CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e792b9ceaab2511c46ea8bf/who-strategi-lockdown-tak-mampu-perangi-virus-corona

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

KOMPAS.com - Pakar darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (23/3/2020) mengatakan, negara-negara di seluruh dunia tidak bisa begitu saja menerapkan lockdown untuk menghalangi virus corona. Pejabat WHO itu menambahkan, ada banyak langkah kesehatan masyarakat yang harus diterapkan untuk menghindari kebangkitan virus di kemudian hari.

"Yang harus kita fokuskan adalah menemukan pasien Covid-19, mereka yang memiliki virus dan mengisolasi mereka. Kemudian menemukan orang yang telah kontak dengan mereka (pasien positif Covid-19) dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan dilansir Reuters, Minggu (22/3/2020). "Bahayanya lockdown adalah, jika kita tidak menerapkan langkah kesehatan masyarakat yang kuat, ketika aturan pembatasan gerak dan lockdown dihentikan, maka bahaya penyakit akan muncul lagi," imbuh dia.

Sebagian besar Eropa dan AS mengikuti China dan negara-negasa Asia lainnya melakukan lockdown untuk melawan virus corona baru. Semua orang diminta bekerja dan belajar dari rumah. Semua sekolah, restoran, dan tempat hiburan ditutup. Ryan berkata, kasus di China, Singapura, dan Korea Selatan yang menggalakkan pengujian pada setiap kemungkinan pasien Covid-19 telah berhasil menekan angka pertumbuhan khusus.

Kini justru Eropa yang menggantikan posisi Asia sebagai pusat pandemi. "Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus," tegas Ryan. Italia saat ini adalah negara yang paling parah terkena virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia. Hingga Senin (23/3/2020) siang, jumlah terinfeksi di negara itu adalah 59.138 orang dan total kematian 5.476 orang.

Ryan juga mengatakan, beberapa vaksin untuk Covid-19 saat ini sedang dikembangkan. Sejauh ini baru vaksin dari AS yang sudah memulai uji coba pada manusia. Namun, jika ditanya berapa lama kita bisa mendapat vaksin itu, Ryan mengatakan, hingga saat ini belum dapat dipastikan. Kita harus realistis. "Kita harus memastikan bahwa itu (vaksin) benar-benar aman digunakan. Kita memperkirakan mungkin butuh waktu setidaknya setahun," ujar Ryan. "Vaksin pasti akan ditemukan. Tapi untuk sekarang, kita harus melakukan apa yang bsia dilakukan sekarang," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona",
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri



Menurut WHO, strategi lockdown mengandung risiko kembali mewabahnya virus di kemudian hari. Ini juga yang membuat Inggris sebelumnya mengumumkan strategi herd immunity karena takut virus kembali muncul.

Namun,
jika kita berkaca kepada Cina. Strategi lockdown cukup efektif menekan laju peningkatan infeksi. Dan itu yang kita butuhkan untuk memperlambat penyebaran virus sambil menunggu vaksin.

Di lain pihak,
jika diberlakukan lockdown tanpa kesiapan, justru akan menambah masalah baru. Lockdown bisa dilakukan untuk masyarakat menengah ke atas namun sulit bagi masyarakat miskin yang bekerja hari ini untuk makan hari ini. Ini sudah terbukti di Filipina & Malaysia. Oleh karena itu, lockdown tentu bisa dibilang last measure.

Selain itu ada perbedaan mendasar pula antara Cina & negara2 lain yang kini tengah melakukan lockdown. Cina itu negara semi-otoriter, yang lain negara2 demokratis. Akhirnya terjadi lockdown yang setengah-setengah. Kita lihat saja di Italia, belum ada tanda-tanda pelandaian grafik infeksi & tingkat kematian setelah diberlakukan lockdown.

Untuk negara-negara demokratis,
sepertinya lebih cocok model Korsel yang tanpa lockdown. Hanya saja perlu testing yang sangat-sangat masif & sosialisasi kesadaran masyarakat yang harus sangat masif juga sehingga masyarakat sadar diri dan melakakukan self-isolation tanpa dipaksa.

Untuk Indonesia sendiri,

kita sulit melakukan lockdown -----> akan terjadi logistical nightmare soalnya secara logistik kita gak siap, belum lagi masyarakat miskin di sini juga proporsinya cukup banyak

kita juga sulit menerapkan model korsel -----> kita negara kepulauan yang sangat luas dengan penduduk sangat banyak, laboratorium & alat testing juga terbatas. Masyarakat masih terpolarisasi pascapilpres. Apalagi sebelumnya, pemerintah meremehkan ini virus. Tentu kepercayaan terhadap pemerintah juga pudar. Sulit rasanya bisa menghimbau masyarakat untuk self-isolation.

