CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kalau Lockdown Tidak Dimungkinkan. Kira2 Apa Alternatifnya?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b3bb05cf6c4077166c05e/kalau-lockdown-tidak-dimungkinkan-kira2-apa-alternatifnya

Kalau Lockdown Tidak Dimungkinkan. Kira2 Apa Alternatifnya?

Jadi dari yang sudah saya baca-baca, ada kemungkinan pandemi Corona akan berlangsung cukup lama. Meskipun ada kemungkinan-kemungkinan lain, tapi tidak ada salahnya bersiap yang terburuk.

Berharap dan berdoa agar yang terbaik yang terjadi, tapi bekerja dan bersiap untuk kemungkinan yang terburuk.

-----

Pertama-tama dari berbagai berita yang kita lihat, rasanya opsi lockdown tidak dimungkinkan.

Himbauan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, belum cukup untuk memungkinkan social distancing.

Work from home, sudah "diupayakan", namun masih banyak hambatan dalam pelaksanaan-nya. Apalagi banyak kekuatiran dengan kondisi ekonomi jika kebijakan wfh dipaksakan.

Jadi menurut saya pemerintah dan pengusaha harus duduk bersama, supaya ada kebijakan yang lebih harmonis, antara pengusaha dan pemerintah, sehingga pencegahan penyebaran Corona bisa optimal.

--------

Dalam bayangan saya misalnya :

Pemerintah, terutama pemda, bisa mengajak semua pengusaha untuk bertemu dan mengatur :

1. Jumlah karyawan yang "harus" masuk kerja dan menggunakan transportasi umum untuk menuju dari/ke tempat kerja.

Dari situ bisa diselaraskan, antara jumlah orang yang akan menggunakan transportasi umum, dengan kapasitas transportasi umum-nya.

Pemerintah harus bisa benar-benar mengontrol dan membantu, pengusaha agar semaksimal mungkin melaksanakan wfh.

Artinya ketika pengusaha mengajukan jumlah karyawan yang harus masuk kerja, perlu dipastikan bahwa pekerjaan mereka itu tidak bisa dikerjakan dari rumah. Tidak bisa hanya dipercayakan pada pihak pengusaha.

Kemudian dari jumlah yang harus masuk kerja, diatur jam kerjanya, supaya mereka tidak menumpuk di fasilitas transportasi umum yang ada.

2. Bagi mereka yang tetap harus bekerja, maka pemilik usaha harus menciptakan tempat kerja yang aman dari Corona.

Jadi ketika di awal tadi dalam perjalanan sudah dimanage sehingga social distancing bisa maksimal. Setelah di tempat kerja, juga harus dibuat aturan-aturan dan fasilitas yang membuat aman dari Corona.

Bukan tidak mungkin, bisa ada kerja sama antar pengusaha, yang juga menguntungkan karyawan.

Misalnya perusahaan menyewa layanan katering yang terpercaya, dengan standard yang baik. Sehingga karyawan tidak perlu jajan di luar.

3. Harus ada insentif-insentif agar pengusaha juga bisa melalui masa yang sulit ini.

Tidak bisa dipungkiri, jika pengusaha bangkrut, karyawan juga susah. Sebelum Corona pun, banyak orang sudah kesulitan mencari kerja.

Jika pengusaha tidak dibantu untuk bertahan melewati pandemi Corona ini, bisa dibayangkan kondisinya ke depan nanti.

4. Pemerintah perlu melakukan sertifikasi untuk bisnis-bisnis yang rawan menyebarkan virus Corina.

Misal untuk yang punya bisnis makanan.

Bukan sertifikasi halal, tapi sertifikasi bahwa mereka memproses makanan dengan benar dan aman dari macam-macam virus, bakteri, dsb.

Artinya mulai dari prosedur pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, sampai delivery.

Dengan demikian, masyarakat jadi terlindungi dan punya keberanian untuk menggunakan layanan mereka.

----

Saya bukan orang pintar, ga punya keahlian di bidang pemerintahan. Ini cuma sekedar urun pendapat.

Mohon didebat, mungkin di forum ini kita bisa berdiskusi. Syukur-syukur dari diskusi itu bisa ada hal yang bermanfaat dan tidak hanya sekedar curhat.

Kalaupun tidak didengar, setidaknya kita bisa mengarahkan pikiran kita pada hal yang lebih positif. Yaitu berusaha mencari jalan keluar.

Daripada terjebak pada pikiran yang negatif, ngedumel, kesel, stress dan kuatir.

Salam....
wah pembahasan yang menarik, walau otakku belum mampu, hanya ingin menanyakan kaum buruh.. gimana kabar? kalau ojek dan penjual atau bisa dikatakan distributor masih aman tapi bukan aman dari covid ini, bagaimana kebijakan perusahaan yang memiliki buruh kerja ber ratusan itu, karena ada kabar tidak mengenakkan dari tetangga kalau.... Kaum Buruh di Tengah Corona: Selama Belum Meninggal, Diminta Terus Kerja tapi kalau memang sesuai dengan yang kalian demokan disaat saat hari buruh kemarin termasuk hal ini, mungkin bisa dikatakan seimbang yak? dan hei... bagaimana kabar janitor kebersihan, walau banyak juga relawan yang ikut, dan bagaimana yang ga dapat keluar untuk mencari makan? pendistribusiannya bagaimana ?

udah hampir 2 minggu loh... dan masih banyak lagi petugas petugas yang bekerja dilapangan, kalau tni dan polisi sih kalau ga salah pekerjaan udah menjadi nyawa, walaupun kini tenaga medis juga menjadi ikutan, dan ane ragu kalau pendidikan akan maju dengan teknik STF study from hommee.... kini rasa rasanya mengkhawatirkan... ya apalagi yah .... efek lihat plafon ini wkwkkw untuk saat ini kami, yaitu saya dan aku wkwk menyandarkan pada kebijakan di atas yang masih mempedulikan suara di bawah ... emoticon-Hammer (S)
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Kalo kita sebagai masyarakat biasa, lakukan physical distance 1 meter, tenang di rumah, ga usah kelayapan kalo ga penting, konsumsi makanan bergizi, olahraga cukup, berjemur pagi hari, berdoa dan bersyukur
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
Ya rapid test dibarengi sama social distancing sih emang solusinya
nyimak
Quote:


Justru itu, rasanya kalau diminta berhenti produksi (utk karyawan dan buruh), itu sudah pasti ga mungkin bisa.

Cm kan gmn caranya spy ttp kerja, tp relatif "aman" dr covid.

Misalnya persh nyediakan masker buat karyawannya yg hrs kerja. Yg masuk kerja dpt jatah susu. Lingkungan kerja spray disinfektan.

Dsb.

Ya pengusaha, pemerintah, yg lebih tahu dan punya sumber daya utk cari tahu, mestinya duduk bersama dan berembug.

Kl pendidikan sementara paksa dululah buat belajar di rmh.
Quote:


Rapid test jumlahnya terbatas, kayaknya yg ditest selama ini cm yg ODP.

Untuk social distancing, ga cukup kalau cm himbauan. Masih banyak yg ga paham, atau ga peduli, entah yg mana.

Kemudian utk yg kerja di dalam ruangan, apa social distancing saja sdh cukup?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di