CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b85b368cc9516b0336c30/terlalu-nyaman

Terlalu Nyaman

By.zuii

"Huh.." Sasuke hanya bisa menggeleng pasrah melihat tingkah Naruto jadi selembek ini.

Ya! Dia benar-benar buruk bahkan sangat buruk. Akhir-akhir ini dia bergelayut dihidupku. Kemanapun aku pergi, dia selalu menempeliku terus. Tatapan bengis dan omelanku pun tdak mempan untuknya justru malah membuatnya makin getol mengusikku. Aku menyerah. Pikir Sasuke

"ih.. Naruto!"

PLAKK!

Tamparan itu meninggalkan jejak merah berbentuk telapak tangan.

Sasuke hanya melihat pergulatan mereka sekilas, lalu kembali menekuni komiknya.

"Uh.. Sakura!!!" Setelah menyentuh wajahnya yang lebam, Naruto benar-benar geram hingga matanya berkilat tajam.

"Naruto! Kau mulai berani melawanku?" Sakura geram.

"Ya! Aku tidak takut." Naruto membentak.

Biasanya Naruto mengalah saat bertengkar dengan Sakura, tapi sekarang ia sangat bersemangat. Mulai dari mengatai satu sama lain, beradu jutsu, sampai jambak-jambakkan rambut yang tak ada habisnya.

Tak jauh dari Sasuke, Naruto, dan Sakura. Ino duduk di jendela kelas hanya menghembuskan nafas kasar.

Dia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Ini harus dihentikan! Pikir Ino

"Mm. Naruto, bisa bicara sebentar" panggilan Ino tidak didengar Naruto

Mereka terus sibuk bertengkar.

SET! SET!

Ino melesat ke tengah Naruto dan Sakura, menarik tangan Naruto lalu membawanya pergi ke atap tepat diatas kelas.

"Mereka mencurigakan" Kata Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari pintu. tempat dimana Naruto dan Ino saling berbisik kemudian menghilang.

"Eh? Kurasa juga begitu" Sakura mengiyakan.

"Ino, kita harus mengakhirinya" Ucap Ino kesulitan menata rambutnya yang terurai.

Tangan Naruto tergerak membantu Ino menguncir rambutnya.

"Tidak mau. Aku nyaman seperti ini. Sangat menyenangkan menjadi dirimu, Naruto"

"Naruto?? Kau dan Ino, uh" Itulah reaksi Hinata yang cukup kecewa saat melihat Naruto merangkul Ino dengan mesra. Ino berdiri tak jauh dari sana hanya bisa membenturkan dahi ke tembok.

Mengingat kejadian tadi pagi itu membuat Ino menghela nafas kasar.

"Sudahlah Naruto. Jangan mengingat Hinata terus. Masih banyak perempuan yang lebih baik dari dia kok. Bye" Naruto menepuk pundak Ino kemudian melesat bersama angin.

Enak sekali dia bilang begitu. Bagaimana bisa aku menarik perhatian perempuan kalau aku sendiri saja perempuan?! Aku harus melakukan sesuatu. Pikir Ino

"Oh jadi begitu. Jiwa mereka tertukar" Sasuke menyelidiki dengan baik.

"Hei.. Siapa yang melakukan ini?" Sasuke tersadar juga terlihat lemah karena tidak bisa melepaskan diri dari benalu yang menahannya di pohon persik.

"Eh? Sasuke kau sudah bangun ya?" Ino datang menyapa.

Sasuke tidak peduli dan masih terus berusaha melepaskan diri.

"Percuma saja Sasuke. Tadi aku sempat mencuri tanaman beracun di rumah Sakura untuk menyerap kekuatanmu. Maaf ya Sasuke" Ucap Ino sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Naruto! Kau.." Sasuke geram.

"Oh jadi kau sudah tau ya, Sasuke" Ino bersemangat.

Sasuke hanya mengalihkan pandangannya acuh "Meskipun kau jadi orang lain, wajah bodoh itu masih ada" katanya hampir seperti berbisik.

"Apa! Kau mau membantu mengembalikan tubuhku kan?" Ino menguping

"Cih! percaya diri sekali kau." Sasuke pura-pura tak mendengar suara cempreng itu.

12 Jam Kemudian TIK! TOK! TIK! TOK!

"Naruto! Berhentilah mengajukan pertanyaan yang sama?" Sasuke bosan mendengarnya berbicara tanpa henti.

"Berarti kau mau membantu mengembalikan tubuhku kan?" Ino masih semangat seperti 12 jam yang lalu.

