CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketika Cinta Terhalang Sinyal
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e789782a72768026c56b091/ketika-cinta-terhalang-sinyal

Ketika Cinta Terhalang Sinyal

Ketika Cinta Terhalang Sinyal

Selamat malam sahabat Kaskus semua. Selama datang di Thread ane.
emoticon-Menang


Thread ini adalah sebuah kumpulan cerpen 'Ketika Cinta Terhalang Sinyal'

InsyaAllah,nanti ane akan posting setiap seminggu sekali.
Happy Reading


Ketika Cinta Terhalang Sinyal

"Jadi telepon, tidak, telepon, tidak, telepon."

Aku menghitung kancing baju dengan tangan kiri, sementara tangan kanan menggenggam telepon.

Akhirnya, ibu jariku menekan tombol hijau. Bunyi tut-tut, sebentar kemudian suara merdu seorang pria dari ujung sana terdengar. Cepat aku mematikan sambungan, wajahku terasa panas, sesaat seluruh aliran darah terasa ikut mendidih.

HP yang masih kugenggam bergetar, sebuah pesan Watsap masuk dari nomer yang kutelepon barusan.

[Assalamu'alaikum, ini Alya, yah? Temennya Yudi?]

Sebelum membalas, aku zoom photo profilnya terlebih dulu.
"Narsis," lirihku saat kulihat gaya berfotonya.

[Iya.] Singkat kukirim balasan.

Tak perlu waktu lama centang hijau, kemudian biru, tampak ia sedang mengetik. Aku tersenyum nyaris terbahak membaca pesan kedua darinya. Secepat itu, aku terbawa suasana dan akhirnya aku merasa kecanduan untuk berbalas pesan dengannya.
*****
Rasanya baru kemarin perkenalanku dengan Yasin. Tak terasa setahun sudah kami menjalani hubungan jarak jauh, hanya sebatas benda segi empat yang tergenggam.

Kami adalah dua orang dari barisan patah hati sebuah cinta maya, yang pernah kecewa karena rupa tak sesuai ekspektasi. Bukan hanya itu, di dunia nyata kami juga sering kali kecewa karena cinta. Bertepuk sebelah tangan, sekedar dijadikan cadangan, diduakan. Ketidakberuntungan dalam cinta membuat kami merasa senasib setelah dipertemukan lewat udara oleh seorang teman bernama Yudi.

Sepert dia, aku pun tak ingin menyakiti hati siapa pun. Namun, meneruskan hubungan tanpa ada komitmen jelas, sementara rasa takut dan ragu terus membayangi hanyalah kebodohan. Serupa bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu.

"Jadi telepon, tidak, telepon, tidak, telepon."
Aku menghitung kancing baju dengan tangan kiri, sementara tangan kanan menggenggam telepon. Persis kulakukan seperti dulu saat kumemulai merajut cerita cinta maya dengan Yasin.

"Alya! Al ... " panggil Yasin dari ujung sana.
Aku menarik napas berat, hingga terdengar seperti isak tertahan.

"Alya, kenapa?"
Kembali suaranya terdengar, mbuantu tersentuh bimbang.

"Seperti katamu, bukankah lebih baik berhubungan dengan orang yang nyata ada di depan kita?" Aku diam sejenak, memberi jeda untuk mengetahui responsnya.

"Jadi maksudmu, kita putus?" lirihnya dari ujung telepon. Sesaat hening, kemudian terdengar isak. Mungkinkah ia menangis?

"Aku memilih dia, yang nyata ada di depanku. Maafkan aku, semoga kau pun menemukan seseorang secepatnya."

Aku mematikan sambungan telepon, tanpa menunggu jawabannya. Mungkin sikapku menyakitinya, tetapi keputusan ini harus. Tak ada harapan untuk hubungan yang lebih baik dengannya. Seseorang yang kukenal di dunia maya. Komunikasi hanya lewat pesan dan suara.

Setitik air mata jatuh, lamunan buyar saat sebuah pesan SMS masuk. Bukannya berhenti menangis, justru air mata semakin deras mengalir. Saat mebaca pesan darinya.

[Terima kasih, sudah memberi kenangan indah. Aku hargai keputusanmu. Seperti halnya kamu, aku juga ragu untuk bertemu. Keraguan ini, mungkin yang mendasari keputusanmu untuk memilihnya. Maaf, kemarin aku menolak untuk menemuimu.]

[Maafkan aku.] Hanya itu yang kutulis sebagai jawaban.

