CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
MISTERI VILLA HIJAU
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7cc7000577a95d3d23c61d/misteri-villa-hijau

MISTERI VILLA HIJAU

MISTERI VILLA HIJAU


MISTERI VILLA HIJAU

MISTERI VILLA HIJAU

*****

Kilau matahari di siang menyilaukan mataku ketika mobil yang membawa kami menelusuri jalan di daerah Puncak Bogor. Kemacetan sudah terasa di mulai dari tol Ciawi menuju Puncak, Bogor. Di mobil ini aku beserta kelima temanku sedang menuju ke villa kepunyaan salah satu temanku di daerah Puncak, Bogor. Menerawang dari jendela mobil, aku teringat kembali percakapan kami dua hari yang lalu di dalam kelas ketika usai mata kuliah statistik.

Namaku Siti Komariyah, biasa teman - temanku memanggilku SitKom. Kelima orang sahabatku bernama Lia, Ika, Tatik, Mira dan Tyas. Kami merencanakan hari sabtu ini akan menginap di villanya Mira.

Terdengar suara penyanyi Vina Panduwinata mengalun dari radio mobil. Mendengar lagu itu entah mengapa aku memiliki firasat buruk. Aku berdoa didalam hati, semoga nanti kami semua dalam lindungan Tuhan dan tidak akan terjadi apapun selama menginap disana.

Quote:


3 jam perjalanan yang membosankan, akhirnya kami sampai di villa kepunyaan Mira. Sebelum mobil memasuki villa, Mira sempat berbicara sendiri, sepertinya villa tersebut sudah ada yang datang menginap. Kami semua turun dari dalam mobil.

Quote:


Singkat cerita akhirnya kami berhasil mendapatkan sebuah villa yang jaraknya tidak jauh dari villa Mira. Villa itu bercat hijau sehingga namanya villa hijau. Villa berlantai dua dengan banyak kamar terlihat begitu angkuh berdiri. Teman - temanku berlarian memasuki villa hijau itu. Aku masih berdiri melihat bangunan villa hijau ini. Tiba - tiba di lantai dua aku melihat pada jendela besar, ada sesosok yang berdiri melihat kearah kami. Aku tidak begitu jelas melihat wajahnya karena tertutup tirai tipis. Aku dipanggil oleh Mira sambil berjalan, setelah itu aku mengalihkan pandanganku kembali ke jendela tadi, ternyata sosok itu telah hilang.

Kami telah mendapatkan kamar kami masing - masing, semuanya berada di lantai atas. Aku berjalan menyusuri tiap - tiap ruangan didalam villa ini, dilantai atas ada empat kamar, aku mendapat kamar di tengah sendirian, sebelah kananku Mira sebelah kiriku Tyas dan Tatik. Sebelah kanan kamar Mira, itu kamar Lia dan Ika. Dilantai satu, ada Kamar mandi terletak disebelah kamar kosong yang tidak ditempati.

MISTERI VILLA HIJAU

Dari lantai satu juga, ternyata ada untuk ruang makan dan ruang keluarga. Aku berjalan ke kamar yang di tempati oleh Lia dan Ika. Kamar yang cukup besar dan jendela - jendela lebar bertirai putih tipis. Sehingga dari dalam kamar bisa melihat pemandangan di luar villa. Aku berdiri di dekat jendela melihat kebawah, terlihat mobil avanza hitam yang tadi membawa kami ke villa ini. Seketika aku teringat bukankah tempatku berdiri ini adalah tempat dimana sosok misterius yang kulihat dari bawah tadi.

Tiba - tiba tengkukku merinding, ada rasa dingin menyapu lembut kulit leherku, seperti hembusan nafas seseorang yang berada tepat di belakangku. Padahal ku tahu pasti saat itu aku sedang sendirian berada dalam kamar ini. Aku secepatnya meninggalkan kamar tersebut, ku mencari teman - temanku yang ternyata ada di taman belakang villa. Mereka semua bersama bapak penjaga villa ini yang belakanganku tahu bernama mang Entis.