Hh! Apa bedanya dengan pertanyaan tadi?! Dasar. Pikir Sasuke

"Kalau aku membantumu, apa yang ku dapatkan?"

"Yaa kau dapat kekuatanmu kembali" Ino menjawab dengan ragu. Nah lho! Bagaimana cara mengembalikan kekuatan Sasuke? Setelah ini aku harus bertemu nenek Tsunade. Pikir Ino

"Memang sudah seharusnya begitu!" Sasuke akhirnya bisa melepaskan diri dari benalu berduri yang mengikatnya. tentunya dengan kekuatan sebagai manusia biasa.

"Sasuke.. semangat!"

"Berisik! Pikirkan saja bagaimana kekuatanku kembali! Dasar merepotkan" Sasuke berjalan pelan meninggalkan Ino.

"Huh.. Sekarang bagaimana bisa aku mengembalikan mereka tanpa kekuatan?" Sasuke kebingungan.

Takluk ! Ya akan ku taklukan salah satu dari mereka. Pikir Sasuke

"Huu.. huu.."

Suara itu dari lapangan basket. Sasuke mengenal suara itu dengan baik. terlihat Naruto menangis menunduk sambil memeluk kedua lututnya dibawah ring.

"Aish! Aku malu punya sahabat yang cengeng sepertimu" Sasuke mendrible bola basket.

"Ah? Naruto ya.." menoleh  "Aku bukan sahabatmu, Sasuke" Naruto beranjak pergi.

Sasuke melompat, menshot bola ke ring "Aku tau". Naruto terdiam "Tidak perlu menjadi orang lain hanya karena ingin dekat denganku" tambah Sasuke.

bolanya mendekat ke kaki Naruto, "Tidak usah sok peduli. Aku lelah dapat harapan kosong" ia menegakkan kepala.

Sasuke memasukkan tangannya ke saku "Jadi kau menyerah? Padahal aku mulai tertarik padamu, Ino." katanya berbisik lalu beranjak pergi meninggalkan Naruto sendirian.

"Sudah cukup main-mainnya, Ino. Waktunya kembali pada diriku yang sebenarnya" Naruto berpikir keras "Shintensin no jutsu!"

Memang berhasil tapi tubuh Ino yang sebenarnya sedang berada di toilet laki-laki.

"Narutoooooo!" Suara Ino Cumiakkan telinga Shikamarru dan Choji yang ada disebelahnya.

"hh.. hh.. Sasuke. Kekuatanmu sudah kembali kan?" Naruto sesak nafas.

Sasuke dan Naruto berada dibawah pohon bambu juga didepan toilet laki-laki.

"Ya begitulah" Sasuke menatap orang yang dibelakang Naruto.

PLETAK!

Ino menjitak Naruto dari belakang

"Aduh!" Naruto menoleh "Eh! Kau disini juga, Ino" ia tertawa tanpa dosa.

"Berhenti berpura-pura Naruto!" Ino menjewer telinga Naruto.

"Aw! Aw! maaf hehe. Uh sakitt" Naruto mengeluh.

"Sukurin! haha" Ino tertawa puas, tatapannya beralih pada Sasuke yang menatapnya datar. Ia jadi canggung "Maaf buat semuanya, aku pergi dulu" berbalik

Sasuke melesat ke hadapan Ino, lalu mentoyor dahinya "Tidak ku izinkan kau pergi begitu saja setelah membuatku jatuh cinta kepadamu, Ino"

Ino yang dari tadi hanya melamun agak sedikit kehilangan keseimbangan untuk berdiri, Sasuke tersenyum kecil sambil mengulurkan tangannya "masih kekeh untuk pergi?"

Mereka berpelukan. ya! Ino tidak bisa bicara apa-apa selain menggeleng, mengangguk, tersenyum, mengeratkan pelukannya. Hm intinya mereka bahagia.

#behindTheScene

"Duh. Aku jadi nyamuk disini" Keluh naruto

"Bubar bubar! Ceritanya udah kelar." Naruto mengusir "Hei kameramen.. Pulang sana! malah bengong disitu lagi. aku udah ngantuk nih, disuruh bangun pagi cuma buat peranin cewek. ish ish HOAMM" lho? si naruto malah curcol trus ketiduran dibawah kabel kabel syuting

"woi bangun. ayo pulang.. gak difilm gak kenyataan kerjaannya nyusahiin terus" sasuke tendang tendangin kakinya naruto, eh malah tangan naruto meluk sasuke

"ish. udah cukup ya gua ngerasa jijik sama lu di film. Gak lagi lagi" sasuke ngelepasin tangan naruto terus kaboorrrr

(z)
Diubah oleh zuii.el3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di