CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Rapid Test Corona, Pakar Rekomendasikan Tes Berbasis Antigen
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b71c265b24d2a687b77a2/rapid-test-corona-pakar-rekomendasikan-tes-berbasis-antigen

Rapid Test Corona, Pakar Rekomendasikan Tes Berbasis Antigen

Rapid Test Corona, Pakar Rekomendasikan Tes Berbasis Antigen


TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merekomendasikan agar rapid test Corona atau tes cepat massal dilakukan menggunakan alat tes cepat berbasis antigen dibandingkan berbasis antibodi. Tes dengan basis antigen disebut memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi.

"Rapid test berdasar pada antigen adalah yang diharapkan karena tingkat konfirmasi yang tinggi," kata perwakilan tim pakar Wiku Adisasmito di Graha BNPB Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan melakukan rapid test Corona berbasis imunoglobin atau antibodi. Pemeriksaan ini mendasarkan pada terbentuknya antibodi dalam tubuh jika terdapat virus pada tubuh.

Namun Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan orang yang hasilnya negatif bisa saja positif dikarenakan imunoglobin baru terbentuk sekitar enam hari hingga tujuh hari setelah virus menginfeksi tubuh.

Menurut Wiku, pemeriksaan dengan basis antibodi bisa dimanfaatkan untuk screening atau penapisan bagi kelompok masyarakat yang berisiko terpapar Corona. Penggunaan tes cepat berbasis antibodi memerlukan pemeriksaan laboratorium menggunakan PCR sebagai konfirmasi apabila hasilnya positif.

Selain itu, kelemahan lain tes cepat berbasis antibodi ialah orang yang menunjukkan hasil negatif harus dilakukan tes ulang beberapa hari kemudian untuk memastikan hasilnya benar-benar negatif atau positif.

Oleh karena itu, Wiku menjelaskan tim pakar telah membuat pedoman tata laksana pemeriksaan tes cepat yang akan dilakukan menggunakan rapid test berbasis antibodi, yaitu dilaksanakan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan.

Wiku meminta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak sosial, membatasi interaksi sosial dan tidak keluar rumah bila tidak perlu guna membantu mengurangi penularan Covid-19 di masyarakat. "Kami memiliki komitmen tinggi bekerja siang dan malam untuk memberikan keamanan pada masyarakat, keselamatan pada masyarakat tidak hanya pada petugas kesehatan. Kami mohon saudara sekalian perhatikan pesan pemerintah agar masalah ini bisa kita hadapi bersama dengan gotong royong dan disiplin," ujarnya.


- =-= -=- =-=-= -=-=-
TEMPO
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=



Sebelumnya mari kita bahas dulu metode deteksi SARS-CoV-2,
metodenya dibagi 2:
1. Mendeteksi langsung virusnya,
2. Mendeteksi respon imunitas.


Metode standar yang sudah kita lakukan itu melalui metode 1 dengan PCR. Jadi yang dideteksi adalah materi genetik dari si virus. Nah, PCR ini hasilnya lama keluarnya. Selain memang testingnya memakan waktu, proses pengiriman sampel juga sangat-sangat memakan waktu soalnya tes ini terpusat di laboratorium yang ditunjuk. Tidak bisa dilakukan onsite.

Kemudian beberapa hari lalu, kita juga memasukkan rapid test kit untuk mendukung testing massal. Nah, yang dimasukkan itu berbasis antibodi. Metodenya mengikut metode no. 2. Karena yang diukur respon imunitas maka ya harus nunggu sistem imun bekerja dulu baru bisa ketauan positif, seperti dijelaskan pak jubir.

Nah,
lalu yang direkomendasiin tim pakar ini apalagi. Emang beda?
Ya, beda. Sama-sama rapid test tapi metodenya beda. Sampelnya sama-sama yang digunakan di PCR karena yang dideteksi itu langsung virusnya. Jika rapid test yang sudah masuk itu untuk mendeteksi antibodi, maka rapid test yang ini mendeteksi antigen. Antigen adalah bagian dari si virus yang menyebabkan munculnya respon imunitas tubuh.

Lantas mana yang perlu dipilih?
Well,
tim pakar merekomendasikan tes berbasis antigen. Ane kira rekomendasi yang bagus. Tim pakar tentu tau kebutuhan di lapang yang menjadi prioritas. Dengan tes ini, yang dites benar-benar pada saat itu dites dia ada atau dapat menularkan virusnya tidak. Sedangkan untuk tes berbasis antibodi, bisa saja saat dites dia belum membentuk respon imun tapi sebetulnya sudah ada virusnya & bisa menularkan.

Namun, perlu diingat juga ketersediaan, harga, serta kecepatan pengiriman. Yang ini ane gak gak punya datanya. Namun, untuk PDP & ODP bergejala, ane pikir tes berbasis antibodi sudah bisa digunakan secara efektif. Kalo untuk selain ODP dan ODP yang tidak bergejala tentu tes antigen lebih ideal.


Selain itu,
tes berbasis antibodi seharusnya sangat berguna untuk tenaga medis yang menangani langsung pasien. Bagaimana bergunanya? Ini terkait APD. RS-RS sekarang kesulitan mendapatkan APD. Nah, dengan tes antibodi ini bisa diprioritaskan APD standar untuk tenaga medis yang negatif hasilnya. Sedangkan untuk yang hasilnya positif (tentu dicek pula dengan PCR untuk memastikan hasilnya negatif sehingga artinya sebetulnya pernah terinfeksi tapi si virus sudah di-KO & tubuhnya sudah punya kekebalan) bisa menggunakan APD improvisasi.


