CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e78a0a168cc953cbe16f68a/kabar-gembira-who-sudah-ada-20-jenis-vaksin-anti-corona

Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona

Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) terus melakukan penelitian untuk menemukan vaksin yang paling efektif untuk mengobati pasien yang terjangkit virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Hasil kerjasama WHO dengan sejumlah ilmuwan di seluruh dunia, hingga saat ini sudah menemukan 20 vaksin virus corona yang sudah uji klinis dalam waktu singkat, ini dilakukan dalam kurun waktu 60 hari setelah identifikasi gen virus tersebut.

"Akselerasi proses ini benar-benar dramatis dalam hal apa yang dapat kami lakukan, membangun pekerjaan yang dimulai dengan SARS, yang dimulai dengan MERS dan sekarang digunakan untuk COVID-19," Dr. Maria Van Kerkhove, Technical Lead WHO for Emergencies Program saat konferensi pers di kantor pusat organisasi di Jenewa pada Jumat (20/3/2020).

Namun vaksin tersebut di publik masih belum tersedia untuk publik. Para ilmuwan terkemuka mengatakan uji coba klinis dan persetujuan keamanan diperlukan agar vaksin itu bisa beradar di publik. Dan itu membutuhkan waktu hingga 18 bulan.

Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, mengatakan uji coba itu perlu. Hanya ada satu hal yang lebih berbahaya daripada virus jahat "dan itu adalah vaksin yang buruk," katanya.

"Kita harus sangat, sangat, sangat berhati-hati dalam mengembangkan produk apa pun yang akan kita suntikkan ke dalam sebagian besar populasi dunia," katanya, seraya menambahkan bahwa uji coba manusia pertama pada vaksin yang dimulai minggu ini di AS.

"Kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya yang menyebutkan itu tidak akan pernah terjadi jika China dan negara-negara lain tidak berbagi urutan genetik COVID-19 dengan seluruh dunia.

National Institutes of Health telah bekerja cepat dengan perusahaan biotek Moderna untuk mengembangkan vaksin menggunakan urutan genetik dari virus corona baru. Sidang dimulai Senin di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute di Seattle, Washington.

Uji coba tahap awal, atau fase 1, akan menguji vaksin pada 45 pria dan wanita yang tidak hamil berusia antara 18 dan 55 tahun, menurut rincian uji coba di situs web NIH.

Setelah vaksin ditemukan, para pejabat WHO memperingatkan tentang rintangan logistik, keuangan, dan etika lainnya yang akan dihadapi para pemimpin dunia.

"Bahkan jika kita mendapatkan vaksin yang efektif, kita harus memiliki vaksin yang tersedia untuk semua orang. Harus ada akses yang adil dan merata ke vaksin itu untuk semua orang, "kata Ryan, seraya menambahkan dunia tidak akan terlindungi dari virus corona kecuali semua orang divaksinasi.

"Bagaimana kita memastikan kita mendapatkan cukup vaksin itu tepat waktu, bagaimana kita memastikan, bagaimana kita memastikan kita dapat mendistribusikan vaksin itu kepada populasi di seluruh dunia dan bagaimana kita meyakinkan orang untuk mengambil vaksin."

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menghubungi para pemimpin global tentang masalah ini, kata Ryan.

"Vaksin ini tidak boleh untuk yang kaya, itu harus bagi mereka yang tidak mampu membelinya juga," kata Tedros. "Kita harus menjawab pertanyaan itu sedini mungkin."

Virus ini telah menginfeksi lebih dari 245.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 10.031, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Kasus A.S. telah mencapai setidaknya 14.250, dengan Negara Bagian New York terdiri lebih dari 40% dari total nasional.

Wabah dimulai di Wuhan, Cina pada bulan Desember dan sejak itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. WHO mengumumkan pekan lalu bahwa Eropa telah menjadi pusat penyebaran baru.

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...in-anti-corona

Klo menurut regulasinya wajib menunggu hingga 18 bulan.

Semoga hasilnya bisa di percepat dahemoticon-Hansip
Diubah oleh samsol...
semoga bener bener bisa segera ditemukan ,dan segera bisa dirasakan manfaatnya
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Semoga ujicobanya lancar dah, biar cepet normal lagi.
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Quote:


Quote:


amin ganemoticon-Maaf Agan
profile-picture
nakal.abis memberi reputasi
Kalau tunggu 18 bulan sih keburu hancur ekonomi duniaemoticon-Hammer (S)
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Quote:


feeling ane di akhir atau tengah tahun ada yg rilis vaksinnya gan ...karena vaksinnya sudah dapat tapi masih liat efek sampingnya dan ane yakin cina yg duluan atau amerika ...demi ekonomi mereka jugaemoticon-Hansip
profile-picture
Lt.Evans memberi reputasi
vaksin masih lama gpp
yang terpenting strategi penanganannya
demam berdarah aja sampe sekarang belum ada vaksin/obatnya

tp karena sudah ada strateginya, mknya DB sudh bukan masuk penyakit ancaman global lagi
profile-picture
samsol... memberi reputasi
belum final version emoticon-Matabelo
profile-picture
samsol... memberi reputasi
kita harus bertahan hidup sampai 18 bulan kedepan....
profile-picture
samsol... memberi reputasi
WUHAN ZERO PATIENT?
Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona

Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona
http://usmes.org/teams/team-chronos-roster/

All clues from Washington
Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona

Meet Wuhan CoronaVirus Patient One - Maatje Benassi


Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona

V
V

Kabar Gembira, WHO: Sudah Ada 20 Jenis Vaksin Anti Corona
US Lab Militer ditutup karena kebocoran sanitasi limbah air
Sumber 2
August, 2019

V
V

Deadly Flu in US
Sept 29, 2019 - Now
8k+ died 15Mil suspect
Sebelumnya mengkambinghitamkan Rokok Vape
Quote:


V
V

Wuhan Military World Games 2019
Oct 18, 2019 – Oct 27, 2019

V
V

Covid19 awal terdeteksi di Wuhan
Nov 17, 2019 - Now
(Covid19 menginfeksi butuh waktu seminggu-sebulan)



USAMRIID COVID-19 Vaccine Development Program, March'20

Members of the Panel:
1. Brigadier General Michael J. Talley, Commanding General - U.S. Army Medical Research and Development Command, Fort Detrick, MD
2. Colonel/Doctor Wendy Sammons-Jackson, Director - Military Infectious Disease Research Program, US Army Medical Research and Development Command, Fort Detrick, MD
3. Doctor Nelson Michael, Director - Center for Infectious Disease Research, Walter Reed Army Institute of Research
4. Doctor Kayvon Modjarrad, Director of Emerging Infectious Diseases, Walter Reed Army Institute of Research


Thn 2011 Lab US Fort Detrick juga pernah kebocoran yg menyebabkan penyakit kanker

Diubah oleh therminust
Tujuh milyar manusia harus di vaksin...
Sungguh bisnis yang tiada duanya

emoticon-Matabelo
Lihat 2 balasan
semoga bener bener bisa segera ditemukan ,dan segera bisa dirasakan manfaatnya


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di