CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
PAHLAWAN COVID '19 DI ERA MILENIAL
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7ca8358d94d0177a5164ad/pahlawan-covid-19-di-era-milenial

PAHLAWAN COVID '19 DI ERA MILENIAL

PAHLAWAN COVID '19 DI ERA MILENIAL




                      Bicara perihal pahlawan mungkin kita akan flashbackpada buku sejarah terdahulu yang membahas bagaimana para pahlawan merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah. Ya, pahlawan adalah seseorang yang akan berjuang mati-matian agar berhasil dalam memperjuangkan segala sesuatunya. Di sana kita akan berpikir bahwa pahlawan itu hanya tentara-tentara Indonesia yang hidup di zaman penjajahan yang tugasnya berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan. Semoga anggapan itu segera gugur setelah baca tread ini, karena saya akan membahas beberapa pahlawan yang harus kalian tahu.

                  

                    Dikutip dari wikipedia, pahlawan itu berasal dari kata phala-wan dari bahasa sangsakerta yang artinya orang yang dari dirinya menghasilkan buah yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama, atau orang yang menonjol karena keberaniannya serta pengorbanannya dalam membela kebenaran.

              

                       Beberapa bulan belakangan ini, negara kita Indonesia jakarta khususnya mendapat bahan obrolan yang begitu hangat yang disugukan media dunia, yaitu wabah virus corona atau covid '19 yang menyerang kota Wuhan di Cina, semua dibuat panik dengan kabar bahwa virus mematikan ini sangatlah cepat menyerang ke seluruh negara, termasuk Indonesia. Dari situlah kita warga Indonesia mulai resah ketika virus tersebut bukan hanya menyerang di luar negeri saja. 

                

                    Di awal bulan Maret seluruh Indonesia mendengar kabar bahwa virus corona mulai menyerang salah satu warga di Depok, bukan hanya di Depok saja, di beberapa kota mulai bermunculan korban yang terinfeksi virus tersebut seperti di Bandung, Kalimantan, Jogja, dan beberapa kota lainnya. Tidak berhenti di situ saja, virus corona ini terus menyebar ke seluruh Indonesia, penyebarannya pun sangat pesat, dan korbannya di setiap kota semakin bertambah. Menyikapi hal itu, pihak pemerintah mengambil tindakan untuk mengurangi resiko penyebaran virus. Pemerintah mengintruksikan kepada seluruh instansi sekolah dan perguruan tinggi untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar, serta seluruh pekerja baik itu pegawai, pedagang ataupun pekerja lainnya untuk sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah, jika memungkinkan kerja di rumah saja.

           Kini pemerintah dengan tegas mengimbau kepada seluruh sekolah-sekolah untuk meliburkan semua siswa dan menggantinya dengan belajar di rumah. Bahkan semua warga diminta untuk tidak keluar rumah dan di rumah saja jika tak ada keperluan yang mendesak. Namun hal itu hanya terlintas dalam pikiran warga Indonesia, mereka terlalu egois dalam menyikapinya. Meski virus ini benar-benar terbukti ada di Indonesia, masih banyak orang yang tidak begitu peduli untuk tetap di rumah. Mereka tetap beraktivitas sebagaimana biasa mereka lakukan tiap hari sebelum terdengar virus corona masuk ke Indonesia.

            Berawal dari tingginya rasa keegosian mereka, virus tersebut menyebar dengan sangat pesat, dan korban yang terinfeksi sudah melimpah. Imbas dari banyaknya korban maka pemerintah mulai kualahan dalam menanganinya, khusunya para tenaga medis. 

            Perkembangan penyebaran virus semakin hari semakin bertambah, pihak rumah sakit terus berusaha sekuat tenaga agar pasien yang positif terinfeksi dapat tertagani sehingga mengurangi penyebaran yang lebih banyak lagi, begitupun dengan pemerintah yang terus menerus mengimbau agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah dulu jika tidak sangat penting.

                

            Yang menjadi korban dari keegoisan warga +62 ini bukan hanya sesama warga saja, ada pihak pemerintah, para tenaga medis beserta pekerja di rumah sakit dan terlebih berdampak pada stabilitas perekonomian di negara Indonesia jika nantinya wabah virus ini bertambah parah penyebarannya. Karena jika virus ini mewabah dengan cepat dan semuanya terinfeksi, maka mau tidak mau pihak pemerintah harus melakukan lockdown di seluruh Indonesia, pastinya perekonomian bukan lagi menjadi lemah melainkan akan mati suri.

               Kembali pada pembahasan yang tadi, yaitu pahlawan. Kita tahu pahwalawan itu adalah seseorang yang paling berjasa, nah! untuk sekarang ini virus yang sedang mewabah di Indonesia membuka tabir sehingga kita tahu siapa yang pantas kita sebut pahlawan di era millenial. Ya, mereka adalah para dokter yang terus berjuang mati-matian memberikan pelayanan terhadap pasien yang terinfeksi virus corona. Beberapa dokter yang menanganinya telah gugur terinfeksi virus corona. 

            Jika ada pilihan, semua dokter mungkin akan memilih untuk tidak menangani pasien-pasien itu, tapi karena mereka tahu itu adalah tugas maka dengan ikhlas mereka menjalankan tugasnya meski ada perasaan takut, was-was dsb.. Mereka juga punya kehidupan, punya keluarga, punya anak dan juga punya keinginan untuk tetap selamat dari virus, tapi di sisi lain mereka juga punya mimpi agar Indonesia menjadi kondusif seperti sebelumnya. Beberapa minggu belakangan ini mulai tersebar berita beberapa dokter yang sudah terinfeksi virus tersebut, bahkan beberapa diantaranya sudah meninggal dunia. Innalillah saya ikut berduka dalam hal ini, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. 

                   Inilah beberapa dokter yang meninggal saat menangani pasien covid '19 yang kusebut pahlawan di era millenial. dr. Djoko Judodjoko, dr. Hadio ali Khazatsin, dr. Ucok Martin, dr. Adi Mirsa Putra, dr. Laurentius, dr. Toni D.Silitonga, Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, Ns. Ninuk Dwi dan Prof. Dr. Iwan Dwiprahasto.




                 

profile-picture
profile-picture
qoni77 dan dalledalminto memberi reputasi
Diubah oleh han766
smg husnul khotimah
Lihat 1 balasan
semoga sehat semuanya ya....
pahlawan kemanusiaan
Quote:


Aamiin


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di