotor - kotoran nanti kamu diikuti setan!" kata Nenek

"Hahahah nenek ngarang cerita, yang ada berani kotor itu baik, Nek!" kataku memberontak

"Ini bocah dibilangin orang tua ngeyel aja. Ya sudah kalau tidak percaya, nanti kamu buktikan sendiri" ucap Nenek dengan nada kesal

Tidak pernah kuhiraukan kata - kata Nenekku. Aku selalu menganggapnya cerewet. Hingga akhirnya nasihatnya menyadarkanku bahwasanya kata - katanya bukan sebuah bualan belaka. Setiap pulang sekolah aku selalu bermain dengan teman - temanku di area Rungkut Asri Surabaya. Aku berangkat main siang hari dan pulang kembali menjelang malam tepatnya saat langit bersemburat jingga.

Suatu sore, aku sedang bermain petak umpet dengan teman - temanku. Lokasi tempat tinggalku tidak jauh dari SMAN 8 Surabaya. Di seberang jalan depan sekolah ini terdapat tempat pembuangan sampah yang sekelilingnya adalah got besar dan pepohonan rindang.

"Hompimpa alaihum gambreng! gaaaambreng!" ucap kami berbarengan.

"Rasya, kamu yang jadi!" kata temanku sambil menunjuk ke arahku

Aku menutup mata dan menyandarkan tubuhku ke sebuah tembok sembari menghitung angka 1 sampai 10. Menunggu teman - temanku menyembunyikan dirinya.

" Satu... dua... tiga... empat... lima... enam... tujuh... delapan... sembilan... sepuluh!" kulepaskan pergelangan tangan yang menempel di kedua mataku

Pandanganku sedikit kabur sesaat. Kemudian berangsur - angsur menjadi fokus dan jelas. Aku cari Diana, Seruni, Victor, Nancy dan Galuh satu per satu. Aku mencari ke pos satpam dan kutemukan Galuh, kita balapan lari menuju tembok tempatku berdiri tadi. Siapa yang terlebih dahulu menyentuhnya yang akan menang. Kaki kita berkejaran, sampai akhirnya aku yang berhasil menyentuh tembok itu.

"Yeeesss!" kataku girang
"Yaaah, Rasya ... larimu cepet banget sih!" ucap Galuh

Dari arah belakangku ada Diana dan Seruni yang tiba - tiba datang tanpa suara dan menyentuh tembok itu. Kali ini aku kecolongan. Sekarang saatnya aku mencari Victor dan Nancy, dua teman sekelasku yang berdarah campuran Belanda Indonesia. Saat sedang mencari mereka, Nenekku datang memanggilku.

"Rasyaaa, cepet pulang sudah mau maghrib!"

"Sebentar nek, Rasya mau cari Nancy dan Victor dulu. Setelah itu aku akan segera pulang." aku berlari menjauh dari nenek

Nenek pun pergi ke rumah seorang diri tanpa membawaku. Tiba tiba saja aku melihat Nancy berlari cepat ke arah pembuangan sampah. Bibirku tersenyum, dalam hati aku berkata, "Ketemu kamu, Nancy! Nggak bakal bisa kabur dari penglihatan Rasya!"



Aku membuntuti Nancy mengendap - endap masuk ke pembuangan sampah yang bau sekali. Anehnya, Nancy sedang duduk disana sambil mengunyah sesuatu. Aku hanya melihat punggungnya, rambut hitamnya tergerai panjang. Ketika aku mendekat, pembuangan sampah itu berubah menjadi sebuah rumah kayu. Perempuan yang semula aku lihat sebagai Nancy melihat ke arahku. Malangnya aku, ternyata dia adalah penunggu pembuangan sampah ini.

Mukanya pucat, matanya hitam, rambutnya panjang, bajunya rok terusan putih longgar dengan suara tawa yang menggema. Aku tidak berkutik, aku ingin pergi dari tempat ini namun tak bisa. Seluruh rumah ini terbuat dari kayu yang tertutup. Mulutku tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya ada suara ketawa dari kuntilanak itu.

Hiiiihiiiihiiiihiiii hiiiihiiiihiii hiiii hiiii

Dia memberikan sebuah piring yang berisikan makanan lezat kepadaku. Mulanya sajian itu nampak seperti roti cokelat berlumur selai stroberi namun tak berselang lama wujudnya berubah menjadi bangkai tikus yang dipenuhi darah. Aku ketakutan luar biasa. Badanku bergetar. Saat itu juga aku teringat pada nasehat nenekku yang tak pernah aku gubris. Aku sangat menyesal dan ingin meminta maaf pada nenek.

Nenekku sangat cemas menantikan kedatanganku. Teman - temanku pun ikut panik mencariku. Hari itu aku tidak pulang semalaman, karena terjebak di rumah kuntilanak ini. Sungguh aku tidak tau bagaimana caranya untuk pulang. Aku terus berdoa pada Tuhan, agar siapapun dapat menemukanku disini dan membawaku kembali ke alam manusia. Mataku tak bisa berhenti meneteskan air mata.

Kuntilanak itu berkata, "Mengapa kamu menangis? Bukankah kamu yang datang sendiri ke rumahku untuk bertamu?"

Aku semakin ketakutan dan ajaibnya aku bisa bercakap - cakap dengan makhluk ini, setelah sekian lama hanya mampu membisu. "Tolong pulangkan saya! Saya mau pulang."

"Hiiii hiii hiii hiii hiii kamu bisa pulang setelah makan hidangan yang aku beri untukmu. Jika tidak, kamu akan tetap disini menjadi anakku!" matanya melotot melihatku



Harapanku untuk pulang serasa pupus, aku tidak mungkin makan bangkai tikus. Aku yakin itu hanyalah jebakan dari makhluk jahat ini untuk menipuku. Aku bersumpah tidak akan memakan apapun dari tempat ini.

Nenekku merasakan adanya hal ganjil di balik menghilangnya aku selama berhari - hari.

"Rasya pasti dibawa oleh makhluk halus, saya harus segera meminta bantuan pada orang pintar."

Nenek menggelar pengajian di rumah untuk mendoakanku, karena sudah seminggu aku hilang.

Di alam ghaib, aku merasakan guncangan hebat yang membuat kuntilanak disini mengerang kesakitan. Dia tiba tiba membuka pintu rumahnya dan menyuruhku keluar melalui pintu itu. Ketika aku melangkah keluar, aku kembali berada di tempat pembuangan sampah itu. Aku berlari menuju ke rumah sambil menangis, tak peduli dengan keadaan badanku yang sangat bau sampah.

Malam itu warga banyak berkumpul di rumahku, mereka kaget melihatku pulang. Aku dicecar berbagai macam pertanyaan tentang dimana keberadaanku selama ini. Sejak saat itu, aku kapok dan tidak mau main ke tempat kotor lagi. Setiap nasehat yang terucap dari mulut nenek selalu aku turuti demi kebaikanku.

TAMAT


Sumber gambar: 1| 2
nice story gan
iya sih emang kuntilanak suka nangkring di tempat sampah wkwk mereka suka nyari sesuatu yang kotor
makanya kita harus rajin2 jaga kebersihan ya emoticon-Jempol
pemulung temannya setan
emoticon-Smilie
kalo ada yang buang sampah nnti di gentayangin , emoticon-Big Grin
Quote:
hatur nuhun

Quote:
emoticon-Ngakak bisa aje gan

Quote:


kan ngasih makanan ke mereka, masak digentayangin?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di