CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Hobby / Buku /
Kisah Suksess Nabi Muhammad sebagai pedagang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e797f18a2d1951ded09197e/kisah-suksess-nabi-muhammad-sebagai-pedagang

Kisah Suksess Nabi Muhammad sebagai pedagang


Kiat Sukses Nabi Muhammad SAW sebagai Pedagang

Nabi SAW sejak usia belia telah merasakan pahit-manisnya dunia perdagangan. Bersama dengan sang paman, Abu Thalib, beliau memahami bagaimana "seni" berdagang, sehingga meraup profit sekaligus reputasi orang berbudi pekerti luhur.

Afzalurrahman dalam bukunya, Muhammad as a Trader mengungkapkan beberapa kunci sukses Nabi SAW sebagai pedagang. Hal yang terutama adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan bisnis dengan para pelanggan.

Dengan kejujuran pula, beliau menjadi agen saudagar kaya Siti Khadijah, yang akhirnya menjadi istri pertamanya. Saat melakukan perjalanan dagang ke Suriah, Yerussalem, Yaman, dan lain-lain tempat.
Di tiap perjalanan itu, Nabi SAW memeroleh keuntungan yang banyak, bahkan melampaui target penjualan. Sebab, orang-orang gemar berbisnis dengan beliau, yang terpercaya (trust) dan ramah kepada setiap pelanggan dan mitra.

Prinsip Nabi SAW, yang disebut dalam buku itu, ialah bahwa pedagang yang tak jujur akan gagal menekuni profesinya. Mungkin saja kebohongan akan membuatnya meraup banyak untung. Namun, hal itu sifatnya amat sementara, karena ketika kebenaran terbongkar, maka trust yang sudah dibina ludes seketika.

Karena itu, beliau selalu menasehati sahabat-sahabatnya untuk selalu jujur dalam berbisnis atau dalam menjalani setiap peran di kehidupan. Saat Nabi Muhammad SAW memimpin umat di Madinah, keadilan merata bagi seluruh warga. Termasuk dalam bidang ekonomi.
Imbauan lainnya, supaya mereka menghindari praktik-praktik perniagaan yang mengandung unsur penipuan, riba, judi, ketidakpastian, eksploitasi, penimbunan, dan pengambilan untung yang berlebihan. Patut diperhatikan pula standardisasi timbangan dan ukuran, sehingga pembeli mendapatkan bagian yang adil dan transparan.

Nabi Muhammad SAW sangat konsen dengan kejujuran. Sampai-sampai, orang yang jujur dalam berdagang, digaransinya masuk dalam golongan para nabi. Abu Sa'id meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, "Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada."

Info Bisnis Berkah Berlimpah
Instagram : abiee_bp

Wa : 0895610540478
www.abie.mitrabeepro.id

#bisnis#peluangusaha#bisnisrumahan#bisnisonline#corona#ipphosantosa#britishpropolis#kisah



profile-picture
itsnina memberi reputasi
ketika diangkat menjadi Rasul.. nabi muhammad pun langsung meninggalkan bisnisnya dengan jujur, ikhlas dan sukarela, karena menjadi Ahli Tasawuf

bahkan beliau tidak panik dan tdk gelisah ketika di dompetnya tak ada uang.. dan di meja mkanan tak ada mkanan selama berhari hari

suatu ketika karena rasulullah tidak menemukan mknan selama berhari hari, ketika lapar.. beliau mengganjal sorban di perutnya memakai batu..
umatnya dijaman ini,mana ada yg mau kek gitu..
itu contoh teladan loh.. itu mengajarkan kalau umat/pengikutnya Nabi Muhammad tidak boleh terikat dan ketergantungan terhadap benda2 duniawi.. emoticon-Big Grin
Diubah oleh nasrul.putra


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di