CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7867f9c9518b17f7250471/who-strategi-lockdown-tak-mampu-perangi-virus-corona

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

WHO: Strategi Lockdown Tak Mampu Perangi Virus Corona

KOMPAS.com - Pakar darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (23/3/2020) mengatakan, negara-negara di seluruh dunia tidak bisa begitu saja menerapkan lockdown untuk menghalangi virus corona.

Pejabat WHO itu menambahkan, ada banyak langkah kesehatan masyarakat yang harus diterapkan untuk menghindari kebangkitan virus di kemudian hari. "Yang harus kita fokuskan adalah menemukan pasien Covid-19, mereka yang memiliki virus dan mengisolasi mereka.

Kemudian menemukan orang yang telah kontak dengan mereka (pasien positif Covid-19) dan mengisolasi mereka," kata Mike Ryan dilansir Reuters, Minggu (22/3/2020). "Bahayanya lockdown adalah, jika kita tidak menerapkan langkah kesehatan masyarakat yang kuat, ketika aturan pembatasan gerak dan lockdown dihentikan, maka bahaya penyakit akan muncul lagi," imbuh dia.

Sebagian besar Eropa dan AS mengikuti China dan negara-negasa Asia lainnya melakukan lockdown untuk melawan virus corona baru. Semua orang diminta bekerja dan belajar dari rumah. Semua sekolah, restoran, dan tempat hiburan ditutup. Ryan berkata, kasus di China, Singapura, dan Korea Selatan yang menggalakkan pengujian pada setiap kemungkinan pasien Covid-19 telah berhasil menekan angka pertumbuhan khusus.

Kini justru Eropa yang menggantikan posisi Asia sebagai pusat pandemi. "Setelah kami menekan transmisi, kami harus mencari virusnya. Kita harus berjuang melawan virus," tegas Ryan. Italia saat ini adalah negara yang paling parah terkena virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia.

Hingga Senin (23/3/2020) siang, jumlah terinfeksi di negara itu adalah 59.138 orang dan total kematian 5.476 orang. Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

Lihat Foto Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.(AFP/PAOLO MIRANDA) Angka kematian di Italia adalah yang tertinggi di dunia. Jika dibandingkan China yang menginfeksi 81.093 orang, korban tewas hanya 3.270 orang.

Sumber

Semoga apapun yg di tempuh pemerintah kita adalah yg terbaik
profile-picture
profile-picture
pengobatan17 dan 47ronin memberi reputasi
Diubah oleh funrise.1
tuh denger, yang di lockdown aja susah apa lagi ga di lockdown. gimana tuh
gak usah takut corona takut tuh sama jokowi.
profile-picture
77665.123456 memberi reputasi
saran mike ryan tsb baik adanya
profile-picture
Abc..Z memberi reputasi
Ya gmn lagi memang harus nunggu antivirus jadi.
Kalo lockdown nya kayak d wuhan bgaimana
Lihat 1 balasan
emoticon-Takut
Kalo menurut Ane pada akhirnya yg terjadi adalah herd imunity. Penyebaran virus tak terbendung dan berlaku seleksi alam.

Saat social dan phisical distancing susah di lakukan, secaranya manusia adalah makhluk sosial. Maka yg paling masuk akal adalah penanganan medis.

Persiapkan rumah sakit, peralatan bantu pernafasan, kamar tidur, apd dsb sebanyak-banyaknya. Sampai di titik 50 % populasi telah memiliki imunitas sars cov2 .wabah ini akan berakhir.
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan darck91 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
seleksi alam bre yang penting heppyemoticon-Swedia
Wuhan lockdown tanggal 23/jan ketika total kematian baru 25. Setelah sekitar 3 minggu, jumlah baru kematian mencapai puncak di China, lalu mulai menurun.

Italy lockdown 11/Mar ketika sudah ada 827 kematian, 8 hari setelah mencapai 79 kematian (3/Mar)

Ketika China mencapai jumlah kematian yang sama (811 kematian pada 8/Feb, lockdown sudah diberlakukan selama 2 minggu.

