CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7be007e83c725455774600/perokok-berisiko-tinggi-tertulari-virus-corona

Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona

Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona


WHO mengeluarkan pernyataan bahwa perokok, terutama di Indonesia, memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap COVID-19. Risiko tersebut lebih dimaksudkan mengembangkan kondisi yang cukup parah ketika tubuh perokok terinfeksi.
Bagaimana tidak? Hampir 11% perokok orang dewasa di Indonesia mempunyai kadar gula darah yang cukup tinggi dan 1.5% menderita penyakit jantung. Akibatnya, perokok termasuk kelompok yang rentan terhadap gejala COVID-19 yang parah.

Selain itu, rokok juga berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh penggunanya. Begini, rokok mengandung berbagai senyawa kimia yang beracun dan salah satu racun tersebut adalah karsinogen yang dapat menyebabkan kanker serta karbon monoksida.

Kedua zat tersebut akan terhirup oleh saluran pernapasan dan kemudian memicu kerusakan organ.
Bahkan, organ sistem jantung, pembuluh darah, dan fungsi pernapasan akan menurun. Akibatnya, tubuh akan kesulitan melawan bakteri dan virus penyakit yang dihasilkan oleh lingkungan sekitar. Hal ini dikarenakan organ tubuh vital harus mengatasi kerusakan organ dan berusaha melawan racun dari paparan asap rokok.

Maka itu, rokok dapat melemahkan fungsi sel kekebalan tubuh dan mengurangi produksi antibodi pada manusia. Akibatnya, perokok mungkin memiliki risiko yang cukup tinggi dalam mengembangkan gejala COVID-19 yang lebih parah, seperti pneumonia dibandingkan mereka yang tidak merokok. 

Sebenarnya, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa perokok cenderung memiliki risiko terkena dampak yang parah ketika terinfeksi COVID-19. Selain merusak sistem kekebalan tubuh, cara kerja paru-paru perokok juga menjadi faktor yang menyebabkan kondisi parah tersebut. 

Sebagai contoh, paru secara alami menghasilkan lendir. Akan tetapi, perokok menghasilkan lendir yang lebih banyak dan lebih tebal, sehingga paru-paru kesulitan membersihkan lendir tersebut. 
Alhasil, lendir dapat menyumbat paru dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. 
Walaupun demikian, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menunjukkan peningkatan risiko Coronavirus di kalangan perokok. Akan tetapi, merujuk pada analisis kematian akibat infeksi SARS-CoV-2 di Tiongkok, jumlah laki-laki yang meninggal lebih banyak.

Kemungkinan besar hal tersebut berkaitan dengan fakta bahwa lebih banyak laki-laki Tionghoa yang merokok dibandingkan perempuan. 
Hal ini dibuktikan melalui studi dari Chinese Medicine Journal yang mendiagnosis beberapa pasien Tiongkok dengan diagnosis pneumonia terkait COVID-19. Hasilnya, perkembangan penyakit hingga menyebabkan kematian terjadi 14 kali lebih tinggi di antara kelompok perokok dibandingkan mereka yang tidak merokok. 
Maka itu, banyak ahli yang menyarankan para perokok untuk menghentikan kebiasaannya mengingat risiko mereka lebih tinggi menimbulkan kondisi yang parah jika terinfeksi COVID-19.

Bagaimana dengan orang yang sudah berhenti merokok?
Sampai saat ini masih belum diketahui apakah mantan perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena COVID-19 dibandingkan mereka yang sama sekali belum pernah merokok. 
Orang yang sampat saat ini merokok memang berisiko tinggi menderita infeksi paru-paru. Namun, organ pernapasan ini dapat sembuh ketika seseorang berhenti merokok. Belum diketahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi risikonya agar sama dengan mereka yang belum pernah merokok. 
Walaupun demikian, mantan perokok mungkin mempunyai risiko lebih rendah terhadap komplikasi yang cukup parah ketika terinfeksi. Maka itu, sangat dianjurkan untuk berhenti merokok dari sekarang untuk mengembalikan fungsi paru-paru menjadi lebih sehat dan mengurangi risiko pneumonia serta bronkitis.

rokok


ngeray emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amandainlove dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh thergunchang
Halaman 1 dari 3
iya ngeri banget gan, tapi lebih ngeri lagi klo ane gk merokok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gonbatosai
resiko kematian tinggi emoticon-Takut
Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona

















Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
gpp rokok ga rokok juga sama aja, sama2 mati nantinya

padahal dalam peringatan di bungkus rokok gini
merokok dapat menyebabkan kanker, impotensi dll
kurang lebih begitu

udah ada peringatannya kanker tapi mereka tetap hisap rokokemoticon-Leh Uga

coba ganti peringatannya jadi merokok dapat menyebabkan corona emoticon-Leh Uga

BATA!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
boby008 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh red.bezos
Lihat 1 balasan
Ya kalo gak kena covid ya gak apa2...
merokok itu ngak baik gaes
profile-picture
robotdwi memberi reputasi
Lebih baik nyimeng
Nanti pas mati senyum jenazahnya

emoticon-Hansip
profile-picture
bajier memberi reputasi
Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bajier dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Justru yg merokok udah terlatih antibodinya, karena setiap hari berjibaku melawan rokok..

Lebih rentan sama org mager n hidup bersih, krna antibodinya jarang "latihan"...

Logika gmana siehhh????... Who kon*tolll.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
boby008 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
yang kebal terhadap covid-19 adalah penederita kanker pernafasan emoticon-Ngakak
Seorang perokok gak pernah takut mati.. selama masih punya korek. Klo mati ya nyalain lagi... emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
tetettoet76 dan shotgunBlues memberi reputasi
Perokok Berisiko Tinggi Tertulari Virus Corona
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan galuhsuda memberi reputasi
Quote:


pirus babik wuhan..
profile-picture
profile-picture
tetettoet76 dan bajier memberi reputasi
untung ane udh berenti ngerokok.
sejam yg lalu.
Gk ngerokok gk ngopi, palagi abis makan asemmemoticon-Leh Uga
wah ngeri juga kalo gitu
sebelum ada covid19, yg merokok jg beresiko kena penyakit yg lainnya. justru yg lemah itu yg menghirup asap rokok.
ngomong apapun sama perokok percuma....... faktanya adalah mereka akan tetap merokok di tempat umum tanpa peduli sekitarnya........ jd apa akan peduli masalah corona..... ud pasti engga....... emoticon-Ngacir


profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 2 lainnya memberi reputasi
Kalau nyimeng gmn?
wah untung udah gak ngerokok..
enakan juga dirokok..
emoticon-Embarrassment
Lihat 2 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di