Ane mengambil sudut pandang pesimistis karena memang nyatanya demikian. Tinggal berharap saja ada faktor X, entah dari kondisi iklim atau apapun itu, yang menurunkan risiko kita menyusul Italia.



Sementara ini jaga diri & keluarga masing-masing terlebih dahulu.
emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 28 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8
Gw nonton negara2 kismin yg sok lokdon emoticon-Ngakak ampe ngakak ndiri, malu rasa nya, ndak pantes.
Mereka jadi terkesan sombong di berita. bwat makan aj gak ada pokok bisa lokdon.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mibmobz
Lihat 3 balasan
WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona





































Ayo manalagi yg teriak2 lokdan lokdon ngacung, biar disleding palanya satu-satu emoticon-Marah WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
panjul1993 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh donal.duck.
Seperti halnya setelah 911, semua akan berubah setelah kolorna. Tentu saja setelah vaksin, yg sudah lama ada, disebar. Nanti stlh dunia hampir kaco balo ekonomi berambrukan.. Bayangkan seluruh dunia budget abis di kesehatan, bisnis stop.
WHO is (of course) going to be the hero saving the world from the kolorna...(?)
Kali ini dari segi ekonomi, semua dikolapskan, dan akan dimulai dari 0 lagi.

Dari segi sosial, hubungan antar manusia akan merenggang. Dengan alasan virus, maka kumpul2 akan dilarang, jalan2 bareng dilarang. Semua jalan sendiri2, ato cm dalam mobil dan rumah. Dan lucu.. org2 akan nurut.. karena takut kolorna ijo.. kl ga atut.. kasih pirus lagi hayoo..

Polisi akan dengan mudah membubarkan kelian2 yg bergerombol. Mgk polisi jg bakal pake masker gas, biar keliatan serem. Setidaknya sih ke situ arahnya sih di eropa kl liat uu barunya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
afifa007 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sibuk.nyaleg
Lihat 7 balasan
ketika uang jadi ukuran,kesehatan udah ga penting lagi,masker yg dibutuhkan ditimbun buat dijual mahal,handsanitizer juga mahal,malah lock down dibully krn ga bisa cari makan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lampakgan dan 7 lainnya memberi reputasi
social distancing yg diperketat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 5 lainnya memberi reputasi
ngeliat berita malay tentang polisi sweeping,
gelandangan lagi tidur dibangunin disuruh pulang, lah pulang kemana emoticon-Hammer2
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jaguarxj220 dan 19 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
anu...tampaknya negara2 lain emang cenderung kearah lokdon.. role modelnya china

profile-picture
rizaradri memberi reputasi
Diubah oleh checkedusername
Kasus terbanyak kan d P.jawa
Klo menurut ane opsi skrang adalah

Lockdown P.jawa

Wait...lockdown disini bukan gak boleh keluar DLL

Tetap berlakukan yg biasa2 udah berjalan WFH , Online schooling , social distancing

Tapi skrang batasi mobilisasi orang keluar P.jawa

Jadi pelayaran penerbangan dari dan ke P.jawa di tutup dulu

Yg boleh hanya pengiriman barang/personel saja. Dari dan ke p.jawa

Menurut ane ini efektif karena aktivitas dll tetap jalan
Cuma mobilisasi orang antar pulau aja dlu d cut

Dan ini kita diuntungkan karena antar pulau dpisah laut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Aqualif142 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh djinggo88
Lihat 3 balasan
lockdon bwrarti korbanin ekonomi

berarti maunya di rumah tp di gaji

maunya di bailout pake APBN

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 12 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Quote:


wow
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan rizaradri memberi reputasi
lockdown...asal gk berlebihan aja..
dan khususnya orang2 asing maupun aseng yg akan masuk ke indonesia harus di tolak..jadi indonesia stril dulu...

selain itu dampak nya lockdown,..klo udh berbicara masalah perut...pasti tingkat kriminalitas meningkat...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
panjul1993 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
walaupun lockdown tapi kalau masyarakat gak kompak gak disiplin terhadap perintah yg diberikan mana bisa rantai penyebaran virusnya terputus... berkaca pada pola pikir masyarakat indonesia maka bakal sia-sia..

lagian bisa kerusuhan kalau lockdown.. kerusuhan -> penjarahan -> pembunuhan -> pemerkosaan ... plus ditambah ada kelompok masyarakat yang punya kebencian terhadap etnis tertentu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
TS memang mantap kalau bikin thread dan post dari zaman di DC dulu. emoticon-2 Jempol
Mirip-mirip i.am.legend.

