CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Perawat Pasien Corona Diusir dari Kos, RS Rujukan Diminta Sediakan Rumah Singgah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e79d6918d9b174b8c2f15c4/perawat-pasien-corona-diusir-dari-kos-rs-rujukan-diminta-sediakan-rumah-singgah

Perawat Pasien Corona Diusir dari Kos, RS Rujukan Diminta Sediakan Rumah Singgah

Perawat Pasien Corona Diusir dari Kos, RS Rujukan Diminta Sediakan Rumah Singgah

Jakarta - Persatuan Perawat Nasional Indonesia mendorong pihak manajemen rumah sakit-rumah sakit rujukan pasien Corona (COVID-19) untuk menyediakan rumah singgah bagi tenaga medisnya. Hal ini disampaikan menyikapi adanya tenaga medis yang mendapat stigma di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kami mendorong ini saja, perawat-perawat itu kan berada pada pekerjaan, bekerja dan tanggung jawab institusinya masing-masing ya. Ini kan dalam rangka pelaksanaan tugasnya melayani masyarakat. Saya kira kita mendorong agar, yang kami harapkan, mulai diantisipasi dengan adanya rumah-rumah singgah yang harus disediakan bilamana eskalasi kasus ini meningkat," kata Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah kepada detikcom, saat disinggung mengenai para perawat pasien Corona mendapat stigma pembawa virus, Selasa (24/3/2020).

Harif mengatakan dalam situasi seperti ini, tenaga medis jarang kembali ke tempat tinggal. Namun saat ini tak ada juga fasilitas seperti mess dari pihak rumah sakit.

"Kan mereka kan juga pulang mungkin tidak terlalu sering, harus tinggal beberapa hari di rumah sakit. Sebenarnya kan protap (prosedur tetap)-nya seperti Wisma Atlet (RS Darurat Corona), (tenaga medis) 14 hari bertugas, 14 hari diistirahatkan, tapi di tempat yang disediakan. Tetapi rumah sakit (rujukan pasien Corona) yang sekarang ada itu kan tidak menyediakan tempat semacam mess, jadi mereka kan pulang. Jadi perlu disediakan tempat oleh manajemennya," ungkap Harif.

Harif menilai kesiapsiagaan dan kesehatan petugas medis adalah hal yang penting. Untuk itu manajemen rumah sakit harus juga menjalankan protap 14 hari kerja dan 14 hari istirahat untuk tenaga medisnya.

"Kalau sistem di Wisma Atlet itu kalau saya lihat dalam 28 hari kerja, 14 hari kerja, 14 istirahat. Itu penting saya kira kalau kita mau jaga kesiapsiagaan, kesehatan para petugas medis di situ. 14 hari kerja, 14 hari masuk itu kan sesuai protap pedoman nasional. Cuma masalahnya kalau itu dilakukan, siapa lagi (tenaga medis) yang ada. Ada plus minusnya," ujar Harif.

"Orang kalau habis bersinggungan sm pasien positif COVID-19 kan dia diobservasi 14 hari. Sementara tenaga medis itu langsung dia di sana. Itu antisipasi ke depan agar petugas medis tidak kelelahan, agar melindungi dirinya juga dari COVID itu sendiri," jelas Harif.

Diberitakan sebelumnya perawat pasien Corona (COVID-19) di RS Persahabatan mendapat stigma di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka dianggap pembawa virus sehingga terpaksa harus tinggal di rumah sakit karena diminta meninggalkan kamar kosannya.

"Kami mendapat laporan dari perawat itu bahwa ada teman-temannya tidak kos lagi di sana, di tempat kosnya. Karena setelah diketahui rumah sakit tempat bekerjanya tempat rujukan pasien COVID-19. Mereka sekarang, saya sudah tanya mereka, tinggalnya di rumah sakit dulu," kata Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah kepada detikcom, tadi siang.

Harif mengatakan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal untuk perawat yang jadi korban stigma tersebut. "Sementara dan pihak manajemen rumah sakit sedang berusaha mencarikan tempat tinggal yang layak untuk mereka bisa transit," sambung Harif.

https://m.detik.com/news/berita/d-49...umah-singgah/2

Mereka yg berjuang di garis depan tapi tersudutkan di mata segelintir masyarakat.

Bngcattttemoticon-Marah

Ayooo....

Pemda dan pemkot,BUMN/D bantu mereka...

Ane yakin banyak aset2 gedung kalian yg tidak terpakai,bantu mereka guna tuk tempat tinggal mereka sementara.emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pengobatan17 dan 15 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
ga kebayang perasaan si perawat yg disuruh pergi dr kos dia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thestarlight99 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
drumah dinas gub gmn?

emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 6 lainnya memberi reputasi
Ibarat peperangan, kagak ada yg mau maju emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Udah mulai GILA NIH emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Pemilik kos nya klo kwna corona gak usah di obati emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diskie dan 7 lainnya memberi reputasi
pasti bakal dapet bantuan dari gubernur yg sekarang.
kalo masih ahok si aseng korona pasti dah di maki-maki tuh perawat..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yosegratian dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
tenaga medis (khusus corona) yg udah kerja 14 hari selanjutnya karantina sendiri 14 hari juga di tempat yg disediakan RS.

ditempat gw aja disedain kosan khusus, makan di anterin, pengen apa via WA.

perjuangan berat gabisa ketemu keluarga hampir sebulan.

nah kalau kasus ini tuh RS ny ga sesuai SOP atau gimana ?. kan yg sudah kontak otomatis ODP.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Sebelum pindah kos tolong ludahi mulut ibu kosnya ya...

emoticon-Sundul Up

Selamat berjuang dan hormat setinggi tingginya buat anda dan seluruh tenaga medis yang saat ini sedang bertaruh nyawa di garda depan menghadapi covid19

emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diskie dan 7 lainnya memberi reputasi
Quote:


owh gtu ya gan.
dasar pemikirannya apa ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
tinggal di rumah buzzer aja, mereka semua paling pancasilais...pasti menerima dengan tangan terbuka emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dmcarthur dan 7 lainnya memberi reputasi
keluarga yg punya kos kalo sakit obati sendiri aja emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ngeri,, mereka yang berjuang... malah ga dapat tempat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
saran yang baik dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
iya. harus ada asrama utk mereka. kok mujahid2 sebenarnya. berjuang di jalan Allah malah di perlakukan tidak benar oleh masyarakat

klo bukan mereka ya siapa lagi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
semoga pemilik kos mati karena corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
Ya Tuhan.. Semoga ada solusi dari pihak terkait..
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Kita ga sepenuhnya bisa menyalahkan pemilik kost. Kalau misalkan keluarga pemilik kosnya tinggal di rumah yg sama ya sangat riskan. Atau jika pakai kamar mandi luar.

Ini tugas pemerintah memfasilitasi tempat tinggal sementara ke para juru rawat. Jika tidak tentu bisa terjadi penularan di lingkungan tempat tinggal para perawat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
perang.kutang dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pajakin besar2 itu tempat kos.
Pemilik kos dan keluarga kalau kena corona tolak aja masuk rumah sakit. Suruh tidur dikostnya aja.
profile-picture
angga_nero memberi reputasi
Terjadi diskriminasi saudara2emoticon-Kagets
profile-picture
angga_nero memberi reputasi
perawat cewe bole ngekos di kamar ane...


emoticon-Recommended Seller
profile-picture
Zedcool memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di