CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
#VillageLockdown: Semua Berawal dari Hal Kecil untuk #AgaintsCovid19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7cd26b82d495767e23dca1/villagelockdown-semua-berawal-dari-hal-kecil-untuk-againtscovid19

#VillageLockdown: Semua Berawal dari Hal Kecil untuk #AgaintsCovid19

BAB I
Antara Seleksi Masuk Surga Jalur Apa dan Perubahan Peradaban


Halo,

Sebenernya ini adalah uneg-unegku saja sebagai seseorang yang mungkin doyan banget mikir, salah satu orang yang berjuang membantu negeri ini dengan rebahan, yang kemudian tadi aku harus keluar rumah sebentar untuk membeli bahan makanan pokok paling tidak untuk seminggu ke depan.

Pemikiranku ini bermula dari antrian panjang di salah satu supermarket di kotaku tersayang ini, di mana aku antri dengan ibu-ibu dengan trolinya yang banyak. Beliau datang dari luar kota ini, hanya untuk belanja karena toko-toko di tempat beliau tinggal tutup. Tak heran, banyak tempat di kota ini bahkan hiburan pun masih buka dengan santainya.

Sepulangnya, aku mendapatkan notifikasi di HP bahwa walikota Tegal akan memberlakukan lockdown, yang kemudian berita tersebut di blow ke kota ini. Bagaimana pendapat warganet? beberapa menanyakan 'apakah pemerintah sanggup nanggung hidup?'

Oke dari sini aku dapat poin dari pemikiranku yang mulai bermunculan:
1) Sebelumnya, bisa kan temen-temen bedain mobil dari orang yang pergi piknik sama emang bener tinggal di Jogja  sebelumnya walau platnya bukan daerah temen-temen? karena aku tadi nemuin banyak mobil luar kota yang masuk dan banyak yang pake tempat koper di atasnya.

2) Nah, tadi di superindo yang aku kunjungi memang banyak yang pada mudik. Bahkan ada beberapa koper di sana (bisa sih dibantu data dari hotel banyak gak orang eksternal ke jogja) kalo emang boleh diinfokan ke pemkot mungkin ._.

3) Sekarang gini, Covid19 bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain melalui droplet (percikan dari saluran nafas pasien positif) baik saat bersin, atau hal lain. (bisa googling)


Mungkin ini gak akan bisa selesai kalau 'lockdown' tidak diberlakukan. Why? Ini analogiku. karena ini berantai (yang punya masukan mohon tidak ngegas ya, setiap manusia punya pendapat masing-masing).

Case I
Si Adari kota Mawar pulang ke kota Melati dalam keadaan sehat, mengkarantinakan diri 14hari di rumah. B berkeliaran bawa virus. Kemudian A ketemu dengan B setelah 14 hari. A tertular B. A merasa baik-baik saja sebelumnya tetap mengkarantinakan diri semisalnya. (1)
.
Suatu masa, A merasa kalo sudah 14 hari, ya gak papa. Padahal posisi dia tertular. Dan ini akan beranjut di circle B dan A ibarat irisan bawang merah. (2)

Untuk memutus rantai, bagaimana pendapat kalian jika diberlakukan dari yang kecil? Diawali dengan #VillageLockdown dengan tanggung jawab masing-masing kepala dusun > meluas ke kepala desa > meluas ke kepala kecamatan > meluas ke Kabupaten/Kota?

Tidak semua melulu langsung ke pemerintah pusat, kan? Iya, saya mengerti jika banyak warga net yang masih menyimpan dendam ke beberapa oknum pemerintah pusat termasuk kepada beberapa anggota dewan.

Adanya kejadian ini kita diuji, sinergi bersama dari hal kecil. Kalau soal anggaran dan uang uang uang yang dipikriin terus karena gak mau kelangan, oke selamat datang dengan kepentingan duniawi ini emoticon-Smilie kalah sama Nabi Ibrahim AS yang rela anaknya disembelih demi Tuhannya, ibarat bencana ini, kalian diuji dengan korban harta benda, keikhlasan, tenaga, hati, nurani serta pikiran kayak seleksi masuk SURGA lho bro sis! emoticon-Smilie

Bayangkan apabila antar dusun saja dulu, saling bekerja memenuhi kebutuhan masing-masing warganya dengan sumberdaya yang ada dampaknya juga mengharmoniskan hubungan antar tetangga, kan?