Merasa bersalah? Jelas aku akui itu, tetapi tak menyangka rasanya akan sesakit ini. Lebih nyeri dibandingkan dulu saat putus cinta dengan mantan mayakku sebelumnya.

Kueaih earphone, memasangkan di kedua telinga, kemudian memutar musik.
*Dering telefonku membuatku tersenyum di pagi hari*

Aku matikan kembali musik yang terputar dan mencabut earphone dari HP, kemudian meletakan sembarang di kasur. Baru saja beranjak, tampak sebuah nama di layar seiring ring tone lagu milik Ran.

*Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara*

Sigap tanganku merijectnya. Kembali Handphone menyala, tetapi lagi-lagi aku mematikannya, hingga berulang tiga kali. Akhirnya tak ada lagi suara, tinggalah keheningan menyelimuti kesendirianku di kamar kost ini.

Tak mudah mengambil keputusan ini, tetapi mempertahankan hubungan tak pasti sama halnya memelihara cacing pita dalam tubuh. Kebahagian dan kenyamanan hanya semu belaka.

"Nadia! Nadia!"
Suara ketukan pintu dan teriakan khas Yudi membuayarkan lamunan. Bergegas aku mencuci muka kemudian keluar untuk menemuinya.

Pelan aku membuka pintu. Tampak sosok tak asing tersenyum menyambut.

"Sudah siap?" tanyanya.

"Iya, sebentar aku ambil tas dulu yah?" jawabku sambil tersenyum, kemudian bergegas kembali masuk ke kamar.

Setelah mengunci pintu kost-kosatan, aku segera naik ke motor Yudi, menuju butik untung fiting baju pernikahan kami.

Tak pernah terbayang sebelumnya, bahwa Yudi yang menjadi pelabuhan terakhirku. Setelah berputar-putar hingga dunia maya, akhirnya kami sepakat untuk menikah.

Aku mengeratkan pegangan di pinggang Yudi. Kami saling bertukar senyum, melalui kaca spion. Bahagia meliputi, meski jalan masih panjang, kami siap mengarungi bersama.

Gambar
Pixabay edit by Canva

Ketika Cinta Terhalang Sinyal
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan nurulnadlifa memberi reputasi
Diubah oleh husnamutia
Halaman 1 dari 2
Yang pernah ngalamin manisnya cinta maya, masukemoticon-Big Kiss
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Cinta maya, sakit hatinya nyata
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Kalau aku sih, cinta sama Maya...

emoticon-Malu
profile-picture
renfan memberi reputasi
Quote:


Maya aja, atau luna maya?

Luna maya keknya masih sendiri tuh
Quote:


Hiks hiks hiks. Iye kah? Ya ampun. Masa sihemoticon-Goyang
Quote:


Mau coba?
profile-picture
embunsuci memberi reputasi
Quote:


Ga mau ikutan ah kalo masalah sakit hati, apa lagi di dunia maya

cinta tak melihat rupa.
dia mengikuti kata hati.
sedih
Quote:


Ndak usah deh. emoticon-Mewek Wkwkwk. Emm komen harap 8 kata, Sisemoticon-Monggo
Quote:


Tapikan cinta datang tanpa rekayasa
Quote:


Jangan pernah mengeluh saat rasa sakit menimpa, belajarlah menerima rasa sakit itu sehingga engkau siap menerima kebahagiaan baru yang menantimu.

Nih,lebih dari delapan kata. Biar pun gak nyambung
profile-picture
profile-picture
embunsuci dan irmawidjaya memberi reputasi
Quote:


Sebab jika hati telah bicara cinta, tai ayam berasa coklat. Katanyaemoticon-Big Kiss
Quote:


itulah indahnya cinta
dia mampu menerima segala keadaan
emoticon-Ngakak
Quote:


Jadi inget lagu gan,

Indah cinta bila buai kasih
Mengalun nada tulus suci

Lagunya siapa itu?
Quote:


Ahh.. kurang suka sm Luna Maya. Ane cari yg rambutnya tertutup...😀
kenapa aku bisa relate banget ya wkwk
Quote:


Bisa aja ngelesnya
Quote:


Relate apa sih?🙈 serius gak ngerti
Cinta maya memang Luar Biasa emoticon-Kimpoi
Tapi pahit dinyata
Quote:


Pengalaman ya, gan? Kayaknya mah begitu deh☺
Diubah oleh husnamutia
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di