CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b004b9a972e150f21bf61/penanganan-virus-corona-ilmuwan-dunia-sebut-indonesia-mengkhawatirkan

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Meskipun obat virus corona (COVID-19) diklaim telah berhasil ditemukan, para ilmuwan di seluruh dunia masih terus menyoroti cara penanganan, khususnya Asia Pasifik. Dari pantauan para ilmuwan dunia, Indonesia dinilai memiliki penanganan virus corona terburuk.
"Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia yang paling menkhawatirkan. Indonesia memiliki populasi yang sangat besar namun birokrasi yang tidak rapi. Penanganan krisis yang buruk di Indonesia akan membuat negara terpapar semakin buruk," ujar Dosen Griffith University Lee Morgenbesser, seorang ahli dalam politik Asia Tenggara, dilansir laman smh.com, Selasa (24/3/2020).

Sementara itu, Profesor virologi Universitas Queensland, Ian Mackay menyoroti beberapa tanda peringatan yang datang dari Indonesia. Peringatan itu memberi sinyal bahwa situasi di Indonesia bisa jauh lebih buruk daripada jumlah kasus yang diekspos ke publik.
"Ketika Anda melihat banyak kematian dalam waktu singkat, seperti yang terjadi, itu menunjukkan ada beberapa kasus selama beberapa waktu. Kami juga telah melihat banyak pelancong yang terinfeksi keluar dari Indonesia dan itu masalah lain karena mereka hanya belum cukup diuji," ucap Mackay.

Tingkat kematian di Indonesia saat ini sekitar delapan persen dari kasus, jauh lebih tinggi daripada rata-rata internasional, meskipun ini mungkin hanya mencerminkan sejumlah kecil tes yang dilakukan secara proporsional.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menyangkal penyebaran virus selama berminggu-minggu. Indonesia telah menguji sekitar 1.500 orang dari 270 juta populasi, angka yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan lebih dari 80 ribu orang yang diuji di Australia dan 250 ribu orang di Korea Selatan.
Morgenbesser menambahkan bahwa ia tidak percaya angka yang dilaporkan oleh Laos dan Kamboja, yang mengklaim hingga hari ini tidak ada yang terindikasi virus corona . Untuk setiap pemerintah di wilayah ini, krisis virus Corona merupakan tes kompetensi yang setara dengan krisis keuangan, serangan teroris besar, atau perang.

"Ini adalah ujian terhadap sesuatu yang tidak bisa Anda lihat dan Anda hanya punya sedikit kontrol, paling tidak pada awalnya. Yang diuji adalah seberapa transparan diri Anda, akuntabel diri Anda, dan seberapa efisien sistem yang telah Anda tempatkan," jelas Morgenbesser.
Beberapa negara di Asia telah mencatat kenaikan terbesar dalam satu hari untuk jumlah kasus virus Corona (COVID-19). Terpantau pada Selasa (24/3/2020) melalui situs resmi Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Indonesia tercatat telah ada 579 kasus, Malaysia 1.518 kasus, dan Thailand sebanyak 721 kasus.

Sementara Vietnam (123 kasus), Kamboja (87 kasus), dan Filipina (462 kasus) mencatat peningkatan infeksi harian yang stabil. Sedangkan Laos dan Myanmar masih mengklaim tidak ada kasus.
Singapura sendiri, yang mencatat kasus pertama kali pada 23 Januari lalu, telah mencapai 509 infeksi. Negara ini melaporkan, telah terjadi dua kematian pertamanya dari kasus COVID-19 pada Sabtu (21/3/2020). Salah satu korban adalah seorang WNI dari Indonesia.
Clarence Tam, asisten profesor penyakit menular di Universitas Nasional Singapura, mengatakan Hong Kong dan Singapura telah menangani pandemi virus Corona dengan relatif baik. Kedua negara ini memiliki keuntungan tersendiri, seperti wilayah yang lebih kecil sehingga memiliki batas terkontrol dengan baik dan membuat pelacakan kontak dan penyaringan kontak intensif lebih mudah.