Tuh, perlu strategi lain selain lockdown.

Eh di atas ada kadrun lucu.
Dulu bilangnya ikutin rekomendasi WHO untuk lockdown.
Begitu WHO berubah strategi, kadrun ngeles untuk ikuti negara yang lockdown, jangan dengarkan WHO. emoticon-Wakaka

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

emoticon-Ngakak emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 21 lainnya memberi reputasi
gak perlu lockdown.. ekonomi berjalan seperti biasa lagi aja.. corona menyebar lewat kontak fisik dan cipratan air dari mulut dan hidung.. hal itu bisa diatasi dengan aktifitas diluar make masker, sarung tangan, jaket/sweater dan kaos kaki klo masi pengen bener2 safe.. jadi bagi orang2 yg kerjanya berangkat dan pulangnya kudu berdesak2an harusnya masi aman lah klo make yg ane sebutin tadi buat melindungi kulitnya.. tinggal nanti balik rumah pakaian yg udah dipake cuci pake detergen.. plus atur lagi pola makannya gaes.. karena corona mengeksploit purin yg ada dalam tubuh kalian.. makanlah makanan yg rendah purin.. hindari rokok.. efek corona menyerang paru2 yg imbasnya ke pernapasan jg..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zinaitudosa
Lihat 3 balasan
Sebuah saran yang baik dari mike ryan. Jaga kesehatan dan kebersihan, btw
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
kenapa harus maksa lockdown?
klo lu ga mau keluar
ya isolasi dirimu dari dunia luar saja
kan beres?

harus maksa yg lain ngikut kamu gitu?
hidup jgn terbiasa dengan maksa maksa

liat noh italy
karena melakukan lock down

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

sampai mempersulit kaum religius untuk melakukan doa bersama
jatuhlah azab dari tuhan
sehingga korban datang 800 orang dalam sehari
ingat!!
hidup mati manusia di tangan tuhan emoticon-Ngakak

jadikan ini sebagai pelajaran kita untuk kedepannya
mari lakukan dan galakkan doa bersama
untuk dijauhi dari murkaNYA

emoticon-Angel emoticon-Angel emoticon-Angel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pasti2periode
Quote:


apaan di lu.. capek gua liat orang2 kayak lu selalu menyalahkan ini dan itu.. gak ngasi solusi jg..
profile-picture
profile-picture
rdputra8 dan lonelylontong memberi reputasi
Lihat 1 balasan
vaksin ga ada,obat ga ada,lockdown susah,ya udah kereta n busway d tambah tuh biar ga desekan...sering cuci tangan,kalo demam dan sakit pake masker ga usah masuk kerja dll....dan ga usah malu2 doa di rumah masing2 biar virus nya berhenti menyebar dan melemah emoticon-Toast
Lihat 1 balasan
Virus sudah menyebar ke seluruh dunia. Mustahil dibendung. Belum ditemukan vaksin dan obat nya.

Kemungkinan berakhirnya wabah ini hanya ada dua skenario:

1. Lockdown di seluruh dunia selama berbulan-bulan (mungkin bisa sampai 1 tahun) hingga ujicoba vaksin dan obat berhasil dilakukan. Tapi akibatnya ekonomi dunia akan collapse, banyak orang kelaparan, banyak perusahaan gulung tikar.

2. Kalau skenario nomor 1 gagal, karena warga susah di-lockdown, umat manusia hanya bisa berharap pada kemungkinan kedua untuk menghentikan wabah ini yaitu herd immunity alami. Virus COVID-19 akan menginfeksi sekitar 60+% populasi manusia di dunia, dari 60+% populasi manusia tersebut yang berhasil survive (tidak mati) akan memiliki kekebalan yang lebih baik terhadap serangan virus yang sama, hingga akhirnya virus semakin kesulitan mencari inang baru yang masih memiliki imunitas lemah dan akhirnya penyebaran virus berhenti secara alami.

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

Kalau skenario 2 yang terjadi, siap-siap kita harus kehilangan orang-orang yang kita sayangi, terutama orang-orang tua yang sudah berumur 60+ tahun. Karena untuk menciptakan herd immunity alami, umat manusia harus mengorbankan ratusan juta nyawa.
Diubah oleh kampret.strez
Lihat 6 balasan
Cara paling gampang ya kesadaran diri.....

mau pake cara apapun sepanjang kesadaran diri masyarakat kurang, ya percuma aja, penyebaran bakal tetep terjadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
realhoax dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di