CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Alternatif Antisipasi Corona: Pemerintah Bayar Upah Pekerja Swasta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7c29a2c0cad712b5496310/alternatif-antisipasi-corona-pemerintah-bayar-upah-pekerja-swasta

Alternatif Antisipasi Corona: Pemerintah Bayar Upah Pekerja Swasta

 Alternatif Antisipasi Corona: Pemerintah Bayar Upah Pekerja Swasta

tirto.id - Donny Indra masih harus menjalani rutinitas bekerja di kantor meski sudah ada imbauan dari pemerintah agar perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH). Pria yang berprofesi sebagai sales ini masih harus bekerja di kantornya yang terletak di Mangga Dua, Jakarta, di tengah pandemik Corona COVID-19 yang kian mewabah.

“Sudah keputusan perusahaan,” katanya kepada reporter Tirto via sambungan telepon, Selasa (24/3/2020).

Ia tak punya banyak pilihan lantaran ada kemungkinan gajinya dipotong bila tak bekerja di kantor. Rasa takutnya tertular COVID-19 pun harus ditekan lantaran ini sudah menyangkut urusan dapur tetap ngebul.


Fadil, seorang jurnalis, bernasib serupa. Ia diharuskan tetap ke lapangan untuk memburu berita, sementara kantornya “hanya menyediakan fasilitas perlindungan diri seadanya: tiga buah lembar masker (1 N95, dan 2 masker biasa), cairan antiseptik, dan vitamin C sebagai penunjang imun tubuh.”

Selain Donny dan Fadil, entah berapa orang lagi yang terpaksa keluar dari rumah untuk bekerja, termasuk sopir ojek daring. Untuk yang disebut terakhir, tak ada pilihan lain bagi mereka sebab hanya bisa dapat uang dengan keluar dari rumah, dan bersamaan dengan itu risiko tertular COVID-19 pun jadi lebih besar.

Di sisi lain, para pelaku usaha mengaku bukan tak tahu risiko pegawainya bisa tertular COVID-19 dengan keluar dari rumah.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan memang ada sifat pekerjaan yang tidak bisa dilakukan di rumah karena, misalnya, berhubungan langsung dengan pelayanan atau bidang lain yang mengharuskan berinteraksi dengan masyarakat.

“Jadi yang masuk hanya divisi yang langsung melayani konsumen pelanggan,” kata Sarman kepada reporter Tirto, Selasa (24/3/2020).

Ia mengatakan kalau yang masuk ini jam kerjanya juga sudah dikurangi. “Biasa pulang jam 5-6 sore, sekarang pulang jam 3 sore,” tambahnya.

Jumlah yang tetap masuk sebetulnya minim, yaitu hanya 20 persen dari total pekerja. Sarman mengklaim sejak 23 Maret 2020, sudah 80 persen pekerja di perusahaannya bergabung ke Kadin menerapkan kebijakan bekerja dari rumah.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan para buruh pabrik pun tak mungkin bekerja di rumah. Namun, pendapat berbeda disampaikan Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat. Menurutnya, yang perlu dilakukan pengusaha hanya menghentikan produksi pabrik dan menahan diri tidak mendapat untung untuk sementara waktu.

“Kalau terinfeksi satu semua bisa kena. Pahitnya perusahaan bisa tutup. Daripada mengambil risiko besar, saya rasa 14 hari tidak merugikan perusahaan dan ekonomi terlalu parah,” kata Mirah, 16 Maret lalu.
Opsi Solusi

Ekonom dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan dalam situasi seperti ini, memaksakan seluruh perusahaan melaksanakan WFH bukan langkah yang bijak. Itu akan merugikan perusahaan dan juga segera merugikan pekerja.

“Dampaknya perusahaan yang kesulitan, pertama, bisa melakukan cuti tanpa dibayar, kemudian berlanjut ke THR yang tidak dibayar/ditangguhkan, sampai pemotongan gaji dan terakhir adalah PHK,” kata Bhima kepada reporter Tirto.

Maka dari itulah campur tangan pemerintah yang tak sekedar imbauan diperlukan. Perlu ada insentif lebih jauh, katanya.


“Pemerintah harus melakukan memberikan sekaligus sanksi tegas. Kalau hanya sanksi tidak akan ada efeknya ketika insentif kurang,” jelasnya.