Kami semua bercakap - cakap sampai mang Entis berpamitan untuk mempersiapkan makan malam kami. Lama di saung sampai adzan magrib terdengar. Kami semua masuk ke dalam villa sambil bersiap - siap untuk mandi, sholat dan makan malam.

Aku dan Mira berada di ruang makan setelah terlebih dahulu selesai mandi dan sholat. Dari atas ruang makan terdengar banyak langkah - langkah kaki, karena lantai atas dari villa ini lantainya terbuat dari bilah - bilah papan kayu tebal. Sehingga suara kaki orang yang berjalan di lantai atas suaranya terdengar di ruang makan. Aku dan Mira sedang bercakap - cakap sampai terdengar jeritan suara Ika dan suara kaki semua teman - temanku berlarian dari kamar Lia dan Ika. Aku dan Mira saling memandang terheran - heran, tidak lama semua teman - temanku yang di atas tergopoh - gopoh menuruni tangga ketempat kami berdua sedang duduk. Aku dan Mira bertanya, ada apa sehingga mereka ketakutan.

Lia, Ika, Tyas dan Tatik saling berpandang - pandangan, mereka tidak menceritakan apa yang terjadi di atas barusan. Ika dan Tatik mengajak kami semua untuk segera makan karena mereka sudah sangat lapar. Mira memanggil mang Entis untuk segera menyiapkan makan malam. Akhirnya kami semua makan malam dengan tidak banyak berbicara. Tidak sengaja aku melihat ke jendela di depan meja makan yang berhadapan dengan ku. Aku kaget karena melihat seseorang dari luar jendela mengintip ke dalam ruangan. Walau tidak terlihat jelas, itu adalah separuh dari sosok seorang perempuan berambut sangat panjang memakai baju putih. Aku tidak berani memandangnya lama, mataku tertunduk sambil berusaha mengunyah makanan yang tiba - tiba terasa hambar dan susah untuk ku telan. Selesai kami semua makan malam, kami sepakat untuk langsung tidur karena kami sudah sangat lelah dari lamanya perjalanan tadi siang.

Tak berapa lama didalam kamarku, dari luar jendela kamar terdengar seperti suara anak ayam yang ramai berciap - ciap, aku terjaga. Aku teringat omongan nenekku bahwa jika tengah malam terdengar suara ramai ciap - ciap anak ayam itu bertanda sosok kuntilanak dekat dengan kita. Suara ciap - ciap masih terdengar dan aku kembali terkesima ketika tercium wewangian bunga kamboja. Mulutku membaca ayat - ayat kursi dengan suara agak lantang. Terdengar suara - suara teriakan dan langkah - langkah kaki dari luar kamarku. Secepatnya aku berlari menuju pintu kamar dan membukanya dan mendapati teman - temanku turun ke bawah. Aku memang yang sudah takut sedari tadi ikut turun kebawah ke tempat teman - temanku berada. Semuanya berbicara dengan nada cepat dan keras, semua saling berebut dan menceritakan apa yang telah terjadi pada diri mereka. Lia menangis sesegukan sambil berucap aku ingin pulang sekarang, begitu juga dengan Tatik. Sedangkan Tyas dan Ika lebih meributkan ketakutan mereka dengan menceracau banyak hal. Aku menenangkan mereka semua sambil berusaha membuat mereka semua diam. Aku baru tersadar karena pada saat itu Mira ternyata tidak berada diantara kami. Tiba - tiba dari atas pintu kamar Mira terbuka dengan keras, kami semua terkejut dan memandang ke atas ke pintu kamar Mira. Dari dalam kamar keluar sosok perempuan yang ternyata itu adalah Mira. Dari atas Mira berteriak dengan menggunakan bahasa sunda.

Quote:


Kami semua saling berpandangan, suara yang keluar dari mulut Mira itu bukan suara Mira, dan kami tahu semua jika Mira tidak bisa berbahasa sunda, karena Mira asli orang betawi. Ditengah kekacauan itu, Mang Entis menerobos masuk ke dalam villa. Malam itu Mang Entis berupaya mengeluarkan sosok yang masuk kedalam diri Mira.