 

Case 2

Lagi ada yang gabut nggak? Coba cek info kos, kontrakan di wilayah masing-masing. Coba cek deh banyak oknum pendatang melarikan diri dari asalnya, dari kota Mawar ke Kota Melati untuk memperoleh FREEDOM emoticon-Smilie 


1) Bayangin tiap-tiap rumah yang disewakan itu menampung positif Covid19 yang melarikan diri dari REDZONE atau daerah darurat wabah. 


2) Padahal banyak di luar sana perantau yang rela gak pulang, nahan rindu keluarga di kampung halaman, demi siapa? Demi kita ! Kita yang merasa baik-baik saja di kota sendiri, kampung sendiri. Padahal belum tentu ya dia membawa Covid19 

So, terus gimana?

#VillageLockdownsebenarnya bisa kok dilakuin, dengan dasar bahwa CORET DULU kata "emang pemerintah mau nanggung hidup". Bukan begitu darling, ego kita diuji. Sabar kita diuji, silaturahmi kita diuji. 

* Ego apa? Kesadaran kerukunan bertetangga. #VillageLockdownlebih menuntut kepada apa yang kita punya untuk membantu tetangga yang susah, gak punya duit ya bantu tenaga emoticon-Smilie 

#VillageLockdownbisa, kamu punya apa yang lebih. Bagi ke tetanggamu yang kekurangan itu. Tetanggamu punya apa yang lebih, bagi ke yang membutuhkan. 

#VillageLockdownbisa, memperketat pendatang walau mereka bisa bayar sewa kamu lebih mahal. Bayangin deh, kamu dapat uang banyak karena terimasewa dari pendatang, tapi besok mati karena kena Covid19. Sama aja kan? Tahan urusan duniawinya dulu. 


Udah banyak kok #VillageLockdowndi negara luar sana, cuman beberapa warganet Indonesia ini mikirnya sampai 7 lapis bumi. Seakan-akan perekonomian nanti runtuh banget. Sek to, ngopi dulu. Jangan mikirin sing elek sek :")


Kalo berat dengan sesuatu yang besar, lakukan dengan yang kecil dulu. Jangan kayak mak erot, yang kecil di gede-gedein. #eh 


Kalo masih mikirin besok makan apa padahal kamu punya tetangga saat #VillageLockdown, dan kamu gengsi, atau tetanggamu pelit, nah itu silaturahmi yang diuji. 


#VillageLockdownbisa kok, mgkn dg memangkas anggaran belanja pemerintah daerah dari tingkat desa. Denger-denger kan ada dana desa sampai ratusan juta kan? Kenapa langsung nyodor pemerintah pusat dg kata "yakin bisa ngehidupi" ?? 



Saat ini sebenarnya perlu survive dulu ga sih, bisa makan 3x sehari mandi dan punya pakaian. Aku juga mikir kok semisal ada tanggungan cicilan apalagi kebijakan sewa di suatu tempat, tagihan listrik dan air mungkin. Nah kalau kebijakan punya cicilan nanti baru diserahkan ke pusat untuk relaksasi sampai negara dalam keadaan aman dan kondusif. Itu (semoga) bisa sambil dipikir sama pemerintah pusat dengan kebijakan yang BIJAK



Karena yang aku ambil kesimpulan tu dari komentar-komentar warganet rata-rata bingung cari makan gimana, alias masalah perut dan kebutuhan tersier (wah kalo ini gimana ya, greedy nya manusia beda-beda, ada yang sangat bersyukur bisa makan hari ini, ada yang KURAAANGG WAE. EMANG KOWE GELEM NANGGUNG MBAYAR BABU? PAKET DATA? Ngono misale emoticon-Frownnek dikandani malah soyo galak huhu


(=) Kembali lagi, soal perut dengan adanya #VillageLockdown ini menguji rukun tetangga dan tingkat egois kalian. Bener-bener lo ini, Tuhan ngasih ujian semacam UHTD alias Ujian Hidup Tingkat Duna tanpa terkecuali, engga cuma perorangan.
(=) Programnya #VillageLockdown juga bisa kan memaksimalkan potensi masing-masing tetangga. Bisa saling ajar mengajari dan asah asih asuh ibarat ini suatu perubahan peradaban manusia.
(=) #VillageLockdown ini sebenarnya kayak kasus bencana Gempa di Jogja dulu lho. Masih kebayang gak? Tetangga bisa saling bahu membahu, ada yang bikin dapur umum juga. Bdanya bencana ini kn tak kasat mata. Nah, sekarang bikin posko SEMBAKO buat ngehidupin 1 dusun dulu misalnya.

Ini sekilas pemikiranku, monggo mau sharing. Tolong jaga ucapan jangan nyolot ya emoticon-Smilie
Salam.





GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di