Ini contoh2 kit testing komersial:
Rapid Test Corona, Pakar Rekomendasikan Tes Berbasis Antigen



-==-=-=-=-=-=-
Sekadar sedikit pencerahan untuk pemirsa ILC sehingga tidak langsung men-judge "Pemerintah KOPLAK, belinya SALAH"

Mudah2an ke depannya pemerintah segera mengadakan rapid test berbasis antigen untuk melengkapi persenjataan melawan virus corona emoticon-armya:


Ingat,
kita bisa membantu berperang melawan corona,
tidak dengan nyinyirin pemerintah,
tapi dengan mematuhi imbauan pemerintah untuk menjaga jarak sosial, membatasi interaksi sosial dan tidak keluar rumah bila tidak perlu.
Dan jangan lupa cuci tangan dengan sabun.


emoticon-Angkat Beer


profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.didot dan 10 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
Pertanyaannya kalau tim pakar gugus tugas udah menyarankan demikian terus kenapa yang diambil rapid test serologi? Apa gunanya ada tim pakar kalau begitu? Pertimbangan dari siapa pemilihan rapid test serologi?
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan mows memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Malas gue ngomongin rapid test emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
pemerintah semakin tidak bisa dipercaya karena tidak mau mendengar dan mengikuti saran para pakar...mengerikan, bisa bisanya salah beli dalam kondisi seperti ini emoticon-Takut
profile-picture
adhisubagio memberi reputasi
Lihat 14 balasan
mnurut ane yah,Everythinglah pilihanya yg penting ssegera mngkin dilaksnaken..
gercep gercep gercep
siapkn alur distribusi yg baik ktimbang ribut mulu,msyrakat btuh respin cpt!!emoticon-Requestemoticon-Requestemoticon-Request
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
menurut aku sih, yang ada dulu dipakai.

kebanyakan usul malah nga kondusif.

dari pengalaman jualan, orang yg tanya2 produk yg nga ada dalam list itu dari awal mmg nga niat beli.

emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan galuhsuda memberi reputasi
Harga dan lama tes utk antigen bgmn?
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
korban makin banyak harus cepat bertindak
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Ketika menyampaikan fakta real,dilabeli dng label nyinyir..
Sick society :muntah:
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan galuhsuda memberi reputasi
rekomendasi yang baik
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
mau anti gen, anti bodi, antimo, anti hamil
udah ada sertifikat hollol nya blom
kalau beli anti gen bi yang harganya 50-100 dollar
biar ga di nyinyirin sama buntelan kapuk
selisih harga suruh dia yg nombokin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
nyimak dl wid.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan Judess memberi reputasi
Nah benerkan kata bu dokter erlina burhan....
Yang udah komen miring ke dr erlina, silahkan nungging bareng
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Lihat 3 balasan
semoga yang antigen bisa datang juga emoticon-linux2
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan Judess memberi reputasi
Tujuannya apa dulu
Menyembuhkan dengan deteksi dini? Atau menghambat penyebaran?
Kalo untuk menyembuhkan cukup yg sesak langsung isolasi
Kalo untuk penyebaran, antibodi pun ane rasa cukup
Kalo yg belum ada gejala dsb, gak ada ujungnya....
Lagian apa sudah siap tempatnya?
Akhirnya juga disuruh isolasi diri, self distancing dsb ya kan....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Lebih baik fokus ke pembuatan vaksin aja drpd para ahli kita disibukkan dgn polemik pake sampel yg ini yg itu ampe lupa lalu teralihkan ato sengaja dialihkan agar gak konsen bikin vaksin ato antivirus corona.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan Judess memberi reputasi
Diubah oleh silumanfpi
Lihat 1 balasan
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Mudah-mudahan yang ini cepet terwujud

-=-=-=-=-=
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan, Indonesia perlu memiliki perangkat deteksi virus corona buatan lokal yang spesifik untuk orang Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air. Alasannya, virus corona diyakini bermutasi.

"Virus cenderung cepat bermutasi, hasil mutasi berbeda-beda di setiap negara. Hal inilah yang menjadi tantangan dalam pengembangan RDT Kit (perangkat diagnostik cepat). Selain cepat, RDT Kit juga harus sesuai, sensitif dan spesifik," kata Kepala BPPT Hammam Riza, Rabu (25/3).

.....
Perangkat uji diagnostik cepat (rapid diagnostic test kit) itu akan dikembangkan dengan memanfaatkan strain virus yang berasal dari orang Indonesia yang terinfeksi Covid-19 dengan status transmisi virus bersifat lokal.
.....
Uji diagnostik non PCR (non PCR diagnostic test) yang akan dikembangkan yaitu uji diagnostik cepat (rapid diagnostic test) berbasis antibodi Immunoglobulin G (IgG)/Immunoglobulin M (IgM) dan uji deteksi cepat berbasis antigen. Keduanya akan dikembangkan menggunakan virus yang ada di Indonesia.

sumber republika

-=-=-=-=-=-

Kalau sudah terwujud maka keinginan tim pakar bisa terpenuhi,
ane siap mantengin perkembangan dari BPPT emoticon-linux2
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ribet amat

Cukup makan nasi kucing aza tiap hari pasti kebal virus emoticon-DP
Quote:


Tidak lebih hanya seperti tes darah saja

emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan Judess memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Astajim emoticon-Kagets
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Quote:


Apalah fungsinya tes antibody buat deteksi corona
Wong org sakit lain jg bisa aja positif

Kalo buat pencegahan penyebaran.langsung aja lockdown
Langsing to the poin.duitnya buat subsidi yg s lockdown
Ga perlu buang2 duit beli 500rb biji ga guna gt
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di