Setelah beberapa lama, semua kembali tenang, Mira sudah sadar kembali. Kami semua sepakat malam itu kembali ke jakarta. Dalam perjalanan pulang kami kembali berbicara tentang kejadian di villa tersebut. Ternyata sebulan yang lalu anak perempuan pemilik dari villa tersebut, yang bernama Euis, di perkosa dan di bunuh oleh sekumpulan perampok, yang sedang merampok villa Euis. Semenjak itu villa tersebut menjadi angker.
Bersyukurnya kami semua selamat dari kejadian tersebut. Pengalaman di villa itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Quote:


TAMAT


Penulisan berdasarkan pengalaman teman
Sumber gambar link
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anasabila dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh danymarta.
Halaman 1 dari 15
MISTERI VILLA HIJAU
Hadehhh..
Naro pic nya ngagetin yg di jendela...
emoticon-Takut


emoticon-Bata (S)LEMPAR BATAemoticon-Bata (S)
Diubah oleh montego.
Quote:


Wkwkwkwk
Totalitas dong, kan biar meresap ke reader ceritanya
emoticon-Leh Uga
Quote:


Kaget e... Itu lagu serem daahhh..
Kek pernah denger dimana ya?
Quote:


Itu tuh difilmnya si suketi,
Malem satu suro, cobak dengerin lagunya emoticon-Big Grin
emoticon-Leh Uga
Quote:


Suketi apa? Ra mudeng?
Quote:


Apa mau aku kasih fotonya biar tau ? emoticon-Malu
Quote:


Ehh..ehhh..kalau yg aneh2 emoohh yaaaa...emmoohhhh..awaass ajaaa..
emoticon-dor
Quote:


Nggak kok, serius cantik yang namanya suketi ini emoticon-Malu emoticon-Shutup
Quote:


Enngggaaa aku gakkkk percaya..musti jail iki... Emoohh akuuu...
Eeemmooohhhhh...
emoticon-dor
Quote:


Nggak seriusan dah,
Cobak dulu lah liat sekali nanti juga terkesima emoticon-Malu
emoticon-Angel
Quote:


Iii dia maahhh ngeyeelll...
Oojjoooooo...
Klu sing ngeyel aku muleh ae..
Mpruuttt....
Quote:


Wkwkwkwkwk
Yee malah pulang, sini bentar aku bersihin bangkunya, duduk sini ae.. ntr aku kasih es batu
emoticon-Leh Uga
Quote:


Jiaahhh...orang tuh biar betah kasih coca-colaaaa..kasih tuh cemilan ,cepuluh , cebelas... Ini opooo..es batu...
Toet dah
emoticon-Cape d...
Quote:


Nah kan coca - colanya belom beli, nanti deh sekalian sama beli es krim emoticon-Malu
emoticon-Leh Uga
Quote:


Gak..gak mao...
Lama an..
Yo wis mpun ngih...ku ngantuk..buat nyang laen komen ...
Pareng om dandan
emoticon-Nyepi
Quote:


Yaudah tidur gih mbak..
Besok main sini lagi ya
emoticon-Leh Uga
profile-picture
PayudaraKanan memberi reputasi
Hadir om dhani emoticon-coffee
Malam malam gini dapet bacaan yg seru emoticon-Leh Uga
Spoiler for jangan dibuka:
profile-picture
profile-picture
PayudaraKanan dan eni050885 memberi reputasi
Quote:


Weh om pe,
Itu video harusnya komennya mah tadi om biar mbak din tereak2
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
PayudaraKanan dan pe.rusuh memberi reputasi
Quote:


Ane telat datengnya om, mana nih mbak din emoticon-Big Grin
Tak summon aja om, @montego. , biasanya kalo pagi dia online emoticon-Leh Uga
profile-picture
PayudaraKanan memberi reputasi
Halaman 1 dari 15


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di