Selain insentif bagi pengusaha, apa yang dapat dilakukan pemerintah adalah menanggung sebagian upah pekerja yang semestinya dibayar perusahaan. Hal ini patut dipikirkan untuk mengurangi beban pengusaha yang pendapatannya menurun karena produksi melambat atau bahkan setop.

Dengan memberi insentif ke masyarakat, misalnya, para sopir Gojek tak perlu memaksakan diri keluar mencari penumpang karena kebutuhan dasarnya ditanggung. Begitu pula dengan para pekerja lepas yang karena COVID-19 ini terpaksa harus kehilangan banyak proyek.

Anggaran untuk itu bisa diambil dari realokasi anggaran negara dan daerah, kata Bhima.

“Di sinilah pentingnya fiskal APBD dan APBN: untuk menjamin mereka yang tidak bisa kerja di rumah tetap mendapatkan penghasilan. Kucurkan universal basic income/jaring pengaman pendapatan. Besarannya bisa 50 persen dari pendapatan pekerja yang mendekati UMP. Setidaknya bisa makan, bisa bayar cicilan rumah dan kendaraan, bisa bayar kebutuhan rumah tangga lainnya.”


Baru setelah insentifnya dibagikan, katanya, sanksi tegas bagi perusahaan yang tetap bandel mempekerjakan pekerjanya di kantor atau pabrik bisa diberlakukan.

Kebijakan ini sebetulnya bukan barang baru. Beberapa negara sedang berpikir untuk melakukannya, bahkan sudah ada yang merealisasikannya seperti Selandia Baru, Denmark, dan Inggris--meski memang tidak berlaku untuk semua jenis pekerjaan.


https://tirto.id/alternatif-antisipa...ja-swasta-eHmb

Setuju emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ladies.hunter01 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


Manja... kau dambaku
Selalu mengusik hatiku

emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 2 lainnya memberi reputasi
Yang sabar ya, untung mulai week depan perusahaan gw bekerja menerapkan wfh tanpa memotong apapun.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
gak bakalan
emoticon-Leh Uga
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yang penting hati² dan waspada serta jaga kebersihan juga kesehatan
profile-picture
profile-picture
giesent dan extreme78 memberi reputasi
Ini ceritanya pengusaha minta BLT, geetu?
profile-picture
profile-picture
threelines.corp dan extreme78 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 1 balasan
ts keparat, benci kowi tapi cinta duitnya
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
Bakal tetep ada cemburu sosial...

Misal yg dapet keringanan kredit cuma ojol, padahal yg terkena imbas hampir semua sektor, termasuk tukang gorengan d perempatan jalan...

Mending bikin kebijakan buat semuanya aja, toh ini sifatnya temporary...

Engga ada yg bakal ngerasa enak koq biar d kasih kemudahan...

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
threelines.corp dan 2 lainnya memberi reputasi
Pusing SM.
Babak belur kas negara.
Sambil pusing mikirin nilai tukar.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
Quote:


Pengen d fasilitasi seperti negara2 tsb.. tapi pajak dan jam kerjanya ga mau d samain.. emoticon-Malu (S)

Ini lom ngomongin produktivitas dan kedisiplinan.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
dgn aturan, yg melanggar aturan dan masih suka keluyuran ga jelas diluar rumah langsung dihanguskan bantuannya
unpaid leave 2 bulan,. ga ada gaji 2 bulan
kredit motor sama KPR non subsidi juga belum ada solusi
Skrang ini kebutuhan pokok yg penting....duit ntar aj😒,utamakan makanan,tetep dirumah😒
tetap waspada, jaga jarak dan jaga kesehatan
Quote:


Kalo udah bisa ngambil KPR non subsidi sih gw yakin cicilan motornya udah >150 cc.. emoticon-Malu (S)

Yakin unpaid leave 2 bulan ??.. karena sekeliling kantor gw aja rata2 cuma WFH 1 bulan + tunjangan transport d ganti jadi tunjangan internet.. selebihnya ya sesuai seperti biasa.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
gitu teriak2 mau lockdown... malah tidak bisa bekerja sm sekali untuk yg tidak bisa WFH..
satu di kasih...
semua pasti minta jugaa....

rame iki...

emoticon-Ngakak
Post ini telah dihapus oleh KS06
pd bingungkan....
kayak selimutan pake kain sarung.....
ditarik k atas.... kaki kedinginan....
ditarik k bawah wajah d gigit nyamuk


emoticon-Cool
owh jadi gtu.. minta lockdown, biar bisa ga kerja tp ttp dpt duit
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di