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia MengkhawatirkanSejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) melintasi pintu pagar setibanya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (21/3). [ANTARA FOTO/Agus Alfian]
Kedua negara itu telah memiliki bekal pengalaman dalam menghadapi epidemi SARS pada tahun 2003. Artinya, selama 15 tahun terakhir kedua negara itu juga telah berinvestasi dalam kapasitas dan infrastruktur untuk menangani jenis wabah seperti COVID-19.
"Untuk COVID-19, saat ini kami tidak tahu berapa banyak anak yang tertular. Mungkin banyak kasus pada anak-anak yang tidak terdeteksi karena penyakit pada anak-anak cenderung ringan, tetapi kami juga tidak melihat banyak wabah di sekolah," ucap Tam, seperti dikutip dari Sarasota Memorial Health Care System.

Hal penting yang dapat dipelajari dari negara seperti Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan dalam menangani virus Corona adalah pengujian yang dilakukan sejak awal dan secara luas, isolasi yang efektif, penulusuran kontak, dan karantina. Itu menjadi kunci untuk mengendalikan virus di bawah kendali.

"Setiap negara yang belum dapat menerapkan langkah-langkah ini dengan cepat, untuk alasan apa pun, berisiko tinggi terjadi penularan pada masyarakat yang tidak terkendali, seperti yang kita lihat sekarang di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat," jelas Tam.
Kasus lain, seperti di Malaysia juga menjadi perhatian khusus karena dilaporkan mengalami kenaikan lebih dari 100 kasus per hari selama lima hari berturut-turut, dan lebih dari dua pertiga dari kasus tersebut terkait dengan tiga hari acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan pada akhir Februari lalu.

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan

Tetapi dengan sistem kesehatan Malaysia relatif maju, para dokter dan profesornya terlatih dengan baik dan kompeten. Tam menilai kondisi Malaysia lebih siap daripada vanyak negara di wilayah Asia Tenggara untuk menangani COVID-19 dan penutupan perbatasannya dengan orang asing.

Malaysia disebut telah memperkenalkan beberapa kontrol perbatasan yang paling ketat. Thailand dan Singapura juga melakukan hal serupa.
Singapura memperkenalkan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional dan sementara melarang kedatangan dari negara-negara tertentu. Sedangkan, Filipina memberlakukan lockdown di seluruh kota termasuk Manila.
Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia MengkhawatirkanVirus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Tam mengatakan, butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengetahui apakah langkah-langkah baru dan ketat yang diambil Malaysia dapat memperlambat penyebaran virus

Namun, berbeda dengan Indonesia yang memiliki lebih dari 50 kali populasi Singapura dan yang telah melaporkan 49 orang meninggal, Tam menilai kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini menimbulkan kekhawatiran terbesar.
Indonesia, Malaysia, dan Filipina menghadapi tantangan yang sangat spesifik karena populasi yang sangat besar dan tersebar luas, serta fakta bahwa negara-negara itu memiliki populasi pekerja imigran yang sangat besar.
"Untuk memiliki respons yang efektif dan terkoordinasi, negara membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dalam memperkuat sistem kesehatan di seluruh wilayah," ujar Tam.


https://www.suara.com/tekno/2020/03/...ngkhawatirkan

SEBAIKNYA PEMERINTAH SIAPKAN KUBURAN MASSAL DULU

KRN JIKA LOCK DOWN TIDAK ADA. SAMA AJA KITA MENANTANG MAUT emoticon-Takut

Penanganan Virus Corona, Ilmuwan Dunia Sebut Indonesia Mengkhawatirkan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bang.didot dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
Halaman 1 dari 4
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Lock down juga bukan pilihan terbaik setiap negara beda2 emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan scorpiolama memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Lo pesimis banget Ama bangsa sendiri kuontol, gw juga ngerti dimari penanganannya kurang, yg kedeteksi meninggal banyak tapi terinfeksi masih ratusan, itu data yang aneh, tapi ga usah pesimis njing, makanya skrng lagi mau di rapid test biar yang sakit kedeteksi semua. Sat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 20 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Becak Tanpo pelek
asal Jeplak tanpo ute*
emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Koncong dan 3 lainnya memberi reputasi
Lockdown kayaknya sudah terlambat & kita gak akan sanggup, mending

Ikuti himbauan pemerintah & who supaya penyebaran tidak makin parah.

Kerahkan seluruh aparat untuk menegakkan peraturan ini.

Perang melawan masyarakat yg tak patuh peraturan.
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Quote:


Trs abia rapid tes mau d apain ?
RS nya cukup ga ?
Dokternya cukup ga ?
RS swasta mau nerima ga ?
Dokter swasta / mahasiswa dokter mau bantuin ga ?

