CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
6 Alasan Kenapa Kita Tak Boleh Mengatakan Obat Tradisional Hoaks
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e786ad0c9518b13595f45fd/6-alasan-kenapa-kita-tak-boleh-mengatakan-obat-tradisional-hoaks

6 Alasan Kenapa Kita Tak Boleh Mengatakan Obat Itu Tradisional Hoaks

6 Alasan Kenapa Kita Tak Boleh Mengatakan Obat Tradisional Hoaks


Setiap manusia akan mengalami sakit dan setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Karena kondisi hidup di dunia selalu berpasang-pasangan, ada malam ada ada siang, ada laki ada perempuan, ada sakit ada obat. Tapi kenapa para ahli medis masih saja selalu meremehkan obat tradisional dengan "senjata andalannya" belum diuji klinis, jadi masih hoaks? 


Sebenarnya ada 6 alasan kenapa kita tak boleh menyepelekan obat tradisional. Apa saja itu?

1. Pada jaman dulu orang tentu belum paham apa maksud uji klinis dan semacamnya, maka mereka berinisiatif mencari pengobatan dengan tanam-tanaman di sekitar. Ternyata apa yang terjadi? Banyak orang bisa sembuh. Pengobatan dengan bahan tradisional diperoleh dengan pengalaman, dan dilanjutkan secara turun-temurun.

 2. Ibarat kata, ada dua orang penulis yang sedang menyelesaikan karya tulis sekitar 2000 karakter. Salah seorang mengatakan, "Tulisanku tinggal 1000 karakter lagi, sebentar lagi akan selesai." Sementara temannya mengatakan, "Ah, tulisanku masih 1500 karakter, masih lama akan selesai." Maka kemungkinan besar penulis pertama akan lebih dulu menyelesaikan karya tulisnya ketimbang penulis kedua karena faktor sugesti.

Begitu pula sugesti ketika kita sedang melakukan pengobatan. Bayangkan bagaimana mungkin hanya dengan segelas air putih yang didoakan, seseorang di dusun sana bisa sembuh dari penyakit. Tentu karena dia ada sugesti bahwa air yang didoakan itu sebagai perantara kesembuhan. Contoh lain ketika umat Islam sedang melaksanakan Puasa Ramadhan, jarang sekali perut sakit meski asupan makanan dan minuman tidak kita peroleh dari sahur hingga buka. Tapi coba kalau kita tidak sedang puasa, terlambat makan siang saja perut akan kembung dan selera makan hilang.

Lalu apa urgensi ahli medis mengumbar hoaks dan hoaks, sehingga sugesti masyarakat " menjadi tawar", sementara ahli medis sampai sekarang belum bisa memberikan solusi.

3. Obat tradisional itu berguna  tidak hanya untuk mengobati, tapi lebih khusus untuk memperkuat antibodi alias membentengi tubuh dari penyakit. Ibarat kata pada suatu peperangan, seorang itu hanya bersenjatakan panah, tapi di dalam benteng berlapis-lapis, masih bisa menang dibanding seorang yang bersenjataka senjata canggih tanpa benteng.

4. Obat tradisional itu reaksinya memang lambat, tapi seringkali malahan menyembuhkan. Sementara obat kimia reaksinya cepat, tapi tak jarang hanya bisa meredakan rasa sakit, bukan menyembuhkan.

5. Obat tradisional bisa dicoba-coba. Asal menggunakannya tidak berlebihan, tentu tak akan menimbulkan efek samping, sebab biarpun bukan untuk obat, rata-rata bahan tradisional itu tetap kita pergunakan sebagai bumbu masakan. Sementara obat kimia itu tak boleh coba-coba. Efek coba-coba bisa berujung malpraktek.

6. Obat tradisional itu lebih mudah dan murah ketimbang obat kimia yang langka dan cenderung mahal. Mungkin karena obat kimia lebih menguntungkan dari segi ekonomi, maka obat tradisional dianggap sebelah mata. Lalu bagai mana wudhu umat Islam yang amat sangat murah, tapi masih ada yang menyepelekannya bisa mencegah Covid-19. Bukankah cuci tangan itu salah satu dari rukun wudhu? Bahkan umat Islam wajib melakukannya lima kali sehari. Bagaimana dengan mereka yang tetap menjaga wudhunya tidak batal sepanjang masa kecuali tidur?

Akhirnya, marilah segenap bangsa ini saling bahu-membahu untuk saling menyemangati, bukan saling melemahkan. Semangat hidup itu selalu lebih utama dari obat.Tanpa semangat hidup, obat  bisa jadi tak memiliki efek penyembuhan. Ayo, kita tetap semangat, karena dengan semangat itulah kita tetap bisa bertahan hidup. Keep happy! Panik hanya akan mendatangkan penyakit. Semoga Covid-19 cepat berlalu. Aamiin.

-----

Sumber opini pribadi
Diubah oleh RifanNazhif


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di