CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e79850082d4951901340618/urband-legend-suster-jaga-rumah-sakit-xx

Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX

Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX


Quote:


“Suster Jaga Rumah Sakit XX, Bandung.”


Detak jam dinding memecah kesunyian malam itu. Novi mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, berusaha bangkit dari posisi tidur dan berakhir menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.

Ah, ini bukan kamarku, pikir Novi sambil terus mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi.

Ingatan Novi kembali saat dirinya meminta izin untuk pulang lebih awal pada atasannya. Tentu saja Novi punya alasan. Hari itu tubuhnya terasa begitu lemah, persendiaannya nyeri dan suhu tubuhnya terus meningkat. Betapa pun gadis itu berusaha bertahan setidaknya hingga jam kantor usai, tapi tepat pukul 11.00, Novi memutuskan bahwa dia tak sanggup lagi menjalani harinya.

“Saya sudah curiga karena kamu terlihat sangat pucat pagi ini. Apa bisa pulang sendiri?” Begitulah yang dikatakan Pak Surya, atasannya. Sepertinya semua orang juga menyadari kondisi Novi yang tidak bugar hari itu. Hanya Novi sendirilah yang terus menyangkal dan bertingkah seperti dirinya sehat-sehat saja.

“Benar, aku langsung pulang setelah Pak Surya memberi izin.” Novi bergumam sendiri.

Novi ingat dirinya disambut dengan wajah cemas sang ibu di depan pintu. Tentu saja begitu, ibunya pasti khawatir karena anak gadisnya yang lebih sering pulang larut malam karena lembur tiba-tiba saja muncul di depan rumah tengah hari. Bahkan saat Jihan, adik Novi yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar pun belum pulang dari sekolah.

“Kamu sakit, Neng? Mau ke dokter?” Ibunya bertanya sembari menyentuh dahi putri sulungnya. Mengecek suhu tubuh Novi yang saat itu memang sudah melebihi suhu tubuh normal manusia sehat.

Novi menggeleng lemah. “Tidak, Bu. Novi hanya perlu tidur sekarang. Pasti nanti bangun langsung sembuh.”

Bibir pucat Novi menyunggingkan senyum demi menghilangkan kekhawatiran sang ibu. Gadis itu langsung menuju kamar, berganti pakaian dan tidur lelap sampai sore hari.

Prediksi Novi tampaknya meleset. Kondisi tubuhnya semakin memburuk. Kini tak hanya demam dan lemas, tapi pandangannya juga terasa berputar. Dengan susah payah gadis itu mencoba berdiri dan mencari ibunya, namun saat itu pulalah dia ambruk dan tak ingat lagi apa yang kemudian terjadi.

Benar, aku pasti pingsan dan ibu membawaku ke rumah sakit. Novi memijat keningnya yang masih terasa pusing, kemudian gadis itu mencoba melihat sekeliling mencari sosok ibunya. Di mana ibu?

Saat mata gadis itu melirik meja kecil di samping ranjangnya, dia menemukan ponselnya dan secarik kertas. Kertas itu berisi tulisan tangan dengan huruf sambung. Jelas itu tulisan ibunya. Di sana tertulis bahwa sang ibu harus pulang menemani Jihan. Adiknya memang tak bisa ditinggal sendiri mengingat mereka memang hanya tinggal bertiga sepeninggalan mendiang ayahnya.

“Ruang Azalea, Rumah Sakit XX.” Novi bergumam pelan membaca gelang pasien yang tersemat di tangan kirinya.
Ini bukan pertama kalinya Novi dirawat di Rumah Sakit XX. Dia tahu Ruang Azalea adalah ruang kelas 2 di mana satu kamar hanya terdapat dari 2 ranjang dan kali ini ia menempati ranjang No. 1. Gadis itu pun melirik tirai pembatas antara dirinya dan ranjang sebelah. Tirai tipis itu menampilkan siluet seseorang yang juga sedang berbaring ditemani seorang penunggu pasien.

Syukurlah aku tidak sendirian. Novi menghela napas, merasa tenang karena sesungguhnya gadis itu takut sendirian di rumah sakit.

Novi kembali berbaring dan berniat kembali tidur saat kemudian dirinya menyadari infus yang terpasang di tangannya sudah hampir habis. Gadis itu baru saja akan menekan tombol memanggil perawat ketika kemudian tirainya terbuka dan seorang perawat menghampirinya membawa sekantung infus dan beberapa obat-obatan.


Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX
sumber: DokterSehat.com


Hebat juga perawatnya cepat tanggap.Novi membatin sambil tersenyum untuk menyambut perawat cantik yang kini dengan cekatan mengganti infusnya.
Perawat itu tampak ramah meskipun sangat pendiam. Biasanya kebanyakan perawat akan mengajak pasien mengobrol untuk sekedar basa-basi, tapi perawat ini tampaknya memilih fokus menjalankan tugasnya.

