CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e78e253dbf76443f6711b40/wabah-penyakit-virus-korona---siapa-yang-bisa-menyelamatkan-kita-dalam-bencana

Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana

Baru-baru ini, banyak berita tentang bencana di Internet, wabah penyakit virus Korona di Wuhan, kebakaran di Australia, gempa bumi di Turki, dan sebagainya. Semakin banyak bencana ini membuat semua orang merasa tak berdaya. Di depan bencana, siapa pun terlihat begitu tak berdaya, semua orang berharap selamat dari bencana. Jadi, ketika bencana terjadi, siapa yang bisa menyelamatkan kita darinya?

Berkat Dari Perlindungan Tuhan - Bagaimana Bisa Diselamatkan Tuhan Dalam Bencana

Orang sering berkata bahwa "Badai terjadi tanpa peringatan dan kemalangan menimpa manusia dalam semalam." Di zaman kita sekarang dengan sains, transportasi modern, dan kekayaan materialnya yang berkembang pesat, bencana yang terjadi di sekitar kita meningkat setiap harinya. Ketika kita membuka surat kabar atau menyalakan TV, apa yang seringkali kita lihat adalah perang, gempa bumi, tsunami, badai topan, kebakaran, banjir, kecelakaan pesawat, kecelakaan tambang, kerusuhan sosial, konflik kekerasan, serangan teroris, dan seterusnya. Yang kita lihat hanyalah bencana alam dan bencana buatan manusia. Bencana-bencana ini sering terjadi dan semakin meningkat. Serangan gencar bencana membawa besertanya penderitaan, pertumpahan darah, cedera, dan kematian. Kemalangan terjadi di sekitar kita sepanjang waktu, menekankan betapa singkat dan rentannya hidup itu. Kita tidak punya cara untuk meramalkan bencana seperti apa yang akan kita jumpai di masa mendatang. Terlebih lagi, kita tidak tahu tindakan apa yang harus kita ambil. Sebagai anggota umat manusia, apa yang harus kita lakukan untuk terhindar dari bencana-bencana ini? Di program ini, Anda akan menemukan jawabannya. Anda akan menemukan bahwa satu-satunya cara adalah dengan menerima perlindungan Tuhan sehingga Anda dapat selamat dari bencana yang akan datang.

Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana

Pertobatan Sejati.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pengobatan17 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Kevinsmithon
makanya hidup sehat
emoticon-Nyepi Tuhan Yesus berkata: "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat!" (Matius 4:17).
profile-picture
profile-picture
Kevinsmithon dan darusmannikita memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Akhir zaman telah tiba, dan negara-negara di seluruh dunia berada dalam kekacauan. Ada kekacauan politik, kelaparan, penyakit sampar, banjir, dan kekeringan yang muncul di mana-mana. Ada bencana di dunia manusia, dan Surga telah mengirimkan bencana. Ini adalah tanda-tanda akhir zaman." dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
penyukabiru dan 2 lainnya memberi reputasi
Tuhan adalah tempat perlindungan kita
Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana
profile-picture
profile-picture
Kevinsmithon dan KambaliLasmono memberi reputasi
Lihat 3 balasan
hmmm emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
Kevinsmithon dan KambaliLasmono memberi reputasi
nyamuk dulu bre
Lihat 1 balasan
Semua orang berharap selamat dari bencana.
Lihat 1 balasan
Belas Kasih dan Toleransi Tuhan Tidaklah Langka—Pertobatan Sejati Manusialah yang Langka

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Terlepas dari seberapa marah Tuhan terhadap penduduk Niniwe, begitu mereka menyatakan puasa dan mengenakan kain kabung dan abu, hati-Nya secara bertahap melembut dan Dia mulai mengubah hati-Nya. Ketika Dia menyatakan kepada mereka bahwa Dia akan menghancurkan kota mereka—sebelum pengakuan dan pertobatan mereka dari dosa—Tuhan masih marah terhadap mereka. Begitu mereka sudah melewati sejumlah tindakan pertobatan, amarah Tuhan terhadap orang-orang Niniwe berangsur berubah menjadi belas kasih dan toleransi kepada mereka. Tidak ada yang bertolak belakang tentang pengungkapan dua aspek watak Tuhan yang terjadi bersamaan ini. Bagaimana kita seharusnya memahami dan mengetahui bahwa tidak ada kontradiksi? Tuhan secara berturut-turut mengungkapkan dan menyatakan dua hakikat yang sangat bertolak belakang saat penduduk Niniwe bertobat sehingga manusia bisa melihat kenyataan dan hakikat Tuhan yang tidak terbantahkan. Tuhan menggunakan sikap-Nya untuk memberitahu manusia hal berikut: bukannya Tuhan tidak menoleransi manusia atau Dia tidak mau menunjukkan belas kasihan kepada mereka; hanya saja mereka jarang bertobat dengan sungguh-sungguh terhadap Tuhan dan manusia jarang benar-benar berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka. Dengan kata lain, ketika Tuhan marah kepada manusia, Dia berharap manusia akan mampu bertobat dan Dia berharap melihat pertobatan sejati manusia, di mana Dia akan dengan bebas mencurahkan belas kasihan dan toleransi-Nya kepada manusia. Ini berarti perbuatan manusia mendatangkan murka Tuhan, sementara belas kasih dan toleransi Tuhan diberikan kepada mereka yang mendengarkan Tuhan dan benar-benar bertobat di hadapan-Nya, kepada mereka yang dapat berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka. Sikap Tuhan dinyatakan dengan sangat jelas dalam perlakuan-Nya terhadap penduduk Niniwe: belas kasihan dan toleransi Tuhan tidak sulit didapat; Dia menginginkan pertobatan sejati dari manusia. Selama manusia berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka, Tuhan akan mengubah hati-Nya dan mengubah sikap-Nya terhadap mereka."
Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia
"

Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana
profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi
Maap, sementara ini surga dan neraka Di TUTUP sementara krna CoVid 19
Lihat 2 balasan

Bagaimana kita bisa mendapat perlindungan dalam bencana?

Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Lihatlah kembali ke zaman bahtera Nuh: Umat manusia sudah sangat rusak, menyimpang dari berkat Tuhan, tidak lagi dipedulikan oleh Tuhan, dan telah kehilangan janji-janji Tuhan. Mereka hidup dalam kegelapan, tanpa terang Tuhan. Sewajarnya sifat mereka menjadi tak bermoral, membiarkan diri mereka terperosok dalam kerusakan yang mengerikan. Orang-orang seperti ini tidak bisa lagi menerima janji Tuhan. Mereka tidak layak untuk menyaksikan wajah Tuhan, ataupun mendengar suara Tuhan karena mereka telah meninggalkan Tuhan, mencampakkan segala yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka, dan melupakan ajaran-ajaran Tuhan. Hati mereka semakin lama semakin melenceng dari Tuhan, dan bersamaan dengan itu, mereka menjadi sangat bobrok melampaui segala alasan dan kemanusiaan, dan mereka menjadi semakin jahat. Dengan begitu, mereka menjadi semakin dekat dengan kematian, dan jatuh ke dalam murka dan hukuman Tuhan. Hanya Nuh yang menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan karena itu dia dapat mendengar suara Tuhan, dan mendengar petunjuk-petunjuk Tuhan. Dia membangun bahtera itu berdasarkan petunjuk firman Tuhan, dan mengumpulkan segala macam makhluk hidup. Lalu, setelah semuanya siap, Tuhan melepaskan penghancuran-Nya atas dunia. Hanya Nuh dan tujuh anggota keluarganya yang selamat dari penghancuran ini, karena Nuh menyembah Yahweh dan menjauhi kejahatan."dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Diubah oleh KambaliLasmono
Jika Kepercayaanmu kepada Tuhan itu Benar, Engkau Akan Sering Menerima Pemeliharaan-Nya
Wabah penyakit virus Korona - Siapa yang bisa menyelamatkan kita dalam bencana
Perubahan maksud Tuhan terhadap penduduk Niniwe tidak mengandung keraguan ataupun ambiguitas. Sebaliknya, itu merupakan perubahan dari kemarahan yang murni menjadi toleransi yang murni. Ini adalah pengungkapan sejati hakikat Tuhan. Tuhan tidak pernah ragu atau plin-plan dalam tindakan-Nya. Prinsip dan tujuan di balik tindakan-tindakan-Nya selalu jelas dan transparan, murni, tidak bercacat, tanpa ada tipuan atau rencana jahat tercampur di dalamnya. Dengan kata lain, hakikat Tuhan tidak mengandung kegelapan atau kejahatan. Tuhan menjadi sangat marah dengan penduduk Niniwe karena tindakan mereka yang jahat telah terlihat oleh-Nya; pada saat itu amarah-Nya berasal dari hakikat-Nya. Tetapi, ketika amarah Tuhan hilang dan Dia memberikan toleransi-Nya kepada penduduk Niniwe sekali lagi, yang Dia nyatakan tetaplah hakikat-Nya. Seluruh perubahan ini disebabkan perubahan dalam sikap manusia terhadap Tuhan. Selama seluruh periode ini, watak Tuhan yang tidak dapat disinggung tidak berubah; hakikat Tuhan yang toleran tidak berubah; hakikat Tuhan yang penuh kasih dan belas kasih tidak berubah. Ketika manusia melakukan tindakan jahat dan menyinggung Tuhan, Dia akan menimpakan amarah-Nya kepada mereka. Ketika manusia benar-benar bertobat, hati Tuhan akan berubah, dan amarah-Nya akan reda. Ketika manusia terus dengan keras kepala menentang Tuhan, amarah-Nya tidak akan reda; murka-Nya akan terus menekan mereka sedikit demi sedikit sampai mereka hancur. Inilah hakikat dari watak Tuhan. Terlepas dari apakah Tuhan mengungkapkan murka atau belas kasih dan kasih setia, tindakan, perilaku, dan sikap manusia terhadap Tuhan di lubuk hatinya menentukan apa yang dinyatakan lewat pengungkapan watak Tuhan. Jika Tuhan terus-menerus menghakimi seseorang dengan murka-Nya, maka hati orang ini sudah pasti menentang Tuhan. Karena ia tidak pernah benar-benar bertobat, menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan atau memiliki kepercayaan sejati kepada Tuhan, ia tidak pernah mendapatkan belas kasih dan toleransi Tuhan. Jika seseorang menerima pemeliharaan Tuhan dan sering mendapatkan belas kasih dan toleransi-Nya, maka orang ini dapat dipastikan memiliki kepercayaan yang sejati kepada Tuhan dalam hatinya, dan hatinya tidak menentang Tuhan. Ia seringkali bertobat dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan, oleh karena itu, walaupun disiplin hukuman Tuhan seringkali datang atas orang ini, murka-Nya tidak akan menimpa orang tersebut.

