CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b0f4dfacb950366727c1b/benarkah-vaksin-covid-19-sudah-beredar-ini-faktanya

Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya

Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya

botol obat tetes, dan dua kemasan plastik kecil bertuliskan "SGTI-flex COVID-19 IgM/IgG"

Foto yang disebut sebagai vaksin COVID-19 itu juga disertai narasi dengan mencatut Presiden AS Donald Trump dan sebuah perusahaan farmasi Roche Medical Company.

Pesan itu juga menyeratakan narasi sebagai berikut:

"Kabar baik
Vaksi virus corona siap. Mampu menyembuhkan pasien dalam waktu 3 jam setelah injeksi. Angkat topi untuk ilmuwan AS. Saat ini Trump mengumumkan bahwa Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin Minggu depan dan jutaan dosis sudah siap"

Benarkah vaksin untuk virus corona baru penyabab COVID-19 telah hadir di pasaran?


Tangkapan layar pesan dan foto berantai yang mengklaim sebagai foto vaksin COVID-19. (Whatsapp)


Penjelasan:

Berdasarakan penelusuran ANTARA, pesan tersebut tidak hanya tesebar di Indonesia tetapi juga menjadi pesan yang beredar secara global dengan gambar dan narasi berbahasa Inggris.

"SGTI-flex COVID-19 IgM/IgG" bukanlah vaksin untuk COVID-19, melainkan alat pendeteksi COVID-19 asal Korea Selatan yang diproduksi oleh Sugentech.

Informasi dari situs resmi Sugentech menyebutkan "SGTi-flex COVID-19 IgM/IgG" adalah alat tes untuk menentukan antibodi IgM dan IgG guna mendeteksi COVID-19 di dalam tubuh manusia.

Sugentech mengklaim alat itu dapat melihat hasil apakah sesorang terinfeksi atau tidak hanya dalam waktu 10 menit.

Sementara, foto yang digunakan di dalam pesan berantai itu merupakan foto milik jurnalis Jerman Florian Witulski. Foto itu pertama kali diunggah Florian Witulski lewat akun Twitternya @vaitor, pada Sabtu (21/3).

"Korea telah selesai mengembangkan alat tes 10 menit untuk COVID-19 dan sekarang mereka sedang meningkatkan produksinya. Mereka berencana mengekspor 300.000 alat tes per minggu," demikian tulis @vaitor dalam akun resminya.

Hingga Selasa (24/3) malam, unggahan Witulski itu telah dicuit ulang sebanyak 89 ribu kali dan disukai 196 ribu kali.

Terkait narasi bahwa Trump mengumumkan Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin COVID-19 pada minggu depan dalam jumlah besar adalah informasi yang salah atau hoaks.

Hingga Selasa, AS masih melakukan uji coba vaksin kepada manusia. Setelah dilakukan uji coba, vaksin itu akan terus disempurnakan selama beberapa bulan sebelum dipasarkan secara luas.

Vaksin yang ditemukan itu diberi nama mRNA-1273 yang dikembangkan oleh NIH dan Moderna Inc, bukan oleh Roche Medical Company.Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya

Tangkapan layar laman Sugentech tentang produk mereka yaitu alat diagnosa COVID-19 bernama SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG. (Sugentech)

Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya

Klaim : Vaksin untuk virus corona baru penyabab COVID-19 sudah beredar
Rating : Disinformasi/Hoaks

https://m.antaranews.com/berita/1379...r-ini-faktanya

profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 37sanchi memberi reputasi
Benarkah vaksin COVID-19 sudah beredar? Ini faktanya
profile-picture
profile-picture
unicorn.destroy dan tepsuzot memberi reputasi
Kata who harus nunggu kalo ga salah setahun dah
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Hmmm..
profile-picture
samsol... memberi reputasi
cek & ricek dulu gaes sebelum sebar informasi
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan samsol... memberi reputasi
Karena besarnya
jumlah liputan media Barat yang berfokus pada Cina, banyak dunia
percaya bahwa coronavirus menyebar ke semua negara lain dari
Cina, tetapi sekarang ini tampaknya terbukti salah. Dengan sekitar
50 negara yang tersebar di seluruh dunia telah mengidentifikasi
setidaknya satu kasus pada saat penulisan, akan sangat menarik
untuk memeriksa sampel virus dari masing-masing negara untuk
menentukan lokasi asal mereka dan sumber serta pola penyebaran
di seluruh dunia. Ahli virologi lebih lanjut menyatakan bahwa AS
baru-baru ini memiliki lebih dari 200 kasus "fibrosis paru" yang
mengakibatkan kematian karena ketidakmampuan pasien untuk
bernapas, tetapi kondisi dan gejala yang tidak dapat dijelaskan oleh
fibrosis paru. Dia mengatakan dia menulis artikel yang memberi tahu
otoritas kesehatan AS untuk mempertimbangkan dengan serius
kematian yang disebabkan oleh coronavirus, tetapi mereka
menanggapi dengan menyalahkan kematian pada e-rokok, kemudian
membungkam diskusi lebih lanjut. ... Dokter Taiwan kemudian
menyatakan wabah virus mulai lebih awal dari yang diperkirakan,
dengan mengatakan, "Kita harus melihat ke September 2019". Dia
menyatakan kasus tersebut pada bulan September 2019 di mana
beberapa orang Jepang melakukan perjalanan ke Hawaii dan
kembali ke rumah yang terinfeksi, orang-orang yang belum pernah
ke China. Ini dua bulan sebelum infeksi di China dan tepat setelah
CDC tiba-tiba dan benar-benar menutup laboratorium bio-senjata
Fort Detrick yang mengklaim fasilitas itu tidak cukup untuk
mencegah hilangnya patogen. (10) (11) Dia mengatakan dia secara
pribadi menyelidiki kasus-kasus itu dengan sangat hati-hati (seperti
yang dilakukan ahli virologi Jepang yang sampai pada kesimpulan
yang sama). penyakit lain, dan karenanya mungkin disamarkan.
Situs web berita Cina terkemuka Huanqiu mengaitkan satu kasus di
AS di mana seorang kerabat wanita diberitahu oleh dokter bahwa ia
meninggal karena flu, tetapi ketika sertifikat kematian
mencantumkan coronavirus sebagai penyebab kematian.

sumber: https://www.globalresearch.ca/china-coronavirus-shocking-update/5705196
profile-picture
profile-picture
d3m0litionlov3r dan tepsuzot memberi reputasi
wudhuan dan baca doa qunut cukup
Quote:

Quote:



virusnya dari babik wuhan yg disalahin islam.. coba klo dulu gak ada imigran babik wuhan dimari pasti ampe skr gak ada namanya corona di indo..
Diubah oleh zinaitudosa
bukan interveron kan? emoticon-Belo
hoax bukan? yg sembuh pada pake vaksin apaan?

BATA!
Diubah oleh red.bezos
benerann kaga nihhh
Hoax lah. Bikin vaksin itu tahapan ujicobanya lama. Ini baru brp bulan masa iya udah keluar?
profile-picture
.noisszcat. memberi reputasi
Wah tapi penemuannya keren sih, bisa mendeteksi covid dalam waktu tiga jam, semoga vaksinnya segera menyusul deh


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di