“Ini obatnya, boleh diminum sekarang. Saya permisi.” Itulah satu-satunya kalimat yang terucap dari sang perawat sebelum kemudian dia meninggalkan ranjang Novi.

Tengah malam begini pasti banyak pasien yang perlu dia perhatikan. Novi merasa takjub dengan dedikasi perawat yang bekerja pada malam hari seperti ini.


***


Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX
sumber: pixabay.com/corgaasbeek


Novi terbangun pukul 06.00 oleh suara petugas kebersihan yang datang mengepel lantai kamar rawatnya. Petugas itu mungkin berusia 30 tahunan. Begitu melihat Novi yang menggeliat dan berusaha bangkit dari tidurnya, petugas itu pun menyapa Novi dengan ramah.

“Pagi, Neng. Tidur nyenyak?” sapanya sembari menyibak tirai pembatas ranjang Novi dan ranjang pasien di sebelahnya.

“Iya, Pak.” Novi membalas sapaan petugas itu dengan tak kalah ramah. “Loh pasien sebelah kemana, Pak?” Novi merasa heran saat mendapati ranjang sebelahnya tampak kosong.

Raut wajah petugas itu pun berubah, keningnya berkerut, tak kalah herannya dengan Novi. “Pasien kamar ini cuma si Eneng aja. Gak ada yang lain.”

Masa? Apa semalam aku salah lihat? Novi membatin.

“Yaudah atuh, saya permisi dulu.” Petugas itu pun segera keluar kamar rawat Novi untuk menuju ke kamar lain dan melanjutkan tugasnya.

Novi tak terlalu mengambil pusing soal kejanggalan itu meskipun ia sangat yakin telah melihat siluet orang lain di ranjang sebelahnya. Tak berapa lama, seorang perawat memasuki kamarnya. Menyapa kemudian mengecek tanda-tanda vital Novi dan menawarkan gadis itu bantuan membersihkan diri.

“Sus, kok seragamnya beda?" Novi mencoba membuka obrolan dengan suster yang kini sibuk mengecek keadaannya.

“Beda bagaimana maksudnya?” Suster itu menatap Novi dengan bingung.

“Itu, semalam ada suster jaga yang mengganti infus saya dan kasih obat juga. Itu bungkus obatnya masih ada di meja.” Novi menunjuk ke arah meja kecil di samping ranjangnya. “Tapi baju susternya bukan seperti yang suster pakai ini. Modelnya agak lebih jadul.” Novi mengingat-ingat.

Air muka suster itu sempat berubah sejenak, tapi dia kemudian kembali tersenyum. “Oh mungkin itu teman saya,” jawabnya ringan.

***


Novi diperkenankan pulang sore harinya karena ternyata kondisinya semakin membaik. Sakitnya kemarin murni hanya karena kelelahan dan kurang cairan. Novi yang memang ramah, menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih pada petugas kebersihan yang ditemuinya pagi itu dan suster yang telah banyak membantunya. Namun, Novi tak berhasil menemukan suster yang mengganti infusnya tengah malam.

Saat kembali masuk kantor keesokan harinya, Novi bercerita pada seorang temannya mengenai pengalamannya di rawat semalam di rumah sakit XX. Gadis itu bercerita soal ranjang sebelah yang tampak ada orang padahal tidak ada dan soal suster yang seragamnya berbeda.

“Wah, merinding gue dengernya.” celetuk teman Novi.

“Kenapa? Kalo soal siluet itu mungkin gue yang salah liat aja, sih. Namanya lagi sakit, tengah malem pula,” jawab Novi santai.

“Nah terus soal suster yang ganti infus lo tengah malem gimana? Lo gak tau ceritanya ya? Rumah sakit itu katanya emang sering ada penampakan suster jaga antara tengah malem sampe subuh. Ini cerita dari sepupu gue yang kebetulan juga perawat di sana.”

“Masa sih?” Novi masih tidak percaya.

“Serius. Katanya dulu sosok itu memang suster di sana tapi udah lama banget dan pastinya dia udah meninggal. Makanya cocok kan sama cerita lo yang bilang seragam suster itu beda dan keliatan jadul? Dia emang bukan sosok jahat. Justru katanya sering bantu rawat pasien dan kayaknya lo jadi salah satu pasien yang dia bantu.”

Mendadak bulu kuduk Novi meremang, gadis itu hanya bisa melongo tak percaya mendengar cerita temannya.


[THE END]


Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX
sumber: TheIndependent


Quote:
Diubah oleh kaniarf
Drop my new story on Wattpad~
Please visit, vote and comment there~


Urband Legend: Suster Jaga Rumah Sakit XX

Klik Banner
Diubah oleh kaniarf


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di