CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e78d554a727683c687559f2/sesuai-arahan-gubernur-jabar-lakukan-tes-masif-covid-19-untuk-3-kategori-warga

Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga

*KOTA BANDUNG* -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan melakukan tes masif COVID-19 di wilayah Bodebek (Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi) serta sebagian Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kab. Sumedang).

Tes masif atau tes yang jumlahnya banyak tapi terbatas kepada warga yang diprioritaskan ini rencananya dimulai Rabu, 25 Maret, mendatang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar, melainkan hanya untuk tiga kategori.

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular.

Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Tolong disosialisasikan bahwa tes masif ini bukan untuk semua orang. Ini adalah uji petik untuk mencari peta persebaran,” ujar Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- saat memimpin video conference Rapat Persiapan Pelaksanaan Tes COVID-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/3/20).

“Sehingga kepada warga Jawa Barat, jika Anda sehat tidak perlu tes, kecuali Anda sehat tapi masuk dalam kategori yang berinteraksi sosial-massa. Kalau tidak masuk dalam ketiga kategori tadi, maka tidak usah panik tinggal di rumah saja, sosial distancing. Tidak perlu khawatir harus di tes ini dan itu kecuali tiga kategori tadi,” tambahnya.

Kang Emil memaparkan, tes masif yang akan dilakukan berupa RDT (Rapid Diagnose Test) bagi Kategori B dan C secara drive-through (drive thru) mulai Rabu (25/3).
 Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga
 Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga
 Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga
Sementara Kategori A tidak dilakukan secara drive thru, tetapi dikombinasikan dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) secara door-to-door di rumah sakit rujukan ODP dan PDP di daerah masing-masing.

Tes masif COVID-19 ini bertujuan mencari peta persebaran COVID-19 dan memutus rantai penyebaran agar bisa dilakukan tindak lanjut medis.

“Proses drive-through ini akan dilaksanakan paling cepat Rabu (25/3). Sehingga sambil menunggu drive-through, para kepala daerah bisa melakukan tes masif ini kepada kategori A di wilayahnya masing-masing,” ujar Kang Emil.

“Alat tesnya itu menggunakan darah. Jadi darah di tes dalam sebuah alat, dalam hitungan 15 menit hasilnya akan keluar. Alat ini akan dikirimkan secukupnya ke daerah-daerah termasuk Majalengka, Indramayu, dan Sukabumi untuk mengetes Kategori A. Misalkan Indramayu ada TKI atau TKW baru datang, kejar orangnya lalu lakukan tes (dengan alat) yang kami kirim,” tuturnya.

Selain itu, Kang Emil menyebutkan bahwa syarat lokasi pelaksanaan tes masif COVID-19 bagi Kategori B dan C yaitu memiliki lapangan parkir yang luas, akses yang mudah, dan lokasi yang berjauhan dengan pemukiman warga.

“Sementara ini yang kami setujui baru Lapangan Stadion Patriot untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang,” ucap Kang Emil.

“Untuk Kabupaten Bogor sendiri, Kota Depok Sendiri, Kota Bogor sendiri. Sementara sisanya diskenariokan untuk wilayah Sukabumi, Cianjur, Cirebon, dan lainnya akan diantrikannya di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Adapun, masyarakat Kategori B dan C yang mengikuti tes masif COVID-19 secara drive thru akan mendapatkan panggilan dari Pemprov Jabar melalui pengajuan daerahnya masing-masing.
 Sesuai arahan Gubernur Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga
Kang Emil pun meminta kepala daerah kabupaten/kota terkait untuk mengirimkan daftar nama dan alamat warga, yang akan dites tersebut, secara online melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat).

"Setelah daftar online ada proses verifikasi wawancara, (setelah itu) keluarlah surat (jadwal) kapan datang (untuk tes). Maka yang drive thru ini datangnya tunggu surat panggilan," ujar Kang Emil.


Repost from Instagram = Ridwan Kamil and HUMAS JABAR*

Kang Emil memaparkan, tes masif yang akan dilakukan berupa RDT (Rapid Diagnose Test) bagi Kategori B dan C secara drive-through (drive thru) mulai Rabu (25/3).Sementara Kategori A diLakukan secara Door to Door
#barmiljabarjuara
#Jabartanggapcovid19
#JabarJuaraLahirBatin

profile-picture
profile-picture
profile-picture
gigbuupz dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Metaliscv
Bagus.. Ayo provinsi lainnya gerak..
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Gan, katanya kan Virus Corona masa inkubasinya 1 minggu, apakah mungkin seminggu ke depan bakalan meningkat kasusnya berkali2 lipat karena mulai bermunculan gejala2 baru?emoticon-Takut
Lihat 1 balasan
Kalo gak buat semua orang efektif gak ya? Katakanlah ada org yg tertular dari transportasi umum, emang bisa tracing?
Hayoo yg mo test dipersilahkennemoticon-Nyepi yg sehat cukup di rumah aj gk usah ikut ikutan yg ada ntar malah ketularan
Quote:

Bisa jadi tergantung tingkat imunnya juga bagusnya ya 1 minggu sekarang udah jangan kemana mana dulu sekarang lagi gawat gawatnya
Quote:


kalau test ini lebih ngikutin dari Korsel juga sama gan test cuman dilakukan oleh 300rb orang dari 51 juta orang monggo ditonton dulu video dari RK emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
itkgid dan basssso memberi reputasi
Quote:


Ane paham gan. Cuma yg masih bingung gimana pemilihan sampel buat 300 ribu orang itu?
Lihat 1 balasan
Ciri khas kang Emil klo bikin program kerja ada konsep sebelum pelaksanaan, bikin coretan di lembar kertas atau semacam nya untuk menggambarkan apa yang ada dibenak beliau.

emoticon-Jempol
iya gak buat semua penduduk jabar ya
ibaratnya ini cuma pancingan...

klo sampai nanti muncul yg positif yg ndak ikut rapid test bisa dicek lokasinya di wilayah mana kota. emang gak bisa sekali selesai ini. bisa disebut upaya deteksi positif corona. fungsi utamanya metain penyebaran.

emoticon-Om Telolet Om!
setidaknya ada usaha lah ini emoticon-Thinking
Nah klo begini kam jelas
emoticon-Recommended Seller
dki pasti nyusul ide rk
kalo DKI gabener nya sibuk lepas tangan
Daerah lain segera nyusul idenya rk dong.
silahkan daerah laen segera menyusul.
ini cara paling dan tepat melihat sikon di indonesia
tetangga ane ada yg barubbalik dri jepang,
skitaran 10 rumah dri kantor ane kerja di bogor
dan orangnya ga mau disuruuh periksa

kan
ribet ngadepin orang gini

rapid test drive tru bagus, tapi maslaahnya kesadaran org buat ikut sedikit alias males, takut citra negatif (dikucilkan klo positif)
bisa bisa ga efektif

door to door perdesa kayanya lebih efektif
profile-picture
gigbuupz memberi reputasi
Nah ini penjelasan yg lumayan lengkap
Semoga rakyat Jabar bs disiplin
Quote:

Bener biar lebih teratur itu kebiasaan beliau dari Walikota emang pikiran Arsitek mah ya gitu harus bikin skema yang jelas emoticon-Toast
Quote:


Kendala Door to Door ya tadi itu peralatan medisnya terbatas gan tapi ya sementara buat Kategori A dulu kalau door to door
Moga lancar mah, kan membantu daerah lain juga sec tdk langsung


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di