Uraian singkat ini membuat manusia bisa melihat hati Tuhan, melihat kenyataan hakikat-Nya, melihat bahwa amarah Tuhan dan perubahan hati-Nya bukan tanpa sebab. Meskipun ada perbedaan besar yang Tuhan tunjukkan ketika Dia marah dan ketika Dia mengubah hati-Nya, yang membuat manusia percaya ada jurang pemisah yang besar atau ada perbedaan yang sangat besar antara dua aspek hakikat Tuhan—kemarahan-Nya dan toleransi-Nya—sikap Tuhan terhadap pertobatan penduduk Niniwe sekali lagi membuat manusia bisa melihat sisi lain dari watak Tuhan yang benar. Perubahan hati Tuhan benar-benar membuat umat manusia sekali lagi dapat melihat kebenaran tentang belas kasih dan kasih setia Tuhan dan melihat pengungkapan sejati hakikat Tuhan. Umat manusia tidak bisa tidak harus mengakui bahwa belas kasih dan kasih setia Tuhan bukanlah mitos, atau kisah rekaan. Ini karena perasaan Tuhan pada saat itu nyata; perubahan hati Tuhan nyata; Tuhan memang memberikan belas kasih dan toleransi-Nya kepada umat manusia sekali lagi.
Pertobatan Sejati di Hati Penduduk Niniwe Membuat Mereka Mendapatkan Belas Kasih Tuhan dan Mengubah Nasib Mereka

Apakah ada kontradiksi antara perubahan hati Tuhan dan murka-Nya? Tentu saja tidak! Ini karena toleransi Tuhan pada saat itu memiliki alasan tersendiri. Apa alasannya? Jawabannya ada di Alkitab : "Semua orang berbalik dari jalannya yang jahat" dan "dari kejahatan yang ada di tangan mereka."
"Jalan yang jahat" ini bukan merujuk kepada sejumlah perbuatan jahat, tetapi pada sumber kejahatan di balik sikap orang-orang. "Berbalik dari jalannya yang jahat" berarti orang yang bersangkutan tidak akan pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu lagi. Dengan kata lain, mereka tidak akan pernah berperilaku di jalan yang jahat ini lagi; metode, sumber, tujuan, niat, dan prinsip-prinsip tindakan mereka telah semuanya berubah. Mereka tidak akan pernah lagi menggunakan metode dan prinsip-prinsip tersebut untuk mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan dalam hati mereka. "Meninggalkan" dalam "meninggalkan kejahatan yang ada di tangan mereka" berarti membuang atau menyingkirkan, benar-benar putus hubungan dengan masa lalu dan tidak pernah kembali lagi. Ketika penduduk Niniwe meninggalkan kejahatan di tangan mereka, hal ini membuktikan sekaligus merepresentasikan pertobatan sejati mereka. Tuhan memperhatikan tindakan luar manusia dan juga hati mereka. Ketika Tuhan melihat pertobatan sejati di hati penduduk Niniwe itu sungguh-sungguh dan melihat mereka sudah meninggalkan jalan-jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka, Dia mengubah hati-Nya. Ini berarti tindakan dan sikap manusia dan berbagai macam cara melakukannya, serta pengakuan dan pertobatan sejati dari dosa di hati mereka, menyebabkan Tuhan mengubah hati-Nya, mengubah niat-Nya, menarik kembali keputusan-Nya dan tidak menghukum atau menghancurkan mereka. Karena itulah penduduk Niniwe mendapatkan akhir yang berbeda. Mereka menebus hidup mereka sendiri dan pada saat yang sama mendapatkan belas kasih dan toleransi Tuhan, sampai di titik di mana Tuhan menarik kembali murka-Nya.
profile-picture
profile-picture
KambaliLasmono dan Michaelwise memberi reputasi


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di