Kalo optimis tanpa data mah namanya goblog
Ga ad bedanya lu ama kadun
Optimis aja ke masjid.d tanyain kok optimis ? tinggal jawab "hidup d tangan Allah"
Case selse

Dr awal sudah d bilangin kalo hati2 ama corona by harvard & WHO
Malah diskon2 tiket & hotel
Mending kalo d ingetin nurut.lalu audah siap2.setidaknya gw masih respect
Ini udah bego.bebal.ngerugiin rakyat sendiri pula

Trs gw harus optimis ama pemimpin model ginian ?
Lu aja kali.gw mah punya otak buat mikir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
seindryu dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Tenang... Si wiwi baru mulai menyiapkan rencana kerja menghadapi corona..

Tunggu rakyatnya mati dulu... Baru di tangani...
Apa yg ente harapkan dr si planga plongo...???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PROSAV dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


WHO aja disangkal emoticon-Hansip
Kita bangsa pemakan nasi kucing & lele
Tingfal minum jahe merah.virus pun takut


One month later....


Kita death rate paling tinggi sedunia emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Klo ilmuwan itu memang jempolan pinternya tentu eropa dan amerika ga akan seperti sekarang

WHO dah bilang lockdown ga efektive berkaca pada unieropa dan indonesia juga sudah menerapkan social distancing ala who

Trus mau apalagi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doaku.untukmu dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
nyimak wae lah
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
indikasinya tingkat kematiaannya agak tinggi, ini bisa ada kemungkinan banyak orang terjangkit yg tidak terdata
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Pemerintah harus mengambil tindakan yg radikal dan segera. Opsi lockdown diperlukan agar memudahkan identifikasi, terlebih negara kita kepulauan dan tidak semua daerah memiliki fasilitas dan sumber daya yg memadai. Militer harus dilibatkan. Menurut ane yg masih awam 😎
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kalau bisa,,, cukup sekali aja kita ngeyel (yg ilmuwan Havard & who peringatkan Indonesia covid19 udah ada),,,

Please,,, jgn diulangi,,, hanya keledai yg masuk dilubang yg sama,,, please di dengar dan di putuskan sesuai informasi ini,, kita buta semua buta,,, makanya kalau ada suara yg menuntun kita hanya ada pilihan ikuti dulu dgn keyakinan akan dibawa ke tempat yg aman

Please,,,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
yo beginilah klonegara nt pilaunya ribuan juga ga bakal beda - kepentingan dimana mana

lebih takut laper n dibilang kuper drpd social distancing

emoticon-Takut
profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Kalian saking fokusnya ke Indonesia, ampe gak sadar kalau eropa dan US lg gempor dihajar corona.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan scorpiolama memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Pada update keadaan di New York Perhari ini ga ?

Harvard itu di US kan. Knp di New York jd parah gitu ? Indonesia selangkah maju ada Lokasi karantina kapasitas 15 ribu org, ada Alat2 yg datang secepatnya

Ayo sebar Optimisme, krn pesan negatif hanya membuat Imun kita menurun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akun.baru dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
jangan khawatir, percayakan aja semuanya kepada pemerintah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dede4141 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Gw doain lu kena jg. Sekeluarga lu kena, kayaknya lu lebih senang kena corona ya daripada kirim pesan optimis

Amin
Lihat 1 balasan
Saya hanya berharap....yg teriak2 lokdon segera kena korona.. emoticon-Ngakak (S)
Media media tukang hasut semua pegawainya kena korona ..emoticon-Ngakak (S)
Dan semoga yg kena korona mempunyai penyakit penyerta emoticon-Ngakak (S)


Bukannya yg suka mengeluh tersebut adalah org" yg baru naik status dan belum puas menikmati statusnya yg baru itu; karena itulah mereka sangat" kuatir emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
AULIA.anak.OON dan Abc..Z memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Quote:


Kemana Superhero Avenger? Kenapa ga menolong manusia? Kenapa mereka ngumpet?

Mereka punya DR Strange yg mengembalikan waktu normal kembali, atau ANT MAN yg bisa masuk dunia molekul, HULK yg tau dunia kimia
profile-picture
erwaleste memberi reputasi
Diubah oleh nevertalk
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di