Jadi kita lihat saja, 1 April nanti apakah Italy akan mencapai puncaknya lalu menurun, atau masih terus meningkat, karena kabarnya banyak warga Italy yang bandel, ga seperti warga China yang penurut karena sistem pemerintahannya terpusat dan tegas.


Sumber:
https://www.worldometers.info/coronavirus/

After nearly 2 months, Wuhan (the epicenter of the pandemic in China) announced today that it would be loosening the lockdown by gradually resuming public transportation and allowing healthy people to go back to work. [source]

China had put Wuhan and other cities into lockdown on Jan. 23 when a total of 25 deaths had been reported in the country. After about 3 weeks of lockdown, the number of new deaths reached its peak in China [see graphs] and then began declining.

Italy went into a similar lockdown on March 11, when 827 deaths had already been reported, and 8 days after reaching 79 deaths (March 3) [see graphs] and 19 days after the beginning of the outbreak in the country (Feb. 21) [see archived news] On Feb. 22, Italy had become the country with the highest number of cases among all non-Asian nations. [see archived news]

When China reached a similar number of deaths (811 deaths on Feb. 8) the lockdown had already been implemented for 2 weeks.

The Report of the WHO-China Joint Mission noted that by rolling out "perhaps the most ambitious, agile and aggressive disease containment effort in history" China "has changed the course of a rapidly escalating and deadly epidemic" and that the remarkable speed with which Chinese scientists and public health experts isolated the causative virus, established diagnostic tools, and determined key transmission parameters, such as the route of spread and incubation period, provided the vital evidence base for China’s strategy. [source]
Lihat 1 balasan
Quote:


berarti yg lockdown kudu kaya wuhan lokasinya.. terpencil.. ga banyak akses..

mungkin bisa diterapin di pulau seribu.. emoticon-2 Jempol
Quote:


Tapi penduduknya 11juta gan.
Kyk nya udah jadi seleksi alam yg tak bisa dihindari,, tak ada obat tak ada vaksin, hanya kuat2an imun, siapa yg imunnya kuat dialah yg akan terus bertahan hidup emoticon-Berduka (S)
jadi gimana dong emoticon-Bingung
profile-picture
lupis.manis memberi reputasi
Quote:


tapi nurut gan (secara pemerintah cina...), lagian wuhan penduduknya mayoritas kelas menengah... kaga terlalu masalah dengan diam d rumah dari segi ekonomi...

dan tetep.. mau 11 juta.. tapi dari segi demografis, wuhan tetep terpencil.. akses bisa dibatas..

lah di kita?

bikin puyeng kan?
Diubah oleh khayalan
Lihat 1 balasan
Liat situasi kaya gini harusnya peluang buat industri alat-alat kesehatan di Indonesia
Diubah oleh kretekkretek
pejabat WHO ada yg positif Corona kah? apa mereka kebal? atau mereka udah disuntik vaksin???

emoticon-Bingung
Quote:


Yg bikin rusak bukan virusnya gan. Tapi sistem imun tubuh yg menyerang sel² sehat juga. Jadi kebalik tuh, yg imunnya terlalu kuat justru yg tewas duluan.
itu wuhan berhasil
RRC negara sosialis terpusat, lebih gampang lockdown atau hukum orang nggak patuh.
kalau mau tiru itu korsel atau taiwan. cuma 2 negara itu punya kedisiplinan tinggi, semua lelaki dewasa di sana wajib militer.
kita secara hukum yang bisa dilakukan cuma darurat militer aja di zona merah selama 14 hari biar stop rantai penyebaran. perusahaan untuk kantornya harus work from home. pabrik harus siapkan barak/asrama di pabrik kalau mau terus operasional. yang pasti semua transpor publik dalam & antar kota harus di-stop.
semua yang kontak & bergejala harus rapid test, isolasi untuk yang gejala ringan nggak diperlukan karena semua otomatis terisolasi minimal di rumah, penyebaran paling 1 keluarga.
Diubah